[JONGKEY] Behind the FACTS! Again and Again


Gimana ff ini bakal bener-bener end kalo fakta mereka itu selalu bisa disambungin? ckck

My Name is Key apa kabar yak? *kaboooor

 

Oke, cuma mau bilang.. Bagian JongKeyMin loncat” seneng aku karang sendiri weh ya.. aku ga tau soalnya mereka seneng karena apa (?). Tapi kejadiannya emang gitu, intinya mah cuma alesan mereka seneng yang aku karang /di mutilasi

Insya alloh bagian lainnya sesuai fakta yang ada mwahaha *ketawa bareng abangku tersayang, Cho Kyuhyun

 

kalo yg blm pada liat video dari fakta” yg ada disini (kebetulan ceritanya hampir fakta smua), ane kasih nama videonya aja ya, linknya entah kemana, tinggal search di youtube pasti nemu deh kkkk, ini nama-namanya :

 

– [fancam] 110827 Key, Minho, and Jonghyun @ idol star athletics championships

– [fancam] 110827 Kyuhyun with his group waving at fans @ idol star athletics championships

– [FANCAMENG] SHINee Key Dances to Good Bye Baby Mona Lisa Dont Wear Perfume

– 0827

– 110827 아이돌육상대회 – 세뇨리따

– 110827 아이돌육상선수권대회 Minho

– 20110827 onew(shinee)sungmin(sj)

– llO827 JongTaem spraying sunblock trimming leg hairs fancam @!$AC

– fakta lainnya berupa pics, gifs, n fanaccs (males upload smuanya)

 

 

Dear diary..

It’s 2AM now..

Aku masih terduduk sambil sesekali menguap. Tak kusangkal, mataku sudah 5 watt, ingin sekali aku terlelap di atas bantal empuk dan kasur king sizeku sekarang juga. Namun, apa daya, disinilah aku sekarang.

Aku melipat kedua tanganku, masih terduduk di sofa ruang tamu dorm kami. Tak henti-hentinya aku bertanya, kemana perginya si bodoh itu?

Memang, aku bisa saja pergi tidur tanpa dia. Tapi, aku sudah terbiasa tidur di sampingnya. Seperti waktu itu, ketika dia, Kim Jonghyun, masih sekamar dengan Choi Minho. Aku sering meminta Minho untuk bertukar tempat sehingga aku bisa sekamar dengannya. Ketika Minho bertanya tentang alasanku ingin bertukar tempat, selalu kujawab dengan “Aku ingin curhat”.

Tentu saja semua orang tahu kalau aku memang tidak bisa menceritakan hal-hal pribadiku kepada orang lain selain Jonghyun dan itu membuat Minho selalu percaya padaku begitu saja. Padahal, ada niat lain yang tertanam di benakku, aku ingin tidur di samping Jonghyun.

Pernah suatu hari, ketika aku masuk ke kamar Jonghyun dan Minho –setelah kudapatkan izin dari Minho untuk bertukar tempat—ternyata Jonghyun sudah tertidur, dengan keadaan topless tentu saja. Aku tertawa kecil melihat wajahnya yang damai, tertidur berbalutkan selimut putih. Lalu, aku beranjak menuju meja rias dan memakai masker di mukaku. Padahal aku ingin bercerita sesuatu, tapi apa boleh buat. Aku tidak akan sanggup membangunkan wajah lelah itu. Aku pun menidurkan diriku di sampingnya, berhadapan. Kutatap matanya, hidungnya, rahangnya, pipinya, bibirnya, semuanya… benar-benar sempurna.

“Mm.. Keyeobo.. Neomu Yeppeo..” Lagi-lagi aku tertawa kecil. Kali ini karena igauannya. Waktu itu aku bilang kalau aku pernah mendengarnya menyanyi sambil mengigau dan aku salah mengira kalau dia menyanyi untukku, tapi ternyata itu hanya igauan. Sekarang, dia benar-benar menyanyi sambil mengigau dan dia menyebut namaku. Berarti nyanyiannya –atau igauannya?—itu memang untukku kan? Sepertinya, fakta sebelumnya harus segera di ralat.

Ah, tak bosan aku memandangi wajahnya, aku pun berpikir untuk mengabadikan momen ini. Segera ku ambil kamera polaroidku, kamera yang menghasilkan foto-foto Jonghyun bersama diriku yang selalu setia berada di dalam dompetku itu, lalu ku ambil posisi berada di sebelahnya yang terlelap. Tak kupedulikan masker yang berada di wajahku dan Cklek!Hasilnya lumayan.

Kriet.

Suara pintu depan yang terbuka dengan tiba-tiba segera menghapuskan imajinasiku, langsung saja kupindahkan arah pandangku dan disanalah dia berdiri, orang yang kutunggu dari tadi.

Dia melihatku dan dari matanya, aku tahu dia sedikit terkejut menemukan aku masih terjaga di jam selarut ini. Tapi, dia segera memalingkan wajahnya lalu melepas sepatu yang sedang dia gunakan.

“Darimana saja?”

“Kenapa belum tidur?”

Tanya kami bersamaan.

Hening.

Tidak ada yang mau menjawab pertanyaan itu terlebih dahulu.

“Aku menunggumu” kuputuskan untuk mengalah dan dia berjalan mendekatiku. Tanpa mengucapkan satu katapun, dia menggenggam tanganku lalu menarikku ke kamar kami. Ya, di dorm SHINee yang baru, akhirnya aku bisa satu kamar dengannya, tentu saja hanya berdua.

“Tanganmu dingin” komentarku setelah dia mendudukkanku di atas kasur, “darimana saja kau, Jjong?”

Dia tidak ikut duduk, terlalu sibuk membuka mantel bulu dan mengganti pakaian dengan pakaian tidur di depanku.

“Aku bertemu dengan Manajer Hyung”

“Untuk?”

“Kau pasti tahu”

Aku menghela nafas berat mendengar jawabannya.

“Jjong, kamu sudah tidak berniat untuk ikut dalam acara besok kan?”

“Sayangnya tidak” Jonghyun sudah selesai berganti pakaian dan dia masih belum duduk. Dia menatap lurus keluar jendela, membelakangiku.

“Tapi, Jjong.. kau tidak ingat kata dokter? Walau kau ikut besok, kau tidak boleh terlibat dalam pertandingan apapun. Lebih baik kau mengistirahatkan kakimu di dorm. Bukannya waktu wawancara kemarin, kau juga bilang ingin tidur seharian kalau mempunyai waktu luang?”

“Tapi, besok bukan waktu luang, Key..”

“Anggap saja begitu”

“Tidak bisa!” tiba-tiba Jonghyun meninggikan suaranya sambil membalikkan badannya menghadapku. Aku terkejut dan bisa kurasakan kalau lidahku kelu karena aku tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

Jonghyun sepertinya baru menyadari perbuatannya tadi sehingga dia langsung menutup sebagian wajahnya dengan tangan kanan, kurasa dia menyesal.

“Ayo kita tidur” katanya pelan lalu mengambil posisi untuk tertidur di sebelahku.

Aku ikut tertidur tapi yang kulihat hanya punggungnya. Posisinya membelakangiku.

Apakah dia marah? Ottohke?

Dia tidak pernah begini sebelumnya. Kami selalu tidur berhadapan dan bermain-main terlebih dahulu sebelum akhirnya pergi ke dunia mimpi.

Tapi, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya.

Aish.. Kibum, apa yang sudah kau lakukan pada orang yang paling berharga untukmu ini?

“Maaf..” sahutku pelan sambil memeluknya dari belakang. Bahunya sedikit terguncang, mungkin kaget karena perlakuanku yang tiba-tiba.

Karena tidak mendengar respon darinya, aku pun semakin mengeratkan pelukanku padanya, “Maafkan aku.. Kumohon, jangan marah padaku..” kataku sambil menenggelamkan wajahku di punggungnya.

Sepertinya aku menangis. Dasar cengeng!

Jonghyun terdiam selama beberapa saat, mungkin dia berpikir, sebelum akhirnya dia berbalik, melepas pelukanku.

“Jangan menangis..” ucapnya lembut sambil menghapus air mata sialanku yang mengalir semakin deras.

“Aku yang harusnya meminta maaf padamu. Kau tidak salah apa-apa. Aku hanya… kecapekan. Moodku sedikit buruk” ujarnya beruntun sambil terus menghapus air mataku, “sudah, hentikan tangismu itu..”

Cup

Dia mencium kelopak mata kananku.

Cup

Dan sekarang, dia mencium kelopak mata kiriku.

“Merasa lebih baik?” tanyanya sambil tersenyum, akhirnya aku bisa melihat senyuman darinya juga. Seperti biasa, senyumannya sangat menawan.

“Hm” kuanggukkan kepalaku sambil membalas senyumannya. Sepertinya pipiku memerah karena jantungku juga berdetak tak karuan.

“Kau berhenti marah ketika aku menciummu dan sekarang kau berhenti menangis karena aku menciummu juga? Sepertinya ciumanku itu ‘obat yang paling manjur’ untukmu, Key..”

Sial!

“Ti—tidak!” Sial Sial!, “aku hanya.. hanya.. memang ingin berhenti menangis kok!” Bagus, jawaban macam apa itu, Kim Kibum? Sial! Otakmu dan sarang laba-laba yang berada di dalamnya.

“Tch, tidak mau mengaku?” godanya sambil menyunggingkan seringaian. Aku tidak suka ini, pasti dia berniat jahil.

“Memang tidak kok!” jawabku sedikit keras biarpun nadanya terdengar takut-takut.

Kulihat dia mulai menggenggam kedua tanganku dan mendekatiku, sepertinya dia akan menggelitikiku. Aih.. aku sudah tidak bisa apa-apa. Pasrah aja deh..

Kupejamkan kedua mataku, bersiap menerima sengatan listrik dari gelitikannya.

Tapi, aku tidak kunjung merasakan hal itu.

Akhirnya, aku putuskan untuk membuka mataku kembali dan..

Cup

Tepat ketika aku membuka mata, dia mengecup singkat bibirku.

“J-Jjong..” ucapku bergetar saking kagetnya.

Cup

Bukannya mengatakan sesuatu, dia malah lanjut mencium keningku.

“Tidurlah..” katanya sambil menatap mataku. Wajah kami sejajar. Aku memang sedikit lebih tinggi darinya sehingga dia menyesuaikan posisi kami, membuat badan kami terletak sejajar dan aku bisa bebas memandangi wajahnya dari jarak sedekat ini, seperti sekarang.

“Aku sudah memberimu ‘ucapan selamat malam’. Jadi, tidurlah..” ralatnya yang membuatku tertawa kecil.

“Baiklah.. terima kasih ‘ucapan’nya, My King.. Selamat tidur” ucapku lalu memeluknya dari depan sambil menutup mataku.

Dia mendekat ke arahku lalu membalas pelukanku sambil mempereratnya, membuatku hangat.

“Mimpi indah, My Queen..”

**

Hari ini, 27 Agustus 2011.

Kami bersiap berbaris. Entah mengapa tahun ini, kami, SM Town, dikelompokkan menjadi Tim A. Padahal, biasanya kami selalu dikelompokkan di urutan belakang.

“Dan ini lah.. Tim A dari SM Entertainment!” ucapan MC itu membuat kami berjalan perlahan. Sang MC mulai menyebut nama kami satu persatu dan kami hanya mengumbar senyum sambil menyapa fans-fans kami.

“Key! Lihat kamera di sebelah situ! Sepertinya menyorot kita berdua!” ujarku sambil menoleh ke arah Key yang sedang berjalan tepat di belakangku. Aku menunjuk ke arah sebuah kamera dan dia mengatakan “Oh!” lalu menggoyang-goyangkan bendera di tangannya sambil tersenyum. Aku juga melihat ke arah kamera itu lalu melambaikan tanganku semangat.

Kyuhyun Hyung yang tadinya berjalan di sebelahku menghilang entah kemana. Malah Key yang sekarang berada di sampingku sedangkan Taemin berada di depanku. Giliran perkenalan tim kami sudah selesai dan sekarang aku sibuk menyapa para Shawols. Aku membungkukkan badanku 90 derajat kepada mereka dan Key tak henti-hentinya melambaikan tangan. Kami terus berjalan sampai aku menemukan balon SHINee, segera kuambil lalu kugoyangkan ke arah Shawols. Ah, aku begitu mencintai mereka. Ani, kami semua, SHINee, sangat mencintai Shawols.

Begitu sadar, Key sudah tidak ada lagi di sebelahku. Mungkin dia sedang bersiap-siap dengan yang lainnya untuk mengikuti pertandingan. Aku memutuskan duduk bersantai di tenda yang sudah disediakan. Mau bagaimana lagi, aku memang tidak boleh mengikuti pertandingan apapun karena cedera di kakiku.

Kalau boleh jujur, malam kemarin.. Aku menemui Manajer Hyung yang sudah akan membatalkan jadwalku untuk berpartisipasi dalam acara ini. Aku bersikeras agar bisa ikut. Selain sudah mengumumkan kepada seluruh Shawols bahwa semua anggota SHINee akan hadir pada acara Idol Athletics Championships, aku juga ingin mengawasi Key.

Bukan, bukan aku tidak percaya padanya. Aku ingin memberinya dukungan dan menjaganya, terutama menjaga dia dari Dongwoon. Pada acara yang sama di tahun lalu, aku sudah cukup melihat keakrabannya dengan Dongwoon. Aku tahu mereka hanya berteman, tapi aku tetap tidak suka. Dongwoon sering tiba-tiba ‘menyerang’ Key. Tahun kemarin saja, orang itu sempat menyentuh dan mengusap kaki Key, biarpun Key langsung melawan sih.

Aku sempat kesal pada Key ketika dia menyuruhku untuk tetap tinggal di dorm, makanya aku kelepasan meneriakinya. Apa dia tidak bisa mengerti kenapa aku berjuang begitu keras demi ikut serta dalam acara ini? Tapi, sebenarnya.. jauh di lubuk hatiku.. satu-satunya yang paling ku sesali adalah diriku sendiri. Kenapa tubuh berototku tidak bisa melawan dan membunuh secara total rasa sakit di kakiku?

“Hai, Hyung..” sapa Taemin membuyarkan lamunanku lalu duduk di sampingku.

“Sudah selesai persiapannya, Taem?”

Taemin mengangguk lalu kami berdua terdiam sambil memandang ke arah lapangan. Minho sibuk berbicara di depan, mengucapkan sumpah atlit untuk tetap bermain sportif walau apapun yang terjadi.

“Itu.. Key Hyung kan?” pertanyaan Taemin yang tiba-tiba, refleks membuatku menolehkan kepala ke arah yang dimaksud Taemin. Dan disanalah, aku melihat Key dengan sahabatnya sesama 91Liners, bukan Dongwoon tapi Woohyun Infinite.

Aku terus memandangi mereka dan dapat kurasakan Taemin merutuki dirinya sendiri, mungkin dia merasa bersalah karena memberi tahu hal tadi padaku.

Ah, aku masih penasaran tentang hal apa saja yang akan mereka berdua lakukan, tetapi aku tidak enak kepada Taemin. Jadi, kuputuskan untuk mengobrol dengan Taemin seolah tidak ada hal apapun yang terjadi, nanti aku bisa mengawasi Key lagi.

Kulontarkan beberapa lelucon yang berhasil membuat Taemin tertawa.

“Ah, ya! Kau sudah memakai sunblock?” aku menyadari kalau hari ini matahari becahaya sangat terik. Bisa gawat kalau kulit kami terbakar.

Taemin menggeleng. Aku mengambil Sunblock spray lalu mulai menyemprotkannya pada sekujur tubuh Taemin dan tubuhku sendiri. Kuusap-usap sunblock yang ada pada leher Taemin agar tersebar merata.

“Gomawo, Appa..” Taemin berkata begitu karena aku memperlakukannya seperti anakku sendiri tadi. Tapi, tidak.. itu hanya modus yang ingin dia tunjukkan. Aku tahu persis, dia akan memanggilku ‘Appa’ dan memanggil Key ‘Umma’ ketika dia benar-benar merasa bersalah pada kami. Dan dia memanggil kami begitu karena dia ingin mengungkapkan kata ‘maaf’ yang sulit dia ucapkan sehingga dia pikir, bermanja pada kami adalah jalan yang terbaik. Taemin memang anak yang baik, akan kupancung Minho kalau dia berani menyakiti ‘anakku’ ini.

“Ne, cheonmaneyo, nae aegi~” jawabku sambil tersenyum padanya.

“Aigo~ Appa! Lihat kakimu!” serunya tiba-tiba seperti melihat Sadako yang keluar dari radio, harusnya kan kalau ga keluar dari TV ya dari sumur. Oke oke, aku tahu perumpamaanku aneh.

“Memang kenapa dengan kakiku?”

“Kayak hutan tau ga!” teriaknya tidak percaya sambil mengapit beberapa bulu kakiku dengan ibu jari dan telunjuknya, sepertinya geli sendiri.

“Namanya juga cowok” ujarku enteng.

Taemin geleng-geleng lalu menyiapkan sebuah gunting yang entah sejak kapan sudah berada di tangannya.

“Biar kupotong, Appa..” yah, dia memanggilku ‘Appa’ lagi, masih merasa bersalah rupanya.

Aku mendiamkan dia yang mulai menggunting bulu kakiku, gratis ini.

Lama aku menatapnya, Taemin mulai terlena dengan kegiatannya. Hah.. kau memang ‘anak’ yang berbakti, Taem.. lamunku sambil mendengar teriakan-teriakannya ketika dia menggunting bulu-bulu kakiku.

Ku arahkan pandanganku lagi, saatnya tepat karena aku melihat Key sedang membuat Love Sign bersama dengan Woohyun.

Untungnya tidak membuat Love Sign berdua seperti yang aku dan Key lakukan waktu di bandara 15 Agustus silam. Mereka membuat Love Sign sendiri-sendiri, tapi dalam waktu yang bersamaan dan berdiri sebelahan.

Untungnya lagi, Taemin tidak melihat ke arahku yang sedang memandang dua orang itu, dia benar-benar sibuk memotong bulu kakiku.

Aku menghembuskan nafas beratku.

‘Aku tetap tidak suka melihat Key berdua dengan orang lain..’

**

Aku bosan diam di tenda, kuputuskan untuk berjalan-jalan sendiri dan aku menemukan Minho dengan Key. Terlepas juga dari Woohyun, huh?

Aku menghampiri mereka. Sebelum menyapa mereka, aku sudah melihat pemandangan kalau rekan kami dari SM Town memenangkan salah satu cabang pertandingan. Aku, begitu juga Minho dan Key langsung berteriak kesenangan. Kami meloncat-loncat dan kulihat dua orang di depanku mulai berpegangan tangan, segera kulepaskan satu tangan Key dari Minho dan ku genggam. Di sebelah kami ada kamera, sehingga aku tidak dapat menunjukkan rasa kesalku.

Aku menepuk-nepuk lengan Key lalu memegang bahunya, tapi dia tidak menolehkan pandangannya padaku. Akhirnya, kami bertiga malah terus berteriak sambil meloncat.

Kami pun pergi dari sana lalu bertemu dengan Kyuhyun Hyung, Taemin, dan rekan SM Town lain yang tadi bersama-sama. Aku tidak melihat Onew Hyung dan Sungmin Hyung, setelah ku cek, ternyata mereka sedang tiduran di tenda.

Aku lalu mengobrol dengan Kyuhyun Hyung. Sejurus kemudian, aku merasakan kalau Key, Minho, dan Taemin sedang melakukan sesuatu di belakangku. Ternyata mereka sedang menari Senorita, Key menari sambil melihat ke arahku. Aku menyudahi pembicaraanku lalu menghampiri Key. Dia langsung menari semangat sambil tetap memandangku. Taemin yang sepertinya masih merasa bersalah segera berhenti menari dan beranjak menjauh, Minho yang mungkin mengerti keadaan, juga sibuk menari sendiri tanpa memperdulikan kami.

Key menyanyi bagian “Museun yaegil haryeoneun geoni” sambil memegang leherku lalu aku menepuk pundaknya.

Setelah mengatakan itu, dia berjalan pergi. Aku ikut berjalan di sebelahnya.

Eh, tunggu dulu.. Museun yaegil haryeoneun geoni (Apa yang coba kau katakan)?

Ah, mungkin hanya kebetulan. Tapi, kalau ternyata dia memang bermaksud menyampaikan sesuatu padaku lewat lirik Senorita itu.

Apa Key.. menyadarinya?

**

Aku berjalan-jalan lagi, kali ini dengan sebungkus biji bunga matahari di tanganku, tak lupa handuk yang terus menempel dikepalaku sejak tadi. Aku sudah selesai melaksanakan tugasku, menyemangati Key ketika dia berlari. Aku sengaja berdiri dan berteriak menyemangatinya, siapa tahu dia mendapatkan energi dari kekuatan cintaku.

Langkahku terhenti, Aku melihat Key menari-nari ketika Shawols meneriaki namanya dan dia menari Goodbye Babynya Miss A sebagai selebrasi. Kyeopta~!

Kuikuti terus kemana dia pergi sambil mengendap-endap.

Aish, aku melihat Key bercengkerama dengan Woohyun untuk yang kesekian kalinya dalam waktu kurang dari sehari, kali ini bertiga dengan 91Liners lainnya, Mir. Ku awasi mereka dari jauh. Dan mereka duduk-duduk di dalam tenda.

Seseorang pun menghampiri mereka dan ternyata itu G.O. Dia duduk di sebelah Key dimana di sebelahnya yang lain terdapat Mir, sementara Woohyun duduk di sebelah kanan G.O.

Kukira kau sahabatku, G.O! Untuk apa kau ikut-ikut juga, hah? Rutukku dalam hati.

Tapi, G.O sibuk berbicara dengan Woohyun. Sedangkan Key dan Mir memakan sesuatu sambil berbincang-bincang.

Tiba-tiba, Key menari lagu MBLAQ yang berjudul Monalisa sambil tetap duduk, Mir hanya memperhatikan pergerakan Key sambil sesekali tersenyum.

Aih, Key.. sampai kapan kau akan menebarkan pesonamu itu?

Sesaat kemudian, Key dan Mir berdiri. Mereka berjalan entah kemana. Mungkin mau ke WC. Jinjja.. masa aku harus mengikuti mereka sampai ke WC? Di tengah perjalanan, Key berjalan mundur lalu menarikan No More Perfume on Younya Teen top. Ah, aku jadi ingat Minho sempat menarikan itu juga tadi, sekalian saja Key menarikan Mr. Simplenya Super Junior supaya sama kayak Minho.

Atau, kalau buat tebar pesona sekalian aja nari Boyfriendnya Boyfriend.

Argh, kenapa aku jadi kesal sendiri?! Sepertinya aku harus mengakui hal ini sekarang.

Aku…

.

.

.

….cemburu.

**

“Apa, Hyung? Pulang sekarang?” tanyaku sekali lagi, berusaha meyakinkan pendengaranku sendiri.

“Iya, lagipula kau disini tidak berbuat apa-apa. Lebih baik kau bersantai di rumah. Kapan lagi kau punya waktu luang seperti ini?”

“Tapi, Hyung.. kemarin malam kau sudah berjanji akan membiarkanku berpartisipasi dalam acara ini!” belaku tidak terima karena keputusan manajer ini.

“Aku memang mengatakannya dan sekarang kau sudah berpartisipasi kan? Dari tadi kau sudah berpartisipasi. Aku mengizinkanmu ikut, tapi aku tidak pernah bilang kalau kau boleh mengikuti acara ini sampai selesai kan?”

Benar juga. Ternyata aku yang salah strategi.

“Tapi, aku masih ingin disini..”

Perkataanku membuat Manajer Hyung berpikir sesaat sebelum menghembuskan nafasnya, hendak mengeluarkan keputusan yang berat “Baiklah.. kau masih boleh disni..”

“Jinjjayo?” teriakku tidak percaya, aku merasa mendapat durian runtuh, bahkan lebih baik dari itu.

“Iya, kau masih boleh disini, tapi hanya sampai waktu makan siang. Setelah makan siang, kau harus pulang”

Yah, ternyata ada ‘ekor’nya, “Tapi..” seruku kecewa.

“Pulang sekarang atau pulang setelah makan siang. Kau bisa memilih”

Sepertinya memang tidak ada pilihan lain.

“Darimana, Hyung?” tanya Taemin ketika aku kembali ke tenda, aku pun duduk di sebelahnya.

“Menemui Manajer” jawabku sambil meminum air dari botol minum.

.

.

.

Eh, aku melihat dia berjalan kesini.. apa dia.. menghampiriku?

**

Aku melihatnya sedang duduk di tenda bersama Taemin, dia meminum air dari botol. Kuputuskan untuk menghampirinya dan sepertinya ia menyadari itu.

“Sudah cukup pengamatannya?” tanyaku. Dia menatapku seolah-olah tidak terjadi apa-apa sambil tetap menempelkan ujung botol minum di mulutnya.

Kulihat Taemin melihat ke arah lain, mungkin dia berusaha untuk tidak mendengar urusan orang ‘dewasa’.

“Apa maksudmu, Key?” tuh kan, benar-benar tidak merasa bersalah.

“Membuntutiku seharian. Apa kau kira aku tidak menyadarinya?” Dia terlihat salah tingkah sambil mencoba untuk membalas kata-kataku dengan otak dinonya.

Sayang, otaknya tidak mau bekerja.

“Akan kita bicarakan hal ini di dorm. Sekarang, pulanglah..”

“Andwae! Aku masih mau disini!” Jonghyun benar-benar keras kepala. Padahal kan ini semua demi kebaikannya! Aku mengkhawatirkannya! Membuatku kesal saja.

“Pulang sekarang!” tunjukku padanya, tapi dia menahan telunjukku dengan kelima jarinya.

“Ok ok! Aku pulang setelah makan siang” ucapnya sambil menatapku dengan mata puppynya.

Aku dan dia terdiam dalam posisi itu, kutarik nafas dan bersiap menasehatinya lagi.

“Manajer sudah menyetujuinya kok” potongnya sebelum aku sempat meledak.

High five?” tanyanya ragu sambil tetap memperlihatkan puppy eyesnya.

Yah, dia memang orang yang paling tahu dimana letak kelemahanku.

High five!” sahutku akhirnya sambil merubah jari telunjukku dan menyatukan kelima jariku dengannya. Dia tersenyum lalu mulai meminum air dari botolnya lagi.

 

Kuharap dia tahu kalau aku tidak mungkin menduakannya, dia terlalu berharga untukku.

**

“Kami pulang!” sahutku serempak dengan Minho, Taemin dan Onew Hyung ketika kami sampai di dorm. Seharian berpartisipasi dalam acara olahraga ternyata cukup melelahkan.

Aku pamit menuju kamarku pada mereka, ingin secepatnya menyelesaikan masalah dengan Jonghyun yang tadi sudah pulang duluan.

Kriet

“Jjong..” panggilku sambil berjalan masuk ke dalam kamar. Aku menemukannya terduduk di atas kasur sambil menatapku dan tersenyum.

“Selamat datang, Key..”

Aku membalas senyumannya lalu berjalan mendekat, hendak memeluknya.

“Jangan memelukku!” potongnya.

Aish.. ada apa lagi sih?

“Kalau kau mau melakukan sesuatu padaku, kau harus berjanji sesuatu juga padaku”

“Hah?”

Dia berjalan mendekat, berdiri di hadapanku. Jarak kami hanya sekitar 5 cm dan dia masih mengeluarkan aura ‘Jangan menyentuhku seujung jari pun’, menyebalkan!

“Kalau kau mau memelukku, kau harus berjanji, kau tidak akan mendiamkanku ketika ada Dongwoon, Woohyun, Mir atau siapapun itu teman-teman 91Linersmu!”

“Apa sih—.”

“Janji atau tidak?” potongnya sambil mendekat lagi ke arahku, membuatku benar-benar ingin memeluknya. Pasti dia sengaja!

“Aku.. aku..” aku berusaha menangkis keinginanku, “Baiklah, aku janji!” teriakku lalu menghambur ke pelukannya. Aku tidak bisa lagi menahannya.

Aku tahu pasti sekarang Jonghyun sedang tertawa menang, tapi aku tidak peduli.

“Gitu dong, Yeobo..” dia memelukku balik lalu mencium pucuk rambutku.

“Kau memang ‘Lucifer’!” aku melepas pelukan kami dan dia tertawa senang karena sudah mendapatkan apa yang dia mau.

“Tapi kau menyukaiku!” belanya.

Ya, memang tak dapat disangkal sih.

Dia berhenti tertawa lalu menatap dalam mataku. Sekali lagi, dia mendekatiku lalu memegang pipiku. Wajahnya semakin didekatkan pada wajahku. Aku tahu apa yang akan terjadi, jadi kupejamkan kedua mataku.

Lumayan lama, aku tidak merasakan benda apapun yang menyentuh bibirku.

Tapi, aku dapat merasakan hembusan nafas Jonghyun di dekat telingaku.

“Kalau kau mau aku menciummu, perlihatkan isi diarymu padaku”

Ya ampun!

Dear diary…

For God’s shake,

Let’s run away!

 

 

 

END

Advertisements

5 responses to “[JONGKEY] Behind the FACTS! Again and Again

  1. Kocak…
    Thor, minta password yg Behind the Facts! (Special 키’s Day) dong *kedipkedip.

  2. aaa aku baru bacaaa.. Suka sama FF-nya! JongKey Jeil Jalnaga! XD

  3. Jonghyun kenapa itu kaki nya? T_T
    Maksa banget udah tau kaki nya sakit wkwk –”
    Key itu sesuatu ya, perhatian banget sama jonghyun sampe ditungguin sampe tengah malem ;D wkwkwk.

    Thor minta password Behind the fact selanjut nya dong ;D baiiiikkk deh u.u

  4. min minta pasword behind the fact dong @nindayulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s