JONGKEY | Behind the Facts | Ready to Marry?! | We are in Jonghyun’s House


Title : Ready to Marry?!

Sub-title : We are in Jonghyun’s House

Author : Mak Erot IX JKK

Cast : As always Our Ayah Jjong and Bunda Key

Genre : Nyerempet Behind the Facts dan akhirnya malah jadi Behind the Facts (apaan sih lu?)

A/N : Kali ini ane persembahkan nih ff buat RienzMvp Loveblingbling yang req ff dari jauh-jauh hari buat ulang tahunnya.

Mianhe, eonn baru ane kelarin sekarang nih ff..huwaaaaa tp ane selalu kepikiran ko buat bikin cuma susah waktu aja (iya ane tau ane sok sibuk). Sekali lagi, maaf lama ya eonn n maaf kalau ffnya ga sesuai harapan T^T

Finally, hutang req ff ane tinggal 3 orang lagi ye? Buat yang udah ane janjiin dibikinin ff, tenang aja.. ane ga ngelupain ko hihihi

Oh ya, nih ff menyangkut fakta-fakta seperti biasa dan sekarang temanya “Apa yang JongKey lakukan di waktu kosong mereka saat ini?” wkwkwk

OK dah banyak bacot, langsut cekitdot aja~

also posted in : JongKey Kingdom Fanfictions


Dorm SHINee hari ini dan beberapa hari sebelumnya tidaklah sama dengan dorm SHINee pada hari-hari biasanya.

Tidak ada suara berisik Taemin dan Minho ketika mereka bermain Winning Eleven bersama di ruang tengah.

Tidak ada suara berisik Onew yang sibuk menelepon rumah makan siap saji untuk mengirimi mereka—atau lebih tepatnya hanya dirinya—ayam, tak peduli apakah itu ayam goreng, ayam bakar, ayam mentega, ayam balado, atau ayam tanpa tulang dan ayam-ayam lainnya.

Ya, Taemin sibuk dengan acara Immortal Song 2nya, meneruskan Jonghyun. Minho sibuk syuting Salamander Guru, sedangkan Onew sedang pulang ke rumahnya.

Sehingga, yang tersisa di dalam dorm itu sekarang adalah seorang pria bermata kucing yang sibuk memindahkan channel di TV secara acak sambil sesekali memeriksa handphonenya dan satu orang pria bermuka dinosaurus yang sedang tidur-tiduran sambil mengambil selca dengan narsisnya.

“Jjong..” panggil pria bermata kucing itu, pria yang mempunyai stage name bernama Key.

“Hm?” pria bermuka dinosaurus bernama Jonghyun yang dipanggil ‘Jjong’ itu hanya berdehem sambil tersenyum ke arah handphonenya. Dia melihat hasil selcanya, terkikik sendiri, lalu mulai melakukan selca lainnya dengan gaya-gaya aegyonya.

“Kau sedang apaaaaa? Aku bosaaaaan~” rengek Key, kembali memindahkan channel di TV, tangannya tidak berhenti karena dia tidak menemukan acara yang dapat membuatnya tertarik. Tangan lainnya ia gunakan untuk menopang dagunya di pinggiran sofa.

“Aku sedang selca hihi” Jonghyun kembali terkikik karena dia melihat hasil selca dirinya yang dia pikir dapat membuat para Shawol menjerit, “ayo kita selca juga, Key.. Daripada kau mati kebosanan” tawarnya lalu kembali mengambil beberapa foto dirinya dan terkikik lagi untuk yang kesekian kalinya.

“Aku sedang tidak mood, Jjong..” Key akhirnya mematikan TV karena dia tidak menemukan apapun disana. Dia menyenderkan kepalanya yang bertopang pada kedua tangannya ke belakang sofa sambil mendesah, “aku bisa benar-benar mati kebosanan kalau terus-terusan tidak punya jadwal seperti sekarang”

“Jangan berlebihan, Key.. Nikmatilah saat-saat kau bisa santai. Kapan lagi kau bisa bermalas-malasan seperti sekarang?” Key memandang Jonghyun yang tertidur di bawahnya dari sudut matanya dan Ia kembali mendesah. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa padahal di saat jadwal SHINee bertumpuk, dia selalu mengeluh tentang hari libur, waktu untuk istirahat, dan hal-hal lain semacam itu.

Untuk beberapa saat, dorm itu kembali sunyi. Hanya terdengar suara ‘ceklek’ dari kamera handphone Jonghyun serta suara kikikan Jonghyun yang setia menemani pendengaran.

“Jjongie~” Key memanggil panggilan sayang untuk Jonghyun sambil bersingsonging ria.

“Waeyo, Kibummie~?” Jonghyun membalas panggilan Key sambil bersingsonging juga, tetapi tatapannya masih terpaku pada layar handphonenya.

“Aku~ bo to the san~” katanya sambil me-rap pernyataannya.

“Lakukan sesuatu kalau kau bosaaaaan~” Jonghyun kali ini membalas dengan nyanyian dari suara merdunya, membuat Key mempoutingkan mulutnya.

“Temani aku melakukan sesuatuuuu~”

“Sebentar, sayang~ Sesudah aku mengedit dan mengupload foto-fotoku ini~” Jonghyun sibuk mengutak-atik handphonenya sampai keempat foto terbaik—menurutnya—yang tadi dia lakukan terupload dan tersebar di dunia maya.

Key sendiri sibuk memikirkan apa yang ingin dia lakukan sambil sesekali mendengungkan lagu In Your World-nya EXO.

“Nanti kau jadi berakting di Drama Musical ‘Catch Me if You Can’ bersama Kyuhyun Hyung kan?” tanya Jonghyun tiba-tiba. Key menganggukkan kepalanya, sedetik kemudian dia sadar kalau Jonghyun tidak mungkin melihat anggukannya itu karena sekarang Key sedang duduk di atas sofa belakangnya.

“Iya. Beberapa hari lagi jadwalku pasti padat dengan latihan-latihan untuk Drama Musical itu”

“Berarti kebosananmu tidak akan berlarut-larut, bersabarlah” nasihat Jonghyun, menilik dirinya sendiri masih tidak mempunyai jadwal yang pasti untuk ke depannya.

“Kau sih tidak mau ikut berpartisipasi dalam drama musical itu. Padahal suaramu kan bagus! Apalagi kalau sedang perform live, paling hanya aktingmu yang harus di asah lagi”

“Aku sudah pernah bilang kan, aku tidak suka berakting untuk Drama Musical” tegas Jonghyun, “tapi aku akan datang menonton pertunjukanmu, aku janji”

Janji yang Jonghyun ucapkan itu langsung membuat senyum Key mengembang seutuhnya.

“Satu lagi, kalau ada kissing scene atau bahkan lebih seperti apa yang ada di film aslinya, aku tidak tanggung-tanggung loh, pulang-pulang kau tak akan selamat, Frank” ancam Jonghyun sambil memanggil Key dengan nama tokoh yang akan diperankannya pada drama musical itu, membuat Key meniupkan poninya ke atas.

“Kau kira aku suka melakukannya? Adegan seperti itu pasti akan dimanipulasi oleh para staff. Kau menonton Three Muskeeternya Kyuhyun Hyung kan dulu?” Jonghyun mengangguk, pandangannya masih terpaku pada komentar-komentar para Shawol tentang foto yang baru saja di uploadnya, “kissing scenenya dimanipulasi kan saat itu? So, aku juga tidak akan melakukan kissing scene yang sesungguhnya”

Setelah itu, kesunyian kembali melanda mereka berdua.

Key kembali melayangkan pikiran-pikirannya. Mencari ide yang dapat menghilangkan kebosanannya. “Ah!” Key akhirnya mendapatkan sesuatu. Ia turun dari sofa lalu menduduki perut Jonghyun yang sedang terbaring dengan baju hitam tanpa lengan itu—pakaian yang selalu Key rekomendasikan untuk Jonghyun.

“Aw! Berat badanmu naik ya?” Jonghyun merintih mendapatkan beban pada perut berabsnya. Key hanya memutar kedua bola matanya lalu tersenyum, sudah tidak sabar untuk menceritakan rencana yang menurutnya sangat brilliant.

“Aku tahu apa yang harus kita lakukan supaya tidak bosan lagi!”

“Kita?”

“Iya, kita!” cerocos Key sambil menganggukan kepalanya lucu, “aku mau bertemu kedua orang tuaku. Ayo kita ke Daegu!”

“Daegu? Kau sedang tidak bercanda kan?”

Sekali lagi, Key mengangguk antusias, “Onew Hyung saja boleh pulang ke rumahnya. Kenapa aku tidak?”

“Tapi, bersamaku?” Jonghyun bertanya dengan polosnya.

“Iya, bodoh! Kau mau membiarkan pacarmu pergi ke Daegu sendirian tanpa pengawasan, hah? Bagaimana kalau aku diculik?” Key menselonjorkan badannya ke depan, mukanya bertumpu pada kedua tangannya yang terlipat di atas dada Jonghyun sehingga mukanya dengan muka Jonghyun berada dalam jarak yang sangat dekat.

“Uhm..” Jonghyun menggaruk pipinya yang tidak gatal.

“Oh, ayolah, Jjong..” bujuk Key kembali terduduk. Kedua tangannya memegang bagian atas dari lengan Jonghyun sambil menggoyang-goyangkannya, meminta persetujuan.

“Ok, Ok..” Jonghyun menyerah karena tubuhnya terus berguncang semakin hebat, “aku akan menemanimu ke Daegu”

Akhirnya, Key melepaskan genggamannya, ia menautkan kedua telapak tangannya sambil tersenyum sangat lebar, “Benarkah?” tanyanya meyakinkan.

“Iya..”

“Horeeeeeeeeeeee!” teriaknya sangat kencang. Tangannya menggapai-gapai di udara dan kedua kakinya bergerak-gerak antusias. Jonghyun yang ada di bawahnya hanya bisa pasrah karena berat badan Key di atas perutnya terasa semakin bertambah oleh gerakan-gerakan luar biasanya itu.

“…ta-tapi dengan satu syarat” sambung Jonghyun susah payah. Mendengar itu, Key pun menghentikan gerakannya.

“Syarat? Apa itu?”

Jonghyun menyeringai sekarang. Key—yang tahu ada hal tidak beres di dalam otak Jonghyun—bergidik pelan.

“Temani aku pulang ke rumahku dulu”

Key terdiam, dia memroses semua kata-kata Jonghyun sampai dia mengerti apa maksud dari titisan makhluk purba itu.

“MWOOOOOOOOO?”

Jonghyun menutup lubang telinganya dengan kedua kelingkingnya sampai dia merasa teriakan Key sudah tidak bergema dan dapat kembali didengar oleh telinga malangnya.

“Iya. Kita ke rumahku dulu. Aku mau mengambil beberapa barang, sesudah itu kita ke Daegu” jelas Jonghyun. Tapi, Key hanya bisa mengangakan mulutnya tidak percaya.

“Kita? Ke rumahmu? Yang di Seoul?” Keringat dingin mulai bermunculan dari kening Key, dia bertanya pada Jonghyun dengan mata yang—tidak terasa—dikedip-kedipkan.

“Iya”

“Bertemu dengan.. orang tua dan keluargamu?” Jonghyun kini memutar kedua bola matanya.

“Iya, sayang..” sahutnya gemas sambil mencubit pipi Key.

“Ta-tapi.. aku tidak siap” gugup serta jujur Key.

“Kau harus siap. Aku saja mau menemanimu ke Daegu. Disana juga aku akan bertemu dengan keluargamu kan?”

Key kembali mengucurkan keringat dinginnya, “A-aku takut, Jjongie..”

“Aish, kau kira keluargaku dinosaurus—baiklah, mungkin kami semua mirip dinosaurus, tapi kami tidak memakan manusia kok, sungguh” janji Jonghyun sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya di depan wajah Key.

Key mendadak merasa seluruh anggota tubuhnya melemas. Ia berdiri dari perut Jonghyun lalu terduduk di atas sofa yang sempat ia telantarkan tadi.

Jonghyun ikut terbangun sambil memposisikan dirinya, terduduk di samping Key.

“Hei!” Jonghyun menggenggam tangan Key yang tadinya menutupi wajah cantiknya, “kenapa kau jadi ketakutan seperti ini?”

Key menggeleng, “A-aku.. Kalau mereka mengetahui.. hubungan kita.. bagaimana?” tanyanya patah-patah, terdengar ragu.

Jonghyun mendesah lalu menyenderkan tubuhnya ke belakang sofa karena mendengar pertanyaan itu, “Mereka sudah tahu kok”

“Tuh kan, apalagi mereka sudah ta—eh, MEREKA SUDAH TAHU?!” kaget Key, tidak mempedulikan suaranya yang sudah membuat Jonghyun menutup kedua telinganya-yang-selalu-malang-itu. Key memasang wajah penuh tanda tanya sambil memandang ke arah Jonghyun. Mata kucingnya kini membulat sempurna.

“Iya. Aku tidak bisa berbohong pada mereka ketika mereka menanyakan kenapa aku selalu membicarakanmu di saat mereka menghubungiku”

“Lalu?”

“Ya sudah, mereka tahu deh jadinya” enteng Jonghyun sambil mengedikkan bahunya.

“Bukan, maksudku.. reaksi mereka.. uhm..” Key kesulitan untuk mendeskripsikan hal yang ingin diketahuinya.

“Apa mereka mendukung hubungan kita, begitu?” Key mengangguk sambil berterima kasih karena Jonghyun bisa meringankan bebannya untuk tidak menanyakan hal yang sebenarnya tidak bisa dilontarkannya.

“Menurutmu, reaksi mereka bagaimana?” Jonghyun hanya balik bertanya, membuat Key kembali keringat dingin dan jantungnya berdetak semakin tidak karuan.

Lebih baik Key memilih lari marathon 100 kilometer daripada mendengar hal ini, sungguh!

“Jonghyun, jangan membuatku gila!” Key mengguncang-guncang bahu Jonghyun. Siap-tidak siap ia ingin mendengarnya saat ini juga, lagipula semuanya sudah terlanjur.

“Aish..” Jonghyun mengacak-acak rambut Key, membuat namja itu kembali cemberut, “bagaimana aku bisa bertahan bersamamu selama 5 tahun ini kalau mereka semua tidak mendukung kita?” Key tercengang.

“Maksudmu?” tanyanya dengan tampang terkonyol yang pernah Jonghyun lihat.

“Iya, mereka mengetahui dan mereka mendukung hubungan kita, Yeobo..” klarifikasinya membuat hati Key seketika itu juga terasa lega. Rasanya tahu keluarga Jonghyun mendukung hubungan dirinya dengan Jonghyun tuh seperti ngebelah atmosfir berlapis-lapis, meluncur bareng paus akrobatis, menuju rasi bintang paling manis.

“Ah~ Aku belum pernah merasa selega ini seumur hidupku~” kata Key sambil menidurkan kepalanya ke belakang sofa, di atas lengan Jonghyun tersayangnya itu. Sementara itu, tangannya sibuk mengusap dadanya secara berulang-ulang.

“Daripada itu, sekarang giliranku yang bertanya..” ucap Jonghyun menggantung. Key memindahkan pandangannya pada Jonghyun.

“Uhm.. kalau keluargamu.. uhm..” Jonghyun merasakan apa yang Key rasakan beberapa detik lalu, lidahnya tiba-tiba kelu, tidak bisa menanyakan hal itu.

Key tersenyum lalu mengecup bibir Jonghyun sekilas, membuat Jonghyun terkejut karena ia merasa ada sengatan listrik yang diterimanya secara tiba-tiba, “Apa maksud dari kecupan itu?”

“Mereka menerimamu. Bahkan, mereka semua fans beratmu”

Jonghyun mengernyit antara percaya dan tidak percaya, “Sungguh?”

“Apa aku terlihat seperti orang yang sedang berbohong? Mereka sering menyuruhku membawamu ke rumah malah”

Sekarang, Jonghyun yang benar-benar merasa lega. Sampai-sampai ia merasa kalau ia rela saja ditabrak oleh mobil Xenia.

Eh, tidak jadi deh.. dia kan belum menepati janjinya untuk menikahi Key.

Oke, Jonghyun terkekeh sendiri dengan apa yang dipikirkannya itu.

“Ah~ Aku belum pernah merasa selega ini seumur hidupku~” ujarnya mengcopy-paste ucapan Key sambil memeluk tubuh dari orang yang akan selalu dicintainya itu.

Key tertawa kecil lalu membalas memeluk namja bermata puppy yang juga akan selalu dicintainya, selamanya.

“Jadi, kita pergi ke rumahmu dulu setelah itu ke rumahku?” tanya Key di sela-sela pelukan mereka. Jonghyun hanya mengangguk menanggapinya.

Hah..

Key menghela nafas berat.

Baiklah, kali ini dia sudah siap!

Key terpaku di dalam mobil.

“Kenapa? Ayo keluar!” ajak Jonghyun.

Saat ini mereka sudah berada di depan rumah Jonghyun. Mobil mereka sudah terparkir sejak beberapa menit yang lalu, tetapi Key enggan melangkahkan kakinya keluar, bahkan dia belum melepaskan sit beltnya.

“Jjong..” ragu Key sambil menggenggam tangan Jonghyun, “aku takut..”

Sebenarnya, dia sudah mempersiapkan mentalnya sejak kemarin mereka memperdebatkan hal tentang restu keluarga mereka.

Tapi..

Entahlah, begitu mereka sampai di depan rumah ini, rumah Keluarga Jonghyun, nyali Key tiba-tiba menjadi ciut.

“Oh, come on, Key.. Kemana sifat divamu itu?” Jonghyun beranjak keluar dari mobil lalu berjalan ke arah tempat duduk Key. Dia membuka pintu mobilnya yang ditanggapi Key dengan pandangan kosong.

“Aku benar-benar takut, Jjong.. Serius!” yakinnya sambil mencengkram sit belt kuat-kuat dengan kedua tangannya.

Jonghyun mendesah lalu memasukkan kepala dan setengah badannya ke dalam mobil. Dia melepaskan sit belt Key. Setelah itu, Ia beranjak sambil mengelus pipi tirus namja itu perlahan.

“Tidak ada yang perlu ditakutkan, ada aku bersamamu” ucapnya lembut, bibirnya perlahan mendekat kepada bibir Key sampai akhirnya kedua bibir itu bertemu. Jonghyun mencium Key dengan sangat hati-hati, dia pun mulai mengulum bibir Key cukup lama. Sampai ketika Key membalas ciumannya, tangan Jonghyun yang menggenggam bagian atas dari mobil itu semakin mengerat dan dia pun berinisiatif untuk menghentikan semuanya.

“Sudah cukup, nanti ada paparazzi yang merekam kita. Disini kan masih Seoul” katanya sambil terkekeh karena dia berhasil membuat wajah seorang Kim Kibum menjadi merah layaknya buah apel.

“Ayo, ratuku..” Jonghyun pun mengeluarkan keseluruhan badannya kembali, ia julurkan telapak tangannya kepada Key, menunggu Key untuk menyambutnya.

Key tidak punya pilihan lain, dia segera menyambut uluran tangan Jonghyun dan keluar dari mobil itu. Meninggalkan tempat yang sebenarnya membuatnya merasa aman.

Jonghyun tersenyum ketika Key akhirnya berdiri di sebelahnya, walau dengan muka yang sedikit ditekuk.

Setelah mengunci mobilnya, mereka berdua berjalan dengan tangan yang saling bertaut. Jonghyun dapat merasakan Key semakin mengeratkan tautan mereka ketika dia memencet bel rumahnya itu, rumah yang selama ini dirindukannya.

“Iya, sebentar..” mereka mendengar suara seorang perempuan berteriak dari dalam rumah, membuat Key melepaskan tautannya pada tangan Jonghyun, berganti dengan merangkul lengan Jonghyun kuat-kuat sambil berusaha menyembunyikan wajah berkeringat dinginnya di balik pundak Jonghyun.

Cklek

“Maaf menunggu lam—eh, Hyun-ah!” teriak perempuan muda di depan mereka ketika melihat sosok Jonghyun yang ada di depannya. Senyum lebar terkembang di wajah cantiknya, Ia bersiap memeluk Jonghyun sampai gerakannya terhenti ketika matanya menangkap tubuh seorang pria yang bersembunyi di belakang tubuh Jonghyun.

Ia menyembulkan kepalanya untuk melihat wajah Key dan tanpa ragu-ragu, Ia langsung menarik serta memeluk Key dalam dekapannya, “Kibum! Aih, sudah lama aku ingin bertemu denganmu!” katanya kesenangan. Key yang mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu hanya bisa diam di dalam dekapan si perempuan sambil melirik bingung ke arah Jonghyun. Jonghyun menanggapi tatapan Key dengan kedikan bahunya dan senyum penuh makna miliknya.

Setelah memeluk Key cukup lama, perempuan itu melepas pelukan mereka lalu menatap Key dari atas kepala hingga ujung kaki, “Wow, kau aslinya lebih.. fantastis! Jonghyun beruntung sekali memilikimu. Aih..” komentarnya membuat kedua pipi tirus Key bersemu merah.

“Hei, hei, noona! Kau tidak lihat apa Key kebingungan dengan sikapmu itu!”

“Ayo, Key! Masuk!” orang yang dipanggil ‘Noona’ oleh Jonghyun itu sama sekali tidak menggubris perkataan Jonghyun. Dia menarik Key—yang masih kebingungan—masuk ke dalam rumah mereka, meninggalkan Jonghyun di luar sana yang merasa seratus persen terlupakan keberadaannya.

“Aku Noona-nya laki-laki berkepala dino itu, namaku Kim Songdam” kata perempuan itu akhirnya memperkenalkan diri. Dia mendudukkan Key di atas sofa ruang tamu sementara dirinya sibuk melihat-lihat isi kulkas, tak jauh dari ruang tamu, “kau mau minum apa?” tanyanya kemudian.

“Uhm.. apa saja boleh..” Key tidak tahu harus menjawab apa dalam situasi seperti ini, bahkan dia bertaruh bahwa dia tidak akan bisa menjawab berapa hasil 4 x 3 sekarang.

Oke, hasilnya 4. Benar?

“Aih, noona! Kau seenaknya saja meninggalkanku di luar!” Jonghyun—yang akhirnya masuk ke dalam rumahnya—berjalan menuju ruang tamu lalu terduduk di sebelah Key. Key melirik wajah kekasihnya itu, ada sedikit—ada banyak kelegaan terpancar dari sorot matanya ketika Jonghyun akhirnya berada di sisinya kembali.

“Oh, maaf aku lupa padamu, Hyun-ah!” enteng Songdam sama sekali tidak merasa bersalah. Ia kembali ke ruang tamu dengan 2 gelas orange juice di tangannya.

Jonghyun bersiap mengambil salah satu dari gelas orange juice itu sampai tangan Songdam menghentikannya.

“Ah, aku juga lupa membuatkanmu orange juice, Hyun-ah! Ini orang juice untukku dan Key, kau buat sendiri saja sana! Masih hafal jalan ke dapur kan?” entahlah, Jonghyun tahu noonanya ini mempunyai suatu niatan yang tidak terasa baik, menilik dari seringaian perempuan itu yang—hampir—luput dari penglihatannya.

“Jinjja.. Kau juga mungkin sudah lupa bahwa kau mempunyai adik laki-laki super tampan sepertiku” desah Jonghyun tidak mempunyai pilihan lain. Dia berdiri dan berjalan ke arah dapur untuk membuatkan minumannya seorang diri.

Sementara itu, Key yang ditinggalkan berdua saja dengan Songdam merasa semakin canggung. Dia berulang kali memanggil sifat divanya di dalam hati, tetapi hasilnya nihil.

Ini adalah hari terburuk sepanjang hidupnya.

Songdam menyeruput orange juice di tangannya dengan seringaian yang tidak terlihat oleh Key. Key memainkan jemarinya, lalu dia memutuskan untuk ikut menyeruput orange juicenya, setidaknya supaya kecanggungannya bisa sedikit tertutupi.

“Jadi, hubungan kalian sudah memasuki tahun ke 5, kan? Kapan kalian menikah?” tanya Songdam tanpa basa-basi, membuat orange juice yang mengalir masuk ke tenggorokan Key terasa menyeruak. Key tersedak, tapi dia menahan diri untuk tidak menyemburkan orange juicenya keluar.

“Uhuk uhuk” Key memukul-mukul dadanya sendiri, keringat dinginnya kembali mengucur, “a-apa yang tadi kau tanyakan, Noona?” gugup Key, meminta Songdam kembali mengulangi pertanyaan yang sebenarnya terdengar sangat jelas oleh kedua telinganya.

“Kapan kalian menikah?” ulang Songdam sambil menyeruput kembali orang juicenya dengan sikap tersantai, sikap santai yang sangat mematikan bagi seluruh saraf di dalam tubuh Key lebih tepatnya.

“Um.. itu..” Key kebingungan sendiri menjawab pertanyaan calon kakak iparnya itu. Di saat dia sudah benar-benar terdesak, lagi-lagi Jonghyun datang menyelamatkan semuanya.

“Kalian sedang membicarakan apa? Dan kenapa wajahmu merah seperti itu, Key?” dia duduk di sebelah Key lalu menyeruput orange juice buatannya tanpa tahu apa-apa.

“Aku bertanya pada Key, kapan kalian menikah?”

Burrrrrrrrst~

Jonghyun, tanpa pengendalian diri, langsung menyemburkan orange juice yang diminumnya keluar, beberapa menetes ke lehernya dan beberapa menempel di meja ruang tamu, untung tidak sampai mengenai Songdam yang notabene terduduk dihadapannya.

“Aih, ini sikap yang kau tunjukkan di depan calon pendamping hidupmu?” Songdam mengambil kotak tissu yang ada di atas meja lalu melemparkannya dengan asal kepada Jonghyun.

Key—dengan cekatan—langsung mengambil kotak tissu itu dari pangkuan Jonghyun, disusutnya daerah sekitar mulut Jonghyun yang terkena orange juice itu dengan kasih sayang.

“Lihat, bahkan dia perhatian sekali padamu! Ah, eommaaaaaa! Aku mau menikaaaah!” teriak Songdam membuat Jonghyun dan Key tersipu. Jonghyun menangkap tangan Key yang sedang membersihkan dagunya lalu dia mengambil tissu yang Key gunakan dari tangannya. Ia sempat mouthing ‘Gomawo’ sebelum dia mengambil alih tugas Key, membersihkan orange juice yang masih bersarang di sekitar wajahnya seorang diri.

“Ngomong-ngomong soal Eomma, Eomma dan Appa kemana?” Jonghyun mengalihkan pembicaraan mereka agar Songdam tidak lagi menanyakan pertanyaan aneh kepada mereka.

Songdam pun mengangkat bahunya, “Tahu deh. Kalian ga bilang-bilang dulu sih mau kesini, jadinya mereka jalan-jalan kan”

“Berdua?”

“Yup!”

“Aish..” Jonghyun menyelonjorkan tubuhnya pada sofa. Sementara Key diam-diam bernafas lega karena dia tidak jadi berhadapan langsung dengan Tuan dan Nyonya Kim.

Masalahnya, cukup dengan Songdam saja jantungnya hampir melompat keluar. Apalagi kalau ada kedua orang tua Jonghyun. Key bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya bila hal itu benar-benar terjadi.

“Oh ya, Hyun-ah! Kau tidak mau menunjukkan studiomu pada Key?” pertanyaan Songdam lagi-lagi membuat Jonghyun terkejut, dia segera menegakkan tubuhnya dan dia tahu sekarang Key sedang menatap kebingungan ke arahnya.

“Studio?” tanya Key tidak mengerti.

“Iya, di rumah ini ada studio. Biasanya Jonghyun akan pulang dan menghabiskan waktu di dalam studio untuk menciptakan semua lagu SHINee yang sekarang menjadi ciptaannya itu” jawab Songdam lagi-lagi tidak merasa bersalah, “kau tahu kan pada lagu ‘Juliette’ ciptaannya itu berulang kali Jonghyun bilang kalau tipe idealnya adalah ‘fox’? Nah, kau akan mengerti apa maksud Jonghyun kalau kau masuk ke dalam sana”

“Noona..” Jonghyun merajuk, meminta Songdam untuk berhenti membongkar semua rahasianya.

“Aku ingin masuk ke sana, bolehkah?” tapi percuma, Key sudah tertarik dengan studio yang dibicarakan kedua kakak beradik itu. Dia menatap Jonghyun dengan tatapan yang tidak mungkin bisa ditolak oleh Jonghyun.

“Aish! Baiklah..” Jonghyun berdiri enggan diikuti oleh Key yang antusias, “awas kau, Noona!” ancamnya sebelum mereka berdua pergi meninggalkan Songdam yang hanya bisa melayangkan merong kepada Jonghyun.

Sekarang Key tahu kalau merong-an Jonghyun itu ternyata telah turun-temurun di antara keluarganya, sepertinya.

Key masuk ke dalam Studio yang berada di ruang bawah tanah dari rumah Jonghyun. Jonghyun yang sudah masuk mendahuluinya terlihat sedang terduduk pada salah satu kursi yang berada disana. Studio ini lumayan luas, benar-benar mirip dengan studio rekaman yang biasanya SHINee datangi jika mereka akan merekam album terbaru. Bahkan, alat dan suasananya pun terasa sama.

Jonghyun sibuk mengutak-atik gitar akustik yang berada di pangkuannya sambil menggumamkan lagu secara asal.

“Jadi, disini kau menciptakan semua lagumu?” tanya Key. Jonghyun hanya berdehem menanggapi pertanyaan itu. Dia tidak berani menatap mata kucing Key.

“Boleh aku masuk kesini?” Tuh kan! Jonghyun sudah tahu bahwa Key pasti ingin masuk kesana. Ke ruangan kedap suara yang biasa dia gunakan untuk merekam suaranya itu.

“Ehm..” Jonghyun menggaruk belakang kepalanya ragu, menilik jika di dalam sana..

Aish! Bagaimana dia menjelaskan semuanya pada Key?

“Ah, kelamaan! Aku masuk saja deh” Key melenggang enteng, entah sejak kapan sifat divanya kembali muncul.

“Jjong, dimana tombol lampunya, disini gelap—ah, aku menemukannya!”

Ctrek!

Key terpaku. Setelah lampu dinyalakan, Ia dapat melihat dengan jelas ruangan yang sedang dia masuki itu.

Ruangan yang dilapisi busa merah kedap suara di setiap sudutnya.

Tapi, bukan itu yang menarik perhatian Key.

Yang begitu menarik perhatian Key adalah foto-fotonya yang mendominasi di seluruh tembok ruangan itu. Wajah dirinya tertempel dan terpajang disana, dalam berbagai suasana.

Ada fotonya ketika tersenyum, tertawa terbahak-bahak, cemberut, menggerutu, marah, sedih, menangis..

Fotonya sedang terduduk, berdiri, berlari, tertidur, terlentang, tengkurap, bahkan fotonya ketika pradebut dan masih balita.

Foto-foto dan selcanya bersama Jonghyun pun tak luput terpajang di tembok-tembok itu.  Foto ketika pertama kali mereka bertemu, berteman, bersahabat, dan akhirnya menjadi sepasang kekasih.

Key tersenyum sendiri sambil memandang keseluruhan foto itu satu persatu, benar-benar tidak ingin melewatkan satu momenpun.

Ia juga terkekeh begitu membaca komen-komen yang ditulis tangan oleh Jonghyun pada foto-foto itu.  Sampai dia menyadari kalau beberapa komen disana bukanlah kata-kata yang asing lagi di telinganya. Dia pernah, bahkan sering mendengar kata-kata itu, tapi dimana?

Key mengernyitkan dahinya.

Sungguh.. ia benar-benar tidak merasa asing lagi dengan kata-kata itu.

Apa ingatannya yang sudah rusak?

Tapi, kata-kata.. seperti pada foto ini..

Foto yang diambil saat mereka tidak mempunyai jadwal. Mereka pergi ke taman bermain. Jonghyun sengaja menarik Key untuk menaiki Roller Coaster, dia tahu Key takut ketinggian dan dia ingin menjahilinya. Key berteriak sangat keras selama perjalanan, sampai dia sulit turun dari sana ketika roller coasternya sudah berhenti, mungkin masih terlalu shock.

Jonghyun semakin menjahili Key ketika dilihatnya air mata mengalir dari sudut mata Key.

Tapi, Jonghyun berhenti tertawa, dia tahu Key marah dan sepertinya Jonghyun memang sudah keterlaluan.

Untuk selanjutnya, Jonghyun terus meminta maaf selama mereka berada di taman bermain itu. Key—yang sebenarnya hanya membalas kejahilan Jonghyun dengan menjahilinya juga—langsung tertawa terbahak-bahak karena tak tahan melihat wajah bersalah Jonghyun, membuat Jonghyun mendengus kesal.

“Eeteuleun hayan misoro sesangeul naega da juldeusi“

(It seems like you’ll give me the whole world with your bright smile)

Itulah komen yang tertulis pada foto itu.

Key lalu melihat foto yang tertempel di sebelahnya.

Foto yang diambil pada waktu yang sama, ketika mereka berada di taman bermain.

Di dalam foto itu, Key tersenyum sangat lebar karena Jonghyun membelikannya sebuah gulali berwarna pink dengan ukuran jumbo.

Dan komen yang tertulis disana adalah..

“Mweodeun modu ssak itgae dwae”

(It makes me completely forget everything)

Key berusaha mengingat kata-kata dari dua komen itu karena dia benar-benar sering mendengarnya.

Tapi, dimana?

Dia pun memutuskan untuk melihat-lihat foto lain sambil berjalan menyamping, siapa tahu nanti dia akan ingat dimana dia sering mendengar kata-kata itu.

Drap.

Langkahnya terhenti karena dia menemukan komen lain pada foto lain, dengan kata-kata yang masih terdengar sangat familiar di telinganya.

Pada foto itu terpajang foto Key si rubah—para Shawol sering mengatakan kalau Key mirip dengan rubah, terlebih matanya—foto Key yang sebenarnya sedang tertidur itu memang benar-benar terlihat seperti rubah yang sedang tertidur meringkuk di atas kasur sambil memeluk gulingnya erat-erat.  Sungguh, Key terlihat seperti rubah pendiam yang penuh dengan kedamaian di kala itu.

Tapi, komen yang diberikan Jonghyun berbunyi..

“Andal nan naege jangnanchineun yeougata”

(But to me, you’re like a playful fox)

Tunggu..

Key ingat sekarang..

Dua komen sebelumnya..

Bukankah itu bagian dari lirik Up and Down?

Lalu, satu komen terakhir..

Bukankah itu bagian dari lirik Juliette?

Up and Down serta Juliette.. Key ingat betul kalau kedua lagu itu adalah lagu yang ditulis sendiri oleh Jonghyun.

Jangan bilang..

“Jjong..” panggil Key sambil membalikkan badannya agar bisa menatap Jonghyun seutuhnya, “lagu yang kamu bikin.. liriknya..”

Jonghyun yang berada di luar ruangan kedap suara itu hanya bisa tersenyum tipis sambil memainkan gitarnya, “Terinsipirasi olehmu” sambung Jonghyun. Biarpun mereka terpisah oleh kaca besar yang memisahkan ruangan kedap suara yang digunakan untuk merekam dengan ruangan yang berisi peralatan untuk merekam suara, Jonghyun dapat mendengar dengan jelas semua ucapan Key karena dia memakai headphonenya yang tersambung dengan ruangan kedap suara itu, headphone yang seharusnya digunakan untuk mendengar suara orang yang sedang merekam suaranya disana.

“Jadi..” Key pun dapat mendengar suara Jonghyun dengan jelas karena mike dari headphone yang sedang Jonghyun pakai tersambung ke seluruh speaker yang ada di ruangan kedap suara itu.

“Semua lagu yang aku ciptakan terinspirasi olehmu.. uhm..” Jonghyun tidak tahu lagi harus menjelaskan seperti apa kepada Key, “mungkin.. ani, bisa dibilang semua lagu yang aku ciptakan itu seluruh liriknya dibuat ketika aku mengingatmu. Inspirasi itu muncul ketika aku melihat foto-fotomu yang tertempel pada dinding-dinding di dalam sana, seperti yang dapat kau lihat. Sementara itu, studio yang biasa kita gunakan untuk merekam album tidak mempunyai foto-fotomu yang tertempel di dinding seperti studio ini. Makanya, aku akan pulang ke rumahku ketika aku ingin membuat suatu lagu karena disinilah satu-satunya tempat yang dapat mengingatkanku akan semua kenangan di antara kita, kenangan yang selalu kuabadikan dalam bentuk foto-foto sehingga dapat kulihat kapanpun aku mau”

Key terharu.

Memang, ini bukan kali pertama Jonghyun dapat membuat hatinya tersentuh. Tapi, tetap saja.. perlakuan Jonghyun terhadapnya selalu berhasil membuat perasaannya bercampur aduk.

Ia selalu merasa menjadi orang paling beruntung karena memiliki dan dicintai oleh Jonghyun setiap dia diperlakukan seperti ini.

“Sebenarnya.. seluruh lagu yang aku ciptakan itu kupersembahkan untukmu, Key..” aku Jonghyun malu-malu. Bicaranya menjadi cepat dan dia tidak mau bertatapan langsung dengan mata kucing Key, kebiasaannya ketika dia salah tingkah.

Key hanya tersenyum manis melihat kelakuan Jonghyun. Dia mendekati satu-satunya mikrofon yang berdiri disitu lalu dia memasang headphone di sekitar kepalanya.

Jonghyun masih tidak memandang ke arahnya, sehingga dia tidak melihat kalau Key sekarang sedang menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mulutnya di dekatkan pada mikrofon itu.

“I want nobody nobody but you..” nyanyian itu membuat Jonghyun akhirnya menatap kepada Key. Dan disanalah, Key berdiri. Kedua matanya tertutup, mulutnya menyanyikan lagu Wonder Girls dalam tempo yang lambat, nada yang lembut disertai dengan penghayatan yang benar-benar tersampaikan ke dalam hati Jonghyun.

“I want nobody nobody but you..”

Benar, ini adalah kali pertama Jonghyun mendengar nyanyian Solo Key dan dia tidak nge-rap. Dia benar-benar menyanyikan lagu itu dari lubuk hatinya. Ia ingin menyalurkan semua yang dirasakannya saat itu juga kepada orang yang selalu berhasil menggetarkan hatinya.

“How can I be with another? I don’t want any other” Jonghyun sekarang tersenyum, matanya tidak berpaling dari sosok Key di depannya. Sosok yang selalu membuatnya bangga, sosok yang selalu dan selalu berada di sisinya, kapanpun serta dalam situasi apapun.

“I want nobody nobody nobody nobody” Key semakin mengimprovisasi lagu itu dengan versinya sendiri. Bahkan, sekarang dia mengambil nada panjang pada kata ‘nobody’ keempat yang diucapkannya.  Tapi ternyata, nafas Key memang tidak sepanjang nafas Jonghyun. Karena dia agak memaksa nada panjang itu, suaranya sempat terdengar bergetar. Key pun segera membuka matanya, dia tahu dinosaurus di depannya akan tertawa karena insiden suara cracknya tadi.

Tapi, dugaannya salah. Jonghyun sama sekali tidak tertawa.

Jonghyun malah terlihat menikmati nyanyiannya, senyum terus terkembang di wajah tampannya, dan mata bulatnya memandang lurus ke dalam matanya.

Melihat pemandangan itu di depannya, Key menjadi yakin untuk menyelesaikan bait terakhir dari lagu yang sedang dinyanyikannya.

Dia tersenyum, sekali lagi menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya bernyanyi dengan suara yang mungkin masih kalah dengan suara Onew atau Jonghyun, tetapi penghayatannya, perasaannya pada Jonghyun yang tersalurkan dalam nyanyian itu sama sekali tidak bisa ditandingi.

“..but you..” Key menunjuk Jonghyun sambil mengedipkan matanya.

Untuk beberapa saat, mereka berdua terpaku dalam keadaan seperti itu sampai akhirnya Key membungkukkan badannya untuk memberi hormat.

Prok prok prok

Jonghyun pun segera bertepuk tangan dengan sangat keras sambil berdiri. Key tersipu mendapat sambutan dari kekasihnya itu dan dia hanya dapat menggaruk pipinya dengan canggung.

“Key-ssi.. hm.. apa kau itu seorang artis sebenarnya? Suaramu benar-benar luar biasa!” komentar Jonghyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

Key tahu kalau Jonghyun sedang bercanda dengan berpura-pura menjadi juri dalam ajang pencarian bakat. Itu berarti perannya sekarang adalah sebagai peserta audisi, benar? Baiklah, Key akan meladeni permainan Jonghyun saat ini juga.

“Ah.. Pujianmu terlalu berlebihan. Aku tidak bisa bernyanyi. Bahkan, nafasku tidak panjang. Di tengah-tengah lagu, suaraku pun bergetar. Benar-benar tidak ada yang bisa dibanggakan dari suaraku” jawab Key membuat Jonghyun menggeleng lagi, kali ini karena tidak setuju.

“Tidak. Suaramu mungkin bukan suara terbaik yang pernah kudengar” ujar Jonghyun membuat Key sedikit cemberut, “tapi, penghayatanmu benar-benar luar biasa! Seolah-olah kau benar-benar ingin menyampaikan hal yang ada di dalam nyanyian itu kepada seseorang”

Key tersenyum, “Tentu saja karena memang itulah yang sebenarnya aku lakukan tadi”

Jonghyun berpura-pura terkejut, matanya membulat dan tangannya menutup mulutnya yang terbuka, “Jinjjayo?”

Key pun terkekeh melihat kelakuan Jonghyun yang menurutnya kekanakan itu, “Iya, lagu itu untuk kekasihku”

“Kekasih? Kau sudah mempunyai kekasih?” tanya Jonghyun lagi, berpura-pura tidak mengetahui apapun.

“Iya, hubunganku dengan dia sudah memasuki tahun ke 5 sekarang”

“Mwo? Aih.. kau pasti benar-benar mencintainya..”

Key terkekeh lagi, tapi kali ini dia menjawab dengan sungguh-sungguh, “Sangat. Aku sangat mencintainya”

Terdapat ketulusan di dalam sorot mata Key ketika dia mengucapkan itu.

“Biarpun dia itu bodoh, bahkan mukanya pun mirip reptil..”

“MWOYA—eh, maksudku benarkah?” Jonghyun sempat terpancing karena Key mengatainya, tapi dia segera ingat kalau sekarang dia bukanlah ‘Jonghyun’ melainkan seorang pencari bakat yang sedang mengaudisi seorang namja bernama ‘Key’.

“Dia juga sering menghilangkan barang-barangnya, sering melupakan barangnya kalau bukan aku yang membawakannya, sering menjahiliku, sering memberiku kata-kata cheesynya, dan dia selalu memelukku—bahkan menciumku dimanapun dan kapanpun. Selain itu, kami juga mempunyai banyak perasamaan. Marga kami sama-sama ‘Kim’, kami sama-sama benci matematika, kami sama-sama menyukai Justin Bieber, kami sama-sama.. uhm.. kami sama-sama tampan..”

“Dan narsis” tambah Jonghyun.

“Benar, kami sama-sama tampan dan narsis” ralat Key.

Keduanya pun tertawa.

“Baiklah, Key-ssi..” kata Jonghyun setelah tawa mereka berhenti, “aku benar-benar menyayangkan, tapi kamu tidak lulus audisi”

“Eh? Tapi, kenapa?”

“Karena kamu sudah mempunyai kekasih dan aku tidak suka itu. Aku cemburu pada kekasihmu” gerutu Jonghyun dengan wajah cemberut.

“Aih.. tapi kan itu tidak ada hubungannya dengan audisi ini! Apa aku perlu memutuskan kekasihku itu agar aku lulus audisi?”

Jonghyun terlihat akan protes, tapi sekali lagi dia teringat dengan posisinya sekarang, “Kau berani melakukan hal itu? Bukankah tadi kau bilang kalau kau mencintai kekasihmu?”

“Memang, tapi seorang pencari bakat sepertimu pasti mempunyai uang yang lebih banyak darinya. Dia selalu membelikanku barang-barang yang kumau dengan kartu kredit dan isi dari dompet birunya itu sih.. tapi, tetap saja kau terlihat lebih menjamin. Lagipula wajahmu tampan, sama dengannya”

Jonghyun menekukkan mukanya mendengar penuturan Key, “Memangnya kalian tidak berencana untuk menikah? Umur hubungan kalian kan sudah terbilang cukup untuk membicarakan hal itu?”

Key mengedikkan bahunya, “Tidak. Dia tidak pernah menyinggung soal pernikahan padaku, kecuali kalau kita sedang bermain-main”

“Jinjja?” tanya Jonghyun dengan suara yang sedikit mengecil, “mungkin dia masih takut untuk berbicara serius padamu. Tapi, aku yakin, dia pasti punya rencana untuk menikahimu. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membicarakannya” kata Jonghyun, sebenarnya dia menyuarakan apa isi hatinya. Kalau sekarang dia mengatakan itu semua sebagai ‘Jonghyun’.. tidak. Dia tidak akan berani mengatakan itu semua kalau dia adalah ‘Jonghyun’.

“Kalau seperti itu..” Key mengangguk-anggukkan kepalanya, “bagaimana kalau kau membawaku kabur dan menikahiku diam-diam saja?” tawar Key membuat Jonghyun tertawa.

“Benarkah? Kau mau meninggalkan kekasihmu yang telah menjalin hubungan selama 5 tahun bersamamu dan menikah bersamaku, orang yang bahkan belum sehari berkenalan denganmu?”

“Tentu, apapun untukmu dan apapun untuk lulus dalam audisi ini hahaha”

Key tertawa sangat keras, “Lagipula, dia tak kunjung melamarku” sambung Key, masih dengan suara tawanya, tetapi Jonghyun dapat melihat sedikit sorot kesedihan di dalam mata Key.

“Melamar?? Seperti ‘Would you marry me?’, begitu?” pertanyaan Jonghyun dijawab Key dengan anggukan. Key pun tertawa lagi tanpa maksud yang jelas.

“Would you marry me?” perkataan Jonghyun yang tiba-tiba itu langsung membuat Key bungkam. Sebenarnya, Key tidak terlalu mendengar dengan jelas ucapan Jonghyun tersebut.

“Mwo?” tanyanya balik. Key akan tertawa kembali sebelum niatannya berhenti karena Jonghyun melepas headphonenya.

Key melihat dia beranjak dari tempatnya. Lalu, Jonghyun berjalan masuk ke dalam ruangan kedap suara sampai akhirnya tubuhnya berdiri berhadapan dengan Key.

Mata mereka saling bertatapan dengan intens. Deru nafas keduanya pun menerpa wajah masing-masing karena kedekatan mereka itu.

“Aku mengatakan ini.. ani, aku bertanya ini bukan sebagai seorang pencari bakat mesum yang menggoda peserta audisinya” Jonghyun tersenyum lembut lalu diraihnya kedua tangan Key sambil digenggamnya erat-erat, “aku mengatakan ini sebagai seorang Kim Jonghyun, kekasih dari Kim Kibum yang hubungannya telah memasuki tahun ke 5..”

Key mengernyit, tetapi tatapannya masih tetap terpaku pada Jonghyun.

“Kim Kibum, Would you marry me?”

Nafas Key langsung tercekat, matanya membulat, mulutnya hendak berkata sesuatu tetapi tidak bisa.

Saat ini Key sedang tidak salah dengar kan?

Saat ini dirinya tidak sedang bermimpi kan?

Saat ini Jonghyun benar-benar bertanya padanya kan?

Saat ini Jonghyun benar-benar berkata bahwa dia ingin menikahinya kan?

Benar kan?

Seseorang, tolong jawab pertanyaan Key!

“J-Jjong..”

To be continued…

Advertisements

3 responses to “JONGKEY | Behind the Facts | Ready to Marry?! | We are in Jonghyun’s House

  1. I like it…
    >,<

  2. ^_^ like it..

  3. like it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s