[JONGKEY] Behind the FACTS. Again?


Karena banyak yang minta *kaya yang iya aja* Aku buat versi lain dari Behind the FACTS XDD

seperti sebelumnya, ff ini berisi fakta-fakta dan mungkin hal dibalik fakta-fakta tersebut haha

yang ini beneran warning..

GAJE SUMPAH! aku juga mau muntah bacanya.

Jadi, kalo ada yg lg males (?) muntah, mending jangan baca deh XDD

 

Dear diary..

I hate Dinosaurs..

Kali terakhir aku bertemu dengannya adalah saat Incheon Korean Wave, 13 Agustus silam. Aku ingat, waktu dibackstage dia sempat menyapaku.

“Hai, Kibum!” sapanya sok akrab sambil menyunggingkan senyuman yang membuatnya terpilih menjadi ‘Artis yang paling diinginkan untuk menjadi suami’itu.

“Hai, Hyung!” aku yang tadinya sedang menguatkan sepatu yang akan kugunakan di atas panggung langsung menolehkan kepalaku dan menjawab sapaannya.

“Bagaimana kabar keluargamu di Busan?” Astaga! Kenapa dia tidak ingat-ingat sih? Terakhir dia mengatakan keluargaku berasal dari Busan itu kan 2 tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih salah?! Padahal aku sudah mengkoreksinya!

“Daegu, Donghae Hyung..” ralatku dengan suara yang dibuat sehalus mungkin.

Dia menepuk pelan dahinya lalu tersenyum menyesal.

“Hehe.. salah lagi ya? Mian..” Yah, padahal aku ingat betul kalau dia berasal dari Mokpo, tapi dia sulit mengingatku. Apa boleh buat, kami memang tidak dekat.

“Gwaenchana, Hyung.. Sudah sampai daritadi?”

Donghae Hyung menggelengkan kepalanya, “Ani, baru sampai. Super Junior gilirannya masih lama. Oh ya, ngomong-ngomong.. dimana My Love?”

My Love?” tanyaku bingung.

“Jonghyun maksudku. Aku belum menyapanya hari ini” Jonghyun? My love? Apa-apaan ini? Sejak kapan mereka mempunyai panggilan seperti itu?!

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya, Si ‘My Love’ tiba-tiba keluar dari ruang rias dan menghampiri kami.

“Hai, Hae!” sapanya.

“Oh, kau baru selesai di make up ya? Aku mencarimu, My Love..” Jonghyun dan Donghae Hyung saling berpelukan di depanku. Setelah melepaskan pelukan mereka, Jonghyun menatap Donghae Hyung dengan tajam.

“Panggilan macam apa itu?” Jonghyun lalu menoleh ke arahku sambil tertawa-tawa, “Jangan dengarkan dia, Key.. Orang ini memang playboy!”

“Ya! Enak saja! Aku ini tipe setia tahu!” protes Donghae Hyung.

“Itu memang kenyataan. Haruskah aku membuat twitter lalu bergabung dengan Heechul Hyung dan Siwon Hyung untuk mengataimu playboy? Mereka mempunyai rencana untuk membongkar kedokmu di dunia maya”

Aku merasa keluar dari obrolan mereka jadi kuputuskan untuk masuk ke ruang rias, karena sekarang memang giliranku untuk di dandani.

“Hari ini kau terlihat kurang bersemangat” ucap salah satu Noona stylist SHINee.

“Ah, tidak. Aku hanya kurang tidur” kataku beralasan.Noona itu hanya mengangguk mengerti lalu mulai menata rambutblondeku.

Aku teringat lagi percakapan tadi. Kuakui, aku tidak begitu dekat dengan Donghae Hyung. Hanya di acara tertentu saja yang membuatku bisa mengobrol dengannya. Dua tahun yang lalu, kami juga bertemu karena suatu acara bernamaFlower Boys Generation. Tidak hanya kami berdua, waktu itu juga ada Sungmin Hyung, Onew Hyung, dan Jonghyun.

Di acara itulah dia salah menyebut tempat asalku, yang harusnya Daegu menjadi Busan. Malah, dia sempat memanggilku ‘Onew’. Sementara itu, ketika waktunya memberikan kesan tentang Jonghyun, dia benar-benar lancar dan seolah-olah tahu luar dalam dari diri Jonghyun.

Jonghyun juga seperti mengenal Donghae secara keseluruhan. Terbukti, ketika Myeongsu Hyung dan Hyungdon Hyung menyuruh kami menunjukan ke’cinta’an kami kepada Donghae Hyung, suara Jonghyun sempat bergetar ketika memanggil ‘Donghae Hyung’. Menyadari hal itu, Jonghyun merubah katanya lalu sekali lagi memanggil Donghae Hyung dengan sebutan ‘Hae’. Mungkin itu memang panggilan yang dia sebut untuk Donghae Hyung dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, dengan panggilan ‘Hae’, suaranya tambah bergetar sehingga gilirannya dilewat begitu saja tanpa mengatakan hal lain yang lebih berarti.

Sesudah Jonghyun adalah giliranku. Aku lancar mengatakan semuanya. Tentu saja, karena aku mengatakannya sambil melihat ke arah kamera. Entahlah, aku merasa tidak mau melihat ke dalam mata ikan itu. Mungkin aku takut terjebak seperti Jonghyun? Tidak, bukan itu.

Onew Hyung juga sukses menunjukkan ‘cinta’nya kepada Donghae Hyung dengan rayuan untuk menonton matahari tenggelam bersama-sama, tanpa menatap mata Donghae Hyung secara langsung tentu saja. Hal itu membuat Jonghyun –yang notabene malah satu-satunya orang yang berani bertatap mata langsung dengan Donghae Hyung- depresi sampai Myeongsu Hyung memberikannya kesempatan sekali lagi. Senyum Jonghyun langsung mengembang, sayang..Yang dimaksud Myeongsu Hyung ‘kesempatan kedua’ adalah menunjukkan ke’cinta’an Jonghyun kepada Sungmin Hyung, bukan Donghae Hyung. Waktu itu, hubungan Jonghyun dengan Sungmin Hyung tidak sedekat sekarang sehingga dia tidak mampu mengatakan apa-apa.

“Nah, sudah selesai, Key..” sahut Stylist Noona. Aku terhenyak dari pikiranku dan segera keluar dari sana setelah mengucapkan terima kasih.

Hal yang pertama kulihat setelah sampai di luar adalah Jonghyun. Dia duduk sambil memainkan telepon genggamnya. Kulirik keadaan sekitar dan tak kudapati sosok Donghae Hyung, mungkin mereka sudah selesai ‘melepas rindu’. Ku putuskan untuk berjalan mendekati Jonghyun dan duduk di sampingnya.

“Oh, Key! Sudah selesai?” tanyanya setelah menyadari kehadiranku.

“Hu-um” aku menganggukkan kepalaku sambil mencuri pandang ke layar telepon genggamnya, “Kau sedang apa?”

“Biasa, Donghae Hyung sepertinya memang tidak berbakat memegang barang elektronik. Waktu itu aku sempat menertawai Ryeowook Hyung dan Kyuhyun Hyung karena Komputer dan PSP mereka rusak setelah dimainkan oleh Donghae Hyung. Mungkin sekarang aku kena karma?” sahutnya sambil menunjukkan layar telepon genggamnya yang mati total ke hadapanku, “Untung, satu dari dua I-Pod yang diberikan ELF kepada Donghae Hyung sempat dia berikan kepada Minho, kalau tidak, mungkin I-Pod yang sekarang menjadi milik Minho itu pun akan mengalami nasib yang sama” ejek Jonghyun sambil menatap telepon genggamnya lagi, dia guncang-guncangkan tetapi tetap tidak hidup.

“Kau tidak marah?” tanyaku penasaran. Jonghyun menghentikan aktifitasnya lalu memfokuskan pandangannya kepadaku.

“Huh? Sepertinya aku memang harus meminta pertanggung jawabannya lain kali” jawabnya enteng, jawaban yang membuatku sedikit kesal. Kenapa dia tidak bisa marah pada Donghae Hyung?

Aku terdiam beberapa saat dan mungkin dia menyadarinya sehingga dia menatapku lagi.

“Aigo, jangan bilang—.”

“Wae?” tanyaku sinis.

Jonghyun menghela nafas, memasukkan telepon genggam ke saku celananya lalu menggeser posisi duduknya hingga tepat berhadapan denganku.

“Kau cemburu..” tatapnya tidak percaya, “..lagi?”

Memang ada yang salah kalau aku cemburu padanya? Dia tidak sadar apa posisinya di mataku? Dia juga sering cemburu! Contohnya saja, Waktu aku berteriak menyemangati Kara di suatu acara penghargaan, dia menepuk tanganku, menyuruhku berhenti berteriak seperti fanboy.

“Siapa yang tidak cemburu kalau pacarnya dipanggil ‘My Love’ oleh orang lain?”

“Itu memang kebiasaan dia. Dia memanggilku dan Eunhyuk Hyung begitu”

Jawabannya malah membuatku semakin menahan nafas, “Jadi, posisimu dan Eunhyuk Hyung itu sama di mata dia?!”

Siapa yang tidak kenal Eunhae CoupleCouple paling terkenal karena fan servicenya di Super Junior, sama seperti Jongkey kalau di SHINee. Sebenarnya, baik Eunhae ataupun Jongkey bukanlah fan service biasa. Kami memang Coupledi kehidupan nyata. Dan sekarang, Donghae, memanggil orang lain dengan panggilan yang sama dengan dia memanggil ‘couple’nya?

“Ani.. bukan seperti itu” sanggahnya cepat, “Donghae Hyung lebih sering memanggil Eunhyuk Hyung ‘My Monkey’ deh”

Pembelaan diri yang bagus, Kim Jonghyun. Kau dan otak dinomu.

“Sekalian jadian aja deh kalian.. Bikin couple baru gitu, Donghyun Couple?”

“Aku tidak mau!” sahutnya sambil menahan tanganku yang hendak pergi dari situ, “Donghyun kan personil Boyfriend!”

God, kau beri aku cobaan macam apa? Kenapa aku harus menyukai orang semacam dia sih?

“Ya sudah, jadian saja dengan Donghyun Boyfriend!”

Ucapku sedikit lantang lalu kembali beranjak, sayangnya tangan besarnya itu kembali menarikku duduk di sampingnya.

“Terus nanti kamu sama siapa?”

Aku memutar kedua bola mataku, “Sama siapa aja boleh. Aku punya banyak ‘selingkuhan’ 91Liners kok”

Dia memberiku senyuman bodohnya itu, “Hehe, Aku kan cuma bercanda. Jangan diambil hati gitu. Kau tahu? Wajah cemburumu itu benar-benar lucu. Aku tidak bisa berhenti menggodamu setiap kali aku mencoba untuk berhenti”

“Lucu? Kau kira aku badut Ancol?” Ucapanku refleks membuat Jonghyun tertawa keras. Aku mulai merasa tidak enak dengan pandangan orang-orang di backstage ini, sekaligus malu juga melihat fakta bahwa orang gila yang tertawa terpingkal di sebelahku adalah pacarku sendiri.

“Pelankan suaramu, bodoh! Kita harus menjaga image SHINee!” bisikku sepelan mungkin agar Jonghyun saja yang bisa mendengar suaraku.

Dia berhenti tertawa lalu mendekatkan mulutnya ke telingaku, seperti biasa.

“Cium aku dan aku akan berhenti” serunya sambil menyeringai lalu kembali tertawa terbahak-bahak.

Dia tidak serius kan? Sayangnya, apa yang terjadi adalah sebaliknya. Aku berpikir untuk pergi saja dari situ dan membiarkan dia tertawa sendiri. Biar orang lain menganggapnya benar-benar gila pun, aku tidak peduli. Tapi, berhubung aku sudah cukup lama duduk di sebelahnya dan pasti sudah banyak orang yang melihatku bersamanya. Akan menimbulkan kesan yang buruk kalau aku meninggalkannya.

“Akan kuberikan apa yang kau minta setelah kita sampai di Dorm. Aku tidak mungkin melakukan itu disini! Biarpun tidak ada kamera karena ini backstage, aku tetap tidak bisa. Kau jangan meminta hal yang aneh-aneh deh! Cepat, hentikan tawa bodohmu itu!” bisikku lagi dengan penekanan pada kata ‘cepat hentikan tawa bodohmu itu’.

Dia tertawa-tawa kecil sambil menjawab dan berbisik di telingaku, “Kalau kau tidak mau melakukannya, aku yang akan melakukannya”

Aish.. menyebalkan! Dia kembali tertawa sambil mencuri pandang ke arahku, menungguku untuk melakukan perintahnya. Minho dan Taemin yang entah sejak kapan ada di depan kami, menatap aneh pada Jonghyun dan memberiku tatapan Apa-yang-terjadi-dengan-pacarmu-itu?

Aku hanya menaikkan bahuku. Sebelum sempat menjawab pertanyaan mereka, sesuatu yang lembut dan kenyal sudah membungkam mulutku.

Jonghyun! Dia benar-benar menciumku! Ini pemaksaan! Walau kuakui, bibirnya sexy.. tapi aku tidak suka! Apalagi caranya dia menutup mata dan terkadang tersenyum menang di sela-sela ciuman kami! Tapi kenapa? Kenapa aku tidak bisa mendorongnya menjauh? Atau kenapa aku tidak bisa marah? Kenapa aku malah menutup mataku? Kenapa aku malah membalas melumat bibirnya? Kenapa? Kenapaaaaaaaaaaa?!

You like it, baby.. So fucking much” ejeknya sambil tersenyum menyebalkan setelah mengakhiri aktifitasnya padaku.

“Ya, hentikan itu sekarang juga!” ucap Minho menengahi kami.

“Berterima kasihlah karena aku dan Taemin ada disini sehingga kami bisa menutupi apa yang tadi kalian lakukan. Dan bisa kupastikan tidak ada seorangpun yang melihat itu. Tapi, kalian malah merusak penglihatan Taemin” racau Minho lagi.

“Taemin sepertinya tidak merasa seperti itu. Lihat saja, dia tersenyum melihat kami” tunjuk Jonghyun pada Taemin yang malah bersemu merah karena malu sudah tertangkap basah.

“Taem, akhir-akhir ini kau sering tersenyum kalau mereka bermesraan di depan umum. Jangan bilang kalau kamu..Jongkey Shipper?” tanya Minho merinding sendiri.

Pertanyaan Minho itu malah membuatku tertawa kecil.

“Memang kenapa kalau iya? Hyung tuh yang sok-sokan jadi cockblocker Jongkey padahal Hyung suka juga kan melihat mereka akur dan mesra-mesraan? Hyung juga sering bilang kalau ‘apa yang sudah Hyung lakukan padaku’ itu ajaran dari Jongkey secara tidak langsung” ucap Taemin balik yang membuat Minho diledek Jonghyun habis-habisan dengan tatapan Apa-itu-benar-eum?

“Haruskah aku memberikan kalian berdua tanda tanganku dengan tulisan ‘To KeyHyun Fan’ yang terkenal di kalanganJongkey Shipper itu?” tawarku yang membuat Minho makin salah tingkah. Jonghyun menatapku sambil berkata “Itu ide yang bagus!” lalu merangkul mesra pundakku.

“Tapi akan lebih baik kalau tulisannya ‘To JongKey Fan’ bukan?” tentu saja perkataan Jonghyun membuatku melirik tajam ke arahnya. Jujur, aku lebih suka disebut KeyHyun daripada JongKey. Jangan tanyakan apa alasannya.

“Kalian sedang apa? Ayo kita bersiap, 1menit lagi giliran kita” Onew Hyung yang baru selesai di dandani segera membubarkan pembicaraan kami karena kami harus perform.

Aku menghela nafas dan tersenyum, perasaanku sudah lebih baik.

“Gitu dong daritadi, kalau senyum kan tambah cakep. Masa aku harus menciummu setiap kali kau marah sehingga kau bisa tersenyum lagi?” bisik Jonghyun yang berjalan di sebelahku.

Pipiku memerah mendengar ucapannya. Sepertinya benar, moodku memang membaik setelah dia menciumku. Sial.

Sebelum naik ke atas panggung, Jonghyun membelai rambutku lalu mencium keningku sekilas sambil berkata “Jangan cemburu lagi. You are the only one for me”. Untung saja keadaan sedang gelap karena lampu panggung belum dinyalakan dan kuharap tidak ada yang melihat hal itu.

Untuk sesaat, aku merasa déjà vu dengan perkataannya itu. Hanya saja, dulu aku yang mengatakan hal itu padanya, ketika syuting Hello Baby.

“Saranghae” kata Jonghyun tulus sambil menyerahkan setangkai bunga padaku.

Aku menerima bunga itu dan langsung menghambur ke pelukannya.

“Of Course, You are the only one for me”

21 Agustus 2011

Kemarin kami melaksanakan SHINee World Concert disini, di Nanjing. Kami baru bisa kembali ke Korea tanggal 25 Agustus dan sesudahnya kami harus langsung bersiap untuk berpartisipasi dalam Idol Athletics Championship.

Seharian ini, aku belum bertemu dengan Jonghyun. Kemana dia?

“Aku pulang” baru saja dipikirkan, orang itu sudah datang. Sudah kuduga, dia pasti mempunyai umur yang panjang.

“Darimana saja kau?” tanyaku langsung. Dia duduk di sofa, tepat di sampingku. Kami memang tidur berdua di kamar hotel ini selama berada di Nanjing.

“Hah.. sesuatu terjadi” jawabnya sambil menidurkan kepalanya ke sandaran sofa.

“Apa? Apa yang terjadi?” ujarku penasaran.

Jonghyun tidak menjawabku. Dia malah membawa laptopnya lalu memulai Web Cam.

“Kau mau berbicara dengan siapa?” aku masih penasaran dan tidak mempunyai pendapat tertentu mengenai apa yang akan dilakukannya.

“Kita harus memberinya semangat. Jangan tunjukkan wajah khawatirmu. Ok?” untuk apa aku khawatir kalau aku tidak tahu apa yang harus kukhawatirkan? Tapi, aku hanya diam dan menunggu Web Cam-an itu terhubung. Mungkin dengan begitu aku akan mengetahui apa yang terjadi.

“Sudah kubilang aku tidak apa-apa! Aku itu kuat lagi—ah, Jonghyun!” sapa orang di seberang sana ketika menyadari wajah Jonghyun yang terpampang di laptopnya.

“Annyeong, Hyung.. Apa kabarmu?” Jonghyun menjawab sapaan orang itu dengan canggung, karena aku dapat merasakan kalau suaranya bergetar. Apalagi aku tahu persis sifat Jonghyun. Dia sedang berusaha melawan air mata yang berkumpul di sudut matanya itu.

“Aku baik-baik saja. Kau tahu kan aku itu kuat? Katakan hal itu pada ajusshi ini!” suruh orang itu sambil menunjuk seseorang, CEO SM Entertainment, Kim Youngmin.

“Aku tidak mau dirawat! Yakinkan orang ini kalau aku baik-baik saja, Jonghyun!” Jonghyun tersenyum.

“Tapi, Hyung.. Youngmin Hyung benar.. Kau setidaknya harus dirawat. Kau masih harus mempromosikan album ke-5mu” jawaban Jonghyun membuat orang itu cemberut lalu berganti menatapku yang berada di samping Jonghyun.

“Key.. Pukul orang di sebelahmu untukku!” pintanya. Aku tertawa lalu memukul bahu Jonghyun pelan.

“Ya! Orang yang cedera karena syuting Dream Team dan mengalami memar pada lutut sebaiknya jangan minta yang aneh-aneh!” teriak Jonghyun tidak terima.

“Kau mau bertengkar, hah? Kemari kau! Akan kupatahkan tulang-tulangmu!” Orang itu, Donghae Hyung, beranjak mendekati kamera dengan merangkak di atas kasur yang dia tiduri, membuat wajahnya terlihat close up pada layar laptop Jonghyun.

“Kau benar-benar.. Aw!” rintih Donghae Hyung tiba-tiba sambil memegang lututnya.

“Tuh kan, dasar bodoh! Cepat tidur lagi!” perintah Jonghyun yang kali ini dituruti oleh Donghae Hyung.

“Oke, aku akan beristirahat disini tapi tidak menginap. Mengerti?” Donghae Hyung menyerah karena dia memang butuh perawatan dari Rumah Sakit, Jonghyun tersenyum mendengar hal itu.

“Tapi dengan satu syarat” Jonghyun menghela nafas, tidak suka dengan akhir perkataan Donghae Hyung.

“Apa?”

“Nyanyikan aku lagu Baby Baby seperti waktu itu” Jonghyun menoleh padaku, akhirnya dia menyadari juga kalau aku masih ada di sebelahnya?

Aku hanya mengangguk. Sepertinya meminjamkan Jonghyun sebentar saja tidak ada salahnya juga.

Jonghyun lalu menarik nafasnya dan mulai bernyanyi.

iyureul mollasseo wae naega byeonhaenneunji

hancham saenggakhaesseo na mannan ihuro

na byeonhan geot gata aju manhi mariya

i norae deullini oh

Aku ingat. Saat pertama kali Jonghyun menyanyikan lagu ini pada Donghae Hyung adalah di acara itu, Flower Boys Generation.

niga neomu gomapjanha oh baby

niga neomu yeppeujanha oh

nuneul ttel suga eobseo nae nunen neoman boyeo

neoman gyesok baro bogo sipjanha nan oh jeongmal oh baby

Saat itu juga.. Aku benar-benar marah pada Jonghyun. Dia menyanyikan lagu itu pada Donghae Hyung sambil menatap matanya, duduk di pangkuannya dan Donghae Hyung menggenggam tangan Jonghyun dengan sangat erat. Mereka bahkan bernyanyi bersama, seperti sekarang, kami semua yang tertinggal disana hanya bisa menatap kemesraan mereka. Dunia benar-benar milik mereka berdua.

haruga jinago (haruga jinago)

tto dasimannago geureoda heeojigo

tto dasi mannage doego neomu joheungeoya

manyang utgiman hae ireon naega boini? woo baby

Aku sudah tahu dari awal kalau hal itu akan terjadi. Makanya, aku sempat menahan langkah Jonghyun ketika dia akan maju untuk menjadi pasangan Donghae Hyung. Tapi, karena aku tidak punya pilihan lain, aku juga akhirnya maju. Walau aku sangat amat tidak mau menjadi pasangan Donghae Hyung.

niga neomu yeppeujanha woo

nuneul ttelsuga eobseo nae nunen neoman boyeo

neoman gyesok barabogo sipjanha nan oh jeongmal

nae haru haruga neomu haengbokhaeseo oh baby

Semuanya terjadi dengan sangat mulus karena sesuai dugaan, Donghae Hyung akhirnya memilih Jonghyun menjadi pasangannya. Aku tahu, itu hanya permainan, tapi aku tetap tidak bisa menerimanya. Aku tidak bisa. Jonghyun punyaku. Hanya punyaku. Aku tahu aku egois, tapi.. tidak bolehkah aku egois hanya kepadanya? Aku tidak mau membagi Jonghyun dengan dan kepada siapapun. Bahkan, sekarang.. suara Jonghyun yang melebur dengan Donghae Hyung terasa begitu sempurna. Aku merasa terabaikan dan.. cemburu. Maafkan aku, Jonghyun.. aku tidak bisa menahan rasa cemburuku..

ireonnari kkeutnajil ankil modeunge da byeonhaji ankil

niga neomu yeppeujanha oh oh oh ye

Tiba-tiba saja Jonghyun menggenggam tanganku dan mengalihkan pandangannya dari layar laptop ke arahku. Aku menatap matanya, tinggal satu bait lirik tersisa. Dia menatap mataku balik dan memberiku sinyal untuk menyanyi bersamanya. Aku sedikit bingung, tapi kuturuti perintahnya.

Oh baby oh oh oh

Akhirnya, semua lirik pun selesai dinyanyikan.

“Wow, suaramu tambah bagus! Apalagi bait terakhir tadi, suaramu dan suara Key menyatu sekali” puji Donghae Hyung. Aku dan Jonghyun tersenyum lalu menatap Donghae Hyung lagi.

Because We are the Perfect Combination!” sahutku senang.

Donghae Hyung tertawa.

“Nah, Hyung.. beristirahatlah lagi. Cepat sembuh.. Dan katakan pada anggota Suju yang lain, cepat sembuh juga. Aku akan menjenguk kalian semua setelah sampai di Korea” kata Jonghyun.

“Aku dan anggota SHINee yang lain pasti akan berdoa untuk kesembuhan dan kesuksesan kalian” tambahku.

“Ne, gomawo, Jonghyun, Key.. Annyeong”

“Annyeong”

Sambunganpun terputus. Sebelum Jonghyun mematikan laptopnya, Aku menghentikan niatnya karena melihat desktop background yang menarik perhatianku.

“Kapan foto ini diambil?” tanyaku sambil melihat foto itu dengan seksama. Seharusnya sudah lama karena warna rambut Jonghyun masih tiga warna dan rambut Donghae Hyung pun potongannya masih mencerminkan Sorry, Sorry. Sedangkan seseorang di tengah mereka, Amber, bergaya dengan potongan rambut LA chA TA.

“Masa baru lihat? Kan udah lama?” ucap Jonghyun tidak menjawab pertanyaanku, “Gara-gara foto ini kami bertiga disebut Trio Dino dari SM. Memang kami mirip Dinosaurus ya? Segitunya kah?” tanyanya polos yang membuatku tertawa.

Harusnya aku tahu, mereka hanya berteman, walaupun sangat dekat. Tapi, mungkin karena mereka mirip, mereka jadi senang berada di dekat satu sama lain. Tidak ada yang harus ku cemburui, itu semua murni karena mereka menganggap satu sama lain saudara, saudara Dino.

Lagipula, Amber itu sahabatku juga. Aku jadi merasa bersalah sempat mengatakan kalau aku membenci dinosaurs. Walau maksudku hanya Jonghyun dan Donghae Hyung sih.

“Heh, Dino.. kau memang mirip Dinosaurus tapi kau juga mirip anak anjing kkkk” jahilku.

“Ya! Jangan berkata seperti itu, kau juga mirip kucing tahu!” katanya tidak mau kalah.

Aku melingkarkan tanganku di lengannya, lalu menaruh kepalaku di bahunya. Setelah itu, Kugerak-gerakkan kepalaku, persis seperti kucing yang bermanja-manja pada tuannya, mencari perhatian.

Jonghyun menoleh dan segera mengapit kedua wajahku dengan tangannya. Membuat pandangan kami bertemu.

“Kalau aku anjing dan kau kucing. Berarti, kita adalah Anjing dan Kucing yang akan mendobrak sejarah. Tidak ada lagi Anjing yang disebut sebagai musuh Kucing atau sebaliknya” Dia menyibak poniku lalu mengelus pipiku lembut, “karena kita adalah anjing dan kucing yang saling mencintai. Saranghae” ucapnya lalu mencium bibirku.

Aku mengalungkan tanganku di lehernya dan memperdalam ciuman kami. Dengan jantan, dia peluk pinggangku dan sesekali mengelus lembut punggungku.

Aku menyukai sentuhan dan semua perlakuannya padaku. Hanya dia yang bisa membuat jantungku berdetak tak karuan. Hanya dia yang bisa membuatku berbunga-bunga. Hanya dia yang bisa membuat pipiku bersemu merah. Hanya dia yang bisa membuatku mengerti akan arti cinta yang sesungguhnya.

Hanya dia..

Dear diary..

I am a kitten and I love My Lovely Puppy..

END

Advertisements

2 responses to “[JONGKEY] Behind the FACTS. Again?

  1. jiahh….ane dah baca di FB. ternyata baca di WP sensansinya beda ching!!
    muakakakakakaka
    karena itu ane komen lagi dahhh
    yukkkkkk…ane capsus ke yang lain duulllluuuuuuu…lalalalalalalalala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s