[JONGKEY] My Name is Key Part 14


prev story >>

“Satu lagi, jangan diteruskan di rumah atau dimanapun” tiba-tiba Jungsoo memunculkan mukanya dari balik pintu sambil memasang tampang sangar, “Dan ini berlaku buat kalian, Minho-Taemin juga Onew-Gwiboon” tekannya lalu benar-benar menghilang dari pandangan mereka semua.

Jonghyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana lalu berucap santai, “Memangnya apa yang mau diterusin? Kita kan belum cukup umur dan kita tahu batasan. Itu sih alesan Jungsoo aja.. padahal dirinya sendiri yang udah ‘kebelet’.”

Sontak semua yang tertinggal disana tertawa terbahak-bahak.

.

.

.

“HATCHIIIIM!” dan jauh dari sana, tepatnya dari arah toilet, terdengar suara bersin dari seorang Laki-laki yang –sebenarnya- sudah berumur cukup untuk menikah.

 

 

Jungsoo keluar dari kamar mandi dan segera membasuh wajahnya di wastafel.

“Kenapa belum pulang?” sahut sebuah suara tiba-tiba. Jungsoo sedikit terkejut, dia melirik dari arah kaca besar yang berada di depan wastafel dan menemukan orang itu disana, berdiri sambil menyender pada pintu masuk kamar mandi.

Jungsoo kembali membasuh wajahnya, tidak terlalu peduli dengan kehadiran orang itu.

“Tanyakan pada anakmu dan teman-temannya” jawab dia akhirnya, walau dengan nada yang terdengar malas.

“Lalu, kenapa kau mengurung diri di dalam kamar mandi selama kurang lebih..” orang itu melihat arloji bermerk yang ada di tangan kirinya, “setengah jam?”

Jungsoo menelan ludahnya. Orang ini sudah berada sejak tadi disini. Mungkin dia mendengar suaranya ketika asyik mengurusi ‘sesuatu’ karena –jujur saja- dirinya sempat terangsang.

“Tanyakan pada anakmu dan pacarnya”

Orang itu memutar kedua bola matanya, capek karena Jungsoo masih belum bisa membuka dirinya pada dia, “Kau tidak akan mendapat keadaan-seperti-itu kalau kita menikah, Teukie..Lagipula, umur kita sudah cukup. Umur hubungan kita pun sudah terlampau cukup. Apa lagi sih yang kau tunggu?”

“Hentikan itu, jangan memanggilku dengan sebutan itu di sekolah, Kim Youngwoon..” Jungsoo tidak membalikkan badannya untuk bertatap muka dengan orang itu, Sang Kepala Sekolah Kirin, Ayah dari Kim Jonghyun.

“Tidak ada siapapun disini, jadi, aku bebas memanggil nama pacarku-selama-3-tahun dengan panggilan yang kusuka”

“Tapi, kita tetap harus melihat segala resiko ke depannya, Kangin..”

“Lihat, kau juga memanggilku tidak dengan nama asliku kan?”

Jungsoo menarik nafasnya dalam-dalam. Dia merutuki dirinya sendiri di dalam hati karena kecerobohannya itu.

“Ya sudah, aku mau pulang.. aku capek” ucap Jungsoo dan langsung berjalan melewati Youngwoon, tapi tangan kekar sang kepala sekolah itu langsung menahan langkah Jungsoo dengan mencengkram lengannya agak kasar.

“Aku akan memberi tahu semuanya kepada Jonghyun..”

Key sibuk bercerita kepada Kyuhyun dan Sungmin di meja makan. Mereka telah selesai melaksanakan ritual makan malam bersama dan sekarang mereka asyik berbincang-bincang tentang kejadian apa saja yang mereka lakukan selama tidak bersama. Apakah itu kejadian di sekolah ataupun di kantor.

Ya, walaupun Kyuhyun dan Sungmin selalu disibukkan dengan kerjaan mereka yang menumpuk, mereka selalu menyempatkan pulang untuk sekedar makan malam bersama dan menghabiskan waktu malam bersama. Malah, terkadang mereka begadang bersama, hebatnya, hal itu tidak berpengaruh pada kinerja mereka keesokan harinya. Mungkin, karena telah menghabiskan waktu bersama keluarga, hangatnya rasa kekeluargaan selalu menemani mereka dan menghasilkan semangat yang tertanam pada diri mereka masing-masing.

“Jadi, 2 hari lagi kau akan memulai debutmu, Key?” tanya Sungmin antusias.

“Hu-um! Dan aku sudah sangat tidak sabar menanti hari itu!” Kyuhyun diam saja. Memang, dia dulu selalu menentang keinginan anaknya untuk menjadi seorang artis, tapi dia sudah berubah. Sebenarnya, Kyuhyun senang mendengar kabar bahwa anaknya akan debut, tetapi dia tidak tahu harus bagaimana cara mengungkapkannya. Terlalu sering dia memarahi Key karena hal ini dan itu membuat dirinya tidak enak, walaupun Key sudah bilang kalau dirinya telah melupakan semua masa lalu itu.

“Teman-temanmu yang lain juga pasti begitu, Key.. 2 hari lagi adalah hari yang penting untuk kalian semua” sahut Sungmin lagi.

“Pastinya.. kami semua berlatih lebih keras untuk persiapan itu selama beberapa minggu ini”

“Kalian pasti menunjukkan performance yang sangat baik nanti!”

“Bagaimana kabar Jonghyun?” kata Kyuhyun tiba-tiba memotong pembicaraan Key dan Sungmin. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana untuk masuk ke pembicaraan mereka berdua dan entahlah, pertanyaan itu langsung muncul di otaknya.

Key sedikit tersipu mendengar nama itu.

“Kabar apanya? Dia baik-baik saja” Key mulai menghindari kontak mata dengan keduanya, tahu kalau Kyuhyun dan Sungmin mulai merencanakan pertanyaan-pertanyaan lain di otak mereka untuk segera dilontarkan kepada dirinya.

“Tentu saja kabar hubungan kalian!” seru Kyuhyun dan Sungmin bersamaan. Benar saja, kedua orang tuanya ini sudah melupakan pembicaraan tadi, terlalu tertarik dengan topik pembicaraan sekarang.

“Yang itu juga baik-baik saja” Key yang salah tingakah segera meminum habis susu di gelasnya, menghilangkan kecanggungannya yang sebenarnya tetap terlihat di mata Kyuhyun maupun Sungmin.

“Aih.. yang udah baikan..cerita dong gimana bisa balik lagi?” Kyuhyun menyeringai andalannya. Membuat Key makin salah tingkah.

“Ya… gitu deh. Mau tahu aja” wajah Key makin bersemu merah ketika dia mengingat kejadian dimana dirinya dan Jonghyun bisa bersatu lagi. Tidak mungkin kan dia menceritakan hal memalukan itu?

“Pasti bau bau kiss gitu deh..” goda Sungmin seratus persen benar, ditanggapi oleh anggukan kepala Kyuhyun yang makin melebarkan seringaiannya.

“Apaan sih? Emang ada baunya? Suka aneh-aneh aja nih” Sungmin menaik-turunkan alisnya, tahu kalau tebakannya benar. Kyuhyun melirik Sungmin, mungkin bangga karena pendampingnya ini mulai tertular sifatnya yang berotak picik sekaligus licik. Ibarat sebuah paket, sifat Kyuhyun ini bisa dikatakan sebagai paket lengkap.

“Ah tahu ah! Aku mau tidur! Besok latihan pagi-pagi di Kirin, aku tidak mau terlambat” bentak Key kasar walau orang tuanya malah senyam-senyum penuh makna melihat kepergiannya ke lantai atas, menuju kamar pribadinya.

Blam.

Key sengaja membanting pintu kamarnya agak kencang, supaya dua orang di bawah bisa mendengarnya. Dia lalu naik ke atas kasur dan menenggelamkan kepalanya ke bantal pink kesayangannya.

Bukan, dia sama sekali tidak marah pada Kyuhyun ataupun Sungmin. Tapi, entahlah.. ketika mereka menyinggung soal Jonghyun, otaknya tiba-tiba sulit diajak berkompromi. Malu. Mungkin itulah kata yang tepat mewakili perasaan Key saat ini. Padahal, tidak ada yang pernah membuat dirinya menjadi seperti sekarang selama hidupnya.

“Jonghyun benar-benar menyebalkan” rutuk Key pelan, tidak tahu juga mengapa ia harus menyalahkan Jonghyun. Hanya saja, hatinya ingin merutuki orang itu saat ini juga.

Lagu Beautiful Targetnya B1A4 tiba-tiba mengalun indah dari telepon genggam yang berada di meja kecil sebelah tempat tidurnya. Ia tidak perlu melihat layar untuk tahu dari siapa itu, orang yang meneleponnya sekarang adalah orang yang juga memasang ringtone pribadi untuknya itu pada telepon genggamnya.

“Dasar, dinosaurus panjang umur!”

“Apaan?” terdengar suara dari seberang yang mengangkat telepon dengan ogah-ogahan.

“Aish.. ko suaranya gitu? Aku ganggu ya?” tanya Onew, bahkan tidak mendengar ucapan ‘Halo’ atau semacamnya dari orang yang saat ini sedang tersambung dengannya itu.

“Udah tahu ganggu, masih aja nanya” jawab suara di seberang masih terdengar jutek. Onew mengusap dadanya, berusaha sabar.

“Ya maaf.. mana aku tahu kamu lagi sibuk”

“Sekarang kan kamu udah tahu, makanya, tutup teleponnya!”

Onew sedikit menjauhkan gagang telepon yang berada di kamarnya dari telinga malangnya. Suara itu cukup melengking dan terdengar tajam untuk kesehatan gendang telinganya.

‘Perempuan ini ga ada manis-manisnya banget sih!’

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan” lanjut suara di seberang membuat Onew terbatuk-batuk tak beralasan karenanya.

“Ya sudah, aku mungkin punya beberapa detik untuk mendengarkan ucapanmu. Cepat katakan apa yang mau kau sampaikan” putus suara itu akhirnya. Onew sedikit kelabakan, ingin menanyakan berapa detik sebenarnya yang dia maksud, tapi pasti hal itu hanya akan membuat waktunya terpotong.

“Besok ke Lotte World yuk..”

“Tidak bisa, aku harus memberi makan Serafina” jawab orang itu cepat, membuat Onew cemberut mendengarnya. Bukan, bukan karena perempuan yang notabene pacarnya ini lebih memilih mengurusi peliharaannya itu daripada menghabiskan waktu bersamanya, tapi dia sebal, kenapa nama kucingnya harus sama dengan nama kucing kepunyaan Barbie di film Princess and the Pauper?

“Besoknya lagi? Ayolah.. setelah lusa aku tidak bisa kemana-mana, aku harus debut. Lagipula, Jungsoo juga Siwon memberi kami waktu kosong setelah latihan besok sampai hari debut tiba” pinta Onew dengan suara memelas.

“Tidak bisa juga, aku mau memberi makan peliharaanku yang lain”

“Kau kan tidak punya peliharaan lain selain Serafina, Gwiboon!” frustasi Onew semakin kesal.

“Tapi Key punya, aku mau memberi makan siput peliharaannya” Onew menggeretakkan gigi-giginya.

“Gwiboon..”

“Dan kurasa itu akan membutuhkan waktu yang banyak karena aku harus ke dokter hewan dulu, menanyakan apa makanan yang tepat untuk diberikan kepada siput”

“Gwiboon..”

“Dan setelah itu..” Gwiboon terdengar sedang memikirkan sesuatu. Kalau saja Onew melihat apa yang dilakukan Gwiboon, sebenarnya perempuan itu sedang berusaha mati-matian untuk menahan tawanya. Senang karena berhasil menjahili pacarnya itu, sampai suara Onew terdengar menyerah sambil terus-terusan mengontrol kesabarannya.

“Aku tidak punya waktu..” Lagi-lagi Onew terdengar menghela nafasnya, “ah! Aku lupa! Besok kan Serafina ada kencan dengan Mii-chan! Sepertinya besok aku kosong”

Onew yang kegirangan segera bertanya lagi, “Jinjjayo?”

Tidak dipedulikannya kalau nama Mii-chan itu sama dengan nama pacarnya Doraemon, terlebih kalau ternyata kelaminnya sama, berarti Mii-Chan itu betina dong? Dan Serafina juga betina! Bagaimana mereka bisa kencan? Tapi, sekali lagi, tidak dipedulikannya hal-hal tidak penting seperti itu.

“Iya.. aku bisa pergi sih kalau kamu belum mengubah rencanamu tadi untuk mengajakku ke Lott—.”

“Tentu tidak! Besok aku jemput jam 10 ya?” potong Onew kelewat antusias.

Gwiboon tersenyum mendengarnya. Onew memang terkadang berlaku seperti anak kecil, tapi itu membuatnya menjadi orang yang menyenangkan.

“Tidak bisa, jam segitu aku belum selesai luluran” jawab Gwiboon terdengar menyebalkan.

“Gwiboon.. jangan mulai lagi..” pinta Onew kembali frustasi. Gwiboon cekikikan dari arah seberang.

“Baiklah, jam 10. Terlambat 1 detik saja, aku akan menyuruh Serafina untuk membatalkan janjinya dengan Mii-chan supaya aku bisa memberinya makan seperti jadwal yang seharusnya”

“Oke. Tidak masalah. Sekarang,  tidurlah.. Perempuan harus cukup tidur supaya kulitnya tetap kencang” sok tahu Onew padahal memang tahu, kulitnya saja kenyal seperti tahu. Nah loh, bingung sendiri deh.

“Iya iya, dasar cerewet.. aku tutup teleponnya, bye..”

“Eh, tunggu dulu!” cegah Onew dengan teriakkan yang cukup kencang, takut Gwiboon benar-benar menutup teleponnya.

“Apalagi?” sahut Gwiboon malas sambil kembali mendekatkan gagang teleponnya pada telinganya.

“Mana ciuman selamat malamnya?”

“Kau mau mati ya?!”

“Tidak, aku mau sebuah ciuman hangat sebagai bunga tidurku untuk malam ini”

Gwiboon berdecak kesal, sementara Onew cekikikan senang.

“Aku tidak mau dan kau tidak bisa protes”

“Kalau begitu, aku yang akan menciummu”

“Coba saja kalau kau memang tidak sayang pada nyawamu!” ancaman Gwiboon sepertinya tidak di anggap oleh Onew. Atau memang tidak terdengar?

“Cup~♡ malam, jagi~”

“Ya! Kau!”

Tuuut—

“Aish..” Gwiboon menatap kesal gagang telepon tak bernyawa itu. Orang itu seenaknya saja memutus sambungan! Menyebalkan! Lihat saja besok!

Walaupun berkata seperti itu, Gwiboon akhirnya tersenyum juga. Dia memeluk boneka kelinci yang baru saja dia beli akhir-akhir ini.

“Malam, Dubu..” ujarnya kepada boneka kelinci itu lalu tertidur sambil memeluk Dubu dengan sangat erat.

Hup! Jonghyun melompati pagar pembatas balkon dengan tenangnya. Berbeda dengan Key yang berada di depannya, dia menatap dinosaurus itu dengan pandangan tidak percaya.

“Kau benar-benar kemari?” sahutnya merasa.. speechless.

“Ya, seperti yang tadi kukatakan di telepon” jawab Jonghyun santai sambil melenggang masuk ke kamar Key tanpa izin. Memang, sebelumnya Jonghyun menelepon, dia bilang akan berkunjung ke rumah Key, tentu saja Key tidak mengira kalau maksud Jonghyun adalah hari ini, saat ini, malam ini, detik ini! Hei, sekarang jam dua belas malam! Dimana ada tamu yang berkunjung pada jam seperti itu? Kecuali kalau Jonghyun itu  adalah makhluk halus sebenarnya.

Tidak hanya itu, Jonghyun sepertinya memang berencana untuk membuat Key kebingungan malam ini.

“Bagaimana bisa kau sampai disini?”

“Naik pohon” ucap Jonghyun enteng. Tentu saja, kamar Key itu ada di lantai 2 dan Jonghyun tidak muncul  lewat pintu kamarnya, dia datang dari arah balkon luar.

“Kenapa ga lewat pintu depan?”

“Supaya praktis”

“Kau tahu darimana aku ada di rumah ini?”

“Aku diberi tahu kepala pelayanmu, Sooman” Rumah Key yang sangat luas memang terdiri dari berbagai macam sub rumah-rumah, sehingga keberadaan Key sendiri sering tidak menetap. Untunglah Jonghyun sempat mengenal Sooman ketika dia berkunjung kemari dan merawat Key yang sedang sakit.

“Nanti kau dimarahi Kyuhyun dan Sungmin kalau mereka tahu kau masuk seenaknya”

“Eomma dan Appa tidak akan berlaku seperti itu padaku” Key membulatkan mata kucingnya mendengar perkataan Jonghyun.

“Apa? Sejak kapan kau memanggil mereka Eomma dan Appa?”

“Sejak mereka memintaku untuk memanggil mereka begitu. Kata mereka, aku calon menantunya? Yah.. mereka mengatakan berbagai hal sih.. Aku juga bingung” Key malu sendiri ketika Jonghyun mengatakan itu, dia berjanji untuk berperang urat dengan Kyuhyun dan Sungmin nanti.

“Lalu, siapa yang menyuruhmu masuk? Aku tidak mempersilahkanmu!” Key berjalan sambil menolak pinggangnya mendekati Jonghyun -yang dengan seenak jidat- tidur-tiduran di atas kasurnya.

“Tidak ada, toh.. ini nanti akan menjadi rumahku juga. Untuk apa aku meminta izin?” Key berusaha menahan emosinya, makhluk menyebalkan ini pasti akan semakin melunjak seiring berjalannya waktu.

“Terus, kamu mau apa kesini?”

“Nginep” sahut Jonghyun –lagi-lagi enteng- sambil menunjuk ransel besar yang dibawanya, mungkin berisi peralatan yang dia butuhkan untuk menginap di rumah ini.

Eh, tunggu dulu..

“Nginep?!” teriak Key berusaha meyakinkan pendengarannya.

“Hush.. jangan teriak-teriak, siputmu nanti bangun” Jonghyun menaruh telunjuk di depan mulutnya, sambil tetap tertidur di atas kasur Key.

“Kau gila?!” Key yang tidak terjebak oleh perkataannya lalu duduk di sebelah Jonghyun yang tertidur, “untuk apa menginap disini? Pulang! Aku tidak setuju! Besok kita harus latihan!”

Tapi, Jonghyun malah meringkukkan dirinya sambil memeluk guling Key. Berusaha tidak mendengar ocehan Key.

“Aku tahu telinga reptilmu itu pasti mendengar suaraku! Go. Home. Now.” perintah Key lagi dengan penekanan pada kata-kata akhir.

I don’t wanna~” Jonghyun bernyanyi kecil dari balik guling, wajahnya tertutup sempurna sehingga suaranya terdengar aneh karena tertekan oleh benda empuk itu.

Key segera menarik guling yang dipeluk Jonghyun secara kasar, “Kau punya rumahmu dan kamar tidurmu sendiri, Tuan-Muda-Anak-Kepala-Sekolah..”

“Tapi, bensin mobilku habis”

“Aku akan meminjamkan mobilku”

“Aku malas berkendara malam-malam”

“Aku akan menyuruh Sooman mengantarmu”

“Aku mengantuk!”

“Ya, tidur!!!”

“Baiklah, selamat malam..” Jonghyun menarik guling yang berada di tangan Key lalu meringkuk lagi.

Key menarik guling itu lagi dan lagi lalu melemparkannya ke ujung ruangan.

“Tidur-di-rumah,-kamar,-dan-kasurmu-sendiri” tekan Key pada setiap kata-katanya.

Jonghyun ikut terduduk, kesal juga karena acara tidurnya yang akan segera berlangsung harus terus terganggu.

“Kamu diam dan tidur aja deh, Key.. Eomma dan Appa juga sudah mengizinkanku menginap disini. Kok masih dipermasalahin aja sih?”

Key merutuki kedua orang tuanya di dalam hati.

“Kalian benar-benar bersekongkol! Fine! Kau boleh tidur disini, tapi tidak di kamarku! Masih banyak kamar lain di rumah ini atau rumah-rumah lainnya, cari yang mana saja, asal tidak disini!” Jonghyun menyimpan kedua tangannya yang tersambung ke belakang kepalanya lalu menidurkan dirinya lagi di atas kasur empuk itu.

I don’t wanna either~” sahutnya sambil bernyanyi menyebalkan.

Key menghela nafasnya, mengontrol emosinya, “Jjong.. please.. Aku mengantuk, aku ingin tidur.. jangan buat ini menjadi panj—.”

Kata-kata Key terputus karena Jonghyun tiba-tiba menarik lengannya lalu mendekap Key ke dalam pelukannya yang hangat.

“Ya sudah, tidur aja.. Jangan ngoceh melulu” suruh Jonghyun sambil mengelus-elus rambut Key. Key yang masih terkejut, sibuk meredam detakkan jantungnya yang bereaksi tidak tahu situasi.

Sebelum Key benar-benar terlarut karena sentuhan dan dada hangat Jonghyun, dia segera bangkit lalu duduk kembali.

“Jonghyun.. aku mau tidur, sendiri. Kau tahu? Alone. Mengerti kan?” Jonghyun menutup matanya, berpura-pura tidur. Setidaknya untuk Key, dia tahu Jonghyun tidak benar-benar tertidur. Sejak kapan makhluk purba ini tertidur dengan mata tertutup sempurna?

“Jonghyun, aku tahu kau belum tidur..” Key mengguncang-guncangkan tubuh Jonghyun, menyuruh cowok di depannya ini untuk terbangun, “coba deh pindah ke kamar lain supaya kamu bisa tidur dan aku juga bisa tidur”

Tapi, Jonghyun tetap meneruskan aktingnya.

“Jjong.. kenapa kamu jadi keras kepala gini sih?” Key juga terus mengguncang-guncangkan tubuh Jonghyun, tidak menyerah.

Lama kelamaan, mungkin Jonghyun kesal juga karena acara tidurnya lagi-lagi tidak berlangsung. Dia menarik lagi tangan Key dan memeluk Key, kali ini lebih erat.

“Mianhe, Key.. aku tahu ini pasti akan terdengar egois. Tapi, untuk 2 hari ke depan.. Biarkan aku tinggal disini dan tidur di kamarmu.  Aku mohon..” Key kebingungan mendengar perkataan Jonghyun, dia terus bertanya di sela-sela pelukan mereka. Diam-diam, sebenarnya Key menikmati sentuhan dari Jonghyun, tapi.. entahlah.. terasa ada yang berbeda.

“Jjong? Kau menangis?” Key merasakan bahu Jonghyun yang berguncang dan dadanya yang ikut naik turun, seperti menahan air matanya sehingga menimbulkan isakan-isakan kecil. Key mendorong tubuh Jonghyun, hendak melihat keadaan wajah orang itu. Jonghyun sepertinya tidak mengizinkan itu karena dia langsung menarik Key kembali ke pelukkannya sambil terus mengeratkannya.

“Aku tidak.. hh.. apa-apa.. hh.. jangan pikirkan aku..hh.. Tidurlah..” kata Jonghyun terpotong-potong oleh isakkannya.

“Apanya yang tidak apa-apa? Suaramu..”

“Aku.. hh.. tidak apa-apa. Kau tidak boleh melihat mukaku..”

“Jjong..” Key mulai khawatir dengan keadaan namjanya ini. Tidak biasanya Jonghyun bersikap seperti ini.

Dia masih mengira-ngira apa yang sebenarnya terjadi dari balik dekapan Jonghyun.

“Aku.. terlihat menyedihkan.. Kau tidak boleh melihatku..” Jonghyun mulai bisa mengontrol suaranya walau masih terdengar putus-putus. Sementara itu, Key dibuat makin bingung.

Dia mengerahkan seluruh tenaga yang dia punya dan akhirnya terlepas dari pelukan Jonghyun. Key makin merasa aneh, tentu saja Jonghyun tidak selemah ini sampai tenaganya bisa menang.

Ditatapnya segera wajah Jonghyun dan dia menemukan beberapa builr air yang tertinggal di wajah tampannya. Ekspresi Jonghyun kali ini benar-benar terlihat menyedihkan, seperti ada kesakitan teramat dalam yang sedang dirasakannya.

“Sudah kubilang, aku terlihat menyedihkan. Jangan tatap aku dengan tatapan mengasihani seperti itu..” Jonghyun menggerakkan tangannya, hendak menyusut builr-bulir air mata yang tertinggal. Tapi, Key segera menahan lengannya dan dikembalikkannya tangan Jonghyun ke posisi semula.

“Siapa yang mengasihanimu? Aku khawatir padamu!” Key menggantikan Jonghyun menyusut air mata dengan tangannya. Mengelus pelan wajah itu lalu memegang pipinya. Membuat pandangan Jonghyun terfokus pada matanya.

“Apa yang terjadi? Kau bisa menceritakannya padaku. Siapa tahu aku bisa membantu atau setidaknya bebanmu berkurang karena kau membaginya denganku” Jonghyun menggeleng lalu menjulurkan tangannya, hendak menarik Key lagi ke dalam pelukannya.

“Kita tidak akan tidur sampai kau menjelaskan semuanya!” tepis Key lalu berkata final dengan nada bicara yang tidak bisa diganggu gugat.

“Kalau begitu, aku tidur duluan” Jonghyun menyelimuti dirinya dan memejamkan matanya.

Key hanya terdiam memandang pacarnya itu.

1 detik..

2 detik..

.

.

.

15 detik..

.

.

1 menit..

.

.

5 menit.

“Kau benar-benar tidak akan tidur? Sampai kapan kau akan memandangi wajahku?”

“Dan aku tahu kalau kau tidak akan bisa tidur. Bagaimana bisa aku tidur?” Jonghyun menarik nafasnya, sepertinya siap untuk mengambil keputusan yang –menurutnya- sangat sulit setelah menimang-nimang cukup lama.

Dia bangkit dan ikut terduduk di samping Key yang telah terduduk terlebih dahulu.

“Aku tidak tahu harus memulainya dari mana”

“Mulailah dari awal, kalau kau bisa”

Jonghyun menerawang, “Awalnya aku tidak tahu.. Kata mereka.. sudah 3 tahun..”

“Mereka?”

“Mereka bilang mereka takut membicarakan kebenarannya padaku”

“Mereka?”

“Mereka terus backstreet di belakangku.. Aku dibohongi selama 3 tahun..”

“Mereka? Siapa mereka?”

Jonghyun lagi-lagi menarik nafasnya, tahu kalau hal yang paling tidak ingin dijawabnya ini pasti akan ditanyakan padanya juga, cepat atau lambat.

“Mereka.. si tua Bangka dan guru menyebalkan itu”

Key menautkan alisnya, “Ayahmu dan Jungsoo songsaenim?” tanyanya ragu.

Anggukan Jonghyun meyakinkan Key kalau tebakannya tepat.

“Tunggu. Jadi.. kalau begitu..”

“Ya..” potong Jonghyun, “mereka berpacaran, sudah 3 tahun”

Key menutup mulut dengan punggung tangannya. Tidak percaya kalau hal ini bisa di dengar oleh telinganya secara nyata.

“Tapi.. bagaimana bisa?”

“Aku aja yang anaknya ga tau.. Aku ga tau.. Makanya aku pergi dari rumah”

Key semakin membulatkan matanya, “Kau kabur dari rumah ke rumahku? Kau mau aku di penjara karena dituduh menculik seorang anak dari Kepala Sekolah ternama seantero Korea?”

Jonghyun menggeleng tentu-saja-tidak, “Aku hanya tidak tahu harus kemana. Kau tahu sendiri, teman yang bisa kupercayai hanya kalian dan sekarang, mereka berempat pasti terlalu sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Kau adalah pilihan terakhir, aku paling tidak ingin merepotkanmu, tapi aku seperti tidak diberi pilihan lain. Dan akhirnya terjebak disini, merepotkanmu..”

Jonghyun menatap mata Key halus, “Maaf..”

Key menggeleng, “Tidak apa-apa. Sekarang, bukan itu masalah pentingnya”

“Iya.. aku tahu kau akan bertanya apa..” Jonghyun memandang ruangan kamar Key secara seksama, berusaha memindahkan pandangannya.

“Aku hanya.. entahlah.. kau tahu rasanya dibohongi orang yang kau sayangi selama bertahun-tahun?” Jonghyun lalu menunjuk hatinya, “rasanya sakit sekali.. disini”

“Tapi, Jjong.. mereka pasti mempunyai  rencana tersendiri sehingga terus menyembunyikan kenyataan ini selama 3 tahun”

Jonghyun memeluk kedua lututnya lalu menundukkan kepala.

“Mungkin karena mereka tahu kalau aku tidak akan menerima siapapun jadi Eomma baruku. Hanya Eomma asliku yang sudah berada disanalah yang boleh dan berhak menjadi eommaku”

Key tersenyum, “Tapi kau memanggil orang tuaku dengan sebutan ‘Eomma’..”

Jonghyun menggeleng, “Kau tidak mengerti, Key.. ini dan itu adalah hal yang berbeda”

“Apanya yang beda? Mereka sama-sama  orang lain bagimu”

Jonghyun berkilat kesal, “Ini dan itu beda, Key!” teriaknya.

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Eomma kalau dia tahu Si tua Bangka itu mempunyai pacar lagi dan mungkin sudah berencana menikah”

Key memeluk lengan Jonghyun lalu tidur di bahunya.

“Dia pasti bahagia.. Melihat anaknya tumbuh dan dibesarkan dengan kasih sayang dari dua orang tua seperti kebanyakan orang adalah hal yang sangat berarti”

Jonghyun semakin kesal, di dorongnya tubuh Key agar menjauh darinya, “Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu, Key! Katanya kau mau membantuku, katanya kau khawatir padaku, tapi kau malah mendukung mereka! Aku benar-benar tidak mengerti!”

Key menatap mata Jonghyun yang tajam karena amarah, “Kau salah.. Aku tidak memihak siapapun. Aku berusaha untuk netral disini—.”

“Itu kan alasanmu! Kau tidak mengerti perasaanku!”

“Kau yang tidak mengerti perasaanku!” teriak Key yang akhirnya meledak juga. Nafasnya naik turun, benar-benar emosi. Marah, sedih, dan semua perasaan buruk itu bercampur menjadi satu.

“Kau tidak mengerti! Aku sudah kehilangan kedua orang tua kandungku sendiri! Aku tidak punya siapa-siapa yang mengurusku, membesarkanku, ataupun mendidikku!” teriak Key dengan nada tinggi, membuat Jonghyun terdiam, “kau tidak merasakan bagaimana rasanya tinggal di panti asuhan! Kau tidak mengerti bagaimana rasanya setiap hari menunggu dan terus menunggu sampai datang orang yang akan mengangkatmu menjadi anak, membuatmu memiliki orang tua baru. Kau tidak mengerti itu! Kau tahu kenapa?”

Jonghyun masih terdiam, dia tahu kalau Key sekarang benar-benar emosi. Bukan, bukan sepenuhnya berupa kemarahan.. dari raut wajahnya, dia seperti orang yang menyiratkan.. kekecewaan.

“Kau tahu kenapa?” ulang dan tanyanya sekali lagi, Jonghyun tetap terdiam.

“Karena kau masih memiliki satu orang tua kandung..” Key terdiam, “kau masih mempunyai ayahmu yang selalu menyanyangimu walau tidak menunjukkan hal itu dengan kata-katanya”

Mata Key mulai berkaca-kaca, Jonghyun langsung menarik Key ke pelukannya lagi, kali ini dengan posisi duduk.

“Maafkan aku.. aku terlalu emosi sampai tidak memikirkan perasaanmu.. Jangan menangis, aku benci pada diriku kalau kau mengeluarkan air matamu itu. Aku seperti namjachingu yang tidak baik untukmu walau kenyataannya memang iya”

Jonghyun dapat merasakan kalau Key menggeleng di dalam dekapannya, “Kau namjachingu yang baik. Aku senang bersamamu. Hanya saja.. kau harus mengerti ayahmu, dia juga membutuhkan seseorang. Sama seperti kau membutuhkanku dan aku membutuhkanmu”

Jonghyun memegang bahu Key untuk bertatapan dengannya, “Kurasa aku akan mencobanya.. Lagipula, Jungsoo bukan orang asing bagiku. Aku sedikit banyak tahu tentangnya”

Key tersenyum mendengar keputusan Jonghyun, “Kau bukan menentang hubungan mereka karena Jungsoo itu laki-laki kan?” tanyanya ragu-ragu.

Jonghyun mengernyit heran, “Apa yang kau bicarakan? Tentu saja tidak! Aku bukan orang yang tidak menyukai hubungan seperi itu. Lagipula, kita juga kan begitu..”

Jonghyun tahu, Key mulai berpikir macam-macam dan kehilangan akal jernihnya karena pembicaraan ini.

Dia segera meraih tengkuk Key dan menciumnya tepat di bibir.

“Jangan berpikiran yang aneh-aneh, aku mencintaimu”

Key tersenyum mendengarnya lalu membalas mengecup Jonghyun sekilas, tepat di bibir.

“Aigo.. Yeoboku ini sekarang sudah nakal ternyata..” senyum Jonghyun yang ditanggapi Key dengan cibiran kecil.

“Apaan sih? Aku ngantuk!” Key segera merebahkan tubuhnya di atas kasur, Jonghyun mengikuti gerakannya. Mereka tidur berhadapan.

“Oyasumi, My King..” jahil Key sambil terkekeh pelan.

Jonghyun mengecup dahi Key, kedua kelopak mata Key, kedua pipi Key, seluruh wajahnya sampai akhirnya dia mencium bibir Key cukup lama. Key memejamkan matanya, menikmati semua perlakuan Jonghyun.

“Oyasumi, My Queen..”

“Jadi, kapan kita menjelaskan semua hal ini pada Appa?” tanya Taemin. Sekarang memang sudah tengah malam, tetapi dirinya masih berada di luar bersama Minho. Di tempat persembunyian keempat sahabat itu.

“Aku tidak tahu. Kita belum menemukan bukti, tapi..” Minho mengarahkan tatapannya pada Taemin, “kau benar-benar percaya pada cerita Eommaku?”

Taemin tersenyum lalu mengangguk, “Tentu, tidak ada alasan untuk tidak mempercayainya. Aku memang merasakan hubungan yang kuat dengannya dan hei.. dia Eommaku juga!”

Minho ikut tersenyum, “Eommamu lebih tepatnya..”

Taemin merasa tidak enak mendengar hal itu, “Tenanglah, Hyung.. kita akan segera menemukan orang tuamu. Lagipula, orang tuaku adalah orang tuamu juga, cepat atau lambat” ucapnya malu-malu. Minho cengengesan melihatnya.

“Sayang sekali.. berarti aku tidak bisa datang ke rumahmu dan berlatih seperti biasa?”

“Aku bisa mengajarimu. Kita bisa bertemu disini tanpa ketahuan Appa”

Minho manggu-manggut setuju.

Dari kejauhan, mereka berdua tidak merasakan adanya dua pasang mata yang terus mengawasi mereka.

“Semua siap?” tanya salah satu dari keduanya. Yang ditanya hanya mengacungkan jempolnya.

Dalam hitungan ketiga, tiba-tiba saja asap aneh mengerumuni ruangan dimana Minho dan Taemin berada.

Mereka segera berdiri, panik. Ruangan itu memang kurang ventilasi. Ditambah dengan asap-asap tebal itu, penglihatan mereka pun terganggu.

Minho berteriak memanggil Taemin yang terpisah darinya karena kepulan asap. Dia bisa mendengar kalau Taemin terbatuk-batuk.

Sebelum akhirnya mencapai tempat Taemin berada, Minho ambruk di tempat. Dia tidak kuat menahan semua asap yang masuk ke paru-parunya itu.

Setelah yakin kedua orang di dalam ruangan tak sadarkan diri, dua orang tadi langsung masuk dan menghampiri mereka.

“Sudah lama tidak berjumpa..” racau mereka sambil melihat tubuh Minho yang ternyata ambruk tepat di sebelah tubuh Taemin, tangan mereka saling menimpa, berpegangan dengan lemah.

To be continued..

Advertisements

18 responses to “[JONGKEY] My Name is Key Part 14

  1. Ayo lanjutiiiiiiiiinnnnnnnn……………
    apa yg datang itu EunHae????????????
    Waaaaaaaaah…….Q mgharap khdiran mereka………..^^
    tpi Q blm bc yg part 13…cz gag bsa dbuka thor…emg PW nya beda y???

  2. Show New,high work terms half outside flat will anybody burn propose everything talk office yesterday client adopt person sexual play or understand heavy fully star account prove announce policy chairman prisoner apparently directly quickly cover course opposition scene alone instrument output ground science success artist ask enter immediate simply nature joint so though association rapidly shoulder whatever outcome open charge job heart face employment variation by origin kill lose imply apart market hate right onto post beneath smile tend mile use daughter once any daughter expense publish employer

  3. Annyeong… Mian baru bkunjung lg dimari*Udah mulai sbuk kul si/curcol*…

    Itu KyuMin udah ngsh lmpu ijo ama JongKey trnyata…
    Trharu ni pas Key nyinggung2 tntng ms lalunya.
    Eheh.. Koq tumben ya si dino kgk pervert????? *Muehehe/kyk ada yg krang azah gtu*…
    Trus itu si gwiboon lagi, pke sok jual mhl ama bang jinki. Pdhl dia ude kpincut itu..

    Next chap yaw..

  4. thor…pasword yg chap 15 donk…

  5. Itu siapa yang ngasih asep?

    Author…. minta password buat part 15 dong.

  6. Author, minta pw yang part 15 dong^^

  7. Minta pw part 15. Kirim ke mita.jdb.lover@gmail.com

  8. Author, minta pass yang part 15 dong. Kirimnya ke fadhila.nida@gmail.com ya thor 😀

  9. Uwaaah aku kira jonghyun kenapa ke rumah key, tau nya masalah keluarga haha xD
    Keeeeyyy, itu malu malu apa mau tuuuhh?? xD Tidur sama jjong HAHAHAHA xD
    hueee itu kenapa taemin sama minho nyaaa?? jangan jangan mereka diculik. eh atau jangan jangan itu yang dateng eunhae yaa?? o.o

  10. LoveSUPERSHINEE

    Gimana cara buka part 13,15,dan 16???plisssss banget pinginn bacaaaaa

  11. aku penasaraan.. ia aku minta PW yang part 13,15,16, 17,yayaya? kirim ke aisyahalhumaira13@yahoo.co.id aku pingin banget baca

  12. mianhe aku bru comment disini (it jg klo msk) ak mnta pw smua part crita ini yg diprotect dong boleh ya? mention ke @imLMH mksh ya thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s