Behind the Facts JongKey — April


Title: April

Author: Mak Erot JKK

Genre: Behind the Facts (Kalau yang baru denger genre (?) buatan gua ini, ini fanfic berisi kumpulan faktaJongKey dan kejadian yang mungkin berada di baliknya woohoo)

A/N: Selamat ulang tahun buat Jonghyun~ teteret teret tereeeeet~ gua cuma doain satu aja. Semoga dompet birunya selalu tebal karena gua tahu itu senjata andalannya buat dapetin Key uhuy dan semoga kau cepat sembuh, jamong… kangen gua. Ga ada lu ga rame cuy!

—————————————–April—————————————–

“Key? Kau sendiri? Mana yang lain?” tanya Woohyun heran melihat sahabatnya itu datang seorang diri ke dorm Infinite. Hari ini, 31 Maret 2013 dan Infinite baru saja meraih kemenangan pertama atas lagu dari album terbaru mereka, Man in Love.

 

Infinite sengaja menggelar sedikit perayaan terkait kemenangan mereka tersebut, dengan mengundang SHINee—terutama Jonghyun dan Key yang saat encore berada di dekat mereka juga orang yang paling pertama mengucapkan selamat kepada mereka—yang saat di panggung serta backstage tadi benar-benar setia mendukung mereka.

 

Well.. kau tahu.. yang lain sudah beristir—

 

“Mana Jonghyun hyung?” belum sempat Key menyelesaikan kalimatnya, Woohyun sudah memotongnya lalu mengeluarkan kepalanya keluar pintu, mencari-cari keberadaan Jonghyun.

 

Key memutar kedua bola matanya, “Kau mau mempersilakanku masuk atau aku harus berdiri di luar di cuaca sedingin ini? Karena kalau kau memilih pilihan yang kedua, lebih baik aku pulang saja”

 

“Ya ampun, Key.. you are in your period huh?” kata Woohyun bercanda sambil menarik lengan sahabatnya itu untuk masuk ke dalam, “aku kan cuma bertanya, kukira Jonghyun hyung mengantarmu seperti biasanya”

 

“Iya, tapi hanya sampai luar dorm karena dia harus pulang ke rumah orang tuanya sekarang”

 

“Oh, aku tidak mengira dia itu tipe yang homesick, eh?”

 

“Bukan, dia rindu dengan Kim Byulroo”

 

“Kim Byulroo?”

 

Anjingnya

 

Serius??? Dia pulang hanya untuk bertemu anjingnya?” Woohyun menatap tidak percaya kepada Key, lengkap dengan mulutnya yang terbuka lebar. Key harus berdecak keras lalu memukul kepala Woohyun pelan untuk mengembalikan otaknya kesana.

 

“Tentu saja tidak ck. Nam Woohyun, akhir-akhir ini kau sering menanyakan Jonghyun. Jangan bilang kalau kau mau menusukku dari belakang?” Key memandangnya tajam, penuh kecurigaan. Bersikap seakan-akan seorang detektif yang sedang menginterogasi seorang tersangka.

 

“Ya, apa kau bilang? Aku kan hanya bertanya. Aku dan Jonghyun hyung baru merasa nyaman berada di dekat satu sama lain sejak beberapa bulan ini, jadi wajar kan kalau aku ingin mengetahui lebih jauh tentangnya?”

 

Key—sekali lagi—memutar kedua bola matanya, “Whatever. Walaupun kau memang berniat menusukku dari belakang, aku akan mentacklemu, mengeluarkan kedua bola matamu lalu membongkar isi perutmu dan membuangnya ke laut! You know what? Jonghyun is MINE

 

Woohyun bergidik mendengar perkataan sahabatnya. Dia tahu kalau Key bercanda, tetapi dia tidak bisa berbohong dengan mengatakan bahwa dia tidak takut dengan pernyataannya itu. Terkadang, Woohyun bingung mengapa dia dan Key bisa bersahabat seperti sekarang di saat kepribadian mereka bertolak belakang satu sama lain.

 

“Sungyeol!” Woohyun segera menghilangkan pikirannya di saat Key memanggil sahabatnya sesama 91 liner. Dia melihat Key berlari ke arahnya lalu dia pun segera menyusul mereka berdua untuk bergabung dan melanjutkan pestanya kembali dengan anggota yang lain.

 

~*~

 

Key sedikit mengerang di saat seseorang menggoyangkan tubuhnya yang terasa pegal sehabis bersenang-senang di dorm Infinite semalaman. Dia membuka matanya untuk bertatapan dengan wajah leadernya yang sedang terduduk di samping tempat tidurnya.

 

Old man, aku yakin ini masih di jam yang bisa kubilang ‘pagi’ dan aku benar-benar lelah. Aku ingin tidur, jangan ganggu aku” gumamnya sambil menenggelamkan wajahnya lagi ke dalam bantal, berusaha kembali ke dunia mimpinya.

 

Onew mendesah pelan. Dia menarik selimut dan bantal Key lalu membuangnya sembarangan.

 

Ugh, what is your problem?!” kesal Key sambil mendudukkan dirinya di atas kasur dan mengacak-acak rambutnya untuk menunjukkan seberapa kesal dirinya. Dia benar-benar butuh tidur, satu-satunya yang dia inginkan sekarang adalah tidur.

 

“Cepat bersiap-siap, kita pergi dalam waktu lima menit” kata Onew mengacuhkan pertanyaan Key.

 

Kemana? Kita tidak punya jadwal apapun—“

 

Cepat bersiap. Kita pergi dalam waktu lima menit” ulang Onew dengan nada yang menunjukkan bahwa dia serius. Key sedikit terkejut mendapatkan ekspresi Onew yang seperti itu. Dia adalah leader yang baik, selalu bisa mengontrol dirinya dalam keadaan seperti apapun sehingga jika ada sesuatu yang membuatnya menjadi seserius ini, Key tahu kalau sesuatu itu sangatlah penting.

 

Key mendesah, dia tidak berani mengatakan apapun lebih lanjut, memilih untuk segera masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap sementara Onew sudah keluar dari kamarnya setelah mengatakan bahwa dia menunggunya di luar.

 

~*~

 

Perjalanan dirasakan Key sangatlah lama karena dia dan Onew tidak berbicara satu sama lain di dalam mobil. Well, Key sudah berusaha memulai pembicaraan dengan menanyakan akan kemana mereka dan dimana member yang lain, tetapi Onew hanya menjawab dengan ‘kau akan tahu nanti’ sambil tetap memfokuskan pandangannya ke arah jalan. Key mengira leadernya itu tidak ingin diganggu ketika menyetir sehingga dia tidak mau menjawab pertanyaannya, untuk itu dia memutuskan untuk diam saja.

 

Key mengecek handphonenya, menyadari dia tidak mendapatkan balasan apapun setelah dia mengirim pesan singkat berisi ucapan selamat malam dan selamat tidur kepada Jonghyun tadi malam. Terakhir dia membalas pesannya adalah ketika dia mengatakan bahwa dia sudah sampai dengan selamat di rumah orang tuanya, setelah itu Key memang tidak mengiriminya pesan lagi karena dia ingin Jonghyun bersenang-senang bersama keluarganya. Mereka jarang memiliki waktu kosong seperti sekarang, apalagi sebentar lagi Fire Showcase, Japan Arena Tour serta schedule lainnya akan segera menghantui mereka, sehingga Jonghyun—yang memang tergolong paling cepat rindu dengan keluarganya—pasti akan merasa sangat rindu apabila dia tidak melepas semua perasaannya itu sekarang.

 

Key mengunci handponenya lalu memasukkan gadgetnya itu ke dalam saku. Ketika pandangannya kembali lurus ke jalanan di depan, Key mengernyit, merasa familiar dengan jalanan yang sedang mereka lalui.

 

“Hyung, bukankah ini Gangnam?” tanyanya yang tidak dibalas apapun oleh Onew. Key mendesah, menyenderkan badannya ke kursi, memutuskan untuk diam saja dan pasrah dengan kemana Onew akan membawanya daripada dia terus bertanya tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang diinginkannya.

 

Setelah beberapa lama—mungkin satu atau setengah jam—Onew membawa mobilnya masuk ke dalam tempat yang membuat Key semakin bingung.

 

“Ayo turun” ucap Onew ketika mobil mereka sudah terparkir. Key mengerjapkan matanya—masih mencari jawaban—tetapi melihat Onew sudah keluar dari mobilnya, Key pun segera membuka seatbelt yang dipakainya dan keluar darisana.

 

“Hyung, ini rumah sakit!” seru Key seolah-olah Onew tidak mengetahui secara jelas tempat apakah ini. Key tidak berpikir bahwa hyungnya itu akan membawanya ke tempat bau obat ini, tentu saja. Tetapi, Onew hanya berjalan terus, melewati meja resepsionis. Seolah-olah jika mereka memang berada disini untuk menjenguk seseorang, Onew sudah mengetahui keadaan mereka sampai-sampai dia tidak perlu menanyakan berapa nomor kamar sang pasien kepada resepsionis.

 

Tak lama kemudian, Key melihat Minho, Taemin, dan manajer mereka sedang berkumpul di dekat kursi tunggu di depan ruang UGD.

 

“Aku sudah membawanya” lapor Onew pada manajer mereka. Manajer mereka hanya mengangguk dan berjalan mondar-mandir di sekitar sana, terlihat tidak tenang.

 

“Hei hei, ada apa ini sebenarnya?” Key merasa hanya dirinyalah yang tidak mempunyai satu petunjuk apapun tentang mengapa mereka semua berada disini dan itu membuatnya sedikit kesal.

 

Minho dan Taemin berpandangan hingga Taemin menyuruh Minho untuk melakukan sesuatu dengan bahasa isyaratnya. Minho pun menghela nafas lalu menarik Key menjauh darisana.

 

Damn Minho, kau mau membawa aku kemana?!”

 

~*~

 

Setelah mereka berdua sampai di tempat yang Key yakini sebagai taman belakang dari rumah sakit ini, Minho akhirnya berhenti menyeretnya.

 

What the fuck is wrong with you? And Onew too! Shitgerutu Key kesal. Key memandang sekitarnya dan taman belakang ini benar-benar sepi. Terhitung hanya ada satu orang selain mereka yang sedang menikmati udara, berdiri jauh dari tempat mereka berdiri.

 

“Onew hyung menyuruh kita pergi duluan dan kalian berdua akan menyusul kami kesini setelahnya. Dia pikir akan lebih baik untuk membiarkanmu dalam kondisi yang tenang sebelum membawamu kesini”

 

For your information, I am not in that calm condition you’re talking about because for god’s sake you two already ruined my day! Now, tell me what the hell is wrong here or you will just gonna be a shit like that old man by saying nothing to me!!” Key tidak bisa menahannya lagi, dia benar-benar kesal dan dia tidak berencana untuk menyembunyikan kekesalannya lagi sekarang.

 

Minho menghela nafasnya mendengar Key yang seperti ini, bingung apakah ini saat yang tepat untuk  mengatakannya, tetapi Key harus tahu. Key berhak tahu.

 

“Jonghyun hyung mengalami kecelakaan mobil” katanya pelan.

 

Minho menunggu Key berteriak, menangis, memukulnya atau apapun, tetapi reaksi yang dia dapatkan adalah Key yang tertawa keras. Sangat keras hingga dia jatuh di atas tanah sambil menahan perutnya yang terasa sakit karena kebanyakan tertawa.

 

“Lelucon yang bagus, Choi Minho hahahahahaha Kau sampai berkolaborasi dengan Onew hyung, Taemin, dan Manajer hyung untuk mengelabuiku hah? Hahahahaha Wow, kurasa kalian bisa membuat acara semacam gag concert hahaha benar-benar lucu” racau Key, mulutnya tidak bisa berhenti tertawa dan itu membuat Minho sedikit menatap iba kepadanya.

 

“Key, aku serius

 

Key menegakkan badannya kembali lalu menepuk-nepuk bahu Minho, “Ya, Choi Minho. Semua yang kau katakan adalah kebenaran dan aku percaya padamu,” ujarnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, “walaupun kau dan aku sama-sama tahu kalau hari ini adalah tanggal 1 April hahahaha Gosh, you are so funny” tambah Key seraya melanjutkan tawanya.

 

Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Key.

 

“Key..”

 

“Oh dan jangan lupakan fakta bahwa Jonghyun sedang berada di rumahnya sekarang. That’s it. Untung aku tidak tertipu. You know what? I am so smart hahaha

 

Minho tidak tahan lagi. Dia mencengkram kedua lengan Key, membuatnya berhenti tertawa dan terpaksa bertatap muka dengan wajah Minho yang benar-benar terlihat serius.

 

“Aku tidak bercanda walaupun aku berharap jika semua yang kukatakan padamu adalah kebohongan”

 

Minho—

 

“Key hyung

 

Key terdiam. Dia menatap Minho lekat.

 

Minho, teman seumurannya itu tidak pernah menyebutnya ‘hyung’. Key memang lebih tua beberapa bulan darinya, tetapi Minho tidak pernah menyebutnya dengan sebutan itu.

 

Tidak kecuali di saat-saat dia berbicara serius.

 

“Ti-tidak mungkin..” Minho melepaskan cengkramannya, membiarkan tubuh Key yang tiba-tiba melemas itu terlepas darinya. Key menundukkan kepalanya dan bibirnya bergetar. Minho dapat mendengar Key terus-terusan mengatakan ‘tidak mungkin’, ‘ini pasti mimpi’ dan hal-hal semacam itu, tetapi sayangnya inilah kenyataannya.

 

“Dia mengirimiku pesan, mengatakan bahwa dia akan pulang lebih cepat karena dia rindu padamu dan dia menyuruhku untuk tidak mengatakan apapun padamu. Dia tahu kalau kau mengira dia akan menginap di rumahnya selama beberapa hari. Karena itu dia ingin memberimu kejutan dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Tetapi, tak berapa lama kemudian seorang polisi meneleponku. Mengatakan bahwa mereka menghubungiku karena aku adalah orang terakhir yang Jonghyun hyung kontak. Setelah itu, mereka bilang bahwa Jonghyun hyung mengalami kecelakaan di sekitar jembatan Dongho dan menyuruhku untuk segera datang ke rumah sakit ini”

 

Air mata tak kuasa lagi di bendung oleh Key. Lututnya terasa semakin melemah hingga dia yakin kalau dia tidak bisa berdiri, merasakan seluruh syarafnya yang dirasa berhenti berfungsi dan otaknya yang tiba-tiba kosong, pikirannya kosong, semua yang dilihatnya terasa gelap. Key tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa selain membungkam mulutnya agar orang-orang tidak dapat mendengar suara tangisannya yang semakin keras dan dia berharap merekapun tidak bisa mendengar jeritan hatinya yang memilukan.

 

Minho menatap nanar lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Key, tanpa basa-basi dia segera meraup tubuh yang bergetar itu ke dalam pelukannya dan membiarkan baju favorit yang sedang dipakainya basah oleh air mata dari sahabatnya.

 

~*~

 

Minho dan Key kembali ke ruang tunggu dimana Onew, Taemin serta manajer mereka masih setia menunggu disana. Ketika melihat kedua rekannya kembali, Onew memandang pada Minho sekilas dan Minho menganggukkan kepalanya—memberi tahu bahwa dia sudah menjelaskan semuanya pada Key.

 

Onew mendesah lalu dia menepuk pundak Key simpati, “Pas sekali, dia baru saja dipindahkan dari ruang UGD ke ruang biasa. Ayo, kita jenguk si Jjarimongdang itu!” katanya berusaha membangkitkan suasana yang terasa tidak nyaman sedari tadi.

 

Mereka semua hanya mengekor di belakang leader dan manajer mereka, sementara Key berjalan paling belakang dengan kepalanya yang tertunduk.

 

Pemandangan pertama yang mereka lihat ketika memasuki ruangan serba putih itu adalah rekan, teman, sahabat, keluarga, saudara mereka yang terbaring lemah dengan beberapa selang infus menghiasi tubuhnya. Key hampir saja terjatuh jika badannya tidak segera ditahan oleh Taemin, tidak tahan melihat kondisi Jonghyun yang seperti itu.

 

Jonghyun yang memang sudah sadarkan diri menengokkan kepalanya perlahan-lahan ke arah teman-temannya sambil memasang senyum lebar seolah-olah tidak ada hal yang salah dengan kondisinya saat ini.

 

“Hai” sapanya dengan senyuman yang bertambah lebar.

 

Onew dan manajer mereka langsung berdiri di sebelah kasur Jonghyun. Menanyakan bagaimana perasaannya saat ini dan lain sebagainya. Taemin dan Minho memutuskan untuk menemani Key yang tidak juga mau beranjak dari ambang pintu, tatapannya terpaku pada Jonghyun sementara di dalam pancaran matanya terlihat banyak perasaan  yang ingin disampaikan.

 

Marah, kesal, sedih, senang, menyesal.

 

Jonghyun menjawab pertanyaan leader dan manajer mereka dengan senyum yang terus terpampang hingga dia menjatuhkan pandangannya pada Key. Dia menatap wajahnya, juga air mata yang masih terbendung di kedua sisi mata indahnya.

 

Di saat itulah, Onew memutuskan bahwa keduanya membutuhkan waktu dan ruang untuk berbicara. Dia mengajak manajernya keluar—biarpun dia kebingungan mengapa Onew melakukan itu—dan kedua magnaenya juga beranjak keluar dari ruangan, mengerti akan keadaan mereka.

 

Blam.

 

Butuh beberapa detik sampai Key menjalankan kakinya perlahan menuju Jonghyun. Langkahnya berhenti ketika dia mencapai sisi dari tempat tidur Jonghyun dan dia pun berdiri terdiam disana, menatap Jonghyun yang juga sedang menatapnya.

 

“Hai, Key—

 

Ucapannya terhenti ketika Key menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Jonghyun dan langsung memeluk pemuda itu dengan erat. Jonghyun dapat merasakan Key menangis di dalam dadanya, tetapi dia membiarkannya. Hal yang dia lakukan adalah mengusap-usap punggungnya tanpa berkata apapun.

 

Setelah beberapa menit terdiam dalam posisi seperti itu, Key melepas pelukan mereka, wajahnya bertemu dengan wajah Jonghyun yang sedang tersenyum lebar ke arahnya.

 

Plak!

 

Dan Key menampar wajah Jonghyun dengan telapak tangannya yang gemetar. Jonghyun hanya membelakakan matanya karena menerima tamparan yang tiba-tiba itu.

 

“Key, Ap—“

 

“Bodoh!” teriak Key lalu dia mulai menghujani dada Jonghyun dengan pukulan-pukulan darinya.

 

Kau bodoh! Brengsek! Aku benci padamu, sialan!” umpatnya sambil terus memukul Jonghyun. Jonghyun ingin membalas semua perkataan Key, tetapi dia melihat jika mata pemuda itu kembali mengeluarkan air mata dan itu membuat hatinya teriris.

 

Jonghyun menangkap kedua tangan Key yang sedang memukul dadanya sebelum membawa tubuhnya ke dalam dekapannya sekali lagi.

 

“Ssh.. Key, tenanglah.. ini rumah sakit..” bisiknya sambil mempererat pelukannya pada tubuh Key.

 

Sayangnya, mendengar perkataan Jonghyun itu hanya membuat kemarahan Key kembali membuncah. Dia mendorong tubuh Jonghyun, terlepas dari pelukan hangatnya.

 

“Benar, ini rumah sakit. Dan kau tahu apa? Kau!” tunjuknya pada Jonghyun, “kau adalah orang bodoh yang lagi-lagi masuk kesini karena kebodohanmu! Memarkir mobil saja kau harus dibantu oleh manajer hyung dan kau memaksa menyetir malam-malam seorang diri?! You’ve got to be kidding me!”

 

Key—

 

Tidak! Jangan beralasan kalau kau ingin memberiku kejutan atau whatever that shit on your dumbass mind!!”

 

Jonghyun menghela nafasnya. Untung saja dia dimasukkan ke ruang VVIP dimana tidak ada seorang pasien pun selain dirinya di kamar ini, kalau tidak Key pasti akan menakuti mereka. Oh, dan untung saja kamarnya ini dilengkapi tembok kedap suara atau seluruh rumah sakit akan mendengar teriakan Key.

 

“Key, tapi aku tidak apa-apa. Hanya hidungku yang memar, anggota tubuhku selain itu baik-baik saja”

 

“Oh ya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kau tidak cepat-cepat dibawa ke sini” ujarnya sarkatis, “jangan berkata seolah-olah kau senang dengan keadaanmu saat ini!”

 

“Tapi, aku memang senang” jawab Jonghyun tenang, “kau ingat pembicaraan kita sore itu?”

 

~*~

 

“Jjong~ Woohyun dan yang lainnya mengundang kita ke dorm Infinite untuk merayakan kemenangan pertama mereka hari ini—eh, kau mau kemana?” Key berhenti bergelayut manja di lengan pemuda kekar itu ketika melihatnya sudah siap dengan baju pergi dan juga dengan kunci mobil di tangannya.

 

“Aku mau ke rumahku. Maaf, Key tapi tadi aku sudah menghubungi Woohyun kalau aku tidak bisa datang. Yang lainnya ikut denganmu kan?”

 

“Kau tahu kalau Onew hyung tidak suka dengan acara ramai seperti itu! Minho bilang dia capek dan Taemin tidak mau ikut denganku karena dia tidak dekat dengan mereka. Ayolah, Jjong! Temani aku”

 

Jonghyun menggelengkan kepalanya, “Key, aku sudah berjanji pada keluargaku kalau sekarang aku akan kesana. Aku antar kau sampai dorm mereka saja, ok?”

 

Key memasang tampang sebal, lengkap dengan bibirnya yang dimanyunkan, “Tidak mau! Kalau begitu, aku ikut saja denganmu!”

 

Jonghyun menatap Key lalu mengusap pipi Key lembut dengan tangan besar dan hangatnya, “Jangan begitu, kau harus datang. Ini kemenangan pertama sahabat-sahabatmu, kau harus berada disana untuk merayakannya bersama mereka dan aku juga harus datang ke rumahku karena aku sudah berjanji dengan keluargaku,” ucapnya sambil membubuhkan kecupan singkat di atas bibir Key, “dan aku tetap akan mengantarmu sampai depan dorm mereka, bagaimana?”

 

Key masih memasang tampang sebal, tetapi kemudian dia menganggukkan kepalanya setuju, membuat Jonghyun kembali membubuhkan sebuah kecupan singkat di pipinya.

 

~*~

 

“Setidaknya, suara hatiku untuk tidak membawamu ke rumahku memang benar. Kalau kau ikut, kau mungkin akan berbaring disini bersamaku dan aku tidak ingin membayangkan bagaimana kondisimu nantinya. Lalu, aku pasti akan menyalahkan diriku sendiri karena telah menyakitimu,” Jonghyun melemparkan sebuah senyuman lebar kepada Key, “tetapi, lihatlah kenyataannya. Kau sekarang berada disini dan kau baik-baik saja, Key. Karena itulah aku tetap merasa senang. Selama kau baik-baik saja, aku merasa sena—“

 

Key memotong perkataan Jonghyun dengan memberi satu pelukan lagi kepadanya. Dan lagi-lagi, dia menangis di tengah-tengah pelukan itu. Jonghyun juga masih bisa mendengar umpatan Key tentang betapa bodoh seorang Kim Jonghyun dari mulutnya.

 

Tetapi, perbedaannya adalah Jonghyun bisa merasakan sebuah senyuman yang sekarang hinggap di wajah cantik kekasihnya itu.

 

~*~

 

Jonghyun sedang terduduk di atas kasurnya dengan sebuah headset yang tersambung ke handphonenya.

 

Kau melihat mention twittermu?”

 

“Ya, terima kasih sudah mempromosikan semua orang agar mengirim mention padaku dengan kata-kata ‘get well soon’ dan semacamnya”

 

“Hehe, mereka khawatir padamu”

 

“Atau mungkin kau yang terlalu khawatir padaku dan melebih-lebihkan semuanya? Key, aku ini tidak apa-apa! Semua tubuhku berfungsi dengan baik”

 

“Whatever. Memar di hidungmu sudah membaik? Kapan kau akan di operasi?”

 

Jonghyun menghela nafasnya pasrah, dia tahu kalau dia tidak pernah bisa menang jika sudah beradu mulut dengan orang yang berada di seberang teleponnya, “Hari ini operasinya akan dilaksanakan”

 

“Ah, baguslah.. Jangan takut, mereka akan membiusmu jadi kau tidak akan merasa sakit”

 

Ck. Berhenti menganggapku anak kecil. Aku sudah melakukan operasi yang lebih besar daripada ini”

 

“Oh ya, di saat kaki bodohmu itu terkilir” ujarnya sarkatis. Key masih saja merasa kesal apabila Jonghyun atau siapapun menyinggung-nyinggung tentang kecelakaan di saat kakinya terkilir di Indonesia.

 

Jonghyun pun masih ingat, pada perayaan ulang tahun Key di tahun kemarin—di saat keesokan harinya mereka harus pergi ke Indonesia untuk melakukan konser SM Town—Key sempat mengatakan padanya kalau dia lebih baik tidak menyakiti kakinya lagi di Indonesia dan itu membuatnya sedikit bersalah kepada fans-fans SHINee di Indonesia karena mungkin saja mereka akan merasa—secara tidak langsung—disalahkan oleh Key. Tetapi, mereka semua melaksanakan proyek untuk menyanyikan ulang tahun pada Key secara serentak saat itu dan itu membuat hati Key terenyuh.

 

Well, kau tahu? Aku menerima banyak mention berisi fan account yang mengatakan bahwa kau terus mengatakan bahwa kau kesepian karena tidak ada aku di sana” ucapnya mengalihkan pembicaraan dan sepertinya berhasil karena Jonghyun dapat mendengar Key berdehem dari arah seberang.

 

Selama beberapa hari ini, rekan-rekannya pergi ke beberapa showcase di Jepang untuk mempromosikan single Jepang terbaru mereka, Fire. Sayangnya, dia tidak bisa ikut karena manajernya menyuruhnya untuk melakukan operasi dan beristirahat total.

 

“J-Jjong, aku ada kerjaan, sebaiknya kita sudahi dul—”

 

“Oh ya? Bukannya karena sekarang wajahmu memerah dan suaramu akan terdengar semakin bergetar kalau kita terus berbicara?”

 

Ya! Almighty Key tidak mungkin seperti itu!”

 

Coba kuingat-ingat. Kau mengatakan bahwa kau merasa kesepian karena tidak ada aku pada saat kau melakukan perkenalan, di saat kau mengatakan bahwa mungkin aku sedang mandi, di saat kau mengatakan bahwa kau tidak bisa menunjukkan JONGKEY partner baik di hari pertama dan di hari kedua, juga di saat konser berakhir” Jonghyun sengaja menekankan kata ‘JongKey’ karena Key jarang sekali menyinggung nama couple mereka itu di depan orang banyak dan karena Key selalu mengatakan bahwa dia lebih suka ‘KeyHyun’ daripada ‘JongKey’.

 

“S-shut up, Jonghyun!”

 

“Kau mau mengatakan sesuatu?”

 

“Ya, dan itu adalah: Aku benci kamu, kau menyebalkan!”

 

Jonghyun tertawa lalu dia mendengar suara-suara di belakangnya, seperti menyuruh Key untuk bersiap-siap dengan jadwal selanjutnya.

 

“Hei, lebih baik kau bersiap-siap sekarang” Jonghyun masih ingin mendengar suara kekasihnya itu, tetapi dia mengerti kalau jadwalnya di Jepang pasti sedang padat sekarang.

 

“Uh.. maaf, Jonghyun.. Kita bicara lagi nanti?”

 

“Ok”

 

“Oh! Dan hwaiting untuk operasimu!” serunya dengan suara yang lebih ceria, membuat Jonghyun tertawa kecil.

 

“Iya, hwaiting juga untuk schedulemu!”

 

“Ok~ Bye~”

 

“Tunggu!” cegah Jonghyun karena dia melupakan sesuatu.

 

Apalagi, Jonghyun? Apa ada yang salah?”

 

“Tidak, aku hanya ingin mengatakan kalau aku rindu padamu” sahutnya jujur.

 

Ck. Kau sudah tahu kalau aku merindukanmu, sangat” perkataan itu membuat Jonghyun tersenyum lega.

 

“Baiklah kalau begitu, sampai nanti, Key.. I love you

 

Sampai nanti, Jjong. I love you too”

 

~*~

 

Malam itu tanggal 7 April. Jonghyun masih berada di rumah sakit dan dia sedikit kesal karena detik demi detik yang terlewat saat itu seakan membuat jantungnya terus berpacu cepat. Jonghyun tidak berharap banyak sebenarnya, hanya saja mungkin, mungkin akan terjadi sesuatu yang spesial tepat di tengah malam nanti.

 

Ketika waktu menunjukkan hanya tinggal lima menit saja sebelum tengah malam tiba, seseorang mengetuk pintunya dan Jonghyun segera tersenyum setelah melihat siapa orang itu.

 

“Sudah kuduga kau belum tidur” kata pemuda yang baru datang itu dengan kotak besar yang dibawa di tangannya.

 

Jonghyun hanya menyengir lebar kepadanya, “Hai juga, Key”

 

Key memutar kedua bola matanya lalu menyimpan kotak besar itu di atas paha Jonghyun—yang sudah membenarkan posisinya menjadi terduduk di atas kasur.

 

Apa ini?”

 

Jonghyun hendak membukanya sebelum Key menghentikan pergerakan tangannya, “Kau tidak boleh membukanya sebelum jam menunjukkan tengah malam tepat”

 

Jonghyun melirik jam dinding lalu mendesah, “Lalu apa yang harus kulakukan untuk membunuh waktu dua menit ini?”

 

Such a kid” ejek Key, tetapi tangannya mengodok tas yang dipakainya lalu mengeluarkan sesuatu dari sana, sesuatu yang membuat mata Jonghyun terbuka lebar.

 

“Commde!” serunya senang sambil membawa anak anjing peliharaan Key itu ke pangkuannya dan mulai bermain dengannya.

 

“Jangan keras-keras, bodoh! Ini ilegal! Siapapun tahu kalau rumah sakit tidak mengizinkan membawa binatang masuk ke dalam”

 

Says the one who brings him here~” Jonghyun menjulurkan lidahnya kepada Key sebelum kembali bermain-main dengan Commde.

 

Key hanya mendesah pasrah. Dia memang sengaja membawa ‘anak’nya itu kesini dan memasukannya ke dalam tas ketika dia sudah sampai di pintu masuk rumah sakit. Untunglah di malam hari seperti ini pengawalan tidak terlalu ketat sehingga tidak ada yang memeriksa tasnya tadi.

 

Key melirik jam di tangannya dan dia pun segera ‘merampas’ Commde dari tangan Jonghyun.

 

“Kau boleh membukanya sekarang”

 

Jonghyun sempat protes karena Commde dijauhkan dari dirinya, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya terhadap kotak besar itu.

 

Jonghyun membukanya secara perlahan dan begitu terbuka, sebuah kue ulang tahun berukuran sedang dengan tulisan ‘Happy Birthday Idiot!’ dan lilin berbentuk angka 24 segera menyapanya.

 

Key lalu menyalakan api di atas lilin itu, menyanyikan lagu ulang tahun dengan Commde di tangannya yang digerakkan kesana kemari, seolah mengiringi nyanyiannya.

 

Setelahnya, Jonghyun menutup matanya untuk make a wish dan dia segera meniup lilin itu.

 

“Yay~ Selamat ulang tahun~” kata Key sekali lagi sambil menepuk-nepukkan tangan Commde.

 

Where’s my birthday kiss?” tanya Jonghyun. Key memukul bahu Jonghyun pelan, tetapi kemudian dia mencolek cream kue buatannya dan menempelkannya di pipi Jonghyun.

 

There” serunya sambil terkekeh.

 

Jonghyun mencolek  creamnya lalu menempelkan cream itu di bibirnya sendiri sebelum menempelkan bibirnya dengan bibir Key.

 

Hm, manis~”

 

Key melepaskan tautan Jonghyun di bibirnya karena dia masih punya hal lain untuk Jonghyun.

 

“Ayo kita potong kuenya dan makan bersama~” Key mengambil sebuah pisau plastik dari tasnya dan dia mulai memotong kue itu dengan cekatan.

 

“Jonghyun, kau tahu rasa apa kue buatanku ini?”

 

Jonghyun mencolek creamnya dan mencoba mengecap sekali lagi, “Hm.. Rasanya aneh, tidak biasa. Rasa apa ini?”

 

Grapefruitjawab Key dalam bahasa Inggris.

 

Jonghyun mengangguk sebelum dia memukul pundak Key pelan, “Ya! Kau mengejekku?”

 

Respon itu membuat Key tertawa, ternyata Jonghyunnya ini lebih pintar dari yang dia duga, “Bagaimana rasanya mencicipi diri sendiri, Jamong?” tanya Key sambil memanggil Jonghyun dengan nama panggilan yang dia buat. Nama yang juga berarti Grapefruit dalam bahasa Korea.

 

“Kau orang yang mewarnai ponimu sendiri dengan warna Jamong” ejek Jonghyun balik, “sebesar itukah rasa cintamu padaku hm?”

 

Well, tapi Jamong itu nama yang diberikan that Old Man untukmu

 

“Onew hyung bilang ‘Jjarimongdang’, kau yang menyingkatnya menjadi ‘Jamong’!” Key mengedikkan bahunya, tidak ada gunanya berdebat dengan Jonghyun yang sama-sama keras kepala dengannya, biarpun sebenarnya apa yang dikatakan Jonghyun adalah benar.

 

Untuk selanjutnya mereka berdua terdiam, mulai menyantap kue buatan Key.

 

“Enak~” puji Jonghyun membuat Key merasa lega.

 

“Ngomong-ngomong soal kue, kau tahu game SHINee My Love itu?” interupsi Jonghyun tiba-tiba, Key mengangguk.

 

“Ada seseorang yang memberikan screencap ke mentionku. Game itu sedang merayakan ulang tahunku sekarang dan kau tahu apa yang ada di gambar itu?”

 

Key menggeleng.

 

Gambarmu. Dengan caption ‘Biar aku beritahu bagaimana caranya membuat kue ulang tahun untuk Jonghyun!’” Key tertawa lepas mendengar hal itu.

 

Seriously?”

 

Iya. Bahkan permainan pun tahu kalau kau akan membuatkanku kue ulang tahun hahaha Oh, dan ada satu lagi” Jonghyun mengembangkan seringaiannya ketika dia mengingat hal yang ini.

 

Apa?”

 

“Di dalam game itu, cederaku sekarang diubah menjadi ‘Jonghyun sedang pergi ke luar kota karena pekerjaan’ dan..”

 

“Dan?”

 

Jonghyun melebarkan seringaiannya, “Dan Key di dalam game itu mengatakan ‘Latihan kita tidak sempurna tanpa Jonghyun’ Wow, Key.. Game itu bahkan mengetahui bagaimana kesepiannya kau tanpaku”

 

Key tidak tersulut akan ejekan Jonghyun, karena untuk yang satu itu, game itu benar. Bahkan, Jonghyun juga tahu kalau dia sudah mengatakan hal itu beberapa kali di showcase kemarin.

 

Dia kesepian tanpa Jonghyun dan itu adalah kenyataannya.

 

Melihat Key yang malah terdiam, akhirnya membuat Jonghyun menghentikan tawanya.

 

“Key? Ada yang salah?”

 

Key menggeleng lalu mencoba tersenyum, “Tidak. Apa kau mau tahu apa hadiah dariku?”

 

Jonghyun mengernyit, “Bukannya kue ini hadiah darimu?” herannya.

 

Key menggeleng lagi, “Ada satu hadiah tersisa

 

“Oh.. apa kau akan memberikannya sekarang?” tanyanya ragu.

 

“Aku sudah memberikannya padamu”

 

“Eh? Kapan?”

 

“Ketika aku berada di Jepang kemarin”

 

“Err.. bagaimana bisa? Aku kan di Korea”

 

Key tersenyum lembut sambil mengelus pipi Jonghyun dengan sayang, “Aku pergi ke kuil yang kau datangi untuk mendoakan kesehatan semua anggota SHINee dan aku berdoa untuk kesembuhan serta kesehatanmu disana. Kau idiot, pasti kau lupa mendoakan dirimu sendiri sampai-sampai semua kecelakaan ini bisa terjadi”

 

Jonghyun memandang mata Key dengan tatapan tak percaya, “Kau benar-benar melakukannya?”

 

“Sampai beberapa kali hampir terkena kejaran fans, ya aku benar-benar melakukannya” yakinnya membuat Jonghyun tersentuh. Dia meraih wajah Key lalu mengecup dahinya lama.

 

“Terima kasih”

 

Hm..”

 

Tidak. Kau benar-benar tidak tahu betapa berartinya hadiah itu untukku. Terima kasih, sayang..” Jonghyun kali ini mencium kedua tangan Key sambil menggenggamnya erat.

 

Key mengangguk, “Selama kau tidak memintaku untuk menemanimu ke onsen” candanya mengingat ucapan Jonghyun yang ingin mengajaknya ke pemandian air panas itu di acara yang sama di saat dia pergi ke kuil di Jepang, SHINee’s Wonderful Day.

 

“Aw.. kenapa?”

 

“Kau menyuruhku mandi dengan orang-orang berkeringat itu di dalam satu tempat yang sama? Never

 

“Kalau begitu, aku akan menyewa tempat itu hanya untuk kita berdua. Oh, ayolah Key~”

 

Tidak. Itu bahkan lebih buruk. Aku tahu pikiran kotormu, Kim Jonghyun jadi menyerahlah untuk membawaku ke onsen”

 

Benar, kebanyakan onsen di Jepang membuat peraturan tidak tertulis kalau orang-orang yang masuk kesana tidak boleh berpakaian sehelai benangpun atau orang lain akan menganggap orang itu aneh dan mereka akan berkesimpulan bahwa orang itu memiliki cacat di tubuh atau kelainan lainnya yang membuat mereka tidak mau bertelanjang.

 

Dan siapapun tahu, meninggalkan Jonghyun dan Key di dalam onsen berdua dalam keadaan telanjang bukanlah ide yang brilliant—mungkin hanya Jonghyun yang menganggap ide itu fantastis.

 

Mereka terus bercanda, menikmati kebersamaan mereka berdua di acara the second private birthday partythe first birthday partynya, seperti kata Taemin, terselenggara tahun lalu ketika Key tidak bisa datang ke birthday party Jonghyun karena jadwal drama musicalnya sehingga mengharuskan Key untuk menyelenggarakan acara berdua saja—itu. Mereka mulai berciuman dari yang innocent hingga yang wild. Mereka terus menghabiskan waktu berdua, tidak mempedulikan jam yang menunjukkan waktu pagi akan tiba beberapa jam lagi.

 

Hingga Key tiba-tiba melepaskan ciuman panas Jonghyun dan menyingkirkan tangan Jonghyun yang sudah mulai merayap di bawah kaus yang di pakainya.

 

“Aish, Key.. kenapa berhenti?” racau Jonghyun kesal karena kesenangannya diganggu.

 

“Jjong..” Key melihat daerah sekitar ruangan Jonghyun dan mata felinenya pun membulat sempurna, “DIMANA COMMDE?”

 

Jonghyun mengedarkan pandangannya, tidak menemukan anak anjing itu di manapun.

 

Tetapi, hal lain yang dia temukan adalah..

 

“Err.. Sayang, kau membiarkan pintu kamarku terbuka..” ujarnya hampir berbisik.

 

“APA?! BANGUN DARI TIDURMU, IDIOT! CARI DIA SEBELUM SATPAM RUMAH SAKIT MENEMUKANNYA DAN MEMBUANGNYA!”

 

Tapi, Key.. aku sedang sakit..”

 

“YANG SAKIT HANYA HIDUNGMU, BASTARD! KELUAR DARI RANJANGMU SEKARANG DAN CEPAT CARI ANAKKU!”

 

“Key..”

 

“CEPAT!!”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s