[JONGKEY] Je Suis Amoureuse Avec Vous


Title                : Je Suis Amoureuse Avec Vous

Cast                 : FOCUS! Jongkey @ Paris

Genre                  : YAOI for sure, Romane, Fluff, Comedy, idk

Rating             : PG-15, idk

Summary        : Fangirling gone Wild!

WARNING     : FAILED! GEJE! ANEH!

A/N                  : Kesamaan tokoh, ide cerita dan sebagainya hanyalah kebetulan semata karena ini murni apa yang diimajinasikan oleh sang author yang berkaca pada kehidupan sang idola. DON’T LIKE, DON’T READ, I’VE WARNED YOU!!!! THANKS

NB                  : Karena pada beberapa ff banyak yang tidak menyadari disisipkannya Jongkey Facts, maka, untuk ff ini, di setiap kalimat yang bertanda “*)” merupakan JONGKEY FACTS.

Jantung Prancis ada pada Paris, di mana daerah ini dijuluki kota paling romantis di dunia. Dan hell yeah, disitulah aku sekarang, dengan keempat bandmatesku tentu saja. Membayangkan apa yang akan kulakukan disini, membuatku tak berhenti tersenyum.

“Hei, Yeobo.. apa yang sedang kau pikirkan?” aku menolehkan kepalaku kepada orang itu. Dia, seekor dino, sedang menampakkan senyum manisnya padaku. Aku memutar kedua bola mataku dan tertawa kecil.

“Tidak ada” jawabku singkat. Dia memanyunkan bibirnya.

“Oke, Kim Jonghyun.. aku hanya membayangkan pasti ada banyak hal menyenangkan yang bisa aku lakukan di Paris” Jonghyun pun manggut-manggut mengerti.

“Tapi, Key-Yeobo.. kita kemari kan untuk bekerja?” aku menatap matanya tajam-tajam seakan berkata Thank-you-for-ruinned-my-beautiful-imagination.

“Lalalala~ pokoknya aku harus jalan-jalan lalu shopping… dan aku tidak mau tahu, kau harus menemaniku” ucapku bernada final.

“Tapi..”

Just do it like other boyfriend do, arraseo?” Aku meninggalkan Jonghyun dan masuk ke kamar mandi. Kalian mungkin punya beberapa pertanyaan di benak kalian. Tanpa mendengar pertanyaan kalian, aku akan menjawabnya. Pertama, selama di Paris, aku sekamar dengan Jonghyun. Hei, itu sudah bukan rahasia umum. *) Kalau di dorm, memang Jonghyun sekamar dengan Minho, tapi, kalian tentu pernah mendengar kalau SHINee konser di luar negeri, aku dan Jonghyun –kebetulan- sering berada dalam satu kamar. Kedua, maafkan aku Blingers dan Lockets di seluruh dunia.. Aku, Kim Kibum dan Si Blingysaurus, Kim Jonghyun memiliki ikatan lain yang lebih dari seorang sahabat. Mungkin, sudah 4 tahun aku menjalin hubungan dengannya dan aku tahu kalian pernah menonton Hello Baby bukan? *) Saat kita merayakan ulang tahunnya, dia mengatakan sesuatu seperti melamarku karena hubungan kita yang sudah berjalan 3 tahun. Aku ingat persis, hari itu tanggal 6 April 2010. Jujur, aku kebingungan karena saat itu sedang syuting dan aku langsung menjawab ‘Sorry, but I have a kid’. Dia tidak terlihat meminta penjelasan lebih lanjut setelah itu. Sekarang pun sudah lebih dari 1 tahun ketika Jonghyun mengatakannya. Aku pernah asal mengatakan bahwa aku ingin dilamar di The City of Love dan dia dengan entengnya menjawab ‘Tentu, anything for you, Babe..’ Aku tahu, dia tidak tahu apa yang kumaksud. Bahkan, ketika sekarang kita ada di kota cinta itu, dia tidak menunjukkan gerak-gerik apapun. Fuck you and your dino brain, dino head..

Tok tok

“Hm?” aku hanya berdehem ketika seseorang mengetuk pintu kamar mandi karena mulutku penuh dengan busa dari odol yang kugunakan.

“Key-Yeobo~ mandi bareng doooong~”

“Uhuk uhuk”  mendengar suara dengan segala nada menggoda di dalamnya itu, busa yang tadi, refleks masuk ke tenggorokanku dan langsung membuatku tersedak, hal itupun seketika membuat Jonghyun tertawa terbahak-bahak dari balik pintu.

“Ya! Babo! Itu tidak lucu tahu!” teriakku sambil menonjok pintu kamar mandi agar dia menghentikan tawanya.

“Aigooo~ nae Bummie is going to explode.. I have to run~~~ run run run run~” aku mendengarnya bernyanyi jahil dengan nada Run Devil Runnya So Nyeo Shi Dae.

Run Devil, Run!” teriakku galak. Aku mendengar suara pintu yang ditutup dan berhenti meluapkan amarahku. Hei, aku memang menyuruhnya berlari tapi aku tidak benar-benar menyuruhnya pergi! Omo, bagaimana ini? Jangan bilang aku ada di kamar sendirian?! Ini kan sudah hampir malam!

“Jonghyun..” panggilku ragu tetapi tidak ada sahutan.

“Jonghyun Hyung..” panggilku lagi, kali ini lebih keras.

“Jonghyunnie Hyuuuuuuuuung!!!” Sial, masih tidak ada jawaban! Honestly, aku takut berada dalam ruangan sendirian, apalagi ketika malam hari dan aku berada di tempat yang bukan wilayahku. Seharusnya, seorang Kim Jonghyun tahu itu, dia pacarku bukan sih?!

Astaga, Kim Kibum.. bukan waktunya memikirkan itu! Aku pun segera melilitkan handukku di pinggang, membuka pintu kamar mandi dengan ragu sambil memunculkan kepalaku sedikit dari balik pintu.

“Kim Jonghyuuuuuun~” aku bersingsonging agar pikiranku tetap positif tetapi tetap tidak mendapatkan jawaban yang berarti.

Aku menelan ludah dan melangkahkan kaki kananku keluar dari kamar mandi.

“DOR!”

“Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” aku langsung berjongkok dan menutup kepalaku dengan kedua tangan karena kaget mendengar suara itu.

“Huahahahahaha Yeobo~ Kau lucu sekali huahahahahaha” mendengar tertawaan menyebalkan itu, aku segera mendongakkan kepalaku untuk bertemu dengan si biang ricuh. Dengan segala sifat diva yang kupunya, aku pun berdiri dan melipat kedua tanganku di dada sambil menatapnya dengan x-ray glare.

“Bagus sekali, Kim Jonghyun.. kau mengharapkanku kena serangan jantung hah?” teriakku marah. Jonghyun segera berhenti tertawa.

“Ani, yeobo~ Aku hanya bercanda, Mian—“

“Kalau semua masalah bisa diselesaikan dengan kata ‘mian’, tidak perlu ada polisi di dunia ini” kataku datar. Aku bisa melihat raut penyesalan di mukanya.

“Tapi, aku benar-benar bercanda.. kau tahu kan, aku cuma iseng” jelasnya lagi sambil mencengkram kedua bahuku, berharap aku mengalihkan pandanganku padanya.. tetapi tidak, aku tidak bisa membiarkan dia menang.

“Aku benar-benar kecewa padamu” ujarku dingin lalu melepas pegangannya sambil mendekat ke arahnya, memandangnya tepat di mata.

Kita terus diam dalam posisi itu untuk beberapa menit. Aku tidak berhenti menatapnya dan dia mulai terlihat tidak tenang.

Tuk.

Aku menyentil dahinya dan tersenyum senang.

“Tidak semudah itu untuk menjahiliku, Bodoh!” Jonghyun mengerjapkan matanya sebelum tersenyum lebar.

“Hehe.. Jadi ga marah nih?” Aku menautkan alisku.

“Kau mau aku marah? Baiklah.. aku marah sekar—“

“Ani!” tahannya sambil memelukku dari depan, aku tersenyum di baliknya. Tentu saja dia tidak bisa melihat.

“Jangan marah~” mohonnya manja. Cih, imagenya saja yang manly dan nappeun namja, padahal, beginilah aslinya. Aku melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipinya gemas lalu menyubitnya keras.

“Jangan pernah tunjukkan kemanjaanmu seperti tadi kepada orang lain. Arraseooooo?” ingatku seperti seorang eomma yang mengingatkan anaknya agar tidak ikut dengan orang asing biar orang itu memberinya sebuah permen.

“Aw! Sakit, Bummie!” ringisnya lalu mengusap-usap kedua pipinya yang benar-benar merah.

“Salahmu menjahiliku” Jonghyun menatapku tidak percaya lalu tersenyum licik. Pasti ada yang tidak beres.

“Hup” benar saja, dia segera menggendongku bridal style lalu membaringkanku di kasur.

“Ma-mau apa kau?” tanyaku takut-takut. Jonghyun tersenyum, senyum evilnya.

“Aku mau…. Ini nih..”

Tanpa aba-aba, Dia menggelitiku dengan biadab “Huahahahahahahahahaha hen—hahahaha hentikan—Jjong—ahahahaha” Sialnya lagi, aku memang tidak memakai baju kecuali handuk yang melilit di pinggangku. Hal itu membuat jari-jari Jonghyun menari-menari di kulitku yang terekspos , dan rasanya terasa jauh lebih geli daripada ketika aku memakai baju.

“Menyerah hah?” tanyanya menang.

“I-iya huahahahahaha a-aku meny—huahahaha aku menyerah” akhirnya, Jonghyun melepaskanku dan aku yang masih kelelahan karena banyak tertawa hanya bisa berbaring dengan tangan di atas dahiku. Jonghyun berada di depanku, terduduk dengan senyumnya yang semakin merekah. Damn puppy!

“Hehe, Victory!” sahutnya senang sambil menunjukkan simbol ‘V’ dengan kedua jarinya di depan mukaku.

Yeah, yeah, whatever..” aku berusaha beranjak, ingin melanjutkan acara mandiku yang sukses terganggu. Tapi, tangannya menghentikan langkahku.

“Apalagi?” tanyaku sambil menoleh terganggu. Salah, harusnya aku mengacuhkannya. Kalau saja aku mengacuhkannya, aku tidak perlu bertemu dengan mata Jonghyun yang entah sejak kapan berubah menjadi mata—err—meminta sesuatu?

Dalam hitungan detik, wajahnya pun mendekat ke arahku. Aku menarik nafas dalam-dalam ketika dia berbisik pelan di telingaku.

“Kalau aku melakukan hal yang lebih daripada menciummu, kau boleh memanggil polisi” tanpa mendengar protes atau menunggu kata-kata yang keluar dari mulutku, dia langsung menyambar bibirku, menyatukannya dengan bibirnya yang selalu terlihat menggoda. Aku berusaha melepaskan ciumannya tetapi tangan kirinya berada di tengkuk leherku. Membuatku tidak bisa terlepas. Malah, ciuman kami terasa semakin dalam. Akhirnya, aku hanya bisa pasrah.

“Tch” dia tersenyum kecil ketika aku mulai membalas ciumannya. Hei, salahmu sehingga aku tidak bisa menahan nafsuku untuk membalas ciumanmu!

Aku pun melingkarkan kedua tanganku di lehernya, dia mulai berani mengulum, menyedot dan menggigit bibir bawahku. Aku yang keseringan bergaul dengan Minho pun sedikit tertular dengan sifat tidak mau kalahnya. Aku membalas mengulum, menyedot dan menggigit bibirnya, malah, kususupkan lidahku masuk ketika dia lengah.

“Hehe” aku tersenyum di sela-sela ciuman kami. Dia terlihat kesal lalu ikut memasukkan lidahnya ke dalam mulutku ketika -dengan liciknya- menggigit keras bibir atasku.

Aku yang asalnya mau protes, tetapi tidak jadi karena tidak bisa. Aku pun merasakan lidah kami yang mulai ‘bertempur’ tidak mau kalah dan saling bertukar saliva. Jonghyun menjelajahi punggungku yang terekspos dengan tangannya. Rasanya, aku mulai terhanyut dan bagian di antara selangkanganku sedikit terasa mengeras.

Plop

Jonghyun tiba-tiba menghentikan ciuman kami dan memandangku dengan matanya yang meneduhkan.

“Sudah kubilang, kalau aku melakukan hal lain selain menciummu, kau boleh memanggil polisi” aku mengerjap-ngerjapkan mataku tidak mengerti.

“Lanjutkan mandimu saja, aku akan menonton televisi sambil menunggumu selesai” Jonghyun mengelus-elus kepalaku seperti anak kucing lalu mendorongku masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.

“Mandi sampai wangi ya, Yeobo~” ucapnya keras.

Hmph. Aku menahan tawaku. Jonghyun, dia selalu begitu. Sejak dulu, dia selalu menghormati privacy dan batas-batas di antara kami berdua. Dia pasti merasakan kalau tadi aku sudah mulai bernafsu dan dia menghentikan ciuman itu karena dia tidak mau ada ‘hal lebih’ yang terjadi. Yah, walau umur hubungan kami sudah memasuki tahun ke 4, malah lebih, Aku dan Jonghyun tidak pernah melakukan ‘hal itu’. Dia mempunyai prinsip kalau ‘hal itu’ hanya bisa dilakukan jika ada ikatan suci dan resmi yang terikat di antara kami berdua. Aku juga sangat menghormati prinsipnya itu, dia adalah laki-laki paling bertanggung jawab yang pernah aku kenal. Jonghyun, beruntungnya dirimu karena Kim Kibum sangat mencintaimu.

***

“Heh, sudahlah.. facebook SMTown itu sudah penuh dengan foto kalian tahu! Berhentilah bernarsis ria dan kalau kalian mau mengambil foto, ambil sendiri!” seorang staff  SMTown yang bertugas mengupdate foto-foto di facebook yang baru berdiri belum lama itu terlihat kesal sambil memandang Jonghyun dan Key.

“Satu kali lagi dong, satu kaliiiii aja, Mineu—“ ucapan Key terpotong karena yeoja itu langsung menatapnya tajam.

“Sudah kubilang, jangan sebut nama Koreaku disini! Ini Paris, kampung halamanku! Jadi, panggil nama asliku! Panggil aku, A-kas-viel. Akasviel, arraseo?” Jonghyun memutar kedua bola matanya lalu meraih tangan Key.

“Ayo, Key.. kita jalan-jalan saja” ucapnya enteng lalu menarik Key untuk berjalan bersama.

“Aigo, Jjong.. aku masih mau foto-foto tahu!”  nagging Key sambil cemberut, membuat Jonghyun mencubit pipinya gemas.

“Kita bisa foto-foto sendiri. Lagipula, bukankah kamu mau aku temani mengelilingi Paris?” Key langsung membulatkan matanya senang lalu mengangguk semangat.

“Baiklah, kita kemana sekarang? Menara Eiffel?”

“Tidak tidak, pagi begini paling enak jalan-jalan di sepanjang jalan berbatu Montmarte” ucap Key mantap, membuat Jonghyun menatap aneh kepadanya.

“Tahu darimana kamu?”

“Dari si Akasviel dong” jawaban Key membuat Jonghyun menyesal telah bertanya.

“Terus, itu jalan ada dimana?”

“Hm” Key memandang GPS yang ada di tangannya.

“Dari sini belok kanan” Jonghyun mengangguk dan mereka meneruskan perjalanan dalam diam.

Benar saja, banyak orang Paris dan turis-turis sekitar sedang berjalan santai di sepanjang jalan Montmarte. Mereka kebanyakan berpasangan dan terlihat bercanda tawa sambil terus berjalan. Memang, tidak salah kota ini dijuluki kota Cinta, pagi-pagi begini pun, aura cinta terasa begitu kental dimana-mana.

“Jjong, kau tahu apa artinya Montmarte?” tanya Key tiba-tiba yang dijawab Jonghyun dengan gelengan kepala.

“Cinta akan datang di saat yang tepat” Jonghyun berhenti berjalan dan menatap Key tidak mengerti.

“Begitulah kira-kira artinya” Key menoleh dan tersenyum. Jonghyun hanya mengedikkan bahunya tidak peduli lalu sekali lagi, meraih tangan Key dan menggenggamnya.

“Aku tidak perlu pergi ke Paris hanya untuk menemukan cinta pada saat yang tepat” ujarnya tidak mempedulikan wajah Key yang sudah bersemu merah.

Mereka berjalan dalam genggaman satu sama lain yang menghangatkan tubuh mereka dari udara pagi di Paris.

“Jjong, aku mau ke toko itu sebentar. Aku haus” Jonghyun mengangguk dan membiarkan Key masuk ke mini market. Dia memutuskan untuk menunggu di luar karena Key hanya membeli minum dan pastinya tidak akan lama.

Beberapa fans pun mulai menyadari keberadaan Jonghyun lalu meminta tanda tangan atau sekedar meminta foto bersama. Jonghyun melayani semua itu dengan senang hati dan dengan senyum yang tidak terlepas dari wajahnya.

“Oppa, this is for you. Read and try it” seorang fans memberikan Jonghyun sebuah kartu sebelum pergi dari pandangannya. Jonghyun membungkuk dan mengucapkan terima kasih kepada fans itu.

“Apa ini?” tanya Jonghyun sambil mulai membaca kata demi kata pada kartu itu.

“Jjong, maaf lama” Key yang sudah selesai membeli minuman keluar dari mini market dengan 2 buah botol minuman di tangannya. Jonghyun menoleh dan menerima salah satu dari kedua botol itu.

“Hah~ hausnya~” seru Key setelah beberapa teguk minuman masuk ke tenggorokannya.

“Ayo, Jjong.. kita pergi dari sini” Key mengajak Jonghyun pergi sebelum Jonghyun menahan tangannya.

“Key, aku ingin bertanya sesuatu padamu”

“Hm? Apa itu, Jjong?”

Jonghyun menggigit bibir bawahnya, merasa ragu tapi sudah terlanjur untuk berhenti.

“Kau tahu artinya ‘L’amour n’est pas parce que mais melgre’?” Key menggeleng sebagai jawaban.

“Memangnya kenapa, Jjong?”

“Sebenarnya aku tahu artinya, artinya itu ‘Cinta itu bukan karena, tetapi walaupun’ tapi aku tidak mengerti apa maksudnya” Key menaruh ibu jari dan telunjuknya di dagu, berpikir.

“Sudahlah.. Ayo, kita jalan lagi” sekarang, giliran Key yang menahan Jonghyun.

“Tidak, Jjong.. Mungkin.. mungkin seperti ini maksudnya ‘Cinta itu bukan KARENA tampang, uang, tahta atau yang lainnya tetapi cinta itu tulus berasal dari dalam hati WALAUPUN orang yang kita cintai memiliki banyak kekurangan’ Ottohke? Sepertinya aku terlalu banyak menonton drama hehe” Key memukul pucuk kepalanya pelan lalu menatap Jonghyun yang ternyata sedang menatap dengan tatapan tidak percaya kepadanya.

“Loh? Kok natep aku sampe kaya gitu sih? Ada yang aneh di mukaku ya?” seru Key sambil mengecek mukanya. Jonghyun hanya tersenyum, senyum lembut yang sangat jarang dia keluarkan.

“Aku memang tidak salah menyukaimu” gumam Jonghyun hampir tak terdengar.

“Hah? Apa, Jjong?”

“Ani, aku bilang.. ayo kita pergi ke tempat selanjutnya” Key agak heran tapi dia mengikuti Jonghyun lalu menggenggam tangannya sambil berjalan. Diam-diam, di dalam saku celana Jonghyun, terdapat sebuah kartu yang agak lucek. Di atas kartu itu tertulis :

‘L’amour n’est pas parce que mais melgre’

‘Cinta itu bukan karena, tetapi walaupun’

 

Sebuah pepatah terkenal dari Paris.

Pepatah tersebut mempunyai arti tersembunyi yaitu :

‘Cinta yang kalian rasakan adalah cinta sejati bukan KARENA kecantikan / ketampanan, kepintaran / kecerdasan, kekayaan, ataupun semua yang dianggap oleh orang-orang adalah sebuah kelebihan. Tetapi, cinta itu akan menjadi cinta sejati, jika kalian sudah bisa mencintai seseorang dengan tulus, WALAUPUN orang yang kita cintai itu memiliki banyak kekurangan. Sekiranya, itulah cinta sejati yang paling sejati’

Tanyakan arti pepatah di atas kepada pasanganmu!

Apabila dia menjawab dengan benar, yakinlah dan berbanggalah karena..

Pasanganmu memiliki Cinta Sejati!

***

“Jalan Champ-Elysees?” Jonghyun membaca plang jalan yang ada di sekitar sana, “mau apa kita kesini?” lanjutnya.

“Iya, tempat ini memang paling cocok buat makan malam setelah shopping” jawab Key senang sambil menenteng 5 kantung besar di tangan kanan dan kirinya. Jonghyun sudah menawarkan untuk membawakan kantung-kantung itu tetapi ditolak mentah-mentah, katanya ‘Kau tidak tahu betapa berharganya barang-barang ini, bahkan, sepuluh limousine pun kalah berharga dibanding baju-bajuku’.

“Kita makan di café itu saja” tunjuk Key tiba-tiba pada sebuah café bernama ‘Bonjour Paris’. Mereka memasuki café itu lalu duduk di pojok, takut ada fans yang menyadari keberadaan mereka.

Can I help you, Misters?” sepertinya, pelayan yang sekarang berada di samping mereka itu tahu betul kalau mereka bukan orang Prancis sehingga refleks berbicara dalam bahasa Inggris.

Croissant and Coffe, please” jawab Key lalu menoleh ke arah Jonghyun,”kamu mau apa, Jjong?” Jonghyun yang kebingungan dengan nama-nama makanan disana cuma bisa menggaruk belakang kepalanya yang gatal sambil tersenyum garing.

“Samain aja deh” Key mengangguk lalu mengatakan, “make two orders for us, thanks

Sang pelayan lalu undur diri untuk menyiapkan pesanan, membuat Key berpindah ke arah Jonghyun yang sedang memandang keluar jendela.

“Hei, Key… sepertinya daritadi aku melihat beberapa toko dengan merk mode ternama di sekitar sini” Key menutup mulutnya sambil menahan tawa.

“Aish, jinjja.. Kenapa menertawai namjachingumu, hah?” Jonghyun jadi kelabakan karena ulah Key.

“Abis, hmph.. daritadi.. hmph.. kamu emang ga tau apa-apa ya? Jalan Champ-Elysees kan memang terkenal dengan merk-merk ternama dan café-cafenya yang menarik. Makanya, setelah shopping disini, biasanya para turis akan melanjutkan dengan acara makan malam di dalam café” Jonghyun ber-oh-ria mendengar penjelasan Key. Tak lama, pesanan mereka datang dan mereka pun menikmati makan malam sambil bercanda satu sama lain. Memang tidak salah, Paris itu Kota Cinta.

“Jjong, sebelum pulang, ke menara Eiffel dulu ya..” pinta Key agak sedikit manja.

“Nah loh.. kenapa kamu jadi manja gini? Pasti ada apa-apa ya?” Key cemberut mendengar tuduhan Jonghyun yang menurutnya sangat tidak berperikucingan.

“Emang ga boleh aku manja sama pacarku sendiri?” Jonghyun menyeringai kecil.

“Beuh.. PMS-ing lagi deh” Jonghyun melingkarkan tangannya di bahu Key lalu beranjak ke luar restoran.

“Serius, Jjong.. kita ke Eiffel dulu”

“Iya iya.. kita naik taksi aja ya. Aku agak lelah” Key mengangguk semangat lalu mereka pun memberhentikan salah satu taksi dan melaju ke tempat tujuan, a masterpiece dari kota Paris.

Did you have plan to go to Katedral Notre Dame, Misters? Foreigners always go there everynight, a place which must be visited except Eiffel” tanya si supir taksi dari balik spion yang terletak di depan.

For tonight, no we didn’t…We don’t have much time. Maybe, next time” seru Key ramah, si supir hanya manggut-manggut dan Jongnhyun sibuk mentranslate apa yang mereka bicarakan dengan otak dinonya.

Here we are” beberapa menit kemudian, sampailah mereka di depan Menara Eiffel.

Jonghyun dan Key berdecak kagum melihat bayangan Sungai Seine yang mengalir tenang dengan riak kecil disinari cahaya bulan. Sungai yang terbelah dua di kaki Menara Eiffel ini, menambah pemandangan sekitar menjadi semakin romantis.

“Aneh ya, Jjong? Harusnya, malam begini justru puncaknya orang-orang ke Menara Eiffel bersama pasangan.. sekarang..” Key memandang kiri dan kanannya,”kok kayaknya jarang ada orang yang lewat sih? Malah cuma beberapa” Jonghyun hanya tersenyum mesum.

“Mungkin mereka tahu kalau kita.. butuh waktu berdua” bisiknya yang sukses membuat telinga dan pipi Key memerah.

“Aigo~ Nae Kibummie kyeopta kalau sedang malu-malu tapi mau—eh” Jonghyun sengaja memplesetkan ucapannya dengan segala kejahilan di otaknya, dia pun mendramatisir keadaan dengan menutup mulut memakai punggung tangannya.

Shuddap, Dinoboy!” Key mentoyor muka Jonghyun dengan malu-malu kucing.

“Hehe, ya sudah.. sekarang kita ngapain? Langsung naik ke atas aja?” Key mengangguk sebagai persetujuan. Mereka pun naik hingga akhirnya sampai di puncak Menara Eiffel.

“Tuh kan, Jjong.. masa di puncak gini cuma ada kita berdua? Aneh nih, Eiffelnya udah tutup kali. Kita balik aja yuk?” seru Key takut-takut sambil memasang matanya awas.

“Sudahlah, Key.. Kapan lagi kita kemari? Lagipula, lampu-lampu Eiffelnya masih nyala, masa tutup sih? Toh, kalau Eiffelnya emang tutup ya gampang.. kita bermalam saja disini” kata-kata Jonghyun membuat Key sedikit tenang, setidaknya dia tidak sendiri berada disini.

Mereka memandang keluar dan menikmati Kota Paris yang begitu gemerlap dan mengagumkan.

“Hatchim!” Key bersin karena kedinginan. Jonghyun memandang Key yang nyengar-nyengir.

“Dingin ya?” tanya Jonghyun yang jawabannya sudah pasti iya. Jonghyun pun dengen gentle membuka jaket berbulu yang sedang dipakainya lalu melingkarkan jaket itu di bahu Key. Key terlihat tercengang akan perlakuan Jonghyun dan berusaha menolak jaket itu.

“Nanti kau kedinginan” alasan Key memang masuk akal melihat Jonghyun hanya memakai kaos tipis berlengan panjang dan kupluk di kepalanya.

“Kalau begini jadi tidak dingin” kelakar Jonghyun seraya memegang pinggang Key dan mendekatkannya dengan tubuh Jonghyun. Key pasrah dan hanya tersipu karena perhatian dan perlakuan Jonghyun padanya. Key lalu berinisiatif menggenggam tangan Jonghyun yang melingkar di pinggangnya dan mendekatkan tangan itu ke mulutnya.

“Cup” Key mencium lembut tangan Jonghyun sebelum meniup dan menggesek-gesekkan tangan Jonghyun dengan tangannya agar tetap hangat. Sekarang, giliran Jonghyun yang tersentuh dengan perlakuan Key. Memang, ada kala di saat Key bernagging ria sampai membuat kepala Jonghyun terasa mau meledak, tapi ada saat-saat dimana Key berubah menjadi Key yang lembut dan manis seperti sekarang ini. Yang pasti, Jonghyun menyukai sisi manapun dari diri Key. Semua yang ada pada diri Key terasa menyempurnakan apa yang kurang dari diri Jonghyun. Quas de Seine (Cinta tak memandang perbedaan). Untuk itulah, Jonghyun senang saat *) Key mengatakan bahwa Jongkey adalah kombinasi sempurna karena itulah kenyataannya.

Jonghyun tidak akan menjadi Jonghyun yang sekarang jika bukan karena Key dan Key pun selalu berterima kasih karena dipertemukan dan dekat bahkan sekamar dengan Jonghyun sejak mereka masih menjadi trainee.

“Hei, Key..”

“Hm..”

“*)Kau ingat dulu.. waktu kita masih trainee dan kita pergi menonton bioskop?” Key berhenti dari acaranya menghangatkan tangan Jonghyun lalu bersemu merah.

“Hyaaaaaaaaaaa! Jjong, buat apa kau mengingatkanku dengan kejadian memalukan itu!” Key menutup mukanya sementara Jonghyun tertawa kecil.

“*)Bisa-bisanya kau ketakutan dan memukul orang di sebelahmu yang kau kira aku ahahaha”

“*)Kau tahu sendiri kan kalau aku memang punya kebiasaan memukul orang di sebelahku kalau aku takut! Lagipula, kenapa kau harus duduk di sampingku yang lain sih! Aku kan jadi salah mukul!” tuduh Key mengalihkan kesalahannya pada Jonghyun.

“Yeh, dari awal juga aku kan duduk disitu. Tapi, aku jadi penasaran loh sama akhir ceritanya gimana.. abis, gara-gara kamu salah mukul,*) kita jadi pulang di tengah-tengah film”

“Maaf deh..” seru Key menyesal sambil menundukkan kepalanya.

“Aih.. aku kan bercanda. Jangan sedih gitu dong~” Jonghyun menyingkirkan poni rambut Key yang menutupi matanya sambil tersenyum manis, Key hanya membalas senyuman itu tak kalah manis.

“Jjong.. aku jadi inget waktu ulang tahun aku beberapa tahun yang lalu”

“Ulang tahun kamu yang ma—ya! Jangan kau ingat itu!” Bagus, ternyata Key memang tidak berencana membiarkan Jonghyun menang begitu saja.

“Emang ulang tahun yang mana?” tanya Key sambil tersenyum jahil.

“*)Yang itu kan.. pas giliran aku ngasih ucapan ke kamu, Shawols pada teriak ‘Cium.. cium…’ terus aku yang kelabakan bilang ‘Kita tidak bisa melakukan itu’ tapi, pada akhirnya aku mencium ibu jariku dan menempelkannya di keningmu lalu—hei! Kenapa jadi aku yang membongkar aibku sendiri!” Jonghyun yang baru tersadar akan kata-katanya jadi kalang kabut karena pada saat itu terjadi wajahnya benar-benar merah seperti kepiting rebus.

“Mana aku tahu.. wajah kamu waktu itu lucu banget loh.. salah tingkahnya kelihatan” goda Key semakin asyik melihat Jonghyun malu.

“Ah.. sudahlah! Ngomong-ngomong.. sudah berapa ulang tahun yang kita lewati ya?” ujar Jonghyun mengalihkan pembicaraan yang ditanggapi Key dengan memutar matanya.

“*)Tau deh, terakhir sih ulang tahun kamu kemarin.. mana kamu sibuk godain fanboy lagi..”

“Cie.. cemburu ya? Makanya waktu aku ngobrol sama mereka,*) kamu tiba-tiba datang sambil bilang ‘Mau memperlihatkan seberapa banyak fanboy yang kamu punya hah?’ Aigo~ Kyeopta~” Jonghyun mencubit pipi Key yang menggembung karena marah.

“*)Mana malemnya kamu sama Onew Hyung makan berdua lagi! Kalian ngapain coba? Sebelumnya, di akhir acara pun Onew Hyung tiba-tiba bilang ‘Aku sangat menyayangi Jonghyun’ cih” Key semakin kesal karena mengingat-ingat berbagai kejadian di tanggal 8 April 2011 itu.

“Kan, sudah kubilang tidak ada apa-apa.. Lagipula, aku menyayangi semua yang ada di SHINee kok, kamu juga pasti begitu, mereka juga pasti begitu, kita kan sudah seperti saudara” Jonghyun menyadari kalau Key benar-benar sudah bad mood,”ya, walaupun sayangnya aku ke kamu bukan kaya sayangnya seseorang ke saudara sih. Kamu lebih dari itu, Key..”

Key melirik tajam ke arah Jonghyun.

Cheesy

I know, but you like it, Yeobo~” seringai Jonghyun yang sukses membuat Key tersenyum.

“Oh ya.. disini ada teropong.. kau mau lihat kota Paris pada malam hari kan?” Key mengangguk lalu menghampiri Jonghyun yang asyik mengutak-atik teropong.

“Itu teropong bintang?”
“Bukan, ini teropong biasa. Teropong bintang yang sebelah sana” tunjuk Jonghyun ke arah belakang mereka dimana sebuah teropong lain berdiri dengan gagahnya.

“Nih..” Jonghyun memberikan teropong pada Key ketika teropong itu sudah di set dengan benar. Key sedikit menunduk dan menyipitkan matanya ketika menerawang kota Paris dari lensa teropong.

“Yang itu jantung kota Paris kan?” tanya Key sambil menggeser tempatnya berpijak agar Jonghyun ikut serta melihat kota Paris dari balik teropong. Alhasil, sekarang wajah mereka menempel karena lensa teropong yang ukurannya memang disesuaikan untuk satu orang itu, harus digunakan secara bersamaan oleh dua orang.

“Sepertinya iya” jawab Jonghyun tidak yakin.

“Lihat pepohonan yang mengelilingi lukisan baru itu! Tidak salah lagi, itu pasti jantung kota Paris. Katanya asyik loh piknik disitu siang-siang” antusias Key yang sebenarnya secara tidak langsung menyindir Jonghyun.

“Bukannya piknik di bawah Menara Eiffel ya yang katanya asyik itu?” Jonghyun berkata polos yang membuat Key menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

“Sampai kapan kamu mau merusak imajinasiku?! Piknik di Eiffel atau di jantung kota Paris sama-sama asyik kalau kamu yang ngajak aku tahu!” bentak Key keceplosan. Jonghyun terlanjur mendengar semua itu. Ternyata, diam-diam Key menginginkan piknik berdua bersamanya.

“K-Key?”
“Ah, tahu deh! Tingkatkan kepekaanmu terhadap sekitar dong, Jjong!” Key menarik nafasnya pasrah lalu beranjak menuju ke teropong bintang.

“Yang ini udah di set belum?” tunjuk Key sambil berkata malas. Jonghyun berjalan ke arahnya lalu mulai mengutak-atik teropong bintang itu.

“Udah nih, ada bintang bagus.. coba lihat deh” Jonghyun memberikan teropong bintang pada Key lalu Key pun menunduk untuk melihat bintang yang Jonghyun maksud. Tapi, hei! Bintang apa itu? Kok bentuknya seperti donat tapi lebih ramping.

Key menaikkan mukanya lalu mencoba melihat ke atas langit tanpa bantuan teropong. Nihil, tidak ada bintang aneh itu. Dia pun kembali menerawang teropong bintang dan bintang aneh itu masih bisa dilihat.

“Jjong, masa itu bintang sih? Gede banget mana aneh lagi.. Ga bisa dilihat di langit padahal kan seharusnya keliatan!” seru Key sambil tetap sibuk menerawang.

“Mana? Sini, coba aku lihat!” Jonghyun mengambil alih teropong bintang. Key menatap langit sekali lagi.

“Tuh kan ga kelihatan. Masa sih ada yang aneh sama lensanya—“ ucapan Key terpotong karena ketika dia melihat lensa teropong itu, jelaslah sudah semua. Bintang aneh yang tadi Key lihat itu adalah sesuatu yang entah kenapa menempel pada lensa teropong. Sesuatu itu berkilauan sehingga membuat Key tertarik untuk mendekat ke arahnya lalu mencopotnya dari lensa.

“Cincin?” Key memandang sesuatu yang ternyata cincin berlapis emas putih itu dengan heran.

“Jjong, cincin siapa nih? Kok nempel di lensa?”
“Cincin Kim Kibum”

“Cincin Kim Ki—hah? Cincin Kim Kibum Suju?” kata Key dengan bodohnya.

“Tentu saja cincin Kim Keybum SHINee, Key..” Jonghyun menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak percaya kalau Key tidak menyadarinya.

“Cincin Kim Key—loh? Cincin aku dong?” sekali lagi, pertanyaan Key membuat Jonghyun menggeleng tidak percaya.

“Iya, Bummie.. itu cincin kamu” belum sempat Key protes, Jonghyun langsung melanjutkan kalimatnya,”dari aku”

Key menatap Jonghyun yang sudah berdiri di depannya.

“Dari kamu? Buat?” Jonghyun membuang pandangannya dari muka Key lalu menggaruk pipinya, salah tingkah.

“Kamu tahu.. ya.. waktu itu kau memintaku melamarmu di kota Cinta.. dan kota yang kau maksud itu Paris kan?” Key mulai mengerti dan jantungnya langsung berdegup kencang. Tidak mungkin kan Jonghyun mengingat itu dan sekarang dia akan… melamarnya?

“Untuk itu.. aku.. aish” Jonghyun mengacak-acak rambutnya, tidak tahu susunan kata seperti apa yang harus dia katakan pada Key.

“Untuk itu kamu apa?” tanya Key tidak sabar.

Jonghyun menarik nafasnya dalam-dalam lalu memberanikan mata anak anjingnya bertemu dengan mata kucing Key.

“Aku mencintaimu! Maukah kamu terus bersamaku selamanya?” Akhirnya kata-kata itu muncul. Sesuatu yang ditunggu Key sejak lama. Memang, dia tidak berharap Jonghyun akan mengatakan hal seperti ‘Maukah kau menikah denganku?’ dan semacamnya karena mungkin orang-orang akan beranggapan aneh pada mereka.

Cukup itu saja. Cukup kata-kata bahwa Jonghyun menginginkannya, menginginkannya untuk terus berada di sampingnya, berada di kehidupannya, selamanya. Sampai kapanpun terus bersama.

Key tidak sanggup menahan air matanya lalu terisak pelan.

“Aigo~ Key~ kenapa kau menangis? Kau boleh menolak kalau kau memang tidak ma—“

“Ani, Jjong.. Aku bahagia” Key menyingkirkan air matanya lalu menatap Jonghyun dengan senyuman terukir di wajahnya,”aku mau. Aku mau terus bersamamu selamanya. Walau kamu sembrono, babo, tidak mengerti keadaan, selalu seenaknya, jahil dan menyebalkan, tapi aku mau”

Jonghyun tersenyum lalu memeluk Key “Aku tidak tahu kalau kau memujiku atau bukan” ucapnya di tengah-tengah pelukan mereka. Key terkekeh pelan.

“Pikirkan dengan otakmu itu, My Dino!” Jonghyun lalu melepas pelukan mereka dan memandang Key dalam. Key tahu apa yang akan terjadi, dia pun langsung menutup matanya.

Lama-lama, deruan nafas keduanya terasa semakin hangat dan menyapu wajah mereka dikarenakan jarak bibir mereka yang semakin dekat.

Duar!

Tepat di saat bibir mereka tersisa beberapa millimeter, suara dahsyat itu mengagetkan mereka. Jonghyun dan Key mendongakkan kepala mereka ke atas langit dan menemukan kembang api warna-warni dengan tulisan ‘You’re mine, My Diva’.

Key memandang Jonghyun yang sibuk menelepon seseorang.

“Ya! Kalian terlalu cepat melepaskan kembang apinya!” seru Jonghyun galak. Key melihat ke bawah dan betapa terkejutnya dia menemukan segerombolan orang sedang berdiri menatap ke puncak Menara Eiffel, menatapnya dan Jonghyun.

“Huh! Dasar! Sepertinya ada CCTV disini! Kyuhyun Hyung, Eunhyuk Hyung, Eeteuk Hyung dan Minho sengaja melepaskan kembang api agar momen kita berdua terlewat. Cih, bilang aja mereka iri! Menyebalkan!” Jonghyun terus menggumam kesal saat teleponnya tadi sudah terputus.

“Ma-maksudmu? Mereka?”

“Tuh, orang-orang yang ada di bawah itu anggota SHINee yang lain, Super Junior Hyung, TVXQ Hyung, SNSD Noona, f(x) dongsaeng, sama manajer dan staff SM Town lain” kata Jonghyun santai.

“Maksudmu? Mereka melihat apa yang tadi terjadi dengan kita?” Jonghyun mengangguk pelan sambil berucap,”mereka yang bantu aku mengosongkan tempat ini dan menyiapkan teropong juga kembang api”

Key sedikit kesal karena hanya dirinya yang tidak mengetahui semua itu.

“Untungnya kamu nerima, Key.. aku bertaruh dengan Kyuhyun Hyung.. Kalau aku ditolak, aku harus loncat dari sini” mendengar itu, Key tidak jadi marah dan malah tertawa terbahak-bahak.

“Mau-maunya kamu bernegosiasi dengan setan hahahahaha”

Drrt drrt.

Key merasakan handphonenya yang tiba-tiba bergetar, dia mengodok saku sambil tidak berhenti tertawa.

From : Evil Kyu Hyung

Aku mendengar semuanya, Key..

Cepat ciuman dan selesaikan semua ini sebelum kau menerima ganjaran dariku! Kekeke

Key menelan ludah sekaligus tersipu malu membaca pesan singkat itu. Untuk beberapa saat, Jonghyun dan Key merasa canggung karena kehadiran CCTV disana yang membuat mereka tidak leluasa berbuat.

“Jjong..”

“Key…” sahut mereka bersamaan. Jonghyun dan Key tertawa mendengar kebetulan itu.

“Kenapa kita jadi canggung gini?”

“Iya, padahal biasanya juga kita mesra-mesraan di atas panggung.. hahaha” tawa Key dengan suara khasnya.

Jonghyun mendekati Key lalu memasangkan cincin yang tadi di jari manis dari tangan kanan Key.

“Jisue amore litua (I Love You)” ujar Jonghyun mantap sambil mencium Key di keningnya, turun ke kelopak mata Key, ke kedua pipi Key, ke hidung Key dan terakhir, ke bibir Key. Key membalas ciuman Jonghyun dengan keadaan mata tertutup. Bukan ciuman nafsu, bukan juga French kiss, hanya ciuman biasa. Hanya sebuah pertemuan antara bibir Key dan bibir Jonghyun. Tapi, justru itulah ciuman termanis yang mereka rasakan. Begitu lembut dan nyaman. Perasaan mereka berdua pun tersalurkan dengan baik. Tidak ada tangan yang melingkar di leher atau tangan yang menahan tengkuk, hanya berciuman dalam posisi berdiri biasa. Tangan Key pun sibuk mengusap cincin yang tadi Jonghyun pakaikan.

“Hehe” Jonghyun tersenyum kecil ketika ciuman mereka berakhir.

“Kita pulang yuk.. udah malem nih.. walau males ngelewatin orang-orang di bawah sih” pandang Jonghyun kepada sekumpulan orang-orang SMTown yang terdengar seperti sedang meneriaki mereka.

Jonghyun lalu menggenggam tangan Key dan mengajaknya keluar.

“Key? Ayo, kita pulang” ajaknya sekali lagi karena langkah Key masih terpaku. Key yang tadinya menunduk segera mendongakkan mukanya untuk bertemu dengan mata Jonghyun.

“Jjongie, Je suis amoureuse avec vous (Jjongie, I’m in Love with You)

END

Advertisements

6 responses to “[JONGKEY] Je Suis Amoureuse Avec Vous

  1. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  2. HOAAAA!!! FF MACAM APA INI??!! KEREN BANGEEEET!!! Aaaaaaa!! Romantis kaaaakk!! :’)

    Ituuuu, pas di eiffel!! Aaaaaaa!
    Aku ga bisa diem tau ga sih baca ff ini (lebih tepatnya semua ff kakak).
    Ketawa (yang paling banyak), gemes, geregetan, kesel, bete, kaget, miris, sedih. Aaaa campur aduk hahaha.

    Terus aku agak bingung deh, tanda *) itu artinya facts beneran ya? Awal2nya aku bingung, tapi pas trakhir2, aku ngerasa pernah baca haha. Jadi key sndiri yang bilang, jongkey itu the perfect combination? Bilang dimana kak? Ada link video ga? Hehe.

    Aaah pkoknya seneng ada ff romancenya xD
    Abisan kemaren aku bacanya versi NC haha.

    Keep writing ya kak, aku tunggu loh my name is key di part slanjutnyaa xD

  3. Wah aku ga baca NB nya kak, saking ga sabar mau baca ffnya .___.v hehehe mian yaa :9

  4. aku deg-deg baca FF ini!! keren banget~!!
    aigoo~ serasa beneran deh~ KEREN~!!
    memang si dino itu gak peka, tapi dia romantis kan key? (key angguk malu)
    hihi
    keren-keren, bikin lagi ya Unn~

  5. *duaak
    syuuuper keren ini FF 😀

  6. Jong manis bangetttt , jadi mau *loh?*
    Hahaha
    Key mau tpi malu nihhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s