JONGKEY | Behind the Facts Special | Revenge and Reunite | NC


Title : Revenge and Reunite

Author : DR(Death Rose) – Eruka, Kirarin, & Misachand

Author for this part : Kirarin

also posted in : JongKey Kingdom Fanfictions

Hello everyone, Kirarin’s here. I know this smutt isn’t very good, but at least I hope you will enjoy it.

Oh, and this story contains less Jongkey Facts *sorreeeyyy* because, yeah, I didn’t know which Jongkey Facts that I could put in it. It’s confusing me to make such story based on the facts like this—I’m worst at it to be honest—so I’m sorry if this one disapoint you guys.

Happy reading~! ㅋㅋㅋ

———————————————————————————————————————–

Previous part :

“Key!” Key menoleh ke arah Jonghyun, karena gerakan tarinya tadi banyak berputar dan pikirannya memang sedang berputar-putar karena efek alkohol, Key merasa tubuhnya sangat oleng. Dia berusaha menyeimbangkan tubuhnya, tetapi ternyata dia tidak kuat.

“Key! Awas!” Jonghyun terkaget melihat tubuh Key yang akan jatuh. Dia segera menangkap tubuh Key sehingga tubuh Key mendarat di atas tubuhnya yang telentang.

Plak!

Kamera yang tadi Jonghyun gunakan untuk merekam Key terlempar cukup jauh. Tetapi, kamera itu tidak mati, malah kamera itu sekarang sedang memunculkan Jonghyun dan Key di layarnya.

Kamera itu pun merekam bagaimana Jonghyun menatap mata Key yang begitu membuatnya terlena. Jonghyun mulai mengusap pipi Key dan tatapannya berubah menjadi sorot mata yang menyiratkan nafsu birahi, entah sejak kapan.

“Key..”

———————————————————————————————————————–

“Key..” Jonghyun mengusap pipi Key yang memerah akibat minuman beralkohol yang dikonsumsinya, menatapi wajah cantik yang selalu membuatnya gila itu secara intens—Key sangat cantik, dan sempurna di mata Jonghyun, tak ada alasan baginya untuk berselingkuh dengan orang lain, tak ada alasan baginya untuk tidak mencintainya. Tangannya beralih mengusap tengkuk Key, menariknya mendekat hingga wajah Key hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya. Napas Key yang masih kental berbau alkohol menyeruak indra penciuman Jonghyun, tetapi ia tak peduli, dihapusnya jarak yang tersisa di antara mereka.

Ia mencium bibir Key dengan lembut, lembut, sangat lembut. Menyesapi rasa manis bibir tipisnya yang tak pernah pudar.

“Maaf tadi aku sudah membentakmu, Key..” ujar Jonghyun lirih setelah mereka selesai berciuman, ia menyatukan dahinya dengan dahi Key, matanya yang bulat menyiratkan rasa sesal yang begitu besar, tangannya kembali mengusap pipi Key, “Maaf juga sudah membuatmu menangis.”

Key menyeringai mendengar kata-kata Jonghyun tersebut. Tiba-tiba Key menarik tangan Jonghyun, mengunci kedua tangan kekarnya itu di sisi kiri-kanan kepalanya.

“Key? Apa yang kau lakukan?”

“Kau—hik—nappeun namja..sudah membuatku—hik—menangis semalaman dan hampir membuatku gila..” ujar Key di sela cegukannya. Ia menundukkan wajahnya dan menjilat sudut bibir Jonghyun hanya dengan ujung lidahnya, “Kau harus—hik—diberi..hukuman..”

Key mencium bibir Jonghyun dengan kasar, kedua tangannya masih mengunci tangan Jonghyun dengan kuat.

“Mmhh..Key..mmpphh..” Jonghyun mencoba membebaskan tangannya yang dicengkeram Key, tetapi entah Key mendapat kekuatan dari mana, cengkeraman tangannya sangat kuat.

“Jonghyun..saranghae..mmmhh..saranghae..”

Key terus menciumi bibir Jonghyun, mengemut bibir atasnya, lalu beralih mengulum bibir bawahnya yang tebal dan terasa kenyal, mengisapnya dengan sangat rakus, dan saat Jonghyun membalas ciumannya, Key melepaskan tangan Jonghyun—yang segera melingkar di tubuh telanjangnya dan memeluknya erat.

“Nado..mmhhh..Key..” tangan Jonghyun mengusap-usap punggung Key yang sedikit basah akibat keringat, lalu turun ke bawah menyusuri deretan tulang belakangnya, tubuh ramping Key menggeliat ketika tangan Jonghyun sampai di pinggangnya.

“Nnhh..Jjong..” Key melepas ciumannya dan melenguh ketika dirasakannya tangan Jonghyun menangkup buttnya dan meremas-remasnya. Sambil menikmati perlakuan tangan Jonghyun padabuttnya, Key menelusupkan wajahnya di leher Jonghyun, menciumi kulitnya yang sensitif di tempat itu, lalu menggigitnya pelan.

“Aww..Key..” rintih Jonghyun ketika Key kembali menggigit lehernya.

“Hehe—hik—hehe..” Key terkekeh, lalu mengecup dan menjilat bekas gigitannya tadi. Ia mendongak menatap Jonghyun dengan matanya yang berbinar, “Jongie, I want you..”

Tanpa menunggu balasan dari Jonghyun, Key kembali menyerang bibir kekasihnya itu, tangannya bergerak membuka satu persatu kancing baju Jonghyun hingga terlepas semua dari lubangnya, tetapi ia tidak menanggalkan baju itu dari tubuh Jonghyun. Jemari lentiknya menari-nari dengan lihai di atas tubuh Jonghyun, mengusap dada bidangnya, lalu menyusuri enam tonjolan otot seksi yang menghiasiabs Jonghyun—berkat exercise yang rutin dilakukannya hampir setiap hari—yang selalu berhasil membuat gairah bercinta Key meningkat.

“Key..aahh..” desah Jonghyun saat bibir mungil Key merayap ke dagunya, turun ke bawah menciumi jakun yang menonjol di lehernya, menjilatinya sampai pada tahi lalat yang terdapat tepat di tengah-tengah dada Jonghyun, meninggalkan jejak basah di sepanjang leher lelaki itu.

Key terus mengeksplorasi dada bidang Jonghyun, ia menjulurkan lidahnya dan menjilat nipple kanan Jonghyun dengan gerakan memutar, mengecupnya, lalu mengemut bulatan mungil itu.

“Eunghh..Key..mmhh..” Jonghyun terlihat keenakan menikmati perlakuan Key, apalagi saat Key mengulum dan menyedot dengan kuat nipplenya, mata bulatnya yang mendapat julukan puppy eyesitu sampai terbelalak.

Tangan Key secara diam-diam merayap ke tubuh bagian bawah milik Jonghyun, meremas gundukan yang sudah terbentuk di bawah sana. Jonghyun kembali mengerang nikmat, tangannya sendiri menekan kepala Key agar mulut manis namja itu semakin menekan nipplenya. Dengan agak kesulitan, Key melepas celana Jonghyun sekaligus celana dalamnya, memelorotkannya dan melemparnya sembarangan. Ia meraba milik Jonghyun yang sudah berdiri tegak akibat ulahnya, menggenggam pangkalnya, meremasnya sebentar lalu perlahan ia gerakkan tangannya naik hingga ujungnya, ia gerakkan lagi genggaman tangannya turun hingga pangkalnya. Begitu seterusnya Key melakukan gerakan mengocok itu dengan sangat pelan, membuat Jonghyun mengerang frustasi.

“Errhhh Key f-fasterrhh aahhh..”

Tetapi Key tidak melakukan apa yang diminta Jonghyun, ia tetap menggerakkan tangannya dengan sangat pelan sehingga Jonghyun terpaksa mengangkat pinggulnya dan menggerakkannya naik turun dengan cepat agar kocokan tangan Key juga semakin cepat. Tetapi rasa-rasanya Key tidak suka jika Jonghyun melakukan itu, terbukti karena ia segera menghentikan gerakan tangannya dan sebaliknya malah mencengkeram junior Jonghyun dengan sangat kuat membuatnya merintih kesakitan.

“A-aawww Key aah sakit le-lepaskan..” rintih Jonghyun. Ia pun paham dengan peringatan dari Key itu—bahwa Key tidak akan memuaskannya jika ia tidak menuruti kemauannya—dan telentang pasrah di lantai, meskipun sebenarnya ia frustasi dengan gerakan tangan Key yang sangat lambat seperti siput yang tengah berjalan itu.

Key menyusuri dada Jonghyun dengan mulut dan lidahnya, ia terus bergerak ke bawah menikmati absJonghyun yang dihiasi enam tonjolan otot seksi, menjilati pusarnya, terus bergerak ke bawah. Key menciumi selangkangan Jonghyun, membuat dino itu semakin mengerang nikmat—karena di sana adalah salah satu titik sensitif yang terdapat di tubuh Jonghyun.

Key beralih menciumi paha dalam Jonghyun, menjilatinya hingga sampai lutut, lalu menjilatinya kembali ke selangkangan membuat paha dalam Jonghyun basah karena saliva Key. Namja berparas cantik itu mengalihkan mulutnya pada twinballs Jonghyun, menyerang benda itu dengan ganas, menjilatinya, mengulumnya, membuat Jonghyun menggeliat sambil melontarkan erangan-erangan kenikmatan.

“Key..ssshh..aaahhh..nngghh..”

Mulut Key beralih menyerang junior Jonghyun, menjilatinya dari pangkal hingga ke ujung, membasahi benda tegang itu dengan salivanya.

“Mmuaaachh!” Key mengecup kepala junior Jonghyun sambil membuat bunyi kecapan dengan bibirnya. Saat Jonghyun mengerang sambil menyebut namanya, Key malah tersenyum bodoh seperti orang idiot, “Jjong..aku—hik—sangat suka—ah bukan bukan, tepatnya paling suka dengan bagian tubuhmu yang unik ini hihihi—hik. Benda ini kalau dimasukkan ke dalam tubuhku—hik—lalu dikeluarkan-dimasukkan-dikeluarkan-dimasukkan-dikeluarkan-dimasukkan dengan cepat dan dalam..mmmhhh..pasti rasanya enak—hik,” lanjut Key sambil mengocok junior Jonghyun dengan pelan seiring kata-kata ‘dikeluarkan-dimasukkan’.

“Uughhh Keeeyyy stop teasing!” geram Jonghyun sambil mengacak rambutnya—frustasi karena ia membayangkan apa yang dikatakan Key tadi, dia benar-benar gemas menghadapi tingkah Key yang sedang mabuk seperti itu—membuat otaknya semakin gila.

“Tapi tapi tapi aku tidak mau benda ini dimasukkan ke dalam—hik—tubuhku..sakit..” Key mengerucutkan bibirnya sebal seperti anak kecil—imut, lalu menggigit kecil kepala junior Jonghyun.

“Aaww Key aahh apayo!” protes Jonghyun.

“Jjong..Jongie..Jonghyun..” Key membuka kedua paha Jonghyun lebar-lebar kemudian memposisikan dirinya di antara kedua paha Jonghyun, lalu ia mengarahkan little kittynya di depan hole Jonghyun.

“Mwo? Key kau mau apa? Hey!” Jonghyun terkesiap saat merasakan kepala junior Key yang basah menyentuh holenya. Oh, tidak. Jangan bilang kalau—

“Aku ingin memasukkan—hik—punyaku ke dalam tubuhmu, otthe?” jawab Key dengan polosnya sambil menekan kemaluannya ke dalam hole Jonghyun.

“Mwo—AAAAAA—MMMPPPHHHTTT!!” Jonghyun menjerit namun dengan cepat tangan Key membekap mulutnya saat kepala junior Key berhasil menembus holenya.

“Sssttt Jongie jangan berisik nanti—hik—kedengaran tetangga sebelah..” bisik Key sambil terus menekan juniornya semakin dalam di hole Jonghyun.

“Hhmmmpppttt” Jonghyun terus menjerit kesakitan selama Key melakukan penetrasi di lubang virginnya—yang sekarang tidak virgin lagi—namun suaranya tertahan karena bekapan tangan Key di mulutnya.

“Aahhh akhirnya sudah masuk semua, Jonghyunnie~” Key tersenyum senang saat seluruh kemaluannya terbenam di dalam hole Jonghyun yang terasa sempit dan berkedut-kedut, ia menarik tangannya yang membekap mulut Jonghyun.

“Gaahhh Key t-take it out!! Keluarkan..aahhh..sakit Key!!” Jonghyun mencoba menggerakkan tubuhnya agar junior Key keluar dari holenya, namun begitu bergerak sedikit, Jonghyun malah merasakan nyeri dan ngilu dari tubuh bawahnya itu, ia kembali mengerang kesakitan, “Aaahh God!”

“Jonghyunnie..mmhh..” Key membungkukkan badannya lalu mencium bibir Jonghyun dengan lembut dan mesra, lidahnya menerobos bibir Jonghyun dan menyeruak menjelajahi rongga mulutnya, mencoba mendominasi lidah Jonghyun yang aktif melakukan perlawanan. Key menggoyang pinggulnya membuat Jonghyun mengerang dan lengah, hal itu membuat Key tersenyum senang karena akhirnya ia dapat memenangi pertarungan sengit itu.

Tangan Key kembali meraba dada Jonghyun, mencari bulatan cokelat seperti tombol, memencetnya lalu memilinnya dengan ibu jari dan jari telunjuknya, terus menggoda bulatan itu hingga tegak mengeras dan si empunya mengerang nikmat. Key melepaskan ciumannya dan beralih menyerang leher kokoh Jonghyun, menyesapi leher di-mana-terdapat-pita-suara-yang-menghasilkan-suara-indah-ketika-Jonghyun-tengah-menyanyi itu dengan penuh hasrat.

“Aaahhh Key~”

Bahkan saat mendesah nikmat seperti itu pun, suara Jonghyun tetap terdengar merdu di telinga Key. Malahan suara erotis Jonghyun itu adalah salah satu faktor perangsang baginya—setiap kali Key mendengar Jonghyun mendesah, gairah bercintanya akan semakin meningkat. Key tersenyum senang mendengar desahan Jonghyun itu.

“You’re ready..” bisik Key di telinga Jonghyun, ia kembali mencium bibir Jonghyun dan menarik keluar juniornya lalu menghujamkannya kembali ke dalam hole Jonghyun.

“Mmmmppphhh~”

“Jongie..punyamu..aahh sempit sekali..” rintih Key sambil menggerakkan percintaannya dengan Jonghyun.

“Aakhh K-Key..he-hentikann..aaahh..” Jonghyun meringis kesakitan karena holenya masih terasa perih dan ngilu. Kedua tangannya mencengkeram pundak Key dan meremasnya setiap kali Key bergerak in-out.

“Don’t wanna~” jawab Key setengah bernyanyi, ia malah semakin cepat dan dalam menghujamkan juniornya.

Key sedikit menggeser posisinya dan saat ia kembali menghujamkan juniornya, Jonghyun terkesiap dan melenguh nikmat.

“Aaaahhh Key~”

Key tersenyum penuh kemenangan karena ia telah berhasil menemukan titik paling sensitif di dalam tubuh Jonghyun.

“Hmmhh kau terlihat menikmatinya Jongie..” Key semakin terangsang melihat ekspresi di wajah Jonghyun. Namja tampan itu memejamkan kedua matanya rapat-rapat, pipinya memerah, bibir bawahnya ia gigit dengan cara yang terlihat sangat sensual di mata Key, membuatnya menjilati bibirnya melihat Jonghyun yang nampak sangat seksi dari hari-hari biasanya.

“Aaahhnn K-Key hhaahh nnghhh..” racau Jonghyun, deru napasnya tak beraturan, titik sensitifnya yang terus dihantam junior Key bertubi-tubi memberikannya sensasi kenikmatan yang luar biasa, membuat seluruh tubuhnya gemetar dan menggelinjang hebat. Sebelumnya tak pernah ia merasakan rasa nikmat bercampur ngilu seperti sekarang—karena sebelum-sebelumnya Jonghyun yang menggenjot hole Key bukan sebaliknya—tetapi hal itu malah menimbulkan sensasi tersendiri yang unik menurutnya.

“Jongie..aaahhh..tubuhmu hangat sekali..aahhh..” Key ikut mengerang nikmat, juniornya yang terus bergerak in-out di hole Jonghyun terasa sangat hangat akibat gesekan-gesekannya dengan dindinghole Jonghyun yang menghimpitnya dengan ketat.

“Key..aahh f-faster..” pinta Jonghyun akhirnya—ia mulai terhanyut dengan permainan Key.

Dengan senang hati Key memenuhi permintaan Jonghyun—yang biasanya sangat jarang ia lontarkan—dan menggenjot holenya dengan sangat cepat. Tubuh Jonghyun berguncang-guncang akibat gerakan membabi buta Key, dan di dadanya seperti ada ribuan kembang api yang meledak saat ujung junior Key terus menghantam sweetspotnya.

Udara di sekitar mereka terasa begitu panas, semakin membangkitkan gairah bercinta dalam diri mereka.

“Oohhh Key aaahh aaahhh”

“Jongie aahh..nnhhh..”

Salah satu tangan Key meraba little dino yang telantar, mengocoknya seirama dengan gerakan in-outnya di lubang surga Jonghyun, membuat namja tampan itu semakin terengah-engah mendapatdouble service dari Key.

“Key..nnnhh..aaahh..aku tak tahan lagi..uuhh..”

Key kembali menjilati bibir pinknya melihat wajah Jonghyun yang semakin sayu dan bersemu merah—sama seperti wajah Key yang memerah akibat alkohol sekaligus ‘aktifitas sensual’ mereka, ia merapatkan tubuhnya dengan tubuh kekar Jonghyun, dibenamkannya wajahnya di leher Jonghyun, menghirup wangi tubuh maskulinnya yang sangat ia sukai. Ia kecupi titik-titik sensitif yang terdapat di leher Jonghyun, beberapa kali mengisapnya kuat-kuat hingga membentuk bercak-bercak merah di kulit leher Jonghyun.

“Key..aahh..a-aku..aah sedikit lagi..nnhh..aahh..”

Jonghyun melingkarkan kedua lengan kekarnya di leher Key, membawa tubuh namja itu semakin merapat padanya, napasnya semakin berat dan tak beraturan, holenya yang masih terus digenjot Key mulai menunjukkan reaksi-reaksi aneh menggelitik yang dikenalinya sebagai tanda bahwa dirinya akan segera mencapai klimaks.

Key semakin mempercepat gerakan in-outnya begitu menyadari bahwa kekasihnya akan segera mencapai puncak kenikmatannya, digenjotnya little kitty di dalam hole Jonghyun dengan kuat. Key sendiri juga mulai merasakan kontraksi di perutnya, kepalanya terasa semakin pening—akibat alkohol dan kenikmatan menggenjot hole Jonghyun—juniornya mulai membengkak dan berkedut-kedut di dalam hole Jonghyun, sebentar lagi bisa dipastikan miliknya itu akan meledakkan cairan cintanya.

“Key..Key-ah..nnhh..” tangan Jonghyun meremas-remas rambut blonde Key, matanya terpejam rapat dan bibir bawahnya ia gigit kuat-kuat, tubuhnya mulai berguncang, sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Ia akan sampai..

Sedikit la—

“AAAAHH KIM KIBUUUUM!!!”

Jonghyun pun melontarkan jeritan kenikmatannya bersamaan dengan juniornya yang menegang menyemprotkan cairan cintanya di tangan Key, sebagian muncrat mengenai dada dan perut mereka. Napasnya tertahan di tenggorokannya, seluruh tubuhnya terasa panas dari ujung kaki hingga ujung kepala, untuk sesaat ia tidak dapat melihat atau mendengar apa pun, ia hanya dapat merasakan kenikmatan yang bersumber dari tubuh bagian bawahnya menjalari seluruh tubuhnya.

“Jongie..aahhh nnnhhhnn AAAAAAHHHHH~”

Selang beberapa detik kemudian, Key menyusul Jonghyun mencapai puncak kenikmatannya. Juniornya yang dihimpit dinding hole Jonghyun yang tengah berkontraksi tak lagi mampu menahan cairan cintanya yang telah berkumpul di dalam juniornya. Ia menumpahkan seluruh cairannya ke dalam holeJonghyun, membanjiri lubang nikmat itu dengan cairan kentalnya yang hangat.

“Nnnhh..hhaahh aahh..” seluruh tubuh Key gemetar sewaktu little kittynya mengosongkan semua cairannya hingga tak tersisa. Kemudian tubuhnya melemas di atas tubuh Jonghyun. Wajahnya semakin memerah, matanya terpejam menikmati sisa-sisa orgasmenya, kedua ujung bibirnya membentuk seulas senyum malas saat mendengarkan detak jantung Jonghyun yang berdegup seirama dengan detak jantungnya—cepat dan tak beraturan.

“H-how is it, Jongie? Bagaimana rasanya saat aku berada di dalam tubuhmu? Enakkah?” tanya Key masih dalam posisi menindih tubuh Jonghyun, juniornya masih belum ia keluarkan dari dalam tubuh Jonghyun, jari telunjuknya bergerak malas memainkan rambut brunette lead vocal SHINee tersebut. Ia mendongakkan kepalanya karena hanya mendapat respon gumaman tidak jelas dari kekasihnya, ia tersenyum licik sambil menaikkan sebelah alisnya yang terbentuk rapi itu ketika melihat wajah Jonghyun yang memerah karena malu, “I knew you would like it, kekeke..”

“Aaarrrhhh!!!” Jonghyun menggeram kesal sambil menyingkirkan tubuh telanjang Key dari atas tubuhnya, ia mendesis kecil saat junior Key tercabut dari dalam holenya yang terasa ngilu—Aish sialan Key membuatku tak berdaya begini, pikir Jonghyun.

“Hahaha mukamu lucu Jongie..hahahaha..so cute..hahaha,” Key tertawa guling-guling di lantai, tangannya menunjuk wajah Jonghyun yang memerah dengan bibirnya yang mengerucut lucu. Matanya menatap sosok Key dengan kesal.

Tiba-tiba ekspresi wajah Jonghyun berubah datar, lalu salah satu ujung bibirnya tertarik ke atas membentuk ‘evil smirk’ andalan Jonghyun ketika otaknya sedang kumat pervertnya, matanya berkilat membahayakan(?).

Key masih terus tertawa terbahak-bahak, tak menyadari ‘bahaya’ apa yang sedang mengintai dirinya.

Jonghyun diam-diam bergerak mendekati Key, lalu tiba-tiba ia memegangi pinggang ramping rapper itu dan mulai menggelitikinya tanpa ampun.

“Aaaahhh hahaha Jongie haha hen-hentikaaahhahaha geliii aahh Jongie..” gelak Key sambil berusaha menghindar dari serangan tangan Jonghyun, tubuhnya menggeliat ke kiri dan ke kanan, tangannya berusaha menyingkirkan tangan Jonghyun yang terus menggelitiki sisi kiri-kanan tubuhnya.

“Don’t wanna~” Jonghyun menjawab dengan setengah bernyanyi, menirukan apa yang dilakukan Key terhadapnya tadi. Ia mengalihkan salah satu tangannya ke ketiak Key dan menggelitiki tempat itu, sementara tangannya yang lain menggelitiki leher Key yang sangat sensitif, “Hyaaaat terima serangan darikuuu!”

“Ahahaha Jjong haha aahh s-stop hahaha aahahaha geliii~” Key terus tertawa hingga menitikkan air mata.

“Menyerah apa tidak?” tanya Jonghyun, tangannya tidak berhenti menggelitiki tubuh Key.

“Iya iya haha ampuun aku menyerahhhahaha aahh..” jawab Key di sela-sela tawanya.

“Fufufu, good boy!” ujar Jonghyun yang akhirnya berhenti menggelitiki Key.

“Hhaa hhh hhaahh Jjong hhh hhaahh..” Key tergeletak lemas di lantai, terengah-engah mencoba mengatur napasnya, wajahnya memerah, matanya terpejam dan mulutnya sedikit terbuka. Jonghyun mengamati wajah Key tanpa berkedip, sungguh cantik, indah tiada duanya, Key-nya benar-benar cantik secara alami.

Seulas senyum menghiasi bibir Jonghyun mengingat fakta bahwa namja di hadapannya itu adalah miliknya seorang, miliknya yang begitu berharga—lebih berharga daripada nyawanya sendiri—dan ia tidak rela berbagi miliknya yang berharga itu dengan siapa pun. Mungkin itu sebabnya ia dilanda cemburu yang begitu besar saat ia melihat kedekatan Key dengan teman-teman 91linersnya, karena ia tak suka berbagi Key dengan orang lain.

Mungkin juga Key merasakan hal yang sama dengan Jonghyun, karenanya namja cantik itu sangat cemburu ketika Jonghyun mengacuhkannya di atas panggung dan malah memilih bersama teman-teman 90linersnya, selca bersama Jonghyun CN Blue, atau berada sedikit terlalu dekat dengan Luhan. Memang kecemburuan Key dirasanya terlalu berlebihan jika dibandingkan dengan rasa cemburunya sendiri, tetapi itu juga membuktikan bahwa Key benar-benar mencintainya dan tidak rela membagi dirinya dengan orang lain, sama seperti Jonghyun yang tidak rela membagi Key dengan orang lain.

Egois?

Ya, cinta memang egois.

Key membuka kedua matanya perlahan dan mendapati wajah Jonghyun di atas wajahnya, menatapnya secara intens, seolah-olah Key adalah barang langka yang bernilai jual tinggi.

“Key..” Jonghyun mengelus rambut blonde Key yang sudah tumbuh agak panjang, mata hazelnya menatap lurus ke dalam mata cokelat Key—mata indah yang membuat Key terlena seperti memasuki dimensi lain setiap kali menatapnya.

“Hmm?” Key mendengung pelan, menikmati belaian tangan Jonghyun di rambutnya yang membuatnya merasa begitu tenang dan nyaman. Mata hazel Jonghyun menatap mata cokelatnya dengan lembut, teduh, seolah-olah menghipnotis siapa pun yang menatap mata bulat itu, dan Key adalah salah satu korban yang terhipnotis akibat tatapan matanya.

Jonghyun membelai kening Key, pelipisnya, tulang pipinya yang menonjol indah, rahangnya yang tajam, lalu tangannya berhenti di dagu lancipnya, mengapit dagu itu dengan ibu jari dan jari telunjuknya lalu mengangkatnya sedikit, persis seperti yang dilakukannya pada Key ketika mereka—bersama Taemin dan Onew—berada di mobil dalam perjalanan untuk recording acara The Muzit (saat itu Key tengah merekam aksi Jonghyun yang menyanyikan lagu Girls milik Wheesung, lalu ia mengarahkan kamera pada dirinya sendiri dan Jonghyun, Jonghyun membelai wajah Key dari dahi hingga dagunya, lalu memegangi dagu lancipnya itu dan saling bertatapan sementara mulut mereka terus menyanyikan lirik lagu itu seperti ini . Sebenarnya saat itu Jonghyun ingin sekali mencium bibir Key seperti ini , tetapi karena aksi mereka itu terekam kamera—yang kemungkinan besar rekamannya akan ditayangkan di televisi atau tersebar ke internet—Jonghyun pun menahan dirinya untuk tidak mencium Key di depan kamera itu).

Key tahu betul apa yang selanjutnya akan dilakukan Jonghyun.

CHU~

Ia tersenyum saat Jonghyun menyatukan bibir mereka, tebakannya tidak pernah meleset. Selama bersama Jonghyun, Key menyadari bahwa kekasihnya itu memang punya kebiasaan membelai sisi wajahnya sebelum ia mencium bibir kissablenya dengan lembut dan manis. Ya, Jonghyun hanya melakukan kebiasaannya itu jika akan memberikan sebuah ciuman manis pada Key, ciuman yang lembut, mesra, hangat, dan penuh cinta, bukan ciuman panas yang dilandasi nafsu birahi ketika mereka tengah asyik bercinta untuk memuaskan hasrat mereka.

Key menghela napas lega, merasa nyaman menikmati bibir Jonghyun yang bergerak pelan melumat bibirnya dengan lembut, kedua tangannya melingkar secara otomatis di leher Jonghyun.

“Aku mencintaimu, Key,” ujar Jonghyun di tengah ciuman mereka, “Kamu,” Jonghyun mengusap pipi Key, “Hanya kamu yang ada di dalam hatiku, hanya ada namamu yang terukir di dalam cintaku. Tidak ada orang lain, tidak ada Luhan, tidak ada Jonghyun, karena semua tempat di relung hatiku telah penuh dengan kehadiranmu, tidak ada sisa untuk ditempati orang lain. Tidak ada alasan bagiku untuk berselingkuh dengan orang lain, karena aku sudah memiliki dirimu, dirimu yang sangat berharga bagiku. Jadi, kumohon percayalah padaku, Key. Percayalah pada cintaku, jangan pernah meragukannya lagi, karena aku benar-benar mencintaimu, hanya kamu. Don’t side with anyone else, because you’re mine.”

Mata cokelat Key nampak berkaca-kaca karena tergenang air mata, ia terharu mendengar ucapan Jonghyun, hatinya membuncah tak karuan.

“Jjong..” Key pun memeluk tubuh Jonghyun dan menangis, menumpahkan air mata bahagianya, tubuhnya nampak gemetar, “Aku juga sangat mencintaimu, aku minta maaf kalau selama ini kecemburuanku terlalu berlebihan dan pada akhirnya selalu menyusahkanmu. A-aku..aku tidak bisa menahannya setiap kali melihatmu dekat dengan orang lain, apalagi sampai mengacuhkanku seperti tadi. Maaf juga jika kedekatanku dengan teman-temanku membuatmu tidak suka. Aku akan menjaga jarak dengan mereka jika itu maumu..”

“Anio, Key,” Jonghyun menggelengkan kepalanya, tangannya bergerak menghapus air mata Key yang mengalir di pipinya, “Kau tidak perlu menjauhi mereka, bagaimanapun juga mereka adalah teman-temanmu. Aku tidak berhak melarangmu berteman dengan siapa pun. Dan kurasa aku harus membiasakan diri dengan hal itu mulai sekarang, karena aku yakin dan percaya, bahwa cinta yang kau berikan pada mereka berbeda dengan cinta yang kau berikan padaku. Aku percaya padamu, Key. Maaf aku sudah menuduhmu berselingkuh dengan Woohyun. Aku tidak akan melakukannya lagi.”

“Jjong..g-gomawo..hiks..” Key menangis terharu di dekapan Jonghyun.

“Ssshh..sudah jangan menangis lagi, air matamu membuat hatiku terluka. Air matamu terlalu berharga untuk dibuang sia-sia seperti ini. Uljima, baby,” Jonghyun mencium puncak kepala Key, lalu mencium kedua matanya yang basah, mencium hidungnya, kedua pipinya, dan terakhir ia mengecup bibir Key dalam waktu yang lama. Ia kemudian menghapus sisa-sisa air mata Key.

“Hey, lebih baik kita pindah ke tempat tidur ne, nanti kau kedinginan dan masuk angin. Aku tidak mau kau jatuh sakit.”

Jonghyun menggendong tubuh telanjang Key dan membaringkannya di atas kasurnya.

“Jjong..dingin..” rengek Key manja sambil menarik kerah baju Jonghyun, ia menatap mata hazelnya penuh hasrat, “Hangatkan aku dengan tubuhmu, Jjong. Jebal..”

“Key..” Jonghyun mendekap tubuh-tak-berbusana Key dengan erat, bibirnya bergerak menciumi wajah Key, mencari-cari bibir pink milik Key yang bentuknya menyerupai hati itu. Saat telah menemukannya, ia langsung melumat bibir itu dengan lahapnya—mencium bibir Key adalah hal yang sangat disenangi Jonghyun. Ya, bibir itu, bibir mungil yang cerewetnya minta ampun, suka mengomel, tetapi tak pernah ada kebohongan di balik bibir itu. Jonghyun sangat suka mengulum bibir kenyal itu, menyesap rasa manisnya yang tak pernah pudar, ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Key—kali ini dia berniat mendominasi—dan menjelajahi mulut manis itu, mulut manis yang tak akan pernah bosan ia rasai.

“Nnhhh Jjongh..” rintih Key ketika bibir bawahnya digigit oleh Jonghyun. Namja tampan itu mengalihkan ciumannya ke pipi Key dan berakhir di telinganya.

“I love you, Key,” bisik Jonghyun sambil menggigit kecil daun telinga Key, menjilat beberapa tindikan yang terdapat di sana.

“Ahhh..I love you, too, Jongie..” balas Key yang nampaknya hasrat bercintanya telah membuncah kembali. Tangannya bergerak melepas baju Jonghyun yang sedari tadi masih melekat di tubuhnya—meskipun seluruh kancingnya telah terlepas—dan membuangnya entah ke mana. Tangan Key memeluk tubuh Jonghyun yang kini telanjang sempurna, menggerayangi punggungnya yang lebar. Kedua kaki rampingnya melingkar di pinggang Jonghyun. Ia mendongakkan kepalanya ketika dirasakannya mulut Jonghyun menyerang lehernya.

“Akh..Jjong..eungh..” erang Key saat Jonghyun membuat kissmark di persimpangan antara leher dan bahunya. Jonghyun lalu menciumi tulang selangka Key yang menurutnya paling seksi dibandingkan dengan milik member SHINee yang lain. Ia membuat kissmark di sana, seolah-olah ingin menandai bahwa Key adalah miliknya. Namja cantik itu kembali melenguh nikmat. Tangan Jonghyun bergerak memainkan nipple Key, ibu jarinya menekan dan mengusap bulatan cokelat itu dengan gerakan memutar, membuat tubuh Key menggelinjang nikmat. Seluruh tubuhnya gemetar di bawah sentuhan tangan Jonghyun.

“Nnnnhhh..aahh Jonghyunhh..”

Ya, Jonghyun selalu tahu bagaimana membuat Key merasa nikmat, bagaimana membuat tubuhnya lemah tak berdaya di bawah sentuhannya, ia hafal betul di mana saja letak titik-titik di tubuh Key yang dapat merangsangnya jika disentuh. Di bawah telinganya, tengkuknya, lehernya, tulang selangkanya,nipplenya, pusarnya, tulang panggulnya, selangkangannya, paha dalamnya, bahkan betisnya dapat membuat Key terangsang jika Jonghyun menyentuhnya. Ya, Key punya banyak titik kelemahan di tubuhnya, dan hanya Jonghyun yang tahu betul di mana letak titik-titik tersebut.

Karena itulah, ia sangat mudah mengontrol Key saat mereka tengah bercinta.

Seperti saat ini.

“Jjong..aahhh..a-andwe..jangan sentuh yang it-ituu aahh..” Key meracau liar saat tangan Jonghyun meraba selangkangannya dan secara sengaja menyenggol kemaluan Key, membuat benda tumpul itu menggeliat dan akhirnya terbangun. Tangan Jonghyun terus bergerak menuju hole Key, mengusap-usap bagian luarnya dengan jemarinya. Ia memasukkan satu jarinya ke dalam lubang ketat itu, membuat Key terkesiap.

“Kamu baik-baik saja, Key?” tanya Jonghyun sambil memutar-mutar satu jarinya itu di dalam hole Key.

“N-neh..mmhh..” Key memejamkan matanya ketika merasakan lubangnya dijejali satu jari lagi. Tubuhnya kembali menggelinjang saat Jonghyun mengeluarmasukkan dua jarinya, saat ia melenguh nikmat, Jonghyun menambahkan jari ketiganya. Saat itulah Key terkesiap dan merintih kesakitan, “Aahhnnn Jjong, sakit aahh..”

“Tahan sebentar baby..” Jonghyun menunduk mengecup bibir Key, dagunya, lehernya, dadanya, kedua nipplenya, perutnya, hingga sampai pada junior Key yang minta dilayani. Ia mencium kepala junior Key, menjilatinya secara memutar, lalu memasukkan benda itu ke dalam mulutnya.

“Omo..Jonghyun..aaahh..”

Key berteriak, antara nikmat dan kesakitan, karena Jonghyun mulai melakukan double service pada Key. Namja itu menggerakkan mulutnya maju-mundur bersama dengan ketiga jarinya yang mulai ia gerakkan in-out di hole Key yang sempit.

“Aah.. Jjong.. nnhhh..” Key melenguh nikmat, dadanya membusung dan tubuhnya menggeliat-geliat, kedua tangannya meremas-remas bantal di sekitarnya. Key terus meracau, bibir bawahnya ia gigiti sampai mengeluarkan darah, matanya terbelalak dan mulutnya terbuka saat ujung jari tangan Jonghyun berhasil menyentuh titik sensitif dalam holenya. Wajah Key nampak memerah dan semakin sayu, seluruh tubuhnya terasa panas terbakar gairah.

“There..Jjong..again..hit that spot aga—AAHHH!” Key memekik saat Jonghyun mengisap kuat-kuat juniornya dan ketiga jarinya menghantam prostatnya dengan kuat, sehingga di mata Key yang nampak hanya warna putih semua, sekujur tubuhnya bergetar seperti terkena setrum.

“Mmmhh..” Jonghyun ikut mendesah senang karena mendengar jeritan Key. Ia mempercepat gerakan maju-mundur mulutnya yang mengulum little kitty sambil sesekali mengisap ujungnya, ketiga jarinya bergerak semakin liar di dalam hole Key. Tubuh Key menggelinjang, namun sebelum ia sempat merasakan puncak kenikmatannya…

Plop!

Jonghyun mengeluarkan junior Key dari dalam mulutnya—benda tumpul itu nampak berdiri tegak dan basah karena terlumuri dengan ludah Jonghyun. Ketiga jari tangannya juga ia tarik keluar dari dalamhole Key.

“Uuughhh Jjooong kenapa dilepas?” rengek Key yang perasaannya campur aduk antara kesal, frustasi, dan menggantung gara-gara cairan kenikmatannya tidak jadi menyembur keluar.

“Kekeke~” Jonghyun terkekeh melihat ekspresi Key yang nampak kesal, “I want you to cum with me.”

“Nnhh..” Taemin terbangun dari tidurnya sambil mengucek-ucek matanya. Ia memandangi sekelilingnya yang nampak gelap, ia menoleh ke sebelah dan mendapati Minho yang tengah tertidur pulas. Ia tersenyum lalu mendekati wajah Minho dan mengecup pipinya kilat.

Taemin melihat jam di ruang tamu yang menunjukkan hampir pukul tiga pagi. Apa Key hyungnya sudah pulang? Taemin beranjak dari sofa yang ditempatinya menuju pintu dorm, ia menemukan sepatu Key tergeletak sembarangan di sana.

“Eoh? Key hyung sudah pulang?” gumam Taemin. Ia lalu memutar langkahnya menuju kamar Jonghyun dan Key.

“Akh..Jjong..eungh..”

Langkah kakinya terhenti ketika ia mendengar suara jeritan kecil dari kamar Jongkey. Ia berjalan mengendap-endap ke depan pintu kamar mereka, lalu menempelkan telinganya pada daun pintu.

“Nnnnhhh..aahh Jonghyunhh..”

“Jjong..aahhh..a-andwe..jangan sentuh yang it-ituu aahh..”

“Kamu baik-baik saja, Key?”

“N-neh..mmhh..”

“Aahhnnn Jjong, sakit aahh..”

“Tahan sebentar baby..”

Mata Taemin seperti mau melompat keluar dari rongganya, mulutnya menganga lebar mendengar suara-suara aneh yang tak seharusnya ia dengar itu.

Plek!

Tiba-tiba ada yang menyentuh pundak Taemin membuat sekujur tubuhnya membeku lalu merinding dari ujung kaki hingga ujung kepala. Hampir saja ia berteriak namun sebuah tangan lain buru-buru membekap mulutnya.

“Ssstttt..” Taemin melirik pada pemilik tangan itu yang ternyata adalah kekasihnya sendiri, “Kenapa kau ada di sini?” Minho melepas tangannya yang membekap mulut Taemin.

“O-oh..itu—,”

“Omo..Jonghyun..aaahh..”

Mereka berdua terdiam mendengar ‘suara aneh’ dari dalam kamar Jonghyun dan Key. Kedua mata kodok Minho membulat dua kali lipat dari ukuran yang sebenarnya. Ia menatap Taemin—yang wajahnya semerah udang rebus—dengan tatapan tak percaya.

“Aigo~ kau tidak boleh mendengar yang beginian,” bisik Minho sambil menutupi kedua telinga Taemin dengan telapak tangannya lalu menyeret namja mungil itu ke kamar mereka. Setidaknya mereka bisa tidur agak tenang di kamar mereka karena tak perlu lagi menunggu Key, yah walaupun mungkin—pasti—sedikit terganggu dengan suara-suara bising yang Jonghyun dan Key buat malam—pagi—ini.

“Mnnhh.. mmhh.. eunghh..” Key mendesah sambil menggigiti bibir bawahnya, kedua matanya terpejam, alisnya saling bertautan, wajah merahnya ia miringkan ke kiri. Sekujur tubuhnya menegang, tangan kirinya ia letakkan di samping kepalanya, meremas-remas ujung bantal, sedang tangan kanannya bergerak mengocok little kittynya untuk meredam rasa sakit di lubangnya yang tengah dimasuki junior Jonghyun yang berukuran besar.

“Ennhh.. Key.. jangan tegang begitu.. milikmu s-sempit sekali, aku tidak bisa—ahh—lanjut..” kata Jonghyun yang kesulitan memasukkan juniornya—baru separuh junior Jonghyun yang berhasil masuk ke dalam tubuh Key—karena Key menyempitkan holenya sebagai reaksi akibat menahan sakit.

“Just relax, honey. Breathe..” Jonghyun mengelus paha dalam Key yang mengangkang lebar dan terasa gemetar. Ia menunduk dan mengecup lutut Key dengan lembut, tangannya masih bergerak perlahan membelai paha dalam Key.

“Eunghh.. Jjong.. hhh..aahh..” Key mencoba bernapas, menghirup udara banyak-banyak dari hidungnya lalu membuangnya lewat mulut. Ketegangan di tubuhnya ia rasa mulai berkurang dan holenya berangsur-angsur mengendur membukakan jalan bagi junior Jonghyun agar melanjutkan perjalanannya.

Jonghyun juga menghirup napas dalam-dalam sebelum kembali menekan juniornya, memasukkan sisanya ke dalam hole Key yang sempit.

“Uuhgghh Jonghh..” Key merintih kesakitan merasakan milik Jonghyun kembali bergerak menjejali lubangnya yang terasa ngilu. Dada putihnya bergerak naik-turun mencoba mengatur napasnya yang tersengal.

“Aaaahhhh~” desah Jonghyun begitu berhasil membenamkan seluruh kejantanannya di dalam tubuh Key, “It’s fully inside, baby.”

“Aahh.. Jjong..” Key membuka kedua matanya yang nampak sayu, menunduk untuk melihat holenya menelan seluruh batang kemaluan Jonghyun yang besar hingga pangkalnya, tak ada jarak lagi yang memisahkan tubuh mereka, bahkan Key dapat merasakan twinballs Jonghyun menyentuh buttnya. Key memejamkan matanya lagi sambil merasakan junior Jonghyun yang berkedut-kedut di dalam holenya, memenuhi lubang sempitnya itu dengan kehangatan. Tubuhnya bergetar nikmat.

“It’s so warm inside, Jjong..your cock..so big..rasanya hangat aahh..” racau Key, wajahnya nampak memerah menahan nikmat.

“Kamu juga terasa hangat, Key..nnhh..” Jonghyun membungkukkan tubuhnya, menaruh kedua sikunya di sisi kiri-kanan kepala Key, sehingga kini wajahnya berada tepat di atas wajah Key yang warnanya menyerupai buah cherry.

Ia memainkan jari tangannya di rambut blonde Key sambil menunggu Key terbiasa dengan ukuran juniornya, menunduk dan mencium kening Key yang basah berpeluh. Lama ia mencium kening Key, seolah menyalurkan semua rasa cinta dan sayangnya yang begitu besar terhadap namja yang berada di bawah tubuhnya itu.

Key memejamkan matanya, menikmati ciuman Jonghyun di keningnya, tempat yang dicium Jonghyun itu terasa hangat, lama-kelamaan kehangatannya menjalar ke seluruh tubuh Key, membuat tubuhnya terasa hangat dan nyaman. Ia dapat merasakan cinta yang berusaha disampaikan Jonghyun melalui kecupannya itu. Ya, cinta Jonghyun tersebut telah sampai pada hati Key.

“Saranghae..” ujar Jonghyun selesai mencium kening Key, ia menatap namja itu yang secara perlahan membuka mata kucingnya sambil tersenyum manis. Tatapan mata mereka saling beradu untuk yang kesekian kalinya malam—pagi—itu.

“Na—ahh—nado..” balas Key.

Jonghyun tersenyum sebelum mencium bibir pink Key, ia kemudian menggerakkan juniornya yang berada di dalam hole Key dengan pelan. Mereka mendesah bersamaan saat milik mereka saling bergesekan di bawah sana. Jonghyun melepas ciumannya dan menjauhkan wajahnya dari Key agar ia dapat melihat ekspresi yang tak ternilai di wajah namja cantik itu. Mulutnya sedikit terbuka saat Jonghyun menarik keluar juniornya, lalu kedua alisnya saling bertautan saat Jonghyun kembali menghujamkan juniornya dengan keras ke dalam hole Key. Kedua mata Key terpejam rapat, bibir bawahnya ia gigiti dan terkadang lidahnya terjulur keluar menyapu bibirnya, wajahnya memerah dan basah karena keringat, sesekali ia meringis seperti orang yang sedang kesakitan, tetapi desahan nikmat yang meluncur dari balik bibir tipisnya mengatakan yang sebaliknya. Key sangat menikmatinya, menikmati milik Jonghyun yang bergerak di dalam tubuhnya. Dan Jonghyun pun sangat menikmati wajah Key saat meringis seperti itu, membuat jantungnya berdetak sangat cepat.

Ya, ekspresi Key yang paling disukai Jonghyun adalah saat namja cantik itu meringis nikmat ketika mereka tengah bercinta, bukan raut wajah cutenya saat berpose di depan kamera bersama Taemin, bukan raut wajah juteknya saat dia berpose untuk cover mini album Ring Ding Dong, bukan. Jonghyun sangat menyukai raut wajah Key ketika mereka tengah bercinta, terutama ketika Key meringis saat mencapai klimaks, saat itulah wajah Key nampak mengagumkan di mata Jonghyun, karena ekspresi wajah yang seperti itu hanya akan ditujukan untuk Jonghyun. Ya, karena hanya Jonghyunlah satu-satunya orang di dunia ini yang sangat beruntung karena ia dapat menikmati ekspresi Key ketika mencapai klimaks, dan Jonghyun sangat bangga dengan hal itu.

“Key..Bummie..you’re so beautiful..” tangan Jonghyun kembali bergerak membelai sisi wajah Key yang memerah dengan lembut, “and so cute..”

Key menelan ludahnya sebelum menimpali perkataan Jonghyun barusan. Pikirannya agak kacau karena Jonghyun mulai mempercepat gerakan in-out juniornya.

“Mau menghinaku ya? Berantakan s-seperti ini kau bilang—akhh—beautiful and cute?” Key tersenyum lemah sambil mengusap keringat yang mengalir di pelipisnya.

“Tapi di mataku kamu terlihat paling cantik waktu kamu terangsang..seperti sekarang..” balas Jonghyun sambil menyodokkan juniornya kuat-kuat ke dalam hole Key membuat tubuh ramping namja itu terangkat karena ujung junior Jonghyun menghantam prostatnya.

“Dasar—aaakkhh—pervert! Oh God! T-there.. there Jongie aahhh~”

Jonghyun mengangkat kedua kaki Key dan meletakkannya pada pundaknya, dengan posisi seperti itu juniornya mampu menembus hole Key semakin dalam. Ia menggenjot lubang kecil itu dengan cepat dan kuat, membuat pemiliknya meracau liar dan tubuhnya menggeliat tak karuan.

“Aaaahhh Jongie you make me crazy oohh aaahh nnnhhh..” tangan Key mencengkeram lengan kekar Jonghyun dengan kuat, ia takut akan terbang jika tidak berpegangan pada laki-laki itu.

Jonghyun menurunkan kaki Key dari pundaknya dan melingkarkan kedua kaki ramping itu di pinggangnya. Ia menarik kedua tangan Key dan melingkarkan tangan kurus itu ke lehernya, ia memeluk tubuh Key kemudian membawanya ke dalam posisi duduk.

“Nnnhhh.. Jjong..” Key menyembunyikan wajahnya di pundak lebar Jonghyun, kedua tangannya melingkar di leher Jonghyun, sementara Jonghyun menyenderkan dagunya di pundak Key, tangannya menangkup butt Key dan membantu mendorong tubuh Key merapat padanya agar sodokan juniornya bisa semakin dalam.

Tubuh Key tiba-tiba menegang dan holenya perlahan menyempit.

“Uughhh Jjong.. a-aku hampir keluar.. Jjongie hhh f-fasterrhh nnhh..”

Jonghyun mempercepat gerakan in-outnya, miliknya sendiri sudah membesar dan berkedut-kedut, siap untuk memuntahkan spermanya di dalam hole Key. Key mengangkat wajahnya dan mencium bibir Jonghyun dengan kasar dan ganas, saliva menetes dari sudut bibir mereka dan mengalir ke dagu mereka.

“Mmmnhhh..” Key meremas rambut Jonghyun saat merasakan tubuhnya semakin menegang. Jonghyun yang menyadari bahwa Key sesaat lagi mencapai puncaknya, segera melepas ciumannya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Key. Ia tidak mau melewatkan pemandangan paling indah dan erotis di dalam hidupnya.

“Eunngghhh.. Jjong.. aaahhhh..” tubuh Key menggelinjang dan berguncang hebat, lubangnya berkontraksi dan semakin menyempit menjepit junior besar Jonghyun. Key mendongakkan kepalanya , kedua matanya terpejam rapat, air mata merebak dan menetes di kedua sudut matanya, mengaliri pipinya yang merah padam, mulutnya terbuka membentuk huruf ‘O’ tanpa ada suara yang keluar, semua itu berlangsung secara bersamaan dengan junior Key yang menyemburkan cairan putihnya ke perut dan dada mereka.

Dan itulah batas pertahanan Jonghyun. Ia menggeram sambil memeluk tubuh Key erat-erat, juniornya ia benamkan dalam-dalam di lubang ketat Key, melepas cairan cintanya yang tak kalah banyak dengan milik Key.

“Uuugkkhhh Key aaaahhhh..”

“Jongie nnhhhh…”

Mereka saling berpelukan dengan erat menikmati sisa-sisa orgasme yang mengguyur seluruh tubuh mereka dengan kepuasan, menyatukan tubuh, pikiran, dan hati mereka. Peluh mereka saling membaur, napas mereka saling beradu, detak jantung mereka saling berpacu.

Key tersenyum lemah, karena kepuasan yang ia rasakan ketika bercinta dengan Jonghyun setelah mereka bertengkar rasanya berbeda dengan yang biasa mereka lakukan sebagai rutinitas setiap malam.

Rasanya manis..

Dan lembut penuh cinta.

Sentuhan Jonghyun pada tubuhnya terasa penuh dengan cinta—bukan biasanya tanpa cinta, hanya saja cinta Jonghyun lebih terasa kuat di saat-saat seperti itu. Ya, Key merasa sangat dicintai Jonghyun. Mereka juga sangat bergairah saat bergerak menyatukan tubuh mereka. Entahlah..ada sesuatu yang terasa berbeda setiap kali mereka melakukan ‘itu’ setelah mereka saling meminta maaf, setelah mereka menyadari betapa berharganya masing-masing diri mereka, betapa besarnya rasa cinta yang mereka miliki satu sama lain.

Karena cinta dan kepercayaan mereka kembali bersatu setelah terhempas oleh badai yang bernama kesalahpahaman, dan tumbuh semakin kuat ketika mereka menyatukannya dengan tubuh dan jiwa mereka.

“Jongie..” panggil Key dengan lembut, kedua matanya tak kuat menahan kantuk yang tiba-tiba menyerang sistem sarafnya.

“Hmm..?” balas Jonghyun dengan menempelkan bibirnya pada pelipis Key yang basah karena keringat.

“Don’t ever leave me..”

Jonghyun sejenak tertegun mendengar permintaan Key tersebut. Ia tersenyum kemudian mencium kening Key dengan penuh perasaan.

“Never..” Jonghyun membaringkan tubuh mereka di atas kasur, dengan Key yang berada di dalam dekapannya, ia menarik selimut dan menutupi tubuh telanjang mereka hingga dagu, “I’ll never ever leave you, Key..”

Key tersenyum mendengar balasan Jonghyun, ia membenamkan wajahnya yang berseri-seri di dada bidang Jonghyun, mencuri kehangatan dari tubuh pacarnya itu.

“Baguslah. Dengan begitu aku bisa mencintaimu seumur hidupku..”

9:00 AM

Cklek!

Minho membuka pintu kamar Jonghyun dan Key, ia tersenyum melihat dua orang hyungnya itu terlelap di atas kasur sambil berpelukan dengan wajah yang nampak sangat bahagia. Syukurlah mereka sudah berbaikan, dasar puppy dan kitty yang bodoh, gumam Minho dalam hatinya. Saat ia ingin menutup pintu kembali, pandangan matanya menangkap sebuah benda yang tergeletak di lantai dekat pintu.

“Eh? Seperti kamera Jonghyun?” Minho memungut benda yang ternyata kamera milik Jonghyun itu. Minho memencet-mencet tombol yang ada di kamera itu.

Klik. Klik. Klik.

Di layar kamera itu menampilkan sebuah video yang membuat mata kodok Minho beserta mulutnya berlomba-lomba memperbesar ukuran mereka.

“Oh.My.God!”

Saat rekaman video itu berakhir, salah satu sudut bibir Minho tertarik ke atas membentuk evil smirkyang membuat wajah aliennya itu nampak seram dan menakutkan.

“Kekeke..GOTCHA!”

To Be Continued…

Death Rose Kirarin


3 responses to “JONGKEY | Behind the Facts Special | Revenge and Reunite | NC

  1. OMMO … ( tutup mata dgn tangan ) ….. eh ga jadi deh rugi ….. abis seru nih wkwkwwk – otak YADONG – … ( apalagi ga di protec kik kik )
    SPEACHLESS… nih ga tau mau coment apa ???? otak msh error – pipi merah – jantung dag dig dug …. fuih ………….

  2. huff.. Bener2 HOT
    ampe aq keringetan..
    Wadduh.. Minho jngan liat sndiri d0nk rekaman.a, bagi2 napa?#plakkbugh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s