ff/ Straight/ OnSica (Onew – Jessica)/ Last Gift


FF ini buatan eonnieku, Vanessa Springkey on Facebook ^^

enjoy it~

Special Oneshot__Last Gift

Cast:

Lee jinki aka SHINee Onew

Jung Sooyeon aka SNSD Jessica

Song Qian aka F(X) Victoria

_song playing: Juliette_

Haish!!sial. .hari ini harus naik bus lagi. .udara juga sangat dingin. .aku benci. .kyaaaaaaa. .ow, ya. .namaku Jessica . .siswa di salah satu sekolah di seoul. .rumahku di daegu. .sebenarnya ingin sekali pindah ke seoul dan tinggal disini. .tapi appa dan umma terlalu khawatir jadi belum berani melepaskanku sendiri. .haha

Aku sudah memasuki bus yang menuju sekolahku. .tidak lama bus berhenti dan ada beberapa orang yang naik. .

“haish!!semakin rame saja. .berisik!!”, kataku

saat aku sibuk melihat orang2 memasuki bus, ada seorang namja sedari tadi melihatku terus. .duduknya agak berjauhan denganku. .

“mwo? ?”, tanyaku pelan tapi dia mengerti

dia menggeleng. .sambil tersenyum. .omo!!sangat manis. .haish!!apa-apaan sii aku ini. .aku kan tidak kenal namja itu. .

aku kembali lagi ke duniaku. .mendengarkan musik di ipod ku sambil memakai headphone. .memejamkan mata. .tiba-tiba. .

“omo!!kau mengagetkanku. .kau mau apa? ?“, namja itu mendekatiku sepertinya butuk bantuanku

“minta tolong ambilkan kertas yang jatuh di bawah kakimu? ?”, kata namja itu

”ahh. .ne”, kataku

aku mencoba membungkuk dan mencari-cari kertas itu. .aku menyerahkan kertas itu pada namja itu. .

”gomawo. .boleh aku duduk disini? ?”, tanyanya

aku mengangguk. .

namja itu selalu saja mengajakku bicara, padahal aku sedang tidak ingin bicara. .mendengar semua responku sepertinya dia  sadar aku sedang tidak mood untuk berbicara lagi. .dia diam. .

sampai juga di stasiun pemberhentianku. .”aku duluan yaa. .”, pamitku dia mengangguk

_keesokan harinya_

yaah, namja itu lagi. .aku tidak sadar tersenyum. .seperti biasa, kita mengobrol. .tapi hari ini lain. .dia sepertinya yang sedang tidak bersemangat. .akud diam. .

_hari-hari berikutnya_

aku selalu menunggu-nuggu pergi sekolah setiap pagi. .hanya ingin mengobrol dengan namja itu. .aku sangat nyaman berada di dekat namja itu. .sampai sekarang bahkan belum tau siapa nama namja itu. .

pagi ini aku berencana menanyakan namanya. .haha sangat konyol bukan. .awalnya aku sangat terganggu jika namja itu datang. .tapi sekarang malah aku yang menunggu dia datang ke bus itu. .

”uda lama begini, kenapa dia belum datang? ?’, kataku dalam hati

sampai aku turun pun dia tidak datang. .

sudah 3 hari ini dia tidak naik bus ini lagi. .apa yang terjadi yaa? ?aku mulai mengkhawatirkan namja itu. .bahkan belum sempat menanyakan namanya. .

pagi ini aku masih menunggunya. .sangat khawatir. .haish!!perasaan apa ini? ?ingin selalu bertemu. .mengkhawatirkannya kenapa dia tidak datang ke bus ini lagi. .

seperti biasa. .aku memejamkan mataku, mendengarkan lagu yang ada di ipodku. .

”omo!!kau selalu saja mengagetkanku. .”, kataku ke namja itu

namja itu datang lagi. .aku senang. .tanpa sadar aku tersenyum. .karena apa? ?apa mungkin karena dia datang lagi ke bus ini. .sangat lucu. .haha

dia mulai berbicara. .”maaf kemaren aku tidak datang. .ada hal penting. .”, katanya sepertinya sangat menyesal

”ahh, buat apa meminta maaf padaku. .”, kataku tersenyum

”ahh, iya juga yaa. .”, katanya lagi tertawa

”ow, iyaa. .namamu siapa? ?”, kataku tiba-tiba, sangat berani. .haha

”chonnun jinki imnida. .kamu? ?”, katanya balik bertanya

”panggil saja aku eunjin. .hehe” , senang berkenalan denganmu

dia tersenyum juga. .”kau suka musik? ?”, tanyanya lagi

”sangat. .ingin sekali pergi ke gedung kesenian. .main piano disana. .”, kataku antusias

”baiklah. .kalau begitu. .weekend ini kita bertemu di stasiun dekat sekolahmu saja yaa. .”, katanya mengajak tiba-tiba

”aku turun dulu. .annyong. .”, katanya lagi sambil berlari

_weekend_

seperti janjiku pada jinki sebelumnya. .kita bertemu di stasiun dekat sekolahku. .tidak lama kemudian dia datang. .tapi wajahnya sangat pucat. .

”gwenchana jinki-sshi? ?”, tanyaku khawatir, dia mengangguk. .

”kkaja!!”, ajaknya bersemangat sambil menggandeng tanganku, ”omo!!aku berdebar-debar lagi. .haish!!”, kataku dalam hati

sampai di dalam gedung kesenian, kita masuk di sebuah ruang yang sangat luas. .sepertinya untuk pertunjukan. .dia memegang pundakku. .mendudukkanku di depan sebuah piano. .”whooaaahh. .”, aku sangat senang

”sekarang mainkan satu lagu untukku. .”, kata jinki

”mwo? ?kan bukan begini perjanjiannya. .”, kataku, ”ahh. .sudahlah. .mainkan satu lagu untukku. .”, katanya memaksa sambil memasang wajah pura-pura marah

wajahnya sangat lucu. .sangat imuuuut. .tapi sepertinya dia kurang sehat. .aku tidak tau. .aku mulai memainka satu lagu yang biasa aku mainkan dengan piano itu. .lagu yang aku suka. .

“I’ve forgotten how long it has been

since I’ve never again…

listened to you telling your beloved fairytale

I’ve thought for a long time

I start to panic

have I done something wrong?

You said to me with full of tears

Inside the fairytale are all lies

I can’t possibly be your prince

Maybe you can ever understand

You said I love you ever after

The stars in my sky has lightened up

I’m willing to be

that angel you love inside the fairytale

Spread up my hands

become the wings to protect you

You must believe

believe that we can be like that in the fairytale

prosperity and happiness is. .”

belum sempat lagunya selesai aku shock. .melihat jinki yang awalnya beriri melihatku bermain paino tiba-tiba jatuh ke lantai. .aku sangat panik saat itu. .aku tidak bisa membopongnya. .aku minta tolong juga percuma, tidak ada yang mendengar suaraku. ”tak berguna. .”, kataku

aku hanya bisa menangis. .menidurkan kepalanya di pangkuanku. .mengusap-usap pipinya. .rambutnya. .masih menangis. .airmataku menetes di wajahnya. .dia terbangun. .aku membantunya bangun. .

“ige mwoyya? ?gwenchana? ?”, tanyaku

“aku tau kamu daritadi sangat pucat, pasti sedang sakit. .iya kan? ?kenapa tidak bilang dari awal. .tidak perlu memaksakan pergi begini. .”, aku berbicara sepanjang lebarnya. .sambil terisak, dia malah tersenyum. .

“haha. .sudahlah. .aku tidak apa-apa. .”, katanya sambil menyeka airmataku

“kenapa sampai menangis begini? ?maafkan aku membuatmu mengkhawatirkanku”. Katanya meminta maaf, aku menggeleng

1 jam kami mengobrol di ruang itu. .”aku pingsan mungkin karena terlalu terpesona kali yaa dengan permainan pianomu itu”, kata jinki tertawa

aku memasang muka marah. .dia tau. .

“mianhae Jessica sshi. .tidak ada maksud untuk membuatmu khawatir”, kata jinki

“kau sangat hobi yaa meminta maaf”, kataku tersenyum, dia ikut tersenyum. .

kami pulang setelah menunggu keadaan jinki sedikit lebih kuat untuk berjalan. .harusnya aku yang mengantarnya sampai rumah karena takut terjadi apa-apa padanya. .tapi jinki malah memaksa mengantarku pulang sampai rumahku. .

_keesokan harinya_

kami bertemu lagi di bus. .mengobrol. .mendengarkan lagu bersama. .dia sepertinya sudah terlihat sehat. .aku senang dia bisa tersenyum lagi. .

pulang sekolah kita berjanji bertemu lagi. .di stasiun dekat sekolahku. .kita akna makan eskrim bersama. .dia yang merekomendasikan kedai eskrim yang enak di hongdae street.

_Pulang sekolah_

“sudah lama?”, Tanya jinki

“maaf yaa. .aku dihukum membersihkan toilet gara-gara bertengakr dengan chinguku. .”, katanya sambil tertawa

yaa. .aku bisa melihat dia sepertinya sangat lelah. .dan ada sedikit memar di pelipis mata. .”gwenchana? ?”, tanyaku

“iyaa. .hanya terlalu lelah saja. .”, katanya

”mau membatalkan acara hari ini? ?tidak apa-apa jika kamu tidak jadi mengajakku makan eskrim. .”, kataku

”ani. .ani. .aku kuat ko. .hanya lelah saja. .kalau sudah makan eskrim pasti sudah segar lagi. .haha”, katanya sambil tertawa

aku berjalan disamping jinki. .selama perjalanan dia selalu tersenyum. .menampakkan semua gigi putihnya. .aku sangat suka melihatnya tersenyum. .seperti dihatiku ada rasa yang sangat nyaman sekali. .tiba-tiba dia berhenti sedikit membungkukkan tubuhnya. .nafasnya sedikit tersengal. .

”gwenchana? ?mau beristirahat sebentar? ?”, tanyaku sambil mendudukkannya di bawah pohon. .jakkaman. .

”omo!!hidungmu berdarah jinki. .”, kataku waktu dia membalikkan wajahnya menatapku

aku berlari ke toko kelontong dekat situ. .membelikan dia sebotol air mineral dan tissue. .

aku mengusap darah di hidung jinki dan menyerahkan sebotol minuman yang aku beli tadi ”ini. .minumlah. .”

”mianhae Jessica . .mianhae. .”, katanya sambil meneguk minuman itu

”for what jinki-sshi? ?”, tanyaku heran

“selalu merepotkanmu jika bepergian dengaku”, katanya lagi

”ahh. .sudahlah. .aku kan juga sudah menyarankan untuk pulang saja. .”, belum sempat aku meneruskan obrolanku dia menyerobot. .”tapi aku sudah berjanji mengajakmu makan eskrim. .”

”ahh. .sudah tidak apa-apa. .kkaja!!”, katanya mengajakku lagi

haish!!namja ini. .aku mengkhawatirkannya tapi dia tidak sadar. .kita sampai di kedai eskrim. .

”mau rasa apa? ?”, tanyanya

”terserah kamu saja. .”, kataku ”baiklah. .”, katanya lagi

”2 mix banana strawberry ice creamnya please”, katanya pada penjual eskrim itu

kita makan eskrim dan mengobrol. .dia terlihat pucat sekali. .aku tau dia tidak sehat. .aku cepat mengajaknya pulang dan tentunya menolaknya untuk mengantarku pulang. .kita berpisah waktu aku turun dari bus. .

”kenapa dia tidak datang lagi? ?”, tanyaku masih di bus

sudah 2 minggu aku tidak melihatnya. .sangat merindukannya. .ingin bertemu. .aku memutuskan menulis sebuah surat. .aku letakkan di jendela. .tepatnya di pojok belakang,  siapa tau dia menemukannya waktu naik bus ini. .bus yang biasa kita naiki. .

_jinki’s POV_

dua minggu kemarin aku tidak bertemu Jessica. .gara-gara penyakit bodoh ini. .aku membencinya. .membuatku menjadi namja tidak berguna untuk Jessica. .” Jessica. .aku merindukanmu. .”, kataku sambil berjalan menuju stasiun bus dekat rumahku

_di bus_

aku menemukan surat yang terjepit jendela bus di pojok. .aku membacanya. .mungkin ini bukan untukku tapi entah mengapa aku ingin membacanya. .”mwo? ?dari Jessica?”, kataku. .aku mulai membacanya. .

”sudah 3 bulan ini kita bertemu. .di tempat ini. .di bus ini. .

aku sangat bersyukur. .bahkan sangat berterima kasih pada Tuhan

karena telah mempertemukan kita

awalnya aku tidak begitu menyadari tentang apa yang aku rasakan ini

apa yang aku rasakan kepadamu. .jinki. .

awalnya sangat terganggu akan kedatanganmu. .

keeseokan harinya sangat ingin cepat pagi agar cepat bertemu denganmu di bus ini

semakin sering bertemu semakin aneh saja rasa yang ada di dadaku ini

sangat menyesakkan awalnya. .

bahagia bertemu denganmu. .

bahagia melihatmu setiap awal hariku

bahagia memainkan piano dan bernyanyi untukmu

bahagia hanya dengan melihat senyummu

bahagia hanya dengan mengobrol

sangat bahagia hanya dengan melihatmu berada di sampingku

perasaan apa ini? ?tapi anehnya setelah aku menyatakan ini semua

rasanya sangat lega. .sudah mengutarakannya kepadamu. .

dan sekarang aku menyadari apa yang aku rasakan sekarang. .

jinki. .sepertinya aku menyukaimu. .

bukan sepertinya. .tapi sudah pasti aku menyukaimu. .

yaa. .aku sadar selama ini sangat menyukaimu. .

jinki. .neomu choahaeyo. .”

aku menangis membaca surat dari Jessica ini. .yang tidak sengaja aku temukan di bus ini.

”andwe. .dia tidak boleh menyukaiku. .aku akan sangat menyakitinya nanti jika aku pergi meninggalkannya. .”, kataku masih memegang surat dari Jessica dan menangis. .

pagi berikutnya aku bertemu Jessica di bus. .seperti biasa. .

“annyong Jessica. .pulang sekolah nanti bisa tidak bertemu sebentar. .ada yang ingin aku kenalkan padamu. .”, kataku

“ahh. .nugu? ?, tanya Jessica

“sudah datang saja yaa. .kita bertemu di tempat biasa. .ok!!”, kataku

_Jessica POV_

pulang sekolah aku berjanji bertemu jinki. .katanya ingin mengenalkanku pada seseorang. .kira-kira siapa yaa. .

“ahh. .itu jinki datang. .dengan yeoja? ?”, kataku waktu melihat jinki datang menggandeng seorang yeoja

“ini Jessica. .dia victoria. .tunanganku. .”, kata jinki

aku tidak menerima jabatan tangan vic, tapi malah aku terdiam. .kaget. .tidak percaya. .

”mwolla ige? ?jinki sudah punya tunangan ternyata. .”, kataku dalam hati

” Jessica. .gwenchana? ?”, tanya jinki melambaikan tangannya di depan wajahku

ahh. .airmataku rasanya ingin keluar. .apa aku harus tetap disini. .atau berpaling untuk berlari. .eottokhae? ?

aku membalikkan tubuhku. .airmataku mulai menuruni pipiku. .berlari menghiraukan jinki dan vic yang mematung melihatku berlari. .

”eottokhae. .”, kataku sambil berlari dan menangis

_jinki’s POV_

”apa tidak apa-apa caranya begini? ?”, tanya vic padaku

”nee. .dia tidak boleh menyukaiku. .aku akan menyakitinya cepat atau lambat. .”, kataku pada vic, dia mengangguk

_ Jessica POV_

2 minggu aku tidak bertemu jinki. .awalnya aku tidak ingin menghindar dari jinki. .tapi mungkin ini cara yang paling baik untuk melupakannya. .menghidarinya. .sengaja berangkat sekolah dengan kereta saja. .aku memaksa ikut pentas kesenian di sekolahku. .mungkin dengan ini aku akan sibuk dengan piano dan bisa melupakan jinki dengan cepat. .minggu depan pertunjukannya. .

hapeku berbunyi. .nomornya tidak aku kenal. .

”yoboseyo? ?”, kataku

”ahh. .vic. .waeyo. .”, kataku lagi

”ne. .algyesimnida. .sampai bertemu nanti”, kataku mengakhiri telepon dari vic

kenapa vic mau betemu denganku. .pulang sekolah nanti dia ingin bertemu. .

aku segera pergi ke stasiun bus dekat sekolahku. .tempat biasa aku bertemu jinki. .tapi kali ini tidak bertemu jinki, tapi vic. .

”annyong Jessica sshi. .”, kata vic sambil membungkuk padaku

aku membungkuk juga, tapi tidak berbicara. .

”mohon ikut aku sebentar. .”, kata vic lagi

”oddiga? ?”, tanyaku

victoria tidak menjawab, dia menaik tanganku memasuki mobilnya. .sepanjang perjalanan aku dan vic hanya diam saja. .

”nahh, sudah sampai. .”, kata vic mengajakku turun

”rumah sakit. .siapa yang sakit? ?”, tanyaku penasaran, sangat penasaran

lagi-lagi vic tidak menjawab, hanya menarik tanganku memasuki gedung berbau khas itu. Aku berusaha mengikuti langkah vic yang setengah berlari itu. .

”itu. .dia disitu. .”, kata vic sambil menunjuk seseorang yang terbaring dengan banyak selang infus di mana-mana. .

apa ini? ?aku kenal namja itu. .sangat mengenalnya. .tapi, ini nyatakah. .”jinki. .”, kataku pelan tidak percaya

aku dan vic berdiri diluar ruang dimana jinki dibaringkan. .melihatnya dari jendela. .apalagi melihatnya dalam keadaan begitu. .

”jinki sedang sakit. .dan mian dengan kejadian 2 minggu yang lalu. .sebenarnya aku hanya sepupu jinki. .jinki ada alasan berbohong padamu. .tidak ingin menyakitimu nantinya. .kata jnki begitu. .”, kata vic menjelaskan sesuatu, aku tidak begitu memperhatikan karena masih shock dengan keadaan jinki yang sekarang. .

”apa ini jinki? ?apa yang kau mau sebenarnya? ?dengan begini kau malah semakin menyakitiku. .tidak jujur dengaku bahwa kau sedang sakit. .maaf. .karena kejadian itu aku menjauhimu. .maaf. .”, kataku di samping ranjang jinki dan menggenggam tangan jinki yang dingin. .jinki terbangun. .

”ahh. .jinki. .kau sadar. .gwenchana. .tiduran saja. .”, kataku mencegahnya bangun

”kau menjauhiku Jessica. .waeyo? ?nan. .mian. .jika aku bersalah padamu. .”, belum selesai jinki berbicara, aku menempelkan telunjukku tanda menyuruh dia berhenti bicara

”kau sakit apa jinki? ?kenapa tidak jujur padaku kalau kau sakit. .”, tanyaku mengkhawatirkannya

”ahh. .hanya terlalu capek saja. .”, katanya

”ehh, aku ikut pertunjukan seni antar sekolah tahun ini lho. .kau datang yaa. .minggu depan pertunjukannya. .”, kataku padanya

”ahh. .iyaa aku pasti datang”, kata jinki sambil tersenyum. .

sudah 5 hari ini aku rutin menjenguk jinki di rumah sakit setiap pulang sekolah. .

”ahh, bukannya hari ini kau sudah boleh pulang jinki”, kataku

”iyaa. .malam nanti umma dan appku akan menjemputku. .”, kata jinki sambil tersenyum

”lusa pertunjukan seninya. .apa kau kuat datang jinki? ?kalau tidak, tidak usah dipaksakan. .aku tidak apa-apa. .yang penying kau sehat. .”, kataku

”aku pasti datang. .untuk Jessica. .”, katanya membuatku pipiku merah

”besok aku harusa daftar ulang untuk ikut pertunjukan itu. .dan latihan lagu di gedung kesenian sebelum hari H. .”, kataku

”akan kutemani kau. .”, kata jinki menawarkan, padahal aku sudah bersusah payah menolak tawarannya itu. .dia tetep saja ingin menemaniku. .

keesokan harinya. .kita berjanji di tempat biasa. .kita sampai di depan gedung kesenian. .

”aku masuk dulu yaa jinki. .”, kataku mau mendaftarkan diri ulang untuk pertunjukan itu

15 menit aku didalam. .aku keluar disambut senyum khas namja yang aku sukai itu. .tapi tiba-tiba dia terhuyung dan terjatuh. .hidungnya mengeluarkam darah. .pingsan. .aku dibantu beberapa orang membawanya ke rumah sakit. .

”mwo? ?kanker darah? Stadium akhir? ?waktunya tidak lama. .apa ini? ?kenapa jinki. .kenapa kau mau meninggakanku. .kenapa secepat ini. .andwe. .andwe. .“, kataku berbicara sendiri setelah mendengat penjelasan dari dokter

“kau berjanji datang ke pertunjukanku jinki. .kau harus sembuh jinki. .aku mencintaimu“, kataku lagi, sambil terisak diantara kedua telapak tanganku

_hari pertunjukan_

pertunjukannya sebentar lagi. .aku menyempatkan menjenguk jinki di rumah sakit. .menyalakan penghangat ruangan. .membuka jendela agar cahaya dapat masuk. .mengupaskan buah apel dan jeruk untuk jinki. .membasuh telapak dan punggung tangannya. .memotongi kukunya yang sudah agak panjang. .kenapa aku sangat ingin menangis saat ini. .aku sekuat tenaga menahan airmataku agar tidak mengalir waktu itu. .waktu memotong kuku jinki, airmataku sudah tidak bisa ditahan lagi. .airmataku jatuh di punggung tangan jinki. .

“ Jessica. .bukannya kau harus mengikuti pertunjukan seni hari ini. .aku ingin ikut. .aku ingin melihatmu. .“, katanya lemas

“iyaa jinki. .aku menyempatkan diri datang kesini dulu. .tenang. .aku juga masih bisa mendengar permainan pianoku dari tempat tidur ini. .“, kataku sambil menyerahkan ponsel jinki  ke tangannya

_song playing: please don’t go_

“andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo
jebal han beonman han beonman nal dasi anajwoyo
dasi nungama neol boreo gamyeon

geu jarie meomchun nareul anajwoyo. .”

_di gedung pertunjukan_

ini giliranku. .aku memasuki stage. .yang sekarang menjadi stage ku. .aku berdiri disamping pianoku. .membungkuk kepada audiens yang sudah hadir. .semua bertepuk tangan untukku. .menyemangatiku. .aku menghadap tuts2 piano yang berjejer di depan wajahku. .masih berdiri. .mengeluarkan ponselku. .memencet beberapa tombol. .ya, aku memencet nomor ponsel jinki. .meletakkan di atas piano agar jin ki dapat mendengar permainan pianoku. .aku memulai permainanku. .lagu favoritku. .lagu yang aku suka mainkan. .lagu yang aku persembahkan untuk namja yang saat ini mengisi hariku. .mengisi pikiranku. .membuatku berdebar jika berada di dekatnya. .yaa, untuk jinki. .pertunjukanku ini untuk jinki. .

“I’ve forgotten how long it has been

since I’ve never again…

listened to you telling your beloved fairytale

I’ve thought for a long time

I start to panic

have I done something wrong?

You said to me with full of tears

Inside the fairytale are all lies

I can’t possibly be your prince

Maybe you can ever understand

You said I love you ever after

The stars in my sky has lightened up. .”

_Jinki’s POV_

aku melihat layer ponselnya. . Jessica yang menelepon. .yaa, dengan begitu aku dapat mendengar permainan piano Jessica saat ini. .menerima telepon dari Jessica. .mendekatkan ponselnya di telingaku. .mendengarkan Jessica memainkan pianonya. .aku merasa itu untukku. . Jessica bermain piano untukku. .

“I’m willing to be

that angel you love inside the fairytale

Spread up my hands

become the wings to protect you

You must believe

believe that we can be like that in the fairytale

prosperity and happiness is the ending. .”

_Jessica’s POV_

Aku tau sekarang jinki sedang mendengarkan permainan pianoku. .

”jinki. .ini untukmu. .saranghae. .”, kataku dalam hati sambil memainkan pianoku

“You said to me with full of tears

Inside the fairytale are all lies

I can’t possibly be your prince

Maybe you can ever understand

You said I love you ever after

The stars in my sky has lightened up. .”

_author’s POV_

Jinki menangis. .meneteskan airmata. .”na do saranghae Jessica. .sangat mencintaimu”, kata jinki. .kini penglihatannya mulai kabur. .tangannya mulai lemas. .tidak kuat lagi memegang ponsel. .ponselnya jatuh di ranjang samping kepalanya. .tangannya jatuh kesamping. .dia sudah pergi. .dengan lantunan piano dan suara Jessica masih terdengar dari ponsel jinki. .

“I want to be

that angel you love inside the fairytale

Spread up my hands

become the wings to protect you

You must believe

believe that we can be like that in the fairytale

prosperity and happiness is the ending

Let’s write our ending together. .”
_Jessica’s POV_

Jinki. .sekarang ini aku sangat ingin menjadi malaikat penjagamu. .menjagamu agar tetap disisiku. .hidup di dunia bersamamu. .naik bus bersama lagi. .bertemu dengamu setiap hari. .melihat senyum khas mu. .yang selalu menampakkan deretan gigimu. .aku sangat menyukainya. .jinki. .aku bahagia bila kau bahagia disana. .aku akan selalu mencintaimu selamanya. .menjaga namamu tetap dihatiku. .ini persembahan terakhirku untukmu. . saranghae jinki-ah. .

Haha. .buat para MVP. .mian membuat jinki anda semua meninggal. .just fiction. .haha

Gaje yaa. .

Gomawoyoooo for readers. .*bowing*

Buat silent readers!!kelaut aje!!

Advertisements

3 responses to “ff/ Straight/ OnSica (Onew – Jessica)/ Last Gift

  1. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  2. Aigo! Jahat x kau nyu, meninggalkan sicka dngan bjuta knangan.

  3. Jinki jangan tglkan aq (?) nagis
    ;(
    tp hbt bgt yah surat nya bsa sampai gitu (-,-)v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s