JONGKEY | Behind the Facts | Our Love Life Colours


Title : Our Love Life Colours

Genre : Behind the Facts. Berdasarkan fakta JongKey yang membludak akhir-akhir ini. Tulisan biru bisa di klik, itu bukti fakta-fakta JongKeynya ._.v

Author : Mak Erot IX (JongKey Kingdom) feat Quasimodo (SHINee Fanfic Addicter)

Also posted in : Humas Sfa, JongKey Kingdom on May 5, 2012.

A/N : HAPPY 1ST ANNIVERSARY JKK! Ini ff requestan dari warga yang pada pengen Behind the Facts wkwk tapi ane bikin ff lain ko buat yang request-an itu, tunggu aja ya #tepar dikejar deadline

Malam yang begitu menenangkan bagi Jonghyun, setelah beberapa jam lalu ia habiskan untuk menghibur fans di panggung, kini ia dapat menikmati waktu istirahatnya di kamar hotel yang ia tempati berdua dengan Key, teman satu grupnya-partner kerjanya-best friend forevernya-adiknya-teman bertengkarnya dan yang pasti Key juga kekasihnya, yah Key memang sosok orang yang paling banyak memegang peran dalam hidup Jonghyun.

Jonghyun membaringkan tubuhnya dikasur, ia mulai memainkan ponsel touch-nya, seperti yang biasa ia lakukan jika ada waktu luang. Ketika meng-unlock ponselnya, matanya terpaku pada foto yang ia gunakan sebagai wallpaper, fotonya dan Key di taman yang mereka kunjungi ketika recording Tv-n Taxi, ia kembali tersenyum mengingat kenangan itu, terutama ketika mengingat betapa bahagianya Key saat itu, wajah cantik yang begitu ia kagumi itu tidak hentinya menyunggingkan senyum dan matanya terus menerus memancarkan kekaguman. Saat itu Jonghyun juga kagum dengan tempat itu tentu saja, tempat yang dihiasi berbagai lampu itu memang amat-sangat-indah, dan keindahan itu disempurnakan oleh kebahagiaan dan senyuman dari seorang Kim Kibum, Jonghyun berkali-kali merasa menyesal mengapa ia tidak pernah tahu ada tempat seperti itu di negaranya, kalau saja ia tahu, detik itu pula ia akan membawa Key ke taman yang luar biasa cantik itu.

“Ah Kibum~” gumamnya kecil lalu mulai membuka folder foto-foto Key, entah mengapa tiba-tiba ia merasa rindu padanya, padahal Key hanya sedang bermain ke kamar Minho-Taemin-Onew untuk melanjutkan ledekannya pada Minho atas insiden celananya yang robek ketika di atas panggung tadi. Key memang benar-benar senang meledek sahabatnya yang satu itu, ditambah ia bukan tipe orang yang hobi berdiam diri, sekalipun sudah lelah ia akan tetap bersikap hyper-aktif, pergi kesana kemari sampai tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak lagi.

Jonghyun mulai memandangi foto-foto Key dengan begitu damainya, hingga ia sampai pada salah satu foto yang belum lama ia dapatkan dari internet, ia langsung terbahak, padahal sudah lebih dari sekali ia melihat foto itu, namun ia tidak pernah absen tertawa jika sudah melihatnya, foto Key ketika ia sedang berpose ‘FREEZE!’ di lagu Sherlock, namun kali ini bukan hanya pose biasa, ekspresinya yang benar-benar sedang tidak bagus berhasil tertangkap kamera.

“Ah Kibum-ku~ Kau begitu lucu, sayang…” gumamnya lalu tertawa lagi, “Kau selalu cantik, namun sayang sekali tidak untuk kali ini kekeke”

Jonghyun terus tertawa sampai tiba-tiba tercetus ide di kepalanya, “Mungkin aku harus mengabadikannya dalam karya masterpiece-ku…”

Ia tersenyum lalu segera bangun dari tidurnya, mencari peralatan gambar yang selalu dibawanya, lalu mulai menggambar Key yang ada di foto itu. Tidak butuh waktu lama, 15 menit kemudian ia selesai menggambar, ia memandangi hasil karyanya dengan perasaan puas. “Yeppeoyo….”

Sesaat ia berpikir harus melakukan apa dengan gambar itu, pikiran iseng-nya pun kambuh, ia segera mengambil mini-scanner yang juga selalu dibawanya dan disambungkan ke ponselnya, memasukkan hasil ‘masterpiece-nya’ kesana, dan seperti yang diduga, ia menguploadnya ke twitter dan menambahkan pesan ‘Walaupun sedang melaksanakan tur, jiwa seniman ku tidak hilang’ dengan begitu percaya dirinya lalu mulai meng-upload-nya.

Setelah itu ia kembali meng-upload foto asli yang ia gunakan sebagai rujukan untuk menggambar, dengan tambahan pesan ‘Good Bye, Kim Kibum…’

Setelah beberapa saat, ternyata niat jahil yang berada dalam otak Jonghyun belum juga hilang. Ia kembali mengirim tweet berantai dengan pesan ‘Teehee ada sesuatu terjadi?’ lalu dia menulis ‘Aku berencana untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa. Jika aku ditanya tentang siapa sang kriminal yang sebenarnya, aku akan berkata “Dia tidak ada di Korea, makanya kita sedang berusaha mengkontaknya” lalu berakting untuk mengelabui mereka’. Merasa belum terpenuhi hasrat jahilnya, Jonghyun kembali mengirim tweet ‘Tetapi kalau mereka masih penasaran mengenai itu, aku akan berkata kalau akunku di hack!!!!! Bbuing bbuing’.

Ia tersenyum puas, lalu mulai menunggu reaksi-reaksi dari fans, berbagai komentar masuk berkaitan dengan gambarnya dan mayoritas dari mereka berkomentar ‘Oppa, sadarlah! Menggambar bukanlah jiwa-mu, lebih baik kau menyanyi dan menulis lagu.’ Spontan Jonghyun menekuk wajahnya, lalu beberapa saat ia tersenyum lagi mengingat wajah Key yang dipikirnya akan tertawa bahagia begitu melihat hasil karyanya. Ia segera bangun, hendak mencari kekasihnya itu.

Cklek~

Pintupun ia buka, namun langkahnya terhenti ketika ia menemukan sosok Key—dengan ekspresi lebih jelek dari yang barusan ia gambar—sedang memandangnya tajam, tangannya ia lipat di dada, aura membunuh terasa amat kental dan Jonghyun hanya bisa menelan ludahnya.

“Oh-H-hai sayang…” sapanya tergagap, “se-sedang apa disitu? Bukan-kah kau sed- “

“AKU-MEMBENCIMU-KIM JONGHYUN!!!” ucapnya emosi lalu segera berbalik dan pergi, meninggalkan Jonghyun yang hanya bisa memandangnya bingung.

Seperti baru tersadar, Jonghyun segera mengejarnya, Key tidak berlari sehingga Jonghyun bisa dengan mudah menyamainya, ia tetap berjalan dengan diva-stylenya, memandang lurus kedepan.

“Key.. ada apa?” Jonghyun segera menahan lengan Key, membuat langkah laki-laki itu terhenti. Key segera menepisnya. Dan hendak melanjutkan langkahnya.

“Hei, jangan begini, bilang padaku ada apa!” Jonghyun kembali menahan langkah Key dengan mendekapnya, membuat Key meronta.

“Lepaskan aku, kau bodoh!!” caci Key berusaha melepas pelukan Jonghyun, namun percuma, tubuh kecilnya terlalu lemah untuk melawan lengan berotot Jonghyun.

“Ya, aku memang bodoh.. Jadi, tolong beritahu aku ada apa..”

“Aku membencimu..”

“Aku mencintaimu..”

“Kau jelek, Kim Jonghyun!! Aku benci kau!!!”

“Sedangkan kau cantik dan aku mencintaimu..”

“Liar!!!”

“No I’m not!!”

“Oh ya? Kalau begitu apa maksudmu menggambarku yang sedang buruk rupa, ditambah kau meng-upload foto aslinya!!!”

“Eh?”

“Sudah kuduga kau memang bodoh…”

Jonghyun terdiam, sepenuhnya menyadari apa yang membuat kekasihnya marah seperti ini, sedetik kemudian ia mulai terbahak, makin lama tawanya makin keras hingga pelukannya pada Key terlepas.

“HAHAHAHAHAHAHAHA….”

Key mendesah kesal “Tertawa saja sepuasmu, kita PUTUS!”

“HAHAHAHAA..APAAAAA??” Jonghyun menghentikan tawanya dengan begitu terkejut, tetapi Key sudah berlari meninggalkannya.

“Ya! Kibum!!” Ia pun kembali mengejarnya, awalnya Ia berpikir hal ini tidaklah serius, tapi tiba-tiba Key mengucapkan kata putus, sekejap ini menjadi hal yang menurut Jonghyun paling serius di dunia, Ia dan Key… putus? Membayangkannya saja Ia tidak sanggup.

Akhirnya Ia menemukan Key, laki-laki itu sedang duduk di pinggir kolam renang hotel, dengan kakinya Ia masukkan kedalam sana. Jonghyun segera menghampirinya dan memeluknya dari belakang dengan begitu erat.

“Lepaskan! Kau orang asing!!” Bentak Key dengan dingin.

“Sayang, jangan seperti ini… aku benar-benar minta maaf..” bisiknya lalu mengecup leher Key lembut.

“Don’t kiss me you bastard! I hate you, you know?”

“Yeah I know… I’m so sorry for making you hate me…” Jonghyun mengeratkan dekapannya, “Aku akan menghapus fotomu sekarang juga, okay?”

“Terserah..”

“Kibum.. Ayolah.. Jangan marah begini..”

Beberapa saat hening, Jonghyun mendudukkan tubuhnya disamping Key dan mulai berkutat dengan ponselnya, menghapus foto Key yang baru saja diupload olehnya.

“Sudah..”

Key hanya terdiam, matanya memandang lurus ke depan.

“Sayang, maafkan aku, okay?” Ia merangkul pinggang Key lalu mencium pipinya, tidak ada perlawanan kali ini.

“Aku memang jelek, aku tahu itu…” akhirnya Key bersuara, Jonghyun mengangkat wajahnya.

“Yah! Apa kau tidak pernah bercermin? Kau itu yang paling sempurna yang pernah kutemui..”

“Tidak usah berpura-pura, Kim Jonghyun..”

“Aku tidak berpura-pura, kalau kau jelek aku tidak akan mau jadi kekasihmu..” ucap Jonghyun, yang Ia tidak tahu membuat Key semakin merasa minder, laki-laki berkulit putih itu pun meneteskan air matanya.

“Eh? Kau menangis? Key, maafkan aku.. aku sungguh tidak bermaksud seperti itu..” Jonghyun kembali mendekap tubuh Key erat. Membiarkan laki-laki itu menangis di dadanya.

“Suatu saat nanti aku pasti akan jelek, kau akan meninggalkanku, kan?” ucap Key membuat Jonghyun tercengang.

“Key.. kau salah paham sayang, bukan begitu maksudku..” Jonghyun mendekapkan tangannya pada kedua pipi Key, mengangkatnya perlahan, mensejajarkan dengan wajahnya. “Tsk, bahkan ketika menangis pun kau amat imut..” Ia gunakan jari telunjuknya untuk menghapus airmata Key.

“Kumohon, hentikan tangismu dan dengarkan aku, okay?” tanyanya lembut lalu Ia kecup kedua mata Key yang basah oleh air mata.

Perlahan tangis Key berhenti, hanya tersisa isakan-isakan kecil.

“Good boy..” Jonghyun tersenyum, “Aku, jatuh cinta padamu karena ini..” Ia mengarahkan tangannya pada dada Key, dimana ia dapat merasakan detak jantung laki-laki itu berdetak amat cepat. “Kau sosok paling luar biasa yang pernah aku temui, selalu ada untukku disaat sedih ataupun bahagia, selalu membangunkanku ketika aku terjatuh, selalu bersamaku sekalipun dalam keadaan sulit, kupikir semua itu cukup, dan yang paling penting kecantikan hatimu itu tidak akan pernah luntur, tidak seperti fisik yang kapan saja bisa berubah..”

Jonghyun mengangkat dagu Key, memandang matanya dalam-dalam, “Dan kecantikan wajah ini, kuanggap sebagai bonus untukku.. satu hal yang selalu kusyukuri, aku beruntung memilikimu..”

“Jadi, maafkan aku, okay? Aku tahu aku salah mengupload fotomu yang amat eksotis itu” canda Jonghyun.

Key menarik nafasnya pelan, “Aku selalu bingung kenapa aku bisa jatuh cinta pada dino bodoh sepertimu..”

Jonghyun tersenyum, diva-nya sudah kembali, “Umm.. aku ini terlalu seksi untuk diabaikan, iya kan?” bisiknya jahil.

“Kau terlalu percaya diri, Kim Jonghyun..”

“Oh ya? Kalau begitu, mari kita buktikan!”

Key belum sempat berpikir ketika tiba-tiba Jonghyun melepas kaus tanpa lengannya, menampilkan lekuk tubuhnya yang amat sempurna, yang sedetik pun tidak pernah berhenti Key kagumi.

“Lihat! Siapa yang baru saja menelan ludah?” ledek Jonghyun, sontak pipi Key merona merah.

“Stop it, Kim Jonghyun bodoh! Cepat pakai bajumu!” Key segera bangun dan berbalik sebelum tubuhnya beraksi lebih jauh.

“Nonono.. tidak semudah itu, sayang..” Jonghyun kembali memeluk tubuh Key dari belakang, “Bagaimana kalau pool-sex terlebih dahulu?” bisiknya lalu menjilat pelan daun telinga Key.

“You stupid!” makinya namun tidak sejalan dengan sesuatu dibawah sana yang terasa menyempit. “Unh…” Key tersentak ketika tiba-tiba tangan Jonghyun sudah menelusup kebalik celananya.

Jonghyun menghisap leher Key dan tangannya tidak henti bermain dibawah sana.

“Orang-orang bisa melihat kita..ahnnn..”

“Tidak ada siapapun, lagipula tidak akan terlihat kalau kita melakukannya didalam air, atau kau mau kita melakukannya di pinggir kolam renang?”

“Bodoh!”

Tanpa menunggu lagi Jonghyun segera membawa Key masuk ke kolam renang setelah sebelumnya ia melepas kaus dan celananya.

“Ahn…” Key mendesah hebat ketika Jonghyun memainkan nipple-nya, ia mengalungkan tangannya di leher Jonghyun, manahan tubuhnya agar tidak tenggelam. Jonghyun kembali mengangkat wajahnya, memandang Key dengan cinta yang begitu dalam dan menyatukan bibir mereka, kecapan dan gemericik air menghiasi malam yang begitu pekat ini.

Tangannya perlahan turun, mencari lubang yang akan segera dimasukinya, memasukkan jari-jarinya, membuat Key mengerang kencang, tidak begitu sulit karena air mempermudah jarinya memasuki Key.

“Berbalik, sayang…” perintahnya yang langsung dituruti oleh Key. Miliknya sudah amat mengeras dan siap untuk memasuki tubuh kekasihnya, Ia gunakan tangannya untuk mengarahkan miliknya dan Key membantunya dengan membuka kakinya selebar mungkin.

“Uhn Jjong…” desahan semakin kuat ketika ujung milik Jonghyun menyentuh mulut lubangnya, Jonghyun terus menerus mendorongnya, “Ahhhhnnnnn yeah terus Jjong…”

“Bagaimana rasanya?” tanya Jonghyun lembut sambil terus mendorong miliknya.

“Luar biasa..ahnn…”

Akhirnya ia berhasil memasuki Key seutuhnya, rasanya dua kali lebih melelahkan dari sex biasa, “M-move, Jjong…” pinta Key dan Jonghyun mulai bergerak, berkali-kali menghantam titik kenikmatan Key.

“Ahhn baby, kau sempit…”

“Lebih cepat J-jong…” Jonghyun pun menurutinya, memberikan Key kenikmatan sepenuh yang ia bisa, “Ahn… feels so good ahnnn…” Key merasa sesaat lagi ia sampai, tangannya ia gunakan untuk memompa miliknya sendiri, namun tangan Jonghyun dengan cekatan segera menggantikannya.

“Ada saatnya kau lakukan itu sendiri sayang, dan aku akan merekamnya lagi..” bisik Jonghyun nakal, mengingat belum lama ini ia merekam Key yang sedang masturbasi tanpa Key ketahui dan beberapa hari kemudian ia baru memberi tahunya pada Key.

“Fuck you, Kim Jonghyun..”

“But, you love it right?”

“Tsk! Stop talking! I need to cum..” ucapnya mengingatkan Jonghyun agar kembali menggerakkan tangannya.

“Ahhn good Jjong.. ahhnnn..”

“Aku akan sampai sayang..” bisik Jonghyun ketika merasakan miliknya sudah benar-benar keras dan penuh.

“Hmn.. together..”

Beberapa saat kemudian mereka sampai bersamaan, Key merasakan kehangatan memenuhi tubuhnya setelah sebelumnya hanya dingin air yang Ia rasakan.

“Ah.. really great..” gumam Key lalu kembali berbalik dan mencium bibir Jonghyun dengan penuh nafsu. Jonghyun meladeninya dengan senang hati.

“Belum cukupkah?” tanya Jonghyun dengan seringainya.

“Lanjutkan di kamar, aku bisa mati beku disini..”

“Apapun untukmu, sayang..” Jonghyun pun segera mambantu Key naik ke tepi kolam, mengeringkan badannya seadanya lalu memakai pakaiannya.

“Naiklah…” Jonghyun berjongkok dihadapan Key, dan laki-laki itu segera menurutinya. Ia mulai membawa Key masuk ke hotel.

“Kim Jonghyun, I love you..” bisik Key seduktif dan menyelipkan tangannya ke kaus Jonghyun, meraba-raba dada bidangnya,

“Uhm.. Kau membuatku mengeras lagi, kau tahu?”

“Oh ya? Bagaimana kalau begini?” Key segera menggerakkan pinggulnya, menggosokkan miliknya yang memang sudah mengeras lagi ke bagian tubuh belakang Jonghyun.

“Fuck Key..” umpat Jonghyun membuat Key tersenyum menang.

***

Pagi itu, Key terbangun karena mendengar suara-suara berisik. Dia dan seluruh anggota SHINee baru saja menyelesaikan konser Japan Arena Tour mereka di Sapporo. Entah mengapa, Key tiba-tiba tersenyum ketika dia mengingat saat mereka bernyanyi Stand by Me di atas panggung. Saat itu, Key berjalan menghampiri Jonghyun lalu dia menutup kepalanya dan kepala Jonghyun dengan handuk yang dia bawa, Jonghyun memegang tengkuk Key dengan naturalnya, sesudah itu mereka menciptakan suara seolah-olah mereka sedang berciuman di balik handuk itu yang—tentu saja—membuat Shawol histeris. Ini bukan kali pertama mereka melakukan ‘ciuman’ seperti itu. Konser mereka sebelumnya di Fukuoka pun, mereka melakukannya.

Apa Jonghyun dan Key benar-benar berciuman? Tanyakan saja pada bibir Key karena sesudah ciuman itu, Key menggosok-gosok bibirnya dengan tangannya akibat dahsyatnya serangan Jonghyun.

“Kita pergi bertiga saja?” Key dapat mendengar suara ribut-ribut itu kembali. Dengan enggan, dia membuka selimut hangatnya, merenggangkan otot-ototnya sebentar lalu berjalan linglung ke arah pintu kamarnya.

Cklek~

Key dapat melihat Onew, Minho dan kekasihnya berkumpul di depan kamar ketika ia membuka pintu. Mereka bertiga memandang Key yang sibuk mengucek-ucek kedua matanya—dengan piyama pink kebesaran yang masih melekat pada tubuhnya.

“Eh, kau sudah bangun, sayang?” tanya Jonghyun seraya mendekat lalu mengusap kepalanya.

Key sempat terbuai oleh sentuhan Jonghyun sehingga ia menguap, membuatnya terlihat menggemaskan di mata Jonghyun.

“Hoam.. Kalian mau kemana?” Key menimpali pertanyaan Jonghyun—yang sudah jelas jawabannya apa—dengan pertanyaan juga. Jonghyun pun menolehkan kepalanya pada Minho dan Onew sebelum mengarahkannya kembali pada Key.

“Kita mau ke pemandian air panas”

“Sepagi ini?” yakin Key.

“Daripada ketahuan fans, lagipula nanti siang kan kita sudah harus kembali ke Korea” sambung Minho.

Key melingkarkan tangannya pada lengan Jonghyun, menyimpan kepalanya pada bahu Jonghyun dengan tangan yang masih mengucek-ucek matanya, “Aku mau ikut~ hoaem”

Kedua orang di depan Jonghyun dan Key hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat Key mulai bermanja-manja pada Jonghyun, padahal masih sepagi ini. Yah, untunglah penglihatan mereka sudah terbiasa dan terlatih, kalau tidak, mereka lebih memilih pergi dari situ sekarang juga.

“Bagaimana kau mau ikut, sayang? Kau saja masih menguap seperti ini” kata Jonghyun lalu menyentil hidung mancung Key dengan gemas.

“Aku mau ikut! Aku tidak mau sendiri disini!” Key kembali berkata-kata dengan nada manja. Minho hampir saja melempar handphone yang ada di tangannya—dia sedang membalas SMS Eunhyuk yang mengejek insiden celana robeknya—karena mendengar suara manja Key, untunglah keburu di tahan oleh Onew.

“Kau tidak sendiri, Taemin juga tidak ikut. Dia malah masih tertidur. Lebih baik kau disini, jika Taemin bangun dan dia menyadari kalau kita semua pergi, kasihan dia” ujar Onew dengan bijak. Key terlihat berpikir sampai dia pun menghela nafasnya panjang.

“Baiklah, aku tetap tinggal” putusnya. Jonghyun mengusap kembali pucuk kepala Key karena mendengar keputusannya yang dewasa, dia tersenyum yang dibalas Key dengan senyuman juga.

“Ayo kita pergi hyung, Minho!” ajak Jonghyun.

Baru saja Jonghyun berbalik, tangannya kembali ditahan oleh Key. Jonghyun mengira kalau Key mengubah pikirannya, tetapi dia salah.

“Aku cuma mau mengantarkan kalian sampai pintu depan hotel. Tidak apa kan?” tanya Key penuh harap. Jonghyun menolehkan kepalanya pada Onew dan Minho, yang ditanggapi mereka berdua dengan wajah apa-boleh-buat.

“Oke”

Dengan begitu, mereka berempat berjalan dengan Onew dan Minho yang berada di depan sedangkan Jonghyun dan Key mengekor di belakang.

“Nah, sudah sampai. Kita pergi dulu” pamit Jonghyun ketika mereka sudah sampai di depan pintu masuk—sekaligus pintu keluar—hotel.

Lagi, baru selangkah mereka berjalan, tangan Jonghyun kembali di tahan oleh Key.

Tapi, melihat wajah Key yang menunduk, Jonghyun menyuruh Onew dan Minho berjalan duluan hingga tinggallah mereka berdua di luar hotel.

“Kau kenapa? Hari ini kau aneh, tak seperti biasanya” Jonghyun memegang kedua pundak Key, Key hanya bisa mendesah tanpa menatap mata Jonghyun.

“Entahlah. Aku tiba-tiba takut kehilanganmu. Aih, padahal kemarin aku yang sempat meminta putus darimu. Maafkan aku, aku menyesal. Aku tahu kau hanya bercanda memposting foto itu di twittermu, memang reaksiku yang berlebihan. Aku tidak akan bersikap kekanakan seperti itu lagi, aku berjanji. Mianhe..” Jonghyun tertegun mendengar kata-kata jujur yang dilontarkan Key, dia pun tersenyum dengan lembutnya.

“Pasti kau melihat mention twitterku lagi ya?” terkanya yang membuat Key semakin menunduk karena 100% tebakan Jonghyun itu benar.

“Mereka mengatakan kalau kau takut padaku sampai-sampai kau mempost 3 tweet terakhirmu itu dan kau menghapus foto asliku. Mereka juga bilang kalau kau suami takut istri dan sebagainya. Hah.. Sebegitu menyeramkannya kah aku untukmu?”

Jonghyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana lalu menolehkan kepalanya ke arah depan, “Jadi, itu alasan semua sikap manjamu tadi? Agar aku tidak terlihat takut padamu?”

Key mengangguk sebagai jawaban.

“Key.. Apa kau mengira kalau aku memang takut padamu?”

Key menggigit bibir bawahnya lalu menjawab singkat, “Entahlah..”

“Tatap aku, Key” Jonghyun memutar badan Key hingga tubuh mereka berhadapan dan mata mereka terkunci, “aku menghargaimu. Aku menghargaimu sebagai partnerku, temanku, sahabatku, adikku, kekasihku. Aku menghargaimu karena itu aku tidak ingin melukaimu. Aku menghargaimu karena itu aku menghapus foto itu. Aku menghargaimu karena aku tidak mau membuatmu bersedih. Aku menghargaimu karena itu aku selalu mengalah padamu. Aku menghargaimu. Bukan karena aku takut padamu, aku menghargaimu karena aku mencintaimu. Kumohon jangan berpikiran untuk berubah menjadi orang lain karena aku. Aku menyanyangi Kim Kibum yang apa adanya. Jadilah diri Kim Kibum yang aku kenal, jadilah diri Kim Kibum yang selalu kucintai”

“Walaupun aku cerewet?” Jonghyun tersenyum mendengarnya. Akhirnya, Keynya sudah kembali seperti semula.

“Tentu”

“Walaupun aku tetap bersifat diva? Kau tidak akan jengkel?”

“Tentu”

“Walaupun aku menghabiskan uang di dompet birumu itu lagi? Seperti terakhir kita ke Jepang berdua?”

“Uhm.. Untuk yang satu itu, sepertinya aku perlu mengajarkan kata ‘hemat’ padamu” Jonghyun dan Key pun tertawa cukup lama. Sampai ketika mereka terdiam, suasana menjadi hening karena mereka tidak tahu lagi harus berkata apa.

“Sebenarnya.. Untuk yang terakhir tadi.. Kau boleh mengosongkan dompet biruku, kalau kau mau. Aku senang membelikanmu barang-barang itu, sungguh. Tapi..” Jonghyun mendekatkan mulutnya pada telinga Key, “di pesawat nanti, kau tidak akan selamat seperti waktu itu. Jadi, bersiaplah.. Kau harus bisa berjalan dengan baik ketika keluar dari bandara. A-ra-chi?” bisiknya membuat bulu kuduk Key berdiri, apalagi ketika Jonghyun mengucapkan ‘Arachi’ dengan nada penuh makna dan hembusan penuh penekanan di telinga Key.

Setelah itu, Jonghyun melingkarkan tangannya pada pinggang Key dan membungkam bibir Key dengan bibirnya supaya kekasihnya itu tidak dapat protes. Key tidak dapat melawan dan hanya bisa meladeni buchuu dari Jonghyun dengan tak mau mengalah.

Sebelum mereka berdua kehabisan nafas, Jonghyun melepas ciuman itu dengan nafasnya yang terengah-engah. Dia tersenyum—lebih terlihat sebagai seringaian di mata Key—lalu mencium kening Key.

“Itte kimasu” pamitnya. Key belum sempat menjawab karena Jonghyun sudah berlari. Dinosaurus itu tahu kalau Key mau mengeluarkan rentetan-kata-tanpa-jeda-dari-mulutnya makanya dia segera pergi meninggalkannya.

Key mengerucutkan bibirnya kesal dengan kedua tangan terlipat di dada melihat kepergian Jonghyun. Tapi, sedetik kemudian, dia tersenyum sangat manis yang membuat wajahnya terlihat bersinar.

“Arigatou, Jjong..”

***

Pesawat yang SHINee tumpangi baru saja sampai di bandara Incheon. Akhirnya, ‘petualangan’ mereka di Sapporo pun berakhir dan ucapkan selamat datang untuk negeri ginseng tercinta tempat mereka dibesarkan.

Seperti biasa, Shawol sudah bersiap di bandara untuk menyambut kedatangan mereka dengan segala perlengkapan di tangan mereka. Teriakan mereka pun semakin menjadi ketika SHINee berjalan, bermaksud keluar dari bandara.

Jonghyun memakai kaus putih kebesaran dengan topi di atas kepalanya. Ia berjalan agak cepat, ingin menyusul Key yang berjalan di depannya. Ketika langkah mereka akhirnya sudah sama, Jonghyun semakin yakin kalau kekasihnya itu lagi-lagi marah padanya.

“Key..” Lihat, bahkan Key tidak menjawab panggilan Jonghyun padahal dia tidak sedang memakai headset.

“Key.. Aku tahu kau marah. Tapi jangan seperti ini, Shawol melihat kita. Nanti mereka kira kalau kita bertengkar lagi” Key menoleh pada Jonghyun dengan matanya yang tajam.

“Biar saja, lagipula kita memang sedang bertengkar. Aku membencimu, Stupid Dino!” Key pun membuang mukanya lalu berjalan dengan langkah cepat. Jonghyun sempat tertinggal kemudian dia sedikit berlari hingga langkah mereka kembali sama.

“My Gosh, Key. Kau marah karena ‘itu’ tertinggal di lehermu?”

“Diam! Jangan keras-keras! Kalau mereka mendengar bagaimana?”

Jonghyun menghela nafasnya lalu dia menyentuh sebuah titik merah yang ada di leher Key, “Kissmark ini bahkan tidak terlihat, Key”

Key segera menjauhkan lehernya dari sentuhan Jonghyun karena ia sempat mendengar bunyi beberapa kamera dari para Shawol, “Good, tanda bodoh ini mungkin tidak terlihat sampai kau memegangnya tadi dan awas saja kalau sampai ada foto tersebar mengenai tanda bodoh ini. Akan kupastikan, kita tidak akan pernah ‘melakukannya’ lagi di pesawat! Camkan itu!”

“Yah, Key! Jangan seperti itu.. Key, Key!” Jonghyun memanggil pelan Key supaya Shawol tidak mendengarnya. Dia tersenyum pada beberapa Shawol yang mengambil foto dirinya lalu dia kembali berjalan cepat untuk menyusul Key.

***

Siangnya, SHINee dan semua artis SM mengadakan Showcase untuk film layar lebar pertama mereka yang berjudul ‘I AM’. Ketika berjalan, Key berada paling depan, diikuti oleh Jonghyun. Mereka berdua masih terlihat belum berbaikan. Jonghyun sendiri seperti sudah berusaha untuk berinteraksi dengan Key, tapi Key masih acuh tak acuh.

Akhirnya, karena sudah tidak tahan, Jonghyun mempercepat langkahnya hingga jaraknya dengan Key tertinggal sedikit lagi lalu dia menepukkan tangannya pada pantat Key secara berulang-ulang. Dia mencari perhatian Key dan dia lupa kalau sekarang banyak kamera yang merekam kejadian itu.

Key merasa risih, dia pun menutup pantatnya dengan tangannya sambil terus berjalan. Usahanya berhasil karena Jonghyun berhenti mencari perhatiannya hingga mereka berdua pun duduk di tempat yang telah disediakan.

Selama showcase, Taemin duduk di antara mereka berdua. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada mereka dan semua artis SM yang ada. Ketika artis-artis SM sibuk menjawab pertanyaan, mereka terdiam mendengarkan. Tetapi, mereka bosan akan diamnya mereka itu. Taemin berinisiatif untuk bermain-main dengan Key. Mereka tertawa bersama, sampai Jonghyun menyadari itu dan dia mulai ikut ke dalam bercandaan mereka. Awalnya Key tidak merespon, tetapi lama kelamaan merekabercanda bertiga dan akhirnya suasana di antara Jonghyun serta Key pun membaik.

Selanjutnya, showcase berjalan dengan mereka yang sudah bisa berkomunikasi.

“Maafkan aku, Key..” Jonghyun pun mengatakan rasa sesalnya di tengah-tengah showcase, tentu saja hanya dia dan Key yang dapat mendengarnya.

Key tidak menjawab, tapi dia tersenyum manis pada Jonghyun.

Jonghyun pun menganggap senyuman itu sebagai ‘Ya’.

***

Tanggal 1 di bulan Mei. Jonghyun, Minho, berserta ‘kembaran’ Jonghyun, Amber pergi menonton drama musical Key yang berjudul Catch Me If You Can.

Sepanjang pertunjukan, Jonghyun tidak melepaskan pandangannya pada Key. Apalagi ketika bed scene tiba. Jonghyun dapat mendengar Minho yang berteriak ‘Woah~ woah~’ dan Amber yang terus menerus menyuruh Minho untuk diam.

Dia sendiri tidak dapat menahan teriakannya, tapi tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu menyempit di bawahnya.

Jonghyun akhirnya tidak menonton bed scene itu sampai selesai.

Ketika perjalanan pulang, Key menanyakan bagaimana kesan Jonghyun terhadap aktingnya. Ya, biar bagaimanapun, memang Jonghyun yang selama ini Key percayai untuk menemaninya latihan drama itu sehingga kesan darinya adalah hal yang paling dia tunggu, terlebih dia adalah kekasihnya. Tentu saja ia ingin mendengar respon positif darinya.

Jonghyun pun menanggapinya dengan senyuman dan pujian, membuat Key tidak berhenti menceritakan pengalamannya, suka dukanya selama bermain drama musikal. Tapi, Jonghyun hanya menjadi pendengar yang baik karena ‘reaksi spontan’ ketika dia melihat bed scene itu masih terasa sampai mereka tiba di dorm.

***

SHINee masih melanjutkan Konser Japan Arena Tour mereka. Kali ini di Nagoya, selama 3 hari berturut-turut.

Jonghyun dan Key terus melakukan ‘ciuman’ mereka di lagu Stand by Me.

Pada hari ke-2, ketika lagu Kiss Kiss Kiss selesai mereka nyanyikan, Key tersenyum.

Dia sempat mempelajari bahasa slang Nagoya dan dia ingin mempraktekkannya. Untuk itu, diaberteriak dengan menggunakan bahasa slang sebisanya.

“JONGHYUN, I LOVE YOU THE MOST!”

Tentu saja hal itu membuat seluruh Shawol menjadi semakin histeris dan menggila.

Jonghyun sendiri melihat ke arahnya lalu dia membuat Love Sign pada Key sebagai jawaban darinya.

Sekali lagi, stadium dibuat berguncang karena mereka yang tidak canggung untuk mengungkapkan seberapa besar rasa cinta di antara mereka.

Belum berhenti sampai disitu, Key melihat ada sarung tangan kucing—yang di lemparkan Shawol—tergeletak begitu saja. Ia segera mengambilnya. Tanpa di duga, Jonghyun juga menghampiri benda itu dan mengambilnya sehingga mereka tersenyum karena kebetulan yang terjadi.

Key memakai sarung tangan itu, begitu juga Jonghyun. Begitu keduanya sudah terpasang, tanpa aba-aba, mereka mengatakan ‘Meow~’ sambil berhadapan. Lalu, tanpa aba-aba kembali, mereka berbalik dan melakukan ‘Meow~’ ke arah kamera.

Aegyo Jonghyun dan Aegyo Key memang kesatuan yang tersempurna.

Mereka melakukan konser itu dengan tanpa beban, sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan dengan rasa lelah 0%.

Sampai di hari terakhir, Nagoya day 3. Key mendengar Jonghyun menggerakkan mulutnya. Dia bisa membaca kalau Jonghyun mengatakan ‘I-love-you-the-most-too’ tanpa bersuara.

Hal itu tentu saja membuat pipi Key merona. Key ingin melakukan sesuatu untuk menutupi rasa malunya.

Untuk itu, dia mendekati Jonghyun lalu dia memukul kaki Jonghyun dengan handuknya.

Jonghyun hanya bisa tertawa ketika dia melihat Key berlari sesudah melakukan itu, tapi dia menyadari kalau Key sempat me-wink ke arahnya.

“Yeah, I love you the most”

Advertisements

One response to “JONGKEY | Behind the Facts | Our Love Life Colours

  1. bagus thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s