JONGKEY | Gimme a Time Machine | Part 1 of 2


Author : Mak Erot IX JKK

Title : Gimme a Time Machine

Pairing : JongKey & FanTao

Posted in : JongKey Kingdom on May 10, 2012.

A/N : Ini ff requestan buat JKK 1st Anniversary. Ane udah bikin Behind the Facts sih pas tanggal 5 Mei kemarin soalnya banyak yang minta itu di request-an. Nah, yang ini ane khususin buat Sheila Adenasan soalnya dia yang udah ngasih ide buat ff ini dan selamat idenya terpilih (kalau mau tahu ide ffnya apa, liat sendiri ya.. ntar jalan ceritanya ketauan lagi ,_,)~ Walau jadinya aneh nih ff, tapi coba aja deh dibaca, siapa tahu tembus (?) *dikata togel*. Ada yang ane ga masukin tapi soalnya ane udah buntu *digaplok

Terus, kenapa disini ada FanTao? Kkk Karena tanggal 2 Mei kemarin saudara kembar ane ulang tahun~ *tebar confetti* Happy Birthday, Huang Zitao! Wish you all the best >

Song Credit : SNSD – Time Machine (Lagu galau kesukaan ane)

NB : FFnya agak susah di mengerti, coba selami pikiran ane deh supaya ngerti /plak

 

 

 

Alone in the room that is more spacious than usual It’s over, guess it’s over The story created by the two of us was also in vain I can’t believe it could crumble so easily

 

“Kris!!” Seorang namja manis berteriak lantang sambil berlari menuju namja lainnya yang berperawakan tinggi, namja manis itu merentangkan tangannya lalu berhambur memeluk sang namja tinggi yang dia panggil ‘Kris’.

 

“Calm, Key.. You’re heavy you know? Let go of me! I can’t breath!” Kris berusaha melepaskan pelukan Key, sedikit menebar senyum pada beberapa orang yang berjalan sambil memandang aneh pada mereka berdua. Saat ini memang banyak orang berlalu lalang di dalam bandara, pesawat dari Korea baru saja tiba sehingga para penjemput sibuk mencari dan menghampiri orang yang mereka tunggu, seperti dirinya.

 

“You don’t miss me, huh?” Key akhirnya melepas pelukannya terhadap Kris. Dia memandang tajam kepada Kris dengan wajahnya yang seolah-olah berkata ‘Fine! Then I will go back to Korea, happy now?’.

 

“Come on, you aren’t child anymore. You know what I mean and I am not in the mood for joking around” kata Kris, “where’s your things?”

 

Bukannya menjawab pertanyaan Kris, Key malah memanyunkan bibirnya lalu mengalihkan pandangannya pada namja berambut hitam yang sejak tadi berdiri di samping Kris, “Zitao, your Wufan isn’t have sense of humor, even a bit. I don’t believe you can be with him this 2 years. He’s more like a god statue than a human”

 

Tao hanya mengedip-ngedipkan matanya mendengar Key yang terus berbicara.

 

“Gege, kau tahu kan aku tidak mengerti bahasa Inggris?” Key menepuk jidatnya ketika dia baru menyadari itu.

 

“Sorry, Tao.. Aku lupa. Salahkan Krismu! Dia yang mulai!”

 

Kris hanya geleng-geleng. Dia tahu kalau dia membalas perkataan Key, pasti sepupunya itu tidak akan mau mengalah dan mereka akan beradu mulut di dalam sana. Padahal sudah satu tahun mereka tidak bertemu, tidak baik kalau pertemuan mereka dimulai dengan perang urat.

 

“Mana barang-barangmu?” Kris mengulang kembali pertanyaannya yang belum sempat di jawab oleh Key.

 

“Ada pada Jjong” ujar Key singkat lalu beralih memeluk Tao, “aih.. Sejak kapan kau menjadi lebih tinggi dariku? Kasihan sekali Jjong, sekarang dia akan terlihat sangat pendek kalau kita jalan berempat hahaha”

 

“Kau baru saja menjelek-jelekkan pacarmu, Key” peringat Kris sambil mengedarkan pandangannya.

 

“Biarin. Apa pedulimu?” Key menjulurkan lidahnya lalu berbincang-bincang kembali dengan Tao. Memang, setahun yang lalu, tinggi Tao tidak melebihi tingginya. Mungkin, karena ilmu wushu yang sekarang sudah dipelajari Tao selama 11 tahun, tinggi badannya bertambah dengan cepat dan drastis.

 

“Lain kali akan kusuruh Jjong untuk belajar wushu padamu. Siapa tahu tingginya bisa bertambah. Biar cuma satu sentimeter, yang penting bertambah”

 

“Siapa yang kau suruh belajar wushu?” ujar Jonghyun yang baru saja datang—sebelumnya dia pergi mengambil troli berisi banyak tas yang sekarang di dorongnya. Ia menyapa Kris dan Tao lalu bergantian memeluk mereka berdua.

 

“Roo” kata Key asal.

 

“Oh” respon Jonghyun polos, membuat Tao menahan tawanya sementara Kris menatap miris pacar sepupunya itu.

 

“Ya sudah, ayo kita pergi sekarang~” semangat Key sambil menarik Tao untuk berjalan bersamanya.

 

Kris mengekor di belakang mereka, dia menoleh ke belakang ketika menyadari kalau Jonghyun belum juga beranjak, “Sedang apa kau disitu? Ayo, kita pergi juga”

 

“Eh, Kris” Jonghyun memanggil sepupu Key yang seumur dengannya itu, tatapannya terlihat serius, “ngomong-ngomong.. Buat apa Roo belajar wushu?”

 

***

 

One mistake, got a one regret Nobody is perfect Even if I try to say and hear it The pain won’t heal no matter what

 

“Jjong~ Jjong~” Key menduduki tubuh Jonghyun yang masih terlelap di bawahnya. Sesekali dia mengguncang-guncangkan tubuhnya sendiri sambil mencubiti hidung Jonghyun, berharap sang manusia purba terbangun dari tidurnya.

 

“Aish.. Jjong!! Bangun!!” Key kembali mengguncang-guncangkan tubuhnya yang berada di atas tubuh Jonghyun. Kasur yang ditiduri Jonghyun pun turut bergoyang, seirama dengan pergerakan tubuh mereka.

 

“Sebentar lagi, hm.. Doraemon~”

 

“Mwo?” teriak Key mendengar racauan tidak jelas Jonghyun. Tapi, Jonghyun tidak juga bangun, matanya masih menutup, “ya! Kim Jonghyun! Ireona! Kau sudah berjanji akan menemaniku hari ini! Jangan bilang kau lupa! Ireona ireona ireonaaaaa-hmph!”

 

“Fine fine, aku bangun” Jonghyun yang sudah tidak tahan dengan teriakan Key pun terpaksa bangun—dia sempat mencuri morning kiss dari bibir Key untuk membuat pacarnya itu bungkam, “pagi pertamaku di China dan hoam.. Kau malah mengganggu tidurku, dasar Doraemon!” rutuk Jonghyun sambil beranjak dari kasur, Key duduk di atas kasur itu sambil melihat pergerakan Jonghyun yang mengambil handuk beserta alat-alat mandi.

 

“Kau memanggilku apa? Doraemon?”

 

Jonghyun membuka tasnya, mengeluarkan barang yang dia cari sambil berbicara tanpa memandang kepada Key—posisi Jonghyun yang menunduk membuatnya berdiri membelakangi Key , “Bukankah kalian mirip? Doraemon itu robot kucing tapi selalu dikira rubah. Keyku matanya seperti rubah tapi kelakuannya kalau sedang bermanja-manja, persis seperti kucing. See the difference? Can’t, right?”

 

Key cemberut, mulutnya siap mengeluarkan protes “Aku tidak sebulat Doraemon!”

 

“Memang tidak, tapi..” Jonghyun melingkarkan handuk di lehernya lalu berjalan menuju kamar mandi, tangannya penuh karena memegang semua peralatan mandinya, “suara kalian mirip banget tahu”

 

“Hah? Apanya yang mirip? Baling-baling bambu~ tuh kan, ga mirip!” Key mencoba bersuara seperti Doraemon, membuat Jonghyun tertawa lepas karena suara Key persis sama dan dia tidak menyadarinya.

 

“Ya! Jangan menertawaiku! Akan kukeluarkan sesuatu dari kantung ajaibku agar kau berubah menjadi dinosaurus! Tahu rasa kau!”

 

Jonghyun menepuk pantatnya, mengejek Key lalu dia berlari masuk ke kamar mandi sebelum Key melemparinya dengan apapun barang yang ada disana.

 

***

 

Right now, if I could ride a time machine and go to meet you I wouldn’t wish for anything else Before the memories become distant and fleeting… I need a time machine oh I need a time machine oh

 

“Wuah, cuaca panas seperti ini dan kalian masih mau melewati tembok China? Yakin?” Kris berseru sambil bertolak pinggang. Bukannya dia malas melewati tembok China yang panjangnya 8 km lebih itu—lagipula dia sering melewatinya bersama Tao—tapi dia tidak yakin kalau Jonghyun dan Key kuat melewatinya. Ini pengalaman pertama bagi mereka dan kalau mereka tidak kuat, pasti dirinya dan Taolah yang akan kerepotan.

 

“Sepertinya percuma, mereka berdua sudah jalan tuh” tunjuk Tao kepada dua orang arogan yang sudah memasuki Tembok China. Kris menepuk jidatnya berulang kali.

 

“Sudahlah, ayo kita jalan juga” Tao menggenggam tangan Kris lalu menariknya untuk jalan bersama. Untunglah ada Tao, Kris memang sulit mengendalikan emosinya kalau sudah berhubungan dengan Key, sepupunya yang menurutnya menyebalkan. Kalau tidak ada Tao, lebih baik dia tidur di rumah seharian ini daripada menemani ‘tamu’ mereka itu.

 

“Xie xie, Tao” bisik Kris sambil tersenyum.

 

“Hah? Apa, ge?” Tao membalikkan badannya sambil memandang penuh tanya pada Kris. Tapi, Kris hanya menggeleng lalu dia memasukkan tangan Tao—yang digenggam oleh tangannya—ke dalam saku jaketnya. Mereka datang terlalu pagi sehingga cuaca masih terasa dingin. Sesudah itu, tanpa mempedulikan Tao yang bertambah bingung, Kris menuntun Tao untuk jalan menyusul Jonghyun dan Key.

 

***

 

“Istirahat hosh sebentar..” Ucap Key lalu duduk di tepi Tembok China. Wajahnya penuh dengan keringat. Biarpun mereka sudah setengah jalan, tak dapat dipungkiri kalau dirinya sangat kelelahan. Kalau saja tembok china itu jalannya lurus tanpa rintangan, tentu dia tidak akan selelah ini. Tapi, tangga yang menanjak pada beberapa jalan membuat kakinya hampir patah.

 

“Aku juga hosh.. Capek sekali..” Jonghyun turut duduk di sebelah Key. Dia mengambil botol air minum—yang tadi diminum Key—lalu meminumnya dalam sekali teguk.

 

“Kalian payah” komentar Kris. Dia dan Tao berdiri sambil memandangi pasangan yang kelelahan itu. Dia sendiri memang berkeringat, tapi nafasnya masih beraturan. Apalagi Tao, dia terlihat baik-baik saja. Mungkin karena rajin berlatih wushu, jadi hal seperti ini terlalu biasa untuknya.

 

“Sialan kau” Key masih mengatur nafasnya. Dia menyenderkan kepalanya pada sisi tembok.

 

Beberapa orang berlalu lalang melewati mereka. Orang-orang itu menyapa mereka dengan ramah sambil terus berjalan melewati Tembok China, membuat semangat Jonghyun kembali bangkit.

 

“Berapa lama lagi kita sampai?” Jonghyun berdiri lalu pergi ke sisi tembok lain bersama Kris. Kris menjelaskan jalan yang akan mereka lewati sambil bercengkrama dengan Jonghyun.

 

“Hei, hei, Tao” Key yang ditinggal bersama Tao mengibas-ngibaskan tangannya agar Tao menghampiri dirinya. Tao menuruti kemauan Key, dia mendekatkan telinganya pada mulut Key.

 

“Mau taruhan?” Bisik Key kemudian.

 

“Maksudnya?”

 

Key mendecak sambil mengeluarkan senyum penuh makna, “Kita taruhan siapa yang bakal keluar pertama dari tembok ini. Kau dengan Kris dan aku dengan Jjong. Bagaimana?”

 

“Terus?”

 

“Pokoknya kita lihat siapa yang sampai duluan. Tapi, ada syaratnya..” senyum Key yang berubah menjadi seringaian pun sempat membuat bulu kuduk Tao berdiri.

 

“A-Apa itu?”

 

“Kris harus menggendongmu dan Jonghyun harus menggendongku. Setuju?”

 

“Kau gila, Ge!” Tao memandang jalan yang harus dilalui mereka, “masih setengah jalan. Bagaimana kalau terjadi apa-apa karena mereka menggendong kita sampai pintu keluar?”

 

Key menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak akan. Paling kaki mereka memar atau keram. Percayalah, mereka tidak selemah itu” hasut Key yang belum membuat hati Tao setuju sepenuhnya.

 

“Tapi, Ge..”

 

“Aku akan membelikanmu 3—tidak, aku akan membelikanmu 5 tas Gucci terbaru kalau kau menang” mendengar merk kesayangannya itu, perlahan keraguan Tao memudar.

 

“Tapi..”

 

“Dan kalau aku menang, kau hanya perlu membelikanku es krim. Bagaimana? Tas Gucci yang aku belikan yang limited semua loh.. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini?” tawar Key lagi sambil tersenyum licik.

 

“Ehm..”

 

“Ayolah..”

 

“Tambahkan tiga dompet Gucci dan—”

 

“Deal!” Key langsung menjabat tangan Tao tanpa membiarkannya menyelesaikan ucapannya.

 

Mereka berdua tersenyum sambil tetap berjabat tangan. Keduanya mengeluarkan aura hitam dengan seringaian yang melekat pada wajah mereka.

 

“JJONG!”

 

“KRIS-GE!!”

 

Panggil dan teriak mereka bersamaan. Jonghyun dan Kris yang tadi masih mengobrol terkejut dengan teriakan itu lalu menoleh ke arah Key dan Tao.

 

“Ada apa?” tanya Kris lalu menghampiri Tao. Diikuti Jonghyun yang juga menghampiri Key.

 

“Aku.. Capek.. Ehm.. Gendong aku, Ge!” kata Tao patah-patah dan tanpa basa-basi. Key tidak berpikir kalau Tao akan langsung meminta Kris menggendongnya. Demi semua barang Gucci itu, ternyata Tao rela melakukan apapun.

 

“Hah? Apa?” sahut Kris terkejut, “tapi kamu masih kuat kan?”

 

Tao terlihat bingung, dia menundukkan kepalanya dengan matanya yang bergerak, terlihat memikirkan sesuatu.

 

“Jjong, aku capek juga.. Gendong aku!” Di saat seperti itu, Key tak sia-sia mengambil kesempatan, dia menarik-narik tangan Jonghyun untuk segera menuruti kemauannya.

 

“Tapi aku juga capek, Key.. Nanti kakiku patah kalau aku menggendongmu” Key cemberut. Dia baru saja akan melancarkan aksi lain sebelum suara manja Tao terdengar oleh telinganya.

 

“Gege~ gendong aku please~ aku capek~” Tao mengeluarkan matanya yang memandang Kris dengan berkaca-kaca.

 

“Oh, tidak Tao. Tidak saat ini. Jangan keluarkan aegyomu” tangan Kris berusaha menghindar dari Tao tapi Tao terus memandanginya sambil berjalan mendekatinya.

 

“Gege~ please~” mohon Tao lagi.

 

Karena tidak melihat tanda-tanda Kris akan menyerah—biarpun lelaki itu sudah semakin terdesak—Tao terpaksa mengeluarkan kartu Asnya. Dia mengepalkan tangannya lalu menyimpannya di samping pipinya, menggerakannya ke depan dan ke belakang sambil berkata, “Bbuing bbuing”.

 

“Shit” maki Kris. Dia berusaha keras untuk menolak keaegyoan Tao, tapi kakinya berkata lain. Ya, kakinya berkata lain karena dia sudah berjongkok membelakangi Tao, menunggu Tao naik ke punggungnya.

 

Hup!

 

Tao tersenyum menang ketika dia sudah naik di punggung Kris. Mereka berdua berjalan meninggalkan Key yang tercengang dan Jonghyun yang membelakakan matanya—dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.

 

“Apa-apaan mereka berdu—”

 

Di saat Jonghyun menolehkan kepalanya. Dia disambut oleh Key yang memeluk lehernya sehingga wajah mereka berada dalam jarak yang begitu dekat.

 

“Jjong~” Key tahu kalau Jonghyun tidak akan mempan terhadap aegyonya, makanya dia memilih untuk merayu Jonghyun dengan keseksiannya.

 

“A-Apa? Kau mau apa, Key? Lepas! Orang-orang melihat kita” seru Jonghyun gelagapan.

 

“Kau tahu?” Key mengelus pipi Jonghyun dengan satu jarinya, gerakan dan tatapan matanya terlihat seduktif, “aku..” Key mendekatkan mulutnya pada telinga Jonghyun sambil berbisik, “aku.. Hm.. Sangat mencintaimu..” katanya lalu menjilati daun telinga Jonghyun. Jonghyun hampir saja mendesah kalau dia tidak ingat bahwa mereka sedang berada di tempat umum. Dia pun segera menjauhkan tubuh Key darinya sebelum semuanya terlambat.

 

“Fine, Key! Aku akan menggendongmu. Kau puas?” Key terlonjak kesenangan lalu mencium pipi Jonghyun sekilas. Dia segera naik ke punggung Jonghyun ketika Jonghyun berjongkok di depannya.

 

“Let’s go~” teriak Key bahagia. Jonghyun mulai melangkahkan kakinya, tapi dia memang keberatan. Kondisinya yang tadi kelelahan membuat langkahnya semakin terasa berat.

 

“Yang cepat, Jjong! Mereka sudah jauh di depan!” suruh Key sambil menggerak-gerakkan badannya yang ada di punggung Jonghyun.

 

“Tapi, Key aku—aaah” Jonghyun mendesah ketika Key menyelipkan tangannya ke dalam baju Jonghyun. Key memainkan nipple Jonghyun yang membuat Jonghyun harus mati-matian menahan diri agar dia tidak mendesah lagi.

 

“Key ssh—stophh—please..” Key tidak mendengar permintaan Jonghyun. Dia malah menenggelamkan kepalanya pada leher Jonghyun lalu menghisap leher Jonghyun dan menjilatinya dengan cekatan.

 

“O-oke. Aku akan berlari sssh. Jadi, hentikan itu”

 

Walau berat, Jonghyun pun berlari dengan sekuat tenaga. Key berhenti menggoda tubuh Jonghyun dengan sentuhannya lalu dia berteriak senang ketika mereka berhasil mendahului Kris dan Tao.

***

Time slows to a crawl when I’m by myself The punishment for my mistake is severe The last words that you left behind Even now, I can’t stop [re-playing] the refrain My heart still hurts

Jonghyun membanting radio di ruangan kerjanya ketika benda mati itu mengeluarkan lagu Time Machine dari SNSD. Nafasnya memburu, sorot matanya terlihat seperti sedang frustasi.

“Ada apa, Dok? Anda baik-baik saja?” Seorang wanita berpakaian seperti suster memasuki ruang kerjanya dengan muka khawatir. Wanita itu membelakakan matanya ketika melihat radio yang sudah tidak jelas bentuknya berserakan di atas lantai.

Jonghyun segera mengendalikan raut mukanya, ia tersenyum dengan ramah, “Maaf, aku mengagetkanmu ya, Eunsook? Tadi tanganku licin hingga aku tidak sengaja menjatuhkan radio itu”

“Ah, biar aku bersihkan, Dok..”

“Tolong ya. Maaf aku merepotkanmu. Hari ini aku ada janji. Beritahu pada Dr. Minho untuk menggantikanku”

“Ne, Arraseo” Jonghyun menanggalkan seragam dokternya lalu dia memakai jas yang tergantung di ruang kerjanya secara cepat. Ia menyambar tasnya lalu dia pun berlari ke luar dari Rumah Sakit.

***

Just one mistake, just one regret Even now, I still love you selfishly

“Aku benar-benar diperbolehkan bekerja disini?” tanya Jonghyun tidak percaya. Sekali lagi, manager cafe itu mengangguk.

 

“Iya. Tapi, untuk hari ini saja” Jonghyun pun membungkukkan badannya berulang kali sambil terus mengucapkan terima kasih.

 

“Jeongmal kamsahamnida uhm—”

 

“Taemin, namaku Taemin”

 

“Ne, jeongmal kamsahamnida, Taemin-sshi” Taemin lalu berjalan meninggalkan Jonghyun menuju ruang kerjanya. Jonghyun sendiri kembali ke meja dimana Key sedang terduduk.

 

“Bagaimana?” tanya Key.

 

“Boleh katanya”

 

“Jinjja? Aaaah! Kau benar-benar hebat!” Key memeluk Jonghyun erat lalu memandangi Jonghyun dengan senyumnya yang lebar.

 

“Sekarang, puas kau?” tanya Jonghyun penuh penekanan sementara Key hanya menganggukkan kepalanya senang.

 

“Ayo, aku mau melihatmu memakai pakaian pegawai toko ini sambil membuatkanku secangkir kopi!” seru Key sambil menarik-narik Jonghyun dengan antusias.

 

“Kalau saja kau tidak memintaku untuk bekerja disini—walaupun hanya hari ini, aku tidak akan pernah mau melakukannya. Kau sudah seperti orang hamil yang sedang ngidam, menyuruhku ini dan itu. Bodohnya lagi, aku tidak bisa menolak” rutuk Jonghyun sebal.

Right now, if I could ride a time machine and go to meet you I wouldn’t wish for anything else Before the memories become distant and fleeting… I need a time machine

 

“Maaf.. Apa kau sudah menentukan akan memesan apa?” suara pelayan itu membuat lamunan Jonghyun buyar. Dia tersenyum canggung lalu menunjuk salah satu menu dengan asal.

“Baiklah, tunggu beberapa menit, Tuan..”

“Tunggu!” sebelum pelayan itu pergi, Jonghyun pun mencegahnya.

“Apa kau bisa mengganti lagunya? Aku tidak suka lagu ini” pinta Jonghyun.

“Ini lagu terbaru dari SNSD, Time Machine. Kenapa Tuan tidak me—”

“Bisa atau tidak?” tanya Jonghyun penuh penekanan. Pelayan itu pun segera menganggukkan kepalanya karena sedikit ketakutan melihat wajah Jonghyun yang penuh emosi.

Tubuh Jonghyun seketika rileks kembali ketika lagu lain sudah terputar, lagu yang sekarang memenuhi seluruh cafe dengan damainya.

Pluk.

Tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu menempel di bahunya. Ia menoleh dan tersenyum ketika melihat seseorang yang ditunggunya sejak tadi lah yang menyimpan tangannya pada bahu Jonghyun.

“Kris”

“Sudah lama?” Kata Kris seraya mengambil tempat duduk di hadapan Jonghyun.

“Belum. Pesanlah sesuatu, biar aku yang traktir”

“Wow, harusnya aku mengajak Tao kemari. Tidak biasanya kau mentraktirku haha” Kris melihat-lihat menu yang ada di hadapannya lalu dia memanggil salah satu pelayan untuk memesan pilihannya.

“Jadi, ada apa kau memintaku datang kesini?” Kris bertanya lagi. Jonghyun menghirup nafasnya dalam-dalam.

“Aku perlu bantuanmu. Kau tahu kan aku baru pindah tugas kesini? Aku belum terlalu fasih berbahasa China sehingga aku tidak dapat berkomunikasi dengan pasien-pasienku. Kau bisa menjadi translatorku kan?”

Kris berpikir sebentar sebelum ia mengangguk, “Tentu”

“Xie xie. Untunglah kau mau, aku tidak punya kenalan lagi disini haha. Bisa kita mulai setelah pulang dari sini?”

***

 

If I’m able to meet you passing through time and space Even if it’s heading to The same conclusion, I’m sure There won’t be any regrets remaining

“Halo”

“Halo, Tao~”

“Ah, Jonghyun gege! Kemana saja kau? Kudengar dari Kris gege, kau baru pindah ke China?”

“Iya. Aku memutuskan untuk pindah kemari, baru saja aku sampai kemarin. Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Kau sendiri?”

“Baik”

“Kau terdengar sangat baik, Hyung. Sudah bisa melupakannya ya?”

“Hah? Apa?”

“Eh, tidak. Tidak ada apa-apa. Lalu, kapan kau akan mengunjungiku?”

“Kau merindukanku, benar? Kkkk Aku sedang dalam perjalanan menuju rumahmu”

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aku belum menyiapkan apapun!”

“Tidak usah terkejut seperti itu. Aku memang sengaja tidak memberitahumu supaya kau tidak usah repot-repot menyiapkan segalanya untukku”

“Aish, Gege! Tapi, kau itu tetap saja tamu untukku! Aku akan menelepon Kris gege agar dia membelikan sesuatu!”

“Baiklah, terserah padamu”

“Ya sudah, sampai jumpa!”

“Sampai jumpa”

Tuut

Jonghyun duduk pada mobilnya. Dia memasang seatbelt dan kacamata hitam lalu dia pun meluncur bersama mobil sport hitamnya.

Right now, if I could ride a time machine and go to meet you I wouldn’t wish for anything else Before the memories become distant and fleeting… Yeah, before the memories of us are forgotten… Gimme a time machine oh Gimme a time machine oh Gimme a time machine

“Jong—hyun—ahn..” Key menjambak rambut Jonghyun ketika pria itu menembus pertahanan Key dengan kejantanannya. Mulutnya mendesah tak karuan, matanya merem melek merasakan sensasi yang terus Jonghyun berikan. Selain menghantam prostatnya secara terus menerus, tangan Jonghyun sibuk memainkan batang kemaluan Key sementara mulutnya sibuk mengulum kedua nipple Key.

 

Desahan Key terus menjadi. Seiring dengan peluh yang keluar dari tubuhnya, Key menggigiti pundak Jonghyun. Dia juga meremas-remas kedua pantat Jonghyun sambil sesekali mengeluar masukkan jari-jarinya ke dalam lubang anus Jonghyun. Keduanya tidak berhenti memuaskan dan terpuaskan oleh satu sama lain. Kasur yang mereka tempati sudah tidak karuan bentuknya ketika akhirnya mereka mengeluarkan cairan kental berwarna putih dari dalam tubuh mereka.

 

“Key hh.. I love you..”

 

Key tersenyum, ia memeluk Jonghyun yang berada di atasnya hingga tidak ada lagi jarak yang tersisa di antara mereka.

 

“I love you too ahn.. So much”

 

“Don’t you ever dare to—hh—leave me..”

 

Key mempererat pelukan mereka sambil menghiasi leher Jonghyun dengan butterfly kisses, “Never. I promise”

Right now, if I could ride a time machine and go to meet you I wouldn’t wish for anything else Before the memories become distant and fleeting… Yeah, before the memories of us are forgotten… Gimme a time machine oh Gimme a time machine oh Gimme a time machine

 

 

Jonghyun menonjok radio di mobilnya dengan sekuat tenaga ketika radio itu memutar lagu SNSD – Time Machine. Dia tidak peduli dengan darah segar yang mengalir dari tangannya, yang dia peduli adalah lagu itu mati dan dia tidak akan mendengar lagu bodoh itu lagi.

***

Jonghyun keluar dari mobilnya. Saat ini dia sudah sampai di depan rumah Tao dan dia mendengar suara ribut-ribut.

Dia menolehkan kepalanya untuk mencari tahu ada apa sebenarnya terjadi sampai dia menemukan sosok Tao yang terlihat buru-buru memasuki mobilnya. Wajahnya tidak terlihat baik, malah dia terlihat buruk. Ini adalah ekspresi terburuk Tao yang pernah Jonghyun lihat.

“Tao! Ada apa?” Jonghyun menahan Tao yang hendak melajukan mobilnya.

“Tidak ada waktu, gege! Cepat ikuti mobilku”

Jonghyun kebingungan tapi dia segera memasuki mobilnya lagi lalu mengikuti mobil Tao dari belakang. Jonghyun sempat kesusahan mengikuti mobil Tao karena kecepatannya sudah 130 km/jam dan dia hampir saja menabrak orang-orang kalau dia tidak hati-hati.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di gedung serba putih yang ternyata adalah Rumah Sakit tempat dimana Jonghyun bekerja.

Tao membanting pintu mobilnya lalu melesat ke dalam sana. Jonghyun ikut berlari, mengekornya dari belakang.

Mereka terus berlari hingga Tao berhenti di depan sebuah ruangan. Ia memandangi ruangan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya gemetar ketika dia membuka pintu kamar itu.

Kamar Mayat.

Begitulah tulisan yang terpampang di atas pintunya. Jonghyun bertanya pada beberapa suster yang berada di dalam situ, tentu saja mereka menjawab semua pertanyaan Jonghyun karena Jonghyun adalah salah satu dokter di rumah sakit tersebut.

Setelah mengetahui garis besar apa yang terjadi, Jonghyun hanya bisa menatap miris pada Tao yang berdiri di samping sebuah sosok yang ditutupi kain putih hingga mukanya.

Tao menjulurkan tangannya, dengan tangan yang terus gemetar, ia meraih kain putih itu. Dia membuka bagian atas dari kain sedikit demi sedikit hingga akhirnya muka dari sosok tak bernyawa itu terpampang jelas di hadapan Tao.

“KRIS GEGE!!” teriaknya lalu tubuhnya merosot, terjatuh di atas lantai. Dia menangis meraung-raung, bahunya terguncang dan dia tidak berhenti meneriakan nama Kris, nama dari sosok tak bernyawa yang ditangisinya.

Jonghyun menyuruh suster-suster itu untuk menahan tubuh Tao yang semakin linglung. Tao memberikan perlawanan, dia terus berteriak bahwa dia ingin berada di samping Kris hingga akhirnya dia jatuh pingsan karena terlalu terkejut dengan semua kenyataan yang begitu cepat baginya.

Para suster itu segera melarikan tubuh tak sadarkan diri dari Tao ke ruang kosong untuk segera di rawat. Jonghyun sendiri masih terdiam disana, dia memandangi Kris, orang yang sudah dia anggap saudaranya sendiri untuk terakhir kali lalu dia menutup kembali seluruh tubuh Kris dengan kain putih, tanpa terkecuali.

“Selamat jalan, Kris”

***

Gimme a time machine

Jonghyun memakai masker, di tangannya terdapat banyak peralatan kedokteran. Dia sedang melakukan operasi terhadap pasien yang ada di hadapannya.

Terhitung sudah 7 jam lebih Jonghyun berada di ruangan gelap itu untuk mengoperasinya, tetapi dia masih gagal.

Orang itu tak kunjung membuka matanya. Jonghyun pun akhirnya menyerah, dia membuka masker, sarung tangan dan merapikan semua alat kedokterannya.

“Ini baru operasi pertama, masih percobaan. Aku pasti akan membuatmu terbangun lagi. Bersabarlah” ucapnya pada sosok itu. Dia mengelus wajah pucatnya, menyingkirkan poni yang menutup keningnya, lalu dia mendaratkan sebuah ciuman penuh cinta di atasnya.

To be continued..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s