[JONGKEY] Behind the FACTS


FF ini dipersembahkan khusus untuk Fenni Astriyanti @ Facebook yang kemarin ulang tahun.

Otanjoubi omedetou ne! WYATB XD I Love You~ xoxoxo

Maaf ya kalau ffnya tidak sesuai yang diharapkan kkkk

Title : Behind The FACTS

Author : (Akasviel Horvejkul-von Einzbern /FB) (@SungminELF /Twitter) (@jongkeys /Heello)

Cast : JongKey, Slight! JongHo, Slight! MinKey

Genre : Idk LOL yang pasti YAOI, DON’T LIKE DON’T READ!

Warning : GJ! TYPOS! FAILED! ABAL!

FYI, seperti judulnya, ff ini menceritakan kejadian yang mungkin terjadi di balik FAKTA-FAKTA JONGKEY, JONGHO dan MINKEY yang ada haha. Fangirling gone Wild!

————————————————————————————————–

110814

Dear diary..

My Name is Key and I am so fucking jealous!!!

Aku tidak tahu harus memulainya dari mana.

Mungkin semua orang sudah tahu kalau aku mempunyai hubungan spesial dengan si kepala dino bernama Kim Jonghyun.

Aku ingat, dia pernah mengatakan kalau hari dimana dia bertemu denganku adalah hari paling beruntung baginya. Aku tidak tahu apakah dia menyadari atau tidak, di reality Yunhanam, aku juga pernah mengatakan bahwa aku hampir jatuh cinta padanya semenjak pertama kali kita bertemu. Apakah dia pernah berfikir? Itu berarti bahwa aku dan dia sama-sama sudah tertarik satu sama lain semenjak pertama kali kita bertemu.

Aku akui, semenjak pradebut, kami sudah sangat dekat dan kebetulan kami teman satu kamar. Foto-foto pradebut aku dan dia pun sudah tersebar di dunia maya. Dan mungkin para Shawols, terutama Jongkey Shippers, sudah mengetahui bahwa kami mempunyai 5 rahasia selama pradebut yang tidak kami berdua ceritakan sampai sekarang.

Dia pun pernah ‘melamarku’ ketika kami shooting Hello Baby. Aku ingat, hari itu, aku, Minho, Taemin juga Yoogeun berencana merayakan Hari Ulang Tahun Jonghyun. Memang terlalu cepat karena waktu itu tanggal 6 April 2010 sementara Ulang Tahunnya tanggal 8 April, tapi berhubung kami tidak tahu apakah pada hari Ulang Tahunnya kami mempunyai jadwal yang padat atau tidak, kami memutuskan untuk segera merayakannya. Apalagi kalau ternyata ada jadwal mendadak, tidak mungkin kami bisa merayakannya. Oh, Shit!

Cukup basa-basinya, sungguh hari itu aku sangat terkejut. Dia tiba-tiba membuat fake marriage dan dia mengatakan hubungan kami yang sudah berjalan 3 tahun di depan semua kamera! Mungkin, semua orang akan menganggap kalau kata-katanya adalah lelucon. Tapi, tidak. Saat itu, kami memang sudah ‘jadian’ dan hubungan kami memang menginjak tahun ke 3, bahkan lebih. Karena gugup itulah, aku asal menjawab ‘Aku sudah mempunyai anak’ dan sepertinya dia tahu keadaanku sehingga dia tidak melanjutkan fake marriage itu lebih lanjut.

Ah, sudahlah.. mengingat dan menceritakan kisahku dengannya hanya akan menghabiskan seluruh halaman diary ini, bahkan mungkin kurang.

Aku akan memulai menceritakan apa yang sangat membuatku kesal saat ini.

Entah sejak kapan, dia, sahabat sekaligus My Crush, Kim Jonghyun dekat dengan sahabatku yang lain sesama 91 Liners, Choi Minho.

Awalnya aku anggap semua biasa saja, tetapi.. aku mulai ragu.

Aku tidak tahu sejak kapan kedekatan mereka berawal. Yang aku ingat, mereka menonjolkan kedekatan mereka itu ketika Elle Magazine Name Card Game.

Si Bodoh itu bahkan tidak menyadari, ketika pertanyaan yang muncul adalah “Anggota SHINee mana yang paling sering murung?” dan semua serempak menjawab ‘Minho’ kecuali Minho yang menjawab ‘Jonghyun’, aku memukulkan Name Cardsku pada Minho, tentu saja aku tidak rela Minho mengatainya. Bodohnya lagi, si Bodoh itu benar-benar sibuk dengan Minho yang duduk di sebelahnya selama pertanyaan terus diajukan. Aku bahkan harus berusaha masuk di tengah percakapan mereka karena kalau dibiarkan, acara itu akan berakhir menjadi acara Minho dan Jonghyun. Onew dan Taemin malah diam saja memperhatikan mereka yang sibuk dengan dunia mereka berdua.

Padahal, beberapa kali aku berusaha menarik perhatian si Bodoh itu dengan mengganti name cardsku dari ‘Key’ menjadi ‘Jonghyun’ ketika pertanyaan “Anggota SHINee mana yang mau kamu ajak ‘ngedate’ jika kamu adalah perempuan?”, aku bahkan mengatakan ‘Ai Shiteru (Aku cinta kamu)’ di akhir tetapi yang dilakukannya hanyalah tertawa. Lalu, ketika dia membicarakan bahwa di dunia ini kita itu sendiri, aku menjawab “Kau tidak sendiri, kau punya aku” dan yang dia lakukan hanya mengatakan “Jadi, aku tidak sendiri. Aku mempunyai Key-goon” Sesungguhnya, aku senang ketika dia mengatakan itu. Tapi.. ketika aku mempunyai waktu luang dan mengecek video itu ke youtube, apa yang para Shawol respon? Memang, aku tidak mengatakan kalau JongKey Moments kalah respon dibanding JongHo Moments –cih, menulis nama pairing ini saja darahku sepertinya naik ke ubun-ubun- bisa dibilang, respon untuk JongKey malah berbeda sangat jauh dibanding respon untuk JongHo, tapi tetap saja.. Banyak yang menganggap kalau saat itu JongHo lucu dan terasa sangat dekat satu sama lain.

Oke, aku terima walau sedikit kesal.

Oh ya, jangan kira karena aku artis, aku tidak pernah mengupdate berita. Malah, aku tahu persis berita-berita tentang SHINee apa saja yang beredar di dunia maya dan sepertinya Shawols tahu itu.

Jonghyun juga sering update, apalagi UFO Reply.

Sehingga, JongKey sering disebut sebagai pasangan paling update. Malah, foto kami berdua sedang browsing di ruang komputer di dalam dorm kami pun, sudah beredar luas di dunia maya.

Kebetulan, kami berdua adalah orang paling narsis di SHINee dan kami tidak pernah menyembunyikan keintiman kami di depan umum. Jadi, jangan heran kalau foto-foto kita adalah foto yang paling mudah di temukan di internet. Bahkan, facebook SM Town pun hampir tercemar dengan foto-foto kami hehe.

Aduh, malah ngomongin si Bodoh itu lagi.. Kembali kepada permasalahannya.

Aku menemukan satu akun menarik di youtube, namanya JongKeyTV hihi. Akun ini pasti sudah terkenal seantero JongKey Shippers dan aku diam-diam adalah salah satu subscriber akun ini, dengan nama Akun palsu tentu saja.

Nah, aku..

“Key..” sahut sebuah suara tiba-tiba. Aku tidak perlu menoleh untuk tahu suara siapa itu. Aku segera menutup diaryku dan kusembunyikan di bawah bantal, kuharap dia tidak melihatnya.

“Kalau mau masuk ke kamar, ketuk pintu dulu, Hyung..” jawabku sehalus mungkin, tapi sepertinya gagal karena dia menyadarinya. Aku melihat mata Jonghyun yang sedikit bereaksi dan dia menggigit bibir bawahnya, tanda bahwa dia memikirkan sesuatu.

“Tapi kan ini kamarku juga, Key..” Memang, di dorm SHINee yang baru, aku dan Jonghyun sekamar sedangkan ketiga temanku yang lain ditempatkan dalam satu kamar lainnya. Aku senang tentu saja. Dulu, yang sekamar berdua itu kan Jonghyun dan—aish.. Minho. Ah ya.. mereka juga pernah mengatakan kalau ketika mereka berdua tidur, mereka itu topless. Astaga.. apa saja yang sudah mereka lakukan?!

“Sopan santun itu perlu, Hyung..” sinisku lagi.

“Kamu marah ya?” Ya ampun! Pertanyaan bodoh dari orang bodoh macam apa itu?

“Tidak.. Hyung ada perlu apa? Kalau tidak penting, Bisa tinggalkan aku sebentar? Aku sedang sedikit sibuk dengan diriku sendiri” kuharap dia mengerti apa maksudku karena aku benar-benar tidak ingin diganggu.

“Baiklah.. tapi.. kalau kau membutuhkan sesuatu, jangan ragu untuk memanggilku”

“Hm” dia tahu kalau aku tidak berniat memperpanjang jawabanku, jadi, dia menarik kembali wajah dinonya dari celah pintu yang dia buka lalu menutup pintu kamar kami.

Blam!

Maaf, Hyung.. Aku tidak bisa mengatakan dengan jelas kalau aku memang sedang marah padamu. Sebenarnya, aku lebih ingin kau menyadari itu sendiri tanpa harus kuberitahu. Menyadari apa yang membuatku marah padamu.

Kutarik kembali buku diary yang tadi kusembunyikan dan kubuka halaman dimana aku terakhir menulis.

Ya, hari itu.. aku membuka akun JongKeyTV dan yang membuatku kesal adalah JongKey 종키 Moment # 57 – “Jealousy Test”. Padahal, di setiap lagu Stand by Me, aku dan Jonghyun akan memeragakan gerakan meliuk-meliukan jari kami ke udara seperti saat SHINee 1st Concert, tapi.. di video itu.. Jonghyun malah melihat ke arah Minho dan menggodanya! Bagusnya lagi, Minho malah ikut menggoda Jonghyun! Aku sempat menoel punggung Jonghyun, berharap dia berbalik dan melakukan gerakan seperti waktu itu. Tapi, dia terlalu sibuk dengan Minho, sangat sibuk sampai untuk berbalik padaku pun dia tidak punya waktu. Dia membiarkanku memeragakan gerakan itu sendirian seperti orang bodoh! Untungnya, saat itu masih di tengah-tengah perform sehingga aku masih berusaha mengeluarkan senyum terbaikku.

Sejak saat itu, setiap ada kesempatan, Jonghyun selalu menggoda Minho di atas panggung. Malah, tanggal 13 Agustus kemarin di Incheon, aku berusaha membuat dia terhibur dengan menjailinya di Part dance kita berdua pada lagu Hello, seperti biasa. Aku menarik kerah bajunya dan tersenyum jail, tapi yang dia lakukan hanya menarik nafas sambil membuat muka betenya itu. Aku tahu, dia tidak sengaja mencium gas dari efek panggung sehingga paru-parunya sedikit terganggu, aku memaklumi kalau sense of humornya juga terganggu, karena aku juga pernah tidak sengaja mencium gas efek panggung dan rasanya sungguh menyiksa paru-paruku. Apalagi, saat itu dia sampai batuk-batuk. Aku terus memerhatikannya, entahlah dia sadar atau tidak. Anggota SHINee yang lain pun memandang ke arahnya, khawatir. Andai aku berdiri di sebelahnya, aku pasti akan mengurut punggungnya, berusaha membuat batuknya berhenti. Sayang, yang berdiri di sebelahnya itu Taemin dan.. Minho. Tapi, yang paling menjadi penghalang itu adalah Minho karena Minho, satu-satunya orang yang menghalangiku untuk berdiri di samping Jonghyun. Tak heran kalau dia disebut Cockblocker JongKey.

Oh ya, setelah aku melihat beberapa fancams dari perform Hello kami saat itu, ada satu fancam yang focus pada Jonghyun. Fancam itu berjudul ‘110813 인천 한류 콘서트 hello’. Sungguh, melihat fancam itu, aku merasa bertambah khawatir pada Jonghyun karena dari awal sampai akhir, dia terlihat tidak senyum, sekalinya senyum pun sepertinya dipaksakan. Di beberapa bagian juga dia tidak memberi tenaga pada gerakan dancenya. Ya, kupikir seperti itu sampai fancam itu berjalan pada bagian dimana Minho ngerap. Si kepala Dino itu dengan lesunya berjalan ke sampingku dan Minho, memang itu posisinya saat itu. Dan dan.. yang membuatku naik darah adalah dia, dengan kondisinya yang lunglai sepanjang perform, malah menggoda Minho sambil mengeluarkan senyum khasnya! What the—! Minho juga! Dia malah ikut menggoda Jonghyun! Bukannya fokus pada rapnya! Astaga!

Aku jadi malas melihat kelanjutan video itu, sehingga aku membiarkan video itu berjalan saja tanpa melihatnya, terlalu sebal untuk tahu kelanjutannya setelah melihat momen INDAH JongHo. Cih

Ketika video itu akan berakhir, aku bangkit dari tidur-tiduranku, masih dengan rasa malas karena bermaksud menekan tombol Close, tapi ada sesuatu yang menghentikanku. Ya, beberapa detik setelah lagu Hello selesai, video itu fokus pada Jonghyun dan ikut fokus juga kepadaku, karena kami bersebelahan ketika ending. Aku juga baru ingat, saat itu aku memandanginya tanpa berkedip. Aku begitu khawatir padanya. Setelah beberapa lama, dia mungkin menyadari tatapanku dan dia balik menatapku lalu videopun berakhir.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah itu karena lampu panggungpun dipadamkan.

Sebenarnya, saat itu.. Dia menatapku dengan wajah lesunya lalu dia tersenyum lembut padaku.. sangat lembut. Di sela-sela senyumannya, dia berkata pelan padaku “Gomawo, Kibum-Ah..”

Bodoh! Aku tidak perlu menjawab atau bertanya untuk apa dia mengucapkan terima kasih. Aku tahu, ternyata.. selama perform, dia menyadari semua tatapan dan aura khawatir untuknya dariku. Dia tidak mengekspresikannya karena mungkin Shawols, terutama JongKey Shippers, akan menyadarinya dan dia tidak mau kita terkena masalah lagi. Intinya, dia mengucapkan terima kasih karena aku mengkhawatirkannya. Tentu saja.. bagaimanapun dia itu orang yang paling berharga untukku dan seharusnya dia tidak usah berterima kasih.

“Hah..” aku menghela nafas panjang. Kutatap jam dinding dan ini sudah waktunya makan malam. Aku segera menutup diaryku dan beranjak keluar. Kasihan juga kalau nanti 4 anggota SHINee diberitakan mati konyol karena kelaparan.

Kriet

Aku keluar dari kamarku dan Jonghyun lalu berjalan menuju ruang makan. Benar dugaanku, mereka mungkin sudah berkumpul di meja makan itu dari just-God-knows.

“Hei, Hyung.. ayo duduk!” Taemin menyapaku sambil menepuk-nepukkan kursi kosong di sebelahnya, menyuruhku duduk disitu.

“Aku harus menyiapkan makan malam dulu, Taem..” ucapku menjelaskan lalu berangsur jalan ke dapur.

“Hyung duduk saja! Hari ini ada koki ‘spesial’ yang akan menyiapkan kita makan malam” terang Taemin sambil menarikku duduk di sampingnya.

“Hah? Siapa?” tanyaku keheranan. Sejauh yang aku tahu, anggota SHINee itu tidak tahu menahu apa yang harus dilakukan dengan dapur dan alat-alatnya, kecuali aku.

“Makanan siaaap~” sahut suara seseorang yang baru datang sambil membawa sebuah panci lumayan besar sekaligus menjawab pertanyaanku secara tidak langsung. Orang itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Jonghyun.

“Apa ini?” tanyaku sambil menunjuk isi dari panci besar itu takut-takut, “jangan bilang kau yang membuatnya?”

Jonghyun menunjukkan muka sebalnya, “Ya! Memang aku yang membuatnya.. Tapi kan tidak usah takut seperti itu.. Aku tahu apa yang aku masak dan aku tidak bermaksud meracuni kalian”

“Baiklah.. Itadakimasu~” Onew Hyung yang mungkin sudah sangat kelaparan langsung menyantap masakan Jonghyun tanpa basa-basi. Melihat tidak ada tanda-tanda keracunan dari muka Onew Hyung, Taemin ikut memakan masakan itu.

Aku menatap Jonghyun dan dia hanya menaikkan bahunya seakan berkata ‘See? Apa ku bilang!’

Akhirnya, aku tak punya pilihan lain selain memakan masakan yang ada depanku. Perlu ku akui, rasanya lumayan untuk ukuran orang yang baru sekali ini menyentuh peralatan dapur dari seumur hidupnya.

“Enak kan?” tanya Jonghyun sambil tersenyum, aku hanya mengangguk. Terlalu terlena dengan senyumannya.

“Hyung~! Jangan bilang aku harus mencuci semua ini sendirian!” teriak seseorang dari dapur, suara Minho. Pantas saja aku tidak melihatnya daritadi.

Jonghyun menepuk keningnya pelan, seakan baru ingat akan sesuatu. Tanpa berkata apapun, dia beranjak lalu pergi ke dapur.

“Minho sedang apa?” tanyaku pada Taemin.

“Mana ku tahu, mungkin sedang mencuci piring dan peralatan lainnya yang tadi dia dan Jonghyun Hyung gunakan?”

Mendengar perkataan Taemin, lagi-lagi darahku naik, “Maksudmu.. semua makanan ini Minho dan Jonghyun yang buat?!” tanyaku memastikan.

“Hu-um.. katanya sih—.”

Prang!

Sebelum Taemin menyelesaikan kalimatnya, aku melemparkan sendok yang tadi kugunakan ke atas piring secara kasar, sehingga menimbulkan bunyi yang sangat keras.

Onew dan Taemin terlihat memandang satu sama lain, ketakutan. Jonghyun dan Minho yang entahlah sedang melakukan apa tadi langsung berlari dan menghampiri meja makan.

“Key, kau kenapa?” tanya Jonghyun yang membuatku semakin sebal.

“Tidak, tadi tanganku licin,” ucapku santai sambil berdiri, “kalian berdua makanlah.. Aku sudah selesai makan. Biar aku yang memncuci piring. Terima kasih karena sudah menggantikan tugasku untuk hari ini”

Jonghyun dan Minho saling bertatapan bingung. Aku tidak perlu mendengar apa-apa lagi jadi aku langsung berjalan menuju dapur.

“Tapi, Key.. makananmu belum habis” cegah Minho.

“Kubilang, aku-sudah-selesai-makan” tekanku pada setiap kata sekali lagi. Merekapun bungkam dan aku melanjutkan perjalananku ke dapur.

Dua orang bebal itu sepertinya tidak tahu peralatan apa saja yang mereka gunakan dan mungkin beberapa kali salah menggunakan alat-alat dapur, karena kulihat hampir seluruh peralatan disana tertumpuk mengenaskan bagai gunungan cucian kotor.

Dasar bodoh! Mereka berdua itu justru orang yang paling tidak boleh menyentuh peralatan dapur. Dengan otot-otot mereka itu, mungkin saja semua barang di dapur akan rusak sia-sia.

Apa pula maksud mereka membuat makan malam bersama-sama? Ingin menunjukkan kemesraan mereka berdua, hm? Menyebalkan!

“Key..” lagi-lagi suara Dinosaurus jelek itu menghantui pendengaranku.

“Apa?” tanyaku sehalus mungkin.

“Biar kubantu mencuci piring-piring kotor itu” ucapnya sambil mendekat dan berdiri di sebelahku.

“Tidak usah, kau pasti kecapekan karena sudah meluangkan waktu berhargamu untuk membuat makan malam kita dengan MINHO. Lebih baik kau dan MINHO makan saja. Besok kita ada jadwal ke Thailand.. Aku tidak mau kau dan MINHO terlihat menyedihkan hanya karena kelelahan membuat makan malam seluruh anggota SHINee” ejekku dengan penekanan pada seluruh kata ‘Minho’.

“Aku juga sudah selesai makan.. Jadi, kau tidak boleh protes lagi, aku tetap akan membantumu” seru otak dan sikap bebalnya lalu mulai mengambil satu piring kotor dan mencucinya.

Aku membiarkan dia melakukan apa yang dia suka. Sesudah itu, tidak ada sepatah katapun yang meluncur dari mulut kami. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku dan mungkin dia terlalu sibuk memikirkan seorang Choi Minho.

“Key..” panggilnya lagi setelah terjadi keheningan selama beberapa menit.

“Ap—.”

Brush!

Sebelum aku sempat mengetahui apa yang terjadi, Jonghyun mencipratkan busa dari sabun cuci piring ke arahku, membuat apron kesayanganku sangat basah dan beberapa cipratannya mengenai muka mulusku.

“Ya! Apa yang kau lakukan, Dino Babo?!” teriakku murka.

“Huwahahaha lihat mukamu itu hahaha” tawanya sambil berlari menjauhiku.

Aku langsung menampung busa yang masih tersisa lalu mengejarnya. Kami berlari mengitari dapur dan aku terus menerus melemparkan busa yang ada di tanganku ke arahnya.

“Ga kena~ ga kena~ Merong~!”  serunya menang karena lemparanku tidak ada yang berhasil mengenai muka menyebalkannya itu.

Aku menampung busa lagi dengan kedua tanganku, kali ini jumlahnya lebih banyak dari yang tadi. Aku memikirkan satu siasat dan seharusnya ini bekerja pada Jonghyun.

Jjongie Hyung~ I want you so bad~” teriakku menggoda dan seperti dugaanku, otak pervertnya langsung bekerja lalu berhenti berlari dan berbalik menatapku.

Brush!

Bodoh!

Aku berhasil melemparkan busa itu dan sekarang mukanya sungguh sangat terlihat mengenaskan, sekaligus lucu bagiku.

“Hahahahahaha terima itu, Bling-bling pervert!! Sekarang wajahmu benar-benar terlihat Bling-bling karena busa itu hahahahaha” pemenang sebenarnya adalah orang yang tertawa di akhir, kurasa pepatah itu ada benarnya.

Jonghyun terlihat kesal sambil menyingkirkan busa-busa itu dari mukanya. Untung saja tidak ada yang mengenai mata puppynya itu.

“Kau—benar-benar minta ‘dihukum’ ya?” Jonghyun mengejarku lagi dan aku langsung berlari. Kami lagi-lagi berkejaran mengitari dapur sempit ini.

Bruk!

“Aw!” aku tiba-tiba menabrak sesuatu yang membuatku jatuh terduduk ke lantai.

“Ah, Mianhe, Key! Aku tidak sengaja!” Kudongakkan kepalaku untuk bertemu dengan mata kodok itu, Choi Minho. Entah sejak kapan dia berada disini.

Aku menerima uluran tangannya dan dia membantuku berdiri.

“Maaf sekali lagi, Key..” Kuanggukan kepalaku tanda aku memaafkannya.

Minho kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jonghyun, “Hyung, sudah selesai mencuci piringnya? Ayo, kita teruskan Winning Eleven yang tadi!” serunya bersemangat.

Ya ampun, aku sampai lupa kalau aku sedang marah pada Jonghyun! Terima kasih, Choi Minho.. kau sudah mengingatkanku.

Aku malas mendengar apalagi yang akan mereka katakan, jadi kuputuskan untuk kembali dan mencuci piring-piring kotor itu dalam diam.

“Kau tunggu saja.. Aku belum selesai. Nanti aku menyusul” sesudah Jonghyun berkata itu, kulirik sedikit dan kulihat Minho telah pergi dari dapur.

Jonghyun kembali ke posisi awalnya, berdiri di sebelahku.

Dia mengambil satu piring lainnya dan sebelum dia mencuci piring kotor itu, aku langsung menyambar piring yang ada di tangannya.

“Biar aku saja. Lebih baik kau menemani MINHO bermain. Kasihan kalau MINHO harus menunggumu terlalu lama” kataku lagi-lagi dengan penekanan di setiap kata ‘Minho’.

“Tapi—.”

“Aku bisa menyelesaikannya sendirian” tegasku lagi. Jonghyun menghela nafasnya lalu membuka apron yang dia gunakan dan pergi dari dapur. Tinggalah aku sendirian disini, tapi lebih baik karena tidak ada satupun orang yang akan melihatku menangisi orang bodoh berkepala dinosaurus itu.

Bodoh! Kau juga sudah tertular kebodohannya, The Almighty Kim Kibum!

**

Aku sedang berkutat dengan laptopku sambil melihat beberapa fancams dari perform di Incheon Concert kemarin. Aku kaget ketika seorang Shawol mengambil gambarku dan Minho dari sudut yang salah, Minho terekam memajukan mukanya ke arah mukaku dan kami terlihat berciuman. Padahal, kejadian sebenarnya kan..

Kriet

Jonghyun membuka pintu kamar kami lalu duduk di kasur, tepat di sebelahku.

“Sedang apa, Key?”

“Sudah selesai mainnya? Kok cepet?” tanyaku tidak menjawab pertanyaannya.

“Buat apa? Toh, Minho mau main denganku hanya karena aku tidak pernah menang melawannya dan dia akan mengejek-ejek kekalahanku. Dasar kodok menyebalkan!” rutuknya. Aku tertawa kecil. Rasakan!, batinku.

“Nah, aku kan sudah menjawab pertanyaanmu.. Sekarang, jawab pertanyaanku. Kau sedang apa?” tanyanya sekali lagi sambil mencuri pandang ke arah laptopku.

Gawat! Kalau Jonghyun melihatnya, bisa-bisa dia salah paham!

Aku berusaha menutupi layar laptopku, tapi sia-sia saja karena Jonghyun berhasil merebut laptopku dan melihat video itu.

Aih.. pasti dia marah. Dugaku sambil bersiap menjelaskan kesalahpahaman yang ada di video itu.

“Jonghyun.. itu tidak seperti yang kau lihat. Aku bisa menjelaskan” kataku takut-takut.

Jonghyun mengembalikan laptopku lalu tersenyum dan membelai rambutku.

“Menjelaskan apa, hm?”

Eh? Kok dia ga marah sih?

“Kamu ga marah?”

“Untuk?” tanyanya balik.

“Video aku dan Minho yang tadi kau lihat”

Jonghyun terlihat mengernyitkan dahinya, tidak mengerti maksudku.

“Lalu? Apa yang salah dengan video itu?”

Padahal, dari judulnya saja sudah ‘110813 MINHO KISS KEY’. Kenapa tidak marah? Tidak cemburukah dia melihatku dengan Minho seperti itu?

Ah, atau dia tahu kalau Minho hanya menyukai dirinya jadi dia tenang-tenang saja? Menyebalkan!

“Ga, ga ada yang salah. Lupakan saja!” seruku sambil bermaksud mengshut down laptopku. Tapi, niatku digagalkannya yang langsung merebut laptopku lagi dan mengetikkan sesuatu.

“Nih, aku tahu apa kejadian sebenarnya” dia mengembalikkan laptopku yang sedang memainkan video berjudul ‘[Fancam]110813 SHINee Minho Ending 2 Cut@ Incheon Korea Wave Concert’ dari Youtube.

Di video itu terekam dengan jelas kalau Minho bukan berusaha menciumku, tapi dia mencium handuk yang ada di tanganku. Dan itu memanglah kejadian yang sebenarnya.

“Aku tidak marah dan aku tidak cemburu pada kalian karena aku sudah melihat video itu” tambah Jonghyun, “ah, walaupun tidak ada video itu, aku tetap tidak akan marah atau cemburu karena aku percaya padamu, Key.. Aku percaya kalau kau hanya menyukaiku kekeke”

Mendengarnya berkata seperti itu, pertahananku runtuh. Aku menangis sejadi-jadinya lalu memeluk Jonghyun erat.

“Loh Key, ko nangis sih? Cup cup.. jangan nangis” bingungnya sambil mengeratkan pelukan kami.

“Aku bodoh, Jjong.. Kau sih seenaknya saja menularkan kebodohanmu padaku! Hiks Kau menyebalkan!” ucapku sambil terus terisak.

“Yeh.. Ko sekarang malah ngejek aku sih? Apa salahku coba?” Aku melepas pelukannya lalu menatapnya dengan mataku yang masih berkaca-kaca.

“Maafkan aku.. Seharian ini aku mengacuhkanmu karena—.”

“Kau cemburu pada Minho. Benar kan?”

“Ya! Siapa yang cemburu?! GR” Jonghyun tersenyum sambil menggerak-gerakkan alisnya naik turun, tanda kalau dia tidak percaya dengan ucapanku.

“OK, Sedikit” ralatku. Dia masih menatapku tidak percaya.

“Iya iya, aku SANGAT cemburu pada Choi Minho karena seorang Kim Jonghyun terlalu dekat dengannya akhir-akhir ini. Puas?!” bentakku sambil menggembungkan pipiku dan menaruh kedua tanganku di depan dada.

“Hahahahaha akhirnya kau mengakuinya hahaha” tawanya puas.

“Ya! Ini sama sekali tidak lucu!” kesalku sambil memukul bahunya keras.

“Iya deh iya.. tapi, cemburumu itu terlihat jelas tahu! Sampai-sampai Minho memintaku untuk membantunya membuatkan makan malam tadi, sebagai permintaan maafnya padamu. Niatnya sih karena aku pasti tahu makanan kesukaanmu, tapi sepertinya kamu malah tambah cemburu” Aku tertegun mendengar penjelasan Jonghyun.

“Ja-jadi.. tadi itu kalian..”

“Hm. Tadi itu masakan permintaan maaf dari Minho untukmu”

Aku semakin menyesal. Andai saja aku tidak terlarut dengan keegoisanku. Dan andai saja aku seperti Jonghyun, mempunyai rasa percaya yang sangat kuat terhadapku. Tidak, tentu saja aku mempercayai Jonghyun, tapi.. ya itu tadi, keegoisanku membuatku kehilangan kendali.

“Aku harus minta maaf pada Minho”

“Ya, walaupun Minho sudah memaafkanmu dan seharusnya kau ingat, dia sudah punya Taemin..” jawab Jonghyun. Aku menatapnya sekali lagi.

“Aku juga harus minta maaf padamu”

Jonghyun menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tanganku erat, “Aku tidak perlu itu. Asal kau sudah mengerti bahwa aku tidak mungkin berpaling darimu dan asal kau memberikan rasa cintamu itu seutuhnya padaku, aku sudah merasa senang dan aku tidak perlu apa-apa lagi”

Aku mengeratkan genggaman tangan kami lalu menarik Jonghyun untuk kembali memelukku.

“Pasti” bisikku pelan.

Setelah beberapa saat, Jonghyun melepaskan pelukan itu lalu menatap mataku lagi lebih dalam, sebelum akhirnya mencium lembut bibirku dengan bibirnya.

Ciumannya.. Sungguh manis. Ciuman yang hanya berupa kecupan hangat. Aku rindu sekali dengan perlakuannya yang seperti ini padaku. Tidak, aku rindu semua yang ada pada dirinya.

“Kau tahu..”

“Apa?” tanyaku tidak sabar.

“Tidak sekali ini saja kau cemburu pada Minho” aku mengernyitkan kening.

“Oh ya? Memang kapan lagi aku pernah cemburu pada Minho?”

“Itu.. waktu kita Debut Reception di Nagoya”

Aku mengingat-ingat dan kembali tertawa.

“Waktu Minho mengatakan bahwa dia menyeka keringatku ketika aku demam tinggi di London…”

“Aku juga mengatakan bahwa aku menyuruhmu untuk tidak perform dengan nada khawatir kan?” potongku. Jonghyun mengangguk sambil tersenyum.

“Iya, lalu aku bilang kalau aku tidak ingat dan bertanya kapan kau melakukan hal itu. Tapi, kau menjawab kalau kau tidak melakukannya haha. Kau berbohong hanya karena kau tidak mau kalah ketika Minho bilang dia menyeka keringatku? Ckck. Yeobo~ Kau childish sekali hahaha” tawanya puas. Aku diam saja, sebenarnya.. aku tidak berbohong. Waktu dia demam tinggi itu, aku memang orang yang paling khawatir dan aku menyuruhnya untuk istirahat walau dia terus meminta untuk ikut peform. Mungkin dia tidak ingat karena saat itu demamnya sangat tinggi dan dia melakukan hal itu di bawah kesadarannya. Aku tersenyum, ya.. biarlah. Biar hal itu menjadi rahasiaku dan anggota SHINee lainnya selain Jonghyun. Lagipula, aku mengatakan kalau aku tidak berkata seperti itu karena aku kesal, kenapa dia tidak mengingatku? Padahal aku benar-benar khawatir pada keadaannya!

Pada akhirnya, malahan aku yang menyanyikan bagian Jonghyun pada perform Replay saat di London itu.

“Tapi, Key.. apa kau ingat apa yang MC tanyakan sebelum dia mengajukan pertanyaan tentang demam tinggiku itu?”

Aku mengingat-ingat lagi, tapi aku lupa.

“Apa?”

“Ketika Minho bilang kalau aku menyukainya”

Ah, iya.. aku ingat. Saat itu, aku ingin sekali membungkam mulut Minho dengan bogem mentahku.

“Nah, kau ingat apa yang aku katakan ketika Minho mengatakan itu?”

Aku berpikir, mencari kejadian itu yang bertumpuk di dalam memori otakku, “Kalau tidak salah.. kau mengatakan ‘Itu cuma persahabatan’ kan?”

“Bingo! Terus, kau ingat apa yang aku katakan pada tanggal 23 Juli 2011?”

Mukaku seketika merah padam mendengar tanggal tak asing itu.

“Waktu itu kau mengatakan padaku ‘Jonghyun-Ah, itu bukan persahabatan tapi CINTA’ di depan semua orang”

Aku tidak menjawab karena aku benar-benar malu mengingat hari itu.

“Bukankah itu sejenis dengan apa yang aku katakan di Nagoya? Bedanya, aku mengatakan kalau hubunganku dengan Minho hanya persahabatan, tapi ketika kau mengatakan bahwa hubungan kita bukan persahabatan, melainkan cinta. Aku membalasnya..”

Jonghyun mendekatkan mulutnya pada telingaku lalu berbisik pelan, “Ayo kita menikah..”

Sial! Jonghyun memang orang yang paling tahu bagaimana membuatku tersipu-sipu dan dugeun dugeun karenanya.

“Seharusnya kau tidak perlu cemburu dengan Minho karena kau sudah mengetahui apa perbedaan perasaanku pada Minho dan perasaanku padamu. Dan satu lagi, Kau harus menepati janjimu saat itu, Key.. kau bilang kalau kau akan menikah denganku 10 tahun lagi. Jangan membuat JongKey Shippers bunuh diri, apalagi JongKey itu couple paling terkenal di SHINee loh..” ucapnya lagi sambil tersenyum jail.

“Pasti, aku kan sudah mengklarifikasinya pada wawancara dengan Ray Magazine” jawabku lalu memeluknya lagi.

Saat wawancara itu, ada pertanyaan berbunyi ‘Kau ingin menjadi orang yang seperti apa 10 TAHUN LAGI?’

Aku menjawab keinginanku dengan diakhiri jawaban ‘..Dan aku akan menepati SUATU JANJI’.

Ya, janji itu. Sepuluh tahun lagi.. Aku tahu hubungan aku dan Jonghyun sulit diterima. Tapi, bolehkah aku berharap kalau 10 tahun lagi itu semua akan berubah? Akan ada dunia dimana aku dan Jonghyun bisa bersatu. Walau tetap akan terasa salah.. tapi, selama ada dia, selama berada di sisinya, semua itu terasa benar. Semua itu terasa benar karena aku mencintainya. Karena aku mencintai Kim Jonghyun. Karena aku hanya mencintai Kim Jonghyun.

**

Hari ini SHINee akan berangkat ke Thailand dan sekarang kami semua berada di bandara Incheon.

“Hei, Key.. Kau ingat, kita mengecewakan Shawols Thailand dengan Pocky Kiss kita yang tidak jadi waktu itu?”

Aku menganggukan kepalaku sambil melayangkan tatapan Lalu-apa? Padanya.

“Bagaimana kalau sekarang kita membuat mereka, terutama JongKey Shippers, sport jantung dengan kemesraan kita? Mumpung disini banyak kamera..” senyumnya senang karena ide jailnya itu.

Aku hanya membalas senyumnya. Ya boleh lah.. Lagipula, idenya itu tidak buruk-buruk amat.

Kami lalu menaiki eskalator dengan Taemin di belakang kami. Aku dan Jonghyun berada pada pijakan eskalator yang sama. Tidak perlu aba-aba apapun, aku segera mengangkat tanganku ke atas kepala, begitupun dengan Jonghyun. Kami membuat Love Sign yang tentu saja membuat para Shawols disana berteriak tak karuan.

Jonghyun menurunkan tangannya duluan dan tertawa-tawa layaknya orang idiot yang berhasil membuat dunia terguncang.

Aku menatapnya dan langsung menunjuk-nunjuknya kesal.

“Ya! Siapa yang bilang kau boleh menurunkan tanganmu duluan!” bentakku karena aku tentu saja tidak mau terlihat bodoh karena Jonghyun menurunkan tangannya duluan, meninggalkanku yang masih membuat Love Sign sendirian.

Dia tidak menjawab, tapi dia menatap beberapa kamera disana lalu, sekali lagi, kami berbarengan membuat Love Sign di atas kepala kami.

Dan salahkan sifat divaku, karena aku menurunkan tanganku duluan pada Love Sign yang kedua ini. Hihi 1-sama, batinku lalu membalikkan tubuhku untuk melihat keadaan di bawah.

Jonghyun sepertinya akan memukulku dengan topi di tangannya itu, tapi Taemin mengajaknya berbicara dan menghentikan niat Jonghyun ㅋㅋㅋ.

110815

Dear diary..

My Name is Key and I’m in Love again! ^^

 

END


Advertisements

4 responses to “[JONGKEY] Behind the FACTS

  1. weww~ JongKey ƪ(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)ʃ
    next FF ditunggu~

  2. so sweet

  3. Mama..sweet! Sweet! Bagian nikah 10 thun lagi mampus mesra!

  4. bagus bgt …..
    bikin lgi dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s