JONGKEY | Behind the Facts Special | Recalls of the Journey


Title : Recalls of the Journey

Author : DR(Death Rose) – Eruka, Kirarin, & Misachand

Author for this part : Misachand

also posted in : JongKey Kingdom Fanfictions
prev story>>

9:00 AM

Cklek!

Minho membuka pintu kamar Jonghyun dan Key, ia tersenyum melihat dua orang hyungnya itu terlelap di atas kasur sambil berpelukan dengan wajah yang nampak sangat bahagia. Syukurlah mereka sudah berbaikan, dasar puppy dan kitty yang bodoh, gumam Minho dalam hatinya. Saat ia ingin menutup pintu kembali, pandangan matanya menangkap sebuah benda yang tergeletak di lantai dekat pintu.

“Eh? Seperti kamera Jonghyun?” Minho memungut benda yang ternyata kamera milik Jonghyun itu. Minho memencet-mencet tombol yang ada di kamera itu.

Klik. Klik. Klik.

Di layar kamera itu menampilkan sebuah video yang membuat mata kodok Minho beserta mulutnya berlomba-lomba memperbesar ukuran mereka.

“Oh.My.God!”

Saat rekaman video itu berakhir, salah satu sudut bibir Minho tertarik ke atas membentuk evil smirkyang membuat wajah aliennya itu nampak seram dan menakutkan.

—————————————————-



Setelah Key dan Jonghyun kembali berbaikan, mereka kembali menunjukkan kedekatan dan semakin bertingkah lovey-dovey dihadapan ketiga rekannya yang lain. Disatu sisi Onew, Minho, dan Taemin merasa senang akhirnya si dorky couple bisa berbaikan -padahal tanpa bantuan sang leader, namun disisi lain mereka merasa jengkel karena kim couple selalu menunjukkan kemesraan mereka dihadapan yang lain tanpa malu-malu -apalagi disaat-saat free schedule seperti itu.

Tapi Jonghyun dan Key tidak memperdulikan kejengkelan member yang lain karena terlalu bahagia dengan hubungan mereka sendiri, dan kebahagiaan itu semakin menjadi saat mereka mendapatkan schedule menjadi host DJ di SSTP radio. Key merasa excited karena sudah lama tak menjadi DJ, sementara Jonghyun merasa sedikit nervous karena ia sudah lama tak menjadi seorang DJ.

Akhirnya selama perjalanan menuju stasiun radio, Jonghyun terus menggenggam tangan Key erat sampai membuat sifat diva-nya keluar.

“Aish, hyung! Biasa saja dong, kan ini bukan kali pertama kau jadi DJ!”

“Aku takut tidak bisa menjadi DJ yang baik, yeobo.”

Key menatap kekasihnya yang terus melihat ke depan sambil meremas tangan Key -membuatnya mendecak kecil. Key melepas genggaman tangan Jonghyun, menangkupkan kedua tangannya diwajah Jonghyun, memaksa laki-laki puppysaurus itu menoleh dan menatap dirinya.

“There’s nothings to worry, yeobo. Kau pasti bisa melakukannya, arasseo?!”

Jonghyun tak menjawab, ia malah menunjukkan pout andalannya dengan bibir kissable yang menjadi kelemahan Key. Laki-laki berambut blonde light itu kembali mendecak kecil sebelum mengecup kilat bibir Jonghyun, membuatnya membulatkan mata hazel-nya.

“Key?”

“What?”

“Do it again!”

“What?”

“Kiss me!”

“Aish, hyung! Ada manajer dan driver, pabo!”

Jonghyun kembali menunjukkan pout andalannya sementara Key melepas kedua tangannya dan beralih sibuk dengan ponselnya. Selama perjalanan Jonghyun hanya memperhatikan Key yang asik mengetik di ponselnya. Jonghyun mengambil ponselnya sendiri, mencari kontak key di list contact-nya.

‘Yeobo, hold my hand, please?’

Setelah pesan itu terkirim Jonghyun kembali menatap Key yang mengerutkan alisnya lalu mendecak pelan. Ia mengetik balasan yang tak lama sampai di ponsel Jonghyun.

‘I said nothings to worry, hyung. Smile, oke!’

Pesan itu membuat senyuman terukir di wajah tampan Jonghyun, hingga ia merasakan tangan kirinya kembali digenggam semakin membuat senyumannya melebar. Jonghyun menoleh pada Key dan tersenyum senang, melafalkan sebaris kalimat pada ‘yeobo’-nya.

‘Gomawo yeobo, saranghae.’

Key kembali mendecak kecil dan pipinya merona berwarna pink rose, terlihat jelas ia tengah menahan senyumannya.

***

Setelah mengudara secara on air selama 2 jam di SSTP radio, akhirnya Jonghyun dan Key pulang tanpa manajer dan driver. Jonghyun sendiri yang berinisiatif meminta pada manajer untuk pulang tanpa driver ataupun manajer, laki-laki brunette itu ingin menghabiskan waktunya berdua dengan Key dengan berjalan-jalan ditaman seperti dulu saat awal mereka debut.

Jonghyun yang menyetir mobil hanya diam selama perjalanan, begitu pula dengan Key yang sudah nampak kelelahan. Namun saat mobil mendekati taman dan menepi, Key menolehkan wajahnya pada Jonghyun, menunjukkan wajah bingung.

“Jjong? Kenapa berhenti? Aku lelah..”

“Apa kau keberatan kalau kita jalan-jalan sebentar disini? Aku rindu kebiasaan kita dulu..”

“Jjong? Kau masih ingat?”

“Mana mungkin aku lupa semua hal tentang kita..”

“Tapi ini sudah larut, Jjong. Kita kan biasa jalan-jalan pagi buta, bukan tengah malam begini..”

“Aku tahu, tapi mumpung ada waktu, Key. Ne?”

Jonghyun menunjukkan puppy eyesnya, berharap si mata kucing luluh dengan rayuannya dan akhirnya mengiyakan keinginannya.

“Geurae..”

Jonghyun berteriak kesenangan pelan dan buru-buru menyusul Key yang sudah jalan duluan kedalam taman. Dengan cepat ia meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya erat, membuat si mata kucing menoleh padanya.

“Tak akan ada yang lihat, jadi kita bebas skinship, hehee.”

“Ck. Ada yang lihat pun kita sering skinship, kok.”

Dan dengan seketika Jonghyun kembali mengerucutkan bibirnya, tangannya melepas genggamannya dan beralih memeluk pinggang ramping Key, membuat kekasihnya sempat bereaksi tegang namun dengan cepat kembali rileks.

“Kalau begitu aku bisa menciummu dong, yeobo?”

Jonghyun berbisik dengan husky voice-nya tepat di lubang telinga Key, membuatnya melotot menatap Jonghyun.

“Jjong! Kau gila?!”

“Hmm, aku gila karena kau, Key..”

“Aiish! Cheesy!”

Key memukul dada Jonghyun pelan, semburat merah muncul diwajahnya yang putih pucat, persis seperti bunga rose pink. Senyuman malu terlukis diwajah manisnya, kali ini giliran Jonghyun yang mendecak dan terkekeh kecil sambil melepas pelukannya.

“Kau mau kopi?”

“Americano, please..”

Jonghyun tersenyum dan kembali menggenggam tangan kiri Key, membawanya menuju kedai kopi terdekat dan memesan kopi pilihan mereka masing-masing. Setelah mendapatkan pesanan masing-masing, Jonghyun kembali menggenggam tangan Key dan membawanya berjalan menyusuri taman yang sunyi senyap, hanya ada suara binatang malam dan lampu taman yang menjadi penerangan.

“Key?”

“Hmm?”

“Apa kau rindu dengan masa-masa debut kita dulu?”

“Kenapa?”

“Aku rindu jalan-jalan ditaman setiap pagi denganmu, aku rindu saat-saat yunhanam, dimana kau dengan gamblang menyatakan aku adalah tipemu, aku rindu masa-masa rekaman school of rock saat menceritakan betapa perhatiannya kau padaku. Aku rindu saat-saat harus membangunkanmu setiap pagi untuk menyiapkan sarapan, aku rindu–”

“Aku bisa melakukannya lagi kalau kau mau, Jjong.”

“Hm?”

Jonghyun menoleh pada Key dan tersenyum lembut, angelic smile yang sering fans lihat -namun lebih pure daripada itu. Jonghyun hanya menggeleng pelan dan kembali menatap jalan didepan, membimbing langkah keduanya.

“Aku tak mau yang lalu kembali terulang. Aku mau kita terus membuat kenangan tentang hubungan kita. Aku mau cerita tentang aku yang menyelamatkanmu dari tabrakan itu menjadi kenangan, aku mau cerita tentang bagaimana kau selalu membawakan pakaian latihanku menjadi kenangan.Kenangan yang akan selalu kita ingat, Key.”

“Jjong?”

“Hmm?”

“Saat siaran tadi, apa maksudmu dengan menyukai ucapanku?”

“Kau tak menyukainya, Key?”

Seolah mengerti arah pembicaraan Key, Jonghyun kembali menoleh pada Key dan menghentikan langkah keduanya, saling melakukan kontak mata dengan intens dan hangat.

“9 tahun lagi, Key. 9 tahun lagi yang akan kukatakan adalah ‘aku sudah menikah dengan Key, Kim Kibum yang sangat kucintai.'”

“Jjong,–”

“Aiish, kalau saja ini bukan tempat umum, aku pasti sudah menciummu, Key.”

Jonghyun mendesis kecil sambil menghapus genangan air mata yang berkumpul di pelupuk mata Key, membuat kekasihnya tertawa pelan dan kembali memukul lengannya pelan.

“Pervert!”

“And you like it..”

Jonghyun tersenyum lembut, jemari yang sebelumnya ia gunakan untuk menghapus air mata Key ia cium dan menempelkannya dibibir Key, menelusuri bibir cherry Key yang lembut.

“Indirect kiss!”

Key hanya mendecak dan terkekeh pelan, ia mengangguk menerima semua perlakuan Jonghyun. Laki-laki berwajah raptor itu kembali tersenyum lebar dan menggenggam tangan Key, melanjutkan langkah keduanya.

“Jjong..”

“Ya?”

“Soal rekaman saat aku mabuk, nng..”

“Huh? Ah, wae?”

“Kau merekam yang kemarin juga?”

“Iya, kenapa Key?”

“Kau.. Tak akan menunjukkannya pada orang lain, kan?”

“Tidak. Aku selalu menyimpan semuanya untukku pribadi. Kan sudah kubilang untuk kujadikan kenangan. Lagipula..”

“Kenapa?”

Jonghyun menundukkan kepalanya, wajahnya memerah menahan malu.

“Kau memperkosaku.”

“Hah? Yah! Aku tak memperkosamu, pabo!”

“Kau memaksaku–”

“Kau menikmatinya! Mana ada orang diperkosa begitu menikmati! Pabo dinosaurus!”

“Tetap saja.. Kau membuatku malu, Key.”

“Malu apanya, jujur saja kalau kau menikmatinya!”

“Hmmm…”

“Ha! Mengaku juga, kan! “Tapi kau janji kan tidak akan menunjukkannya pada siapapun? Itu…. memalukan, Jjong.”

“Hmm…”

“Aish! Jjong, serius!”

“Serius, yeobo! Aku tidak akan melakukan apapun dengan semua rekaman itu!”

“Semua?! Ada berapa rekaman yang kau punya..”

“Entahlah, lebih dari lima mungkin..”

“Jjong!”

Key menghentikan langkahnya, ia melepas genggaman tangan Jonghyun dan menatapnya tak percaya. Ia menutupi wajahnya karena malu, menutupi semburat merah yang kembali muncul.

“Dengar, aku pegang janjimu dino-head! Kalau kau melanggar janji, kau akan merasakan akibatnya, ingat itu!”

“Hmm..”

“Yah!”

“Nee, yeobo.. Kau tenang saja, semuanya aman ditanganku.”

Jonghyun menarik tubuh Key kedalam rangkulannya, mengecup kilat pipi Key, membuatnya bersemu -untuk yang kesekian kalinya.

“Jjong, aku kedinginan, ayo kita pulang.”

“Baiklah.. Aku juga sudah ngantuk. Kaja!”

Keduanya kembali kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan pulang ke dorm. Saat sampai di dorm keadaan sudah sepi, tak ada lampu yang menyala, keduanya langsung menuju kamar dan membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri dan siap untuk tidur, Jonghyun sama sekali belum memejamkan matanya. Ia menatapi punggung kekasihnya yang tidur disampingnya.

“Key? Kau sudah tidur?”

Suaranya berbisik, perlahan ia menyelipkan tangan kirinya dipinggang Key, memeluknya erat.

“Key, aku ingin bertanya sesuatu padamu.”

“Hm?”

“Key, apa kau mencintaiku?”

“Hmm?”

Key berbalik, matanya setengah terbuka menahan kantuk. Dilihatnya mata Jonghyun yang menatapnya dengan tatapan yang sedikit sendu. Mata hazelnya menatap Key dengan lembut, namun tersirat rasa ragu. “Wae?”

“Kau mencintaiku, Key?”

“Selama kita berhubungan, apa kau merasa aku tak mencintaimu?”

“Apa kau mencintaiku?”

“Jjong?”

“Key, apa kau benar-benar mencintaiku?”

Mata kucing itu terbuka sepenuhnya, ia menatap Jonghyun dengan serius, alisnya mengkerut membentuk garis lurus. Key mendesah panjang, jemarinya menyentuh pipi Jonghyun, mengelus setiap bagian yang ada diwajah tampannya.

“Aku mencintaimu, Jonghyun. Sangat mencintaimu. Kita berdua tahu itu, jadi kau tak perlu takut.”

“Kau mencintaiku?”

“Yes, you silly-lovable-puppy. Berapa kali aku harus mengatakannya?”

Jonghyun tersenyum senang, ia memejamkan matanya dan menghapus jarak antara keduanya, memeluk Key dengan erat. Bibirnya mencium kening Key lama, lembut, dan penuh cinta.

“So, you’re a great liar, Key!”

Jonghyun berbisik tepat ditelinga Key, membuat si mata Kucing menegang.

“Kau bilang di radio kau tak mencintaiku, dan sekarang kau mengatakan cinta padaku sebegitunya, ckck. Such a diva key..”

“Hmm.. Yes, I am the diva Key.”

***

Hari berikutnya, Kim couple kembali menjadi host DJ di SSTP, setelah sebelumnya mereka berdua menerima banyak komentar dari teman-teman mengenai siaran mereka.

“Hyung, kau tak apa-apa? Kenapa pucat begitu?”

Key menyentuh kening Jonghyun, namun tak ada tanda-tanda demam, lagipula sejak pagi sampai malam mereka sampai di studio Jonghyun nampak baik-baik saja. Jonghyun hanya tersenyum kecil dan menggeleng pelan, diraihnya tangan Key dan digenggam dengan erat.

“Aku hanya gugup, hehee.”

“Aiish! Gwenchana, kau akan menikmatinya seperti kemarin, hyung!”

Jonghyun hanya mengangguk pelan tanpa mendengar jawaban Key dengan jelas. Pikirannya terus dipenuhi oleh pesan yang dikirim Minho padanya sesaat sebelum mereka masuk ruang siaran. Minho mengatakan Jonghyun sedikit bicara saat menjadi Host DJ, dia harus lebih melatih skill DJ-ing nya. Gara-gara pesan itu Jonghyun merasa sebal dengan dongsaengnya, dan ia menjawab tak akan mendengarkan Minho jika nanti kodok itu yang menjadi DJ. Namun yang membuat Jonghyun nampak pucat seperti sekarang adalah pesan balasan dari Minho.

‘Ah ya, soal siaranmu kemarin, aku sudah lihat rekaman yang kau sebut di radio hyung. Dan sepertinya rekaman itu rekaman terbaikmu dengan Key. Aku baru tahu kau begitu menikmati saat menjadi bottom, ups.

Fighting, hyung!! Semoga siaranmu berjalan lancar!!’

Begitulah kira-kira isi pesan yang Minho kirim, dan tentu saja pesan itu langsung membuat Jonghyun tegang dan ketakutan, terlebih baru semalam ia berjanji pada Key tidak akan melakukan apapun dengan rekaman itu. Dan sekarang, seperti petir di siang bolong, Minho mengatakan ia sudah tahu isi rekaman itu.

“Jjong! Sudah mau on air! Kau ini kenapa sih!”

“Ah mian..”

Jonghyun kembali dari jalan-jalan ingatannya, ia tersenyum kaku pada Key dan berdehem kecil untuk memulihkan dirinya. Melihat botol air mineral dihadapannya, ia mengambilnya dan memberikannya pada Key, meminta bantuannya untuk membuka tutupnya. Siaran pun dimulai, Jonghyun nampak semakin menikmati waktu siarannya dengan Key, ia terlihat mulai lupa dengan pesan yang dikirim Minho sebelumnya. Terlihat dari bagaimana ia terus tersenyum dan sering menunjukkan perhatiannya pada Key, bahkan secara gamblang -walau ia sempat merasa kaku kembali saat mereka harus menyinggung mengenai komentar-komentar siaran mereka sebelumnya.

***

Pukul satu dini hari mereka tiba di dormitory dan tanpa ba-bi-bu Jonghyun langsung keluar dari van yang mereka tumpangi tanpa menunggu Key seperti biasa, membuat si mata kucing menatapnya bingung.

Jonghyun masuk kedalam dorm dan dilihatnya pintu kamar Minho tertutup dan lampunya padam. Ia menghembuskan nafas pendek dan berat, tanpa sadar menjilat bibir kissable-nya. Sebenarnya Jonghyun ingin cepat sampai karena ingin berbicara dengan Minho, tapi kelihatannya dongsaengnya yang mirip alien itu berhasil menghindarinya.

Akhirnya Jonghyun hanya mengeluarkan nafas berat dan melewati kamar Minho menuju kamarnya dan Key untuk istirahat, ia memutuskan untuk berbicara dengan Minho saat sarapan nanti.

Keesokan paginya, seperti biasa Jonghyun lah yang bangun paling pertama. Ia berniat jogging namun merasa malas karena lelah setelah siaran semalam. Alhasil ia hanya tertidur disamping Key dan menatapi wajah kekasihnya yang nampak cantik walau sedang tidur seperti itu.

Jonghyun tersenyum kepada dirinya sendiri, memikirkan hubungannya dengan Key yang sudah berjalan lama, dari masa pradebut, sampai sekarang mereka menjadi grup ternama, sudah banyak cerita yang mereka buat. Bahkan ia hampir mengetahui semua baik-buruk kekasihnya ini.

“Nggh..”

Suara erangan Key terdengar pelan, matanya perlahan terbuka menunjukan bola matanya yang berwarna coklat murni. Jonghyun kembali menunjukkan senyuman khas-nya, membuat Key tersenyum kecil.

“Morning, yeobo..”

“Hmm..”

Jonghyun mengecup bibir mungil Key kilat, membuat Key terkekeh kecil dan memeluk Jonghyun erat, menelusupkan wajahnya dilekukan lehernya. “Kopi?”

“Hmm.. Aku harus buat sarapan untuk kita semua.”

“Geurae. Ayo bangun, Kim Kibum..”

Jonghyun mengusak kepala Key dan mengecupnya kilat sebelum menariknya bangun dari tempat tidur.

Saat mereka keluar dari kamar, ternyata 3 member lain sudah berkumpul di ruang tengah dengan mata setengah mengantuk. Key hanya mendecak kecil dan melepaskan genggaman tangan Jonghyun menuju dapur. Melihat Key yang sibuk di dapur, Jonghyun segera mendekati Minho dan membangunkannya. Dengan enggan ia bangun dan mengikuti Jonghyun menuju kamar Kim couple.

“Wae, hyung?”

“Wae? Kau tidak sopan Minho-ya! Bagaimana bisa kau punya rekaman itu!”

“Oh, rekaman kau menjadi b-hmph!”

Belum selesai Minho berbicara, Jonghyun segera membekap mulut Minho dan menyuruhnya untuk diam. Minho hanya mengangguk paham dan melepas tangan Jonghyun dimulutnya.

“Hapus file itu sekarang juga!”

“Kau takut aku menyeberkan soal rekaman itu kan, hyung?”

“Yah! Dasar kau alien! Cepat hapus file itu! Atau berikan padaku!”

“Kenapa? Kau malu? Padahal Kibum sa–arkh!”

Minho menjerit, refleks memegangi kakinya yang baru saja diinjak Jonghyun dengan sengaja.

“Dengar kodok! Berikan file itu padaku dan jangan bilang pada Key kalau kau mempunyai file-nya!”

“Kenapa? Kau takut dia marah ya?” Minho tersenyum meremehkan, membuat Jonghyun ingin memukul kepalanya kalau saja ia tak terhalang tinggi badannya.

“Yah!”

“Kalian sedang ribut apa?”

Dan secara tiba-tiba, Key menjulurkan kepalanya dari balik pintu, menatap heran pada Minho dan Jonghyun yang tengah ribut didalam kamar.

“Oh, anniya! Kami hanya sedang diskusi–”

“Diskusi tentang rekaman kau jadi top semalam, Key.”

Dengan cepat Minho menyerobot ucapan Jonghyun, secara percaya diri dan tenang. Tentu saja Jonghyun langsung menoleh padanya dengan mata membulat, ia beralih menatap Key yang mematung ditempatnya, wajahnya semakin berwarna pucat.

“Jjong?”

“Anni, Key! Minho hanya bercanda, iya kan?”

Minho hanya mengendikkan bahunya dan menunjukkan ‘smirk’-nya pada Jonghyun. Dengan santai Minho melewati Jonghyun yang mematung ditempatnya dan membuka pintu kamar lebih lebar, meninggalkan Key dan Jonghyun dikamar seperti patung.

“Jjong!”

“Y-yeobo..”

To be continued…

Death Rose Misachand

Advertisements

2 responses to “JONGKEY | Behind the Facts Special | Recalls of the Journey

  1. heny blingsMINTS

    annyeong chingu,numpang koment,
    cerita jongkey’y bgus bgd,
    SARANGHE jjong,,,,,
    #dlempr panci sma key#

  2. bagus banget thor, boleh minta pasword nya nggak? ke dheyz.nuzula@gmail.com??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s