[JONGKEY] My Name is Key Part 2


Key membungkam mulutnya, menahan teriakan yang sudah tercekat pada tenggorokannya. Taemin sudah menangis di pelukan Minho, Onew tidak berselera lagi makan ayam dan Jonghyun hanya diam, menatap sosok tak bernyawa itu dengan pandangan sulit ditebak.

Jungsoo, tubuhnya mengenaskan, bersimbah darah tepat pada bagian jantung. Posisinya terduduk di pondok kecil yang tadi Key datangi, di tembok tempat mayat Jungsoo bersandar, tertulis dengan jelas 3 huruf alphabet berwarna merah, mungkin ditulis dengan darah. Tulisan itu terbaca “Key”.

“Ti-tidak.. mungkin..” Key menggelengkan kepalanya tidak percaya, buliran air sudah terjatuh dari kedua sudut matanya sejak tadi.

“Sudah jelas kan? Key yang dimaksud itu pastinya kau, Kim Kibum” polisi yang diketahui bernama Zhoumi itu menatapnya sinis.

“Aku tidak..”

“Orang yang terakhir beramanya adalah kau, benar?” Key hanya mengangguk.

“Tapi, aku tidak melakukannya..” Key masih tetap membela diri.

“Jelaskan itu di kantor, sekarang ikut dengan kami..” Key berusaha mengelak dari genggaman tangan beberapa polisi yang hendak menyeretnya.

“Tunggu dulu, ini tidak bisa dijadikan alasan! Kau mau menangkap Kibum hanya karena tulisan namanya ada disana? Lagipula, nama asli Key itu Kibum. Ini sama sekali tidak adil, kalian tidak boleh membawanya!” Jonghyun berteriak tepat di depan muka Zhoumi, giginya berdecit kesal.

“Untuk itu kami akan membawanya ke kantor, dia akan menjelaskan semuanya disana..” ucap Zhoumi tenang, tidak terbawa dengan emosi Jonghyun.

“Tidak bisa! Kalian—“ Jonghyun berhenti berbicara ketika merasakan seseorang menepuk pundaknya.

“Sudahlah, Jjong.. Mereka benar, Key bisa menjelaskan semuanya di kantor polisi.. Tenangkan dirimu” ujar Onew pelan. Jonghyun sudah akan protes lagi tapi Onew mengeluarkan tatapan lakukan-apa-kataku yang tidak bisa diajak kompromi. Jonghyun akhirnya mengalah, dia merelakan Key dibawa polisi-polisi itu. Key juga sudah tidak memberontak, dia berpaling ke belakang, menatap mata Jonghyun sebentar lalu tersenyum sebelum sosoknya dimasukkan ke dalam mobil polisi.

***

“Aku yakin ada yang tidak beres! Kita tidak bisa menerima ini semua begitu saja! Pokoknya aku akan meminta Pak Tua itu untuk menyewa Pengacara dan Detektif terbaik!” Jonghyun menggerutu panjang lebar sambil berjalan. Di belakangnya, Minho, Taemin dan Onew mengikuti dengan langkah pelan dan mulut yang dikunci.

BRAK

“Buka pintu dengan sopan, Kim Jonghyun” sahut sesosok Pria setengah baya yang berdiri membelakangi mereka, melihat ke luar jendela dari ruangannya yang berada di lantai dua.

“Aku mau kau menyewa pengacara dan Detektif terbaik untuk Kibum” Jonghyun tidak menggrubis kata-kata pria itu, langsung menyatakan apa maksud kedatangannya tanpa basa-basi terlebih dahulu.

“Apakah itu sikap yang pantas ditunjukkan dari seorang murid kepada Kepala Sekolahnya? Terlebih, apakah itu sikap yang pantas ditunjukkan oleh Anak kepada Ayahnya?” Pria itu membalikkan badannya,duduk di kursi lalu menatap Jonghyun sambil menyeruput segelas kopi yang sudah tersedia di mejanya.

“Simpan semua petuahmu sampai kita ada di rumah, Pak Tua.. Apa kau tidak dengar apa yang tadi aku katakan?” Onew lagi-lagi menepuk bahu Jonghyun yang sudah kehilangan kendali.

“Maafkan kelancangan anakmu, Youngwoon Songsaenim..” Onew memegang belakang kepala Jonghyun dan memaksanya untuk menunduk hormat kepada Kepsek sekaligus Ayahnya itu.

“Jinjja.. Kenapa anakku bukan kau saja sih, Jinki? Malah anak bebal seperti dia..” Youngwoon menyeruput kopinya lagi, bersikap santai.

“Ya ya ya.. Berharaplah agar Eomma mengandung monster ayam seperti dia!” Jonghyun menunjuk hidung Onew dan memutar kedua bola matanya, kembali memandang Youngwoon. “Aku tidak peduli kau mau berkata apa lagi, kebutuhanku kesini hanya untuk meyakinkan kalau kau akan memberi Kibum Pengacara dan Detektif terbaik. Aku yakin ini ada yang tidak beres. Jangan protes lagi karena aku tidak tahu apa yang terjadi dengan semua kartu kredit sialan yang kau berikan padaku, mereka mengatakan akunku di blokir” Youngwoon menurunkan cangkirnya, lalu kembali pada posisinya tadi, membelakangi mereka sambil menatap keluar jendela.

“Aku tidak bisa. Kirin mulai tercoreng namanya di mata para Orang Tua siswa dan mereka membatalkan semua sumbangan mereka pada Kirin. Aku juga tidak bisa mengeluarkan uangku dan aku tidak mau kau mengeluarkan uangmu sehingga aku memblokir semua kartu kreditmu. Biarkanlah, kehilangan satu orang murid bukan hal yang perlu dibesarkan, daripada aku kehilangan murid-muridku yang lain, aku akan melepas Kibum” Jonghyun dan yang lain membesarkan bola matanya. Ini bukan hal yang akan dilakukan seseorang seperti Youngwoon, biar terkenal tegas tapi dia adalah Kepsek yang sangat peduli terhadap para muridnya.

“Ada apa dengan kata-katamu itu, Pak Tua? Aku benar-benar kecewa padamu! Aku akan membebaskan Kibum karena aku tahu dia tidak bersalah. Mungkin memang tidak dengan uangmu karena aku masih mempunyai teman-teman yang akan membantuku” Jonghyun membalikkan badannya, bersiap meninggalkan ruangan.

“Aku takut aku akan merusak rencanamu, Jonghyun.. Tapi, lihat dulu ini sebelum kau keluar..” Youngwoon membuka lacinya, mengeluarkan beberapa amplop.

“Ini adalah surat dari orang tua Minho, Jinki dan Taemin.. Mereka sudah tidak bersekolah di Kirin lagi mulai hari ini” Jonghyun memandang ketiga temannya yang sama-sama terkejut.

Drrt drrt.

Minho mengangkat teleponnya yang tiba-tiba bergetar.

“Yeoboseyo?”.

Drrt drrt. Handphone Onew dan Taemin ikut bergetar dalam waktu yang bersamaan.

“Yeoboseyo?”

***

“Dengar, Hyung.. kau harus menelepon kami kalau ada sesuatu terjadi. Kami akan berusaha membujuk orang tua kami untuk membantu membebaskan Kibum Hyung..” Taemin menjulurkan kepalanya dari balik limousin pribadinya.

“Pokoknya kami akan membantu, kami juga tidak percaya kalau Kibum Hyung adalah pelakunya” sambung Minho. Jonghyun hanya mengangguk lemah.

“Dengar, jangan bertindak gegabah selama kami tidak ada” nasihat Onew sebelum akhirnya ketiga limousin itu hilang dari pandangan Jonghyun.

Entah ada apa, mereka semua dikeluarkan dari Kirin oleh orang tua mereka dan yang lebih aneh, mereka disuruh segera pulang hari ini. Jonghyun menghela nafas, dia harus melakukan penyelidikan ini sendirian. Tidak ada yang bisa membantunya lagi saat ini.

***

Menurut apa yang sering kubaca di komik-komik, apabila kita ingin mengungkapkan suatu kasus, hal yang paling pertama dilakukan adalah memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan disinilah aku sekarang. Di dalam sebuah pondok kecil yang dikelilingi garis polisi. Untung saja pemeriksaan sudah selesai dan tidak ada seorangpun disini.

Aku menelusuri setiap sudut di dalam ruangan. Memang, yang paling mencurigakan saat ini adalah tulisan “Key” itu. Apa itu benar-benar pesan kematian dari Jungsoo?

Aku menempelkan jari-jariku di tulisan itu. Ada yang aneh. Kubuka poket Detektif yang dulu iseng kubeli saat ada obral di Mall karena Natal. Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya, mudah-mudahan saja otak bebalku ingat bagaimana adegan Conan, Qyu, Loki, Kindaichi atau siapa saja Detektif yang aku kenal asal jangan Kougoro Mouri ketika mereaksikan cairan entah-apa-ini untuk memastikan apakah suatu cairan berupa darah atau bukan. Dan, bagus.. seperti dugaanku. Tapi, apa artinya ini?

Aku memasukkan hasil tes tadi ke dalam plastik dan menutupnya rapat, tentu saja aku memakai sarung tangan, aku tidak sebodoh itu. Hm.. Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Aku berjalan memeriksa ruangan sekali lagi dan mataku berhenti pada gagang pintu.

Tidak ada jalan lain memasuki pondok ini kan? Berarti mungkin saja aku bisa mendapat sidik jari si pelaku. Aku membuka poket Detektifku lagi dan mengeluarkan entah-apa namanya yang pasti seperti cotton bud dengan batang terbuat dari besi dan ujungnya seperti gumpalan kapas tapi tidak serapuh kapas. Aku menggunakan cairan tadi sekali lagi dan menekan-nekan gagang pintu dengan pelan menggunakan si alat mirip cotton bud lalu menempel kertas yang juga tidak ku ketahui nama pastinya, bingo! Mungkin aku berbakat menjadi detektif. Ada dua sidik jari yang ku dapat. Kalau menurut hipotesisku, satu sidik jari adalah milik Key dan satunya lagi milik si pelaku. Perkiraan kematian Jungsoo adalah 15 menit sebelum Key datang ke ruangan khusus. Memang, hanya butuh waktu 10 menit untuk kembali ke ruangan khusus dari pondok ini.

Drrt drrt. Handphoneku bergetar, terpampang nama ‘Taemin’ di layarnya.

“Yeoboseyo?”
“Jonghyun Hyung, aku tidak bisa keluar. Appa dan Ummaku benar-benar marah karena aku meminta mereka untuk mengembalikanku ke Kirin dan menolong membebaskan Key Hyung. Aku tidak bisa kemana-mana sekarang. Kamarku dijaga ketat. Maafkan aku tidak bisa menolongmu” ucap Taemin sedih.

“Apa maksudmu, Taem?”

“Dengarkan kata-kataku yang ini, Aku tidak bisa kabur. Mungkin tidak ada jalan keluar dari kamarku karena aku tidak pernah membuat jalan lain ketika aku kecil. Aku tidak bisa menemuimu, bahkan aku tidak bisa bertemu denganmu di tempat biasa. Minho Hyung dan Onew Hyung juga dikunci di rumah, mereka tidak bisa keluar karena aku tidak akan datang ke rumah mereka dan mengeluarkan jurusku untuk menerobos pengamanan. Lagipula itu cara yang tidak bisa kita pilih sekarang. Maafkan kami, kami tidak akan datang membantu”

Tutt.. Taemin memutuskan pembicaraan.

Apa sih yang dipikirkan itu anak? Tidak bisa inilah tidak bisa itulah… Aku juga tidak bisa melakukan ini sendirian!

***

“Apakah anda sudah selesai berbicara, Tuan Muda Taemin?” tanya seorang pelayan yang datang ke kamarku. Aku mengangguk dan memberikan telepon yang tadi kupakai untuk menelepon Jonghyun Hyung.

“Maaf Tuan Muda, kami hanya melaksanakan perintah.. Untuk sementara, semua gadget dan kartu kredit Tuan akan kami sita agar Tuan tidak bisa berkomunikasi dengan Tuan Jonghyun” Aku mengangguk lemah sekali lagi sebelum pelayan-pelayan itu keluar dari kamarku.

Kriet.

Aku meyakinkan diriku kalau mereka benar-benar sudah pergi. Dan aku tersenyum, semoga saja Jonghyun Hyung bisa berpikiran dingin karena Hyungku yang satu itu akan bertindak gegabah kalau otaknya sudah buntu. Hyung, bacalah pesanku..

***

“Mencari siapa, Nak?“ tanya seorang pria kepada Jonghyun.

“Ah, ini..” Jonghyun menunjuk rumah di depannya. “Apakah benar rumah ini kediaman Kim Kibum?”

“Ne, benar.. Tapi, Tuan Cho dan Lee sedang tidak ada di rumah, mereka sedang pergi ke luar negeri dari beberapa hari yang lalu. Anaknya pun sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Aneh, Kibum-sshi selalu pulang tepat waktu. Kemana ya dia?”

“Ah, mungkin sedang ada acara di sekolahnya” Jonghyun mencoba menutupi masalah Kibum “Kalau begitu, saya permisi dulu, Ajusshi..” Sial, kenapa kedua orang tua Kibum berada di luar negeri di saat seperti ini? Apa mereka tidak diberitahu oleh Kirin? Gerutu Jonghyun dalam hati sambil meninggalkan rumah Kibum.

“Tunggu dulu” panggil Ajusshi itu, Jonghyun berbalik.

“Ne?”
“Dinginkan kepalamu, Nak.. Mungkin kau akan menemukan sesuatu..” katanya menggantung lalu berbalik pergi. Jonghyun mengernyit, apa maksudnya?

Jonghyun mengangkat bahunya lalu memutuskan berjalan ke arah taman, dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Di taman, banyak anak-anak kecil bermain, sepertinya mereka gembira. Andai saja dia bisa kembali ke masa kecilnya, bermain bersama Minho, Onew, dan Taemin. Dulu, tidak ada beban yang mereka pikirkan. Hanya bermain dan bermain. Tapi, Jonghyun tidak menyesali waktunya sekarang karena dia bisa bertemu dengan Kibum. Jonghyun ingat betapa senangnya Jonghyun ketika mereka berlima akan debut bersama-sama. Debut dengan semua orang yang dia sayang dan mungkin hanya keempat temannya di dunia ini. Benar, banyak orang yang mengagumi dirinya tapi mereka hanya ingin kedudukan, tidak seperti keempat temannya itu. Mau bagaimana lagi? Mereka semua juga kaya jadi mereka sama-sama membutuhkan satu hal, Teman. Teman sejati dan mereka menemukan arti itu di dalam diri mereka berlima masing-masing. Memang, Kibum baru bersama mereka kurang lebih satu minggu, tapi itu tidak mengalahkan pertemanan mereka berempat yang sudah bertahun-tahun. Jonghyun menyayangi Kibum, sama seperti dia menyayangi ketiga teman lainnya, atau mungkin lebih. Karena itu, kemarin dia mengatakan kepada Kibum untuk berhenti bermimpi menjadi artis.. Kalau saja Kibum tahu, Jonghyun mempunyai firasat yang sangat kuat. Jonghyun merasa akan ada hal yang buruk menimpa Kibum kalau dia mengikuti tes dari Jungsoo, jadi satu-satunya cara untuk membuat Kibum berhenti adalah membuatnya menghapus impiannnya. Jonghyun juga sakit melihat Kibum menangis karena ucapannya, tapi Jonghyun tidak tahu harus berbuat apa. Dan firasatnya sekarang terbukti. Key ditahan polisi.

“Argh.. Aku bingung..” Jonghyun melihat keran air yang sering dipakai orang untuk minum. Dia berdiri dan membuka keran, membiarkan air mengucur di atas kepalanya. Mungkin benar aku harus mendinginkan kepalaku, pikirnya.

Petunjuk apa lagi yang bisa Jonghyun dapatkan? Taemin sudah menelepon kalau dia, Minho dan Onew tidak bisa membantu. Hah.. Teman macam apa itu? Mengatakan tidak inilah, tidak itulah. Terlalu banyak kata tidak!

Eh? Jonghyun merasa menemukan sesuatu. Dia mengambil handphonenya dari balik saku. Beruntung, handphonenya secara otomatis akan merekam pembicaraan masuk.

Jonghyun mencari rekaman pembicaraannya dengan Taemin lalu merapatkan handphonenya ke telinga, mendengarkan lagi dengan teliti.

“Ternyata begitu..” senyum Jonghyun lalu berlari dari Taman.

Taemin, aku mengerti sekarang apa maksudmu, hanya perlu menghilangkan kata ‘tidak’, batin Jonghyun.

Kalau kita mau menelusuri, Taemin memang meninggalkan suatu pesan tersembunyi ketika menelepon Jonghyun. Dan ketika kita menghapus kata ‘tidak’, pembicaraan Taemin akan menjadi seperti ini :

“Dengarkan kata-kataku yang ini, Aku bisa kabur. Mungkin ada jalan keluar dari kamarku karena aku pernah membuat jalan lain ketika aku kecil. Aku bisa menemuimu, bahkan aku bisa bertemu denganmu di tempat biasa. Minho Hyung dan Onew Hyung juga dikunci di rumah, mereka bisa keluar karena aku akan datang ke rumah mereka dan mengeluarkan jurusku untuk menerobos pengamanan. Lagipula itu cara yang bisa kita pilih sekarang. Maafkan kami, kami akan datang membantu”

 ***

“Tch, otak Dinosaurusmu memang lama loadingnya ya..” sindir Minho ketika Jonghyun baru saja datang ke ‘tempat biasa’ yang dimaksud Taemin dalam keadaan kusut karena berlari.

“Apakah itu ucapan selamat datang yang kau berikan kepada temanmu ini?” senyum Jonghyun. Dia benar-benar beruntung mempunyai sahabat seperti mereka.

“Cukup. Kita tidak punya waktu untuk bernostalgia, dengarkan rencanaku” Onew membuat mereka semua dalam keadaan melingkar dan menyimpan kedua tangan mereka di bahu satu sama lain sambil menjelaskan rencananya.

“Gila, itu kriminal!” teriak Minho setelah mendengar rencana Onew.

“Ga ada jalan lain. Kita bisa pikirin resikonya nanti. Taemin, kau bisa melakukannya kan?” tanya Onew, Taemin mengangkat ibu jarinya mengucapkan “Beres”.

“Minho, kau bantu kan? Kita butuh otak kamu” tanya Jonghyun mulai ragu melihat Minho yang diam.

Minho menghela nafas “Mau gimana lagi? Lagipula, udah lama ga senang-senang” timpal Minho sambil menyeringai.

“Yang paling penting, kita berani lakuin ini karena satu hal, kita percaya sama Key dan kita tahu Key bukan pelakunya. Jadi, kita harus berani ambil resiko buat ngebela kebenaran” kata-kata Onew membuat ketiga orang lainnya speechless, abis, biasanya kan di otak Onew cuma ada.. “Chicken Little juga pembela kebenaran loh..” Yah, ternyata UUD ga berlaku buat Onew, yang berlaku cuma UUA, Ujung-Ujungnya Ayam.

***

“Makanan untukmu, Kibum..” seorang penjaga sel memasukkan makanan ke dalam ruang tahanan Kibum. Disana, dia hanya sendiri. Kibum menatap enggan pada makanan itu dan memilih untuk diam.

Tiba-tiba, dia mendengar keributan dari arah depan, tempat para penjaga berkumpul.

Drap drap drap.

Beberapa langkah kaki masuk ke ruang tahanan dan dua orang berpakaian serba hitam dengan muka di tutup berhenti di depan sel Kibum. Kibum menatap heran ketika kedua orang itu membuka selnya dengan kunci yang mungkin di dapat setelah menghabiskan para penjaga. Kedua orang itu menghampiri Kibum dan menutup mulutnya lalu membawa Kibum lari dari sana.

**

“Kalian siapa sih?” Kibum akhirnya bisa berbicara setelah tangan orang-orang itu lepas dari mulutnya.

“Kau tidak mengenali kami?” orang itu membuka penutup mukanya.

“Minho? Taemin?” Kibum tidak percaya dengan apa yang dilihatnya “Kalian ngapain disini?”

“Menolongmu tentu saja. Ayo, kita masuk ke ruang rahasia kami berempat.. Jonghyun Hyung dan Onew Hyung sudah menunggu..” Kibum hanya diam ketika tangannya diseret masuk ke dalam lift yang tersembunyi di balik rak buku perpustakaan Kirin. Ternyata memang ada ruang rahasia di sekolah itu.

“Yo, mission completed!” sahut kepribadian Minho yang so asik ketika memasuki ruang rahasia itu. Onew mengacungkan kedua tangannya yang berisi ayam.

“Kalian gila apa? Kalian masih bisa bercanda di saat seperti ini? Kalian tahu kan, kalian udah bawa aku, TA-HA-NAN kabur! Kalian bosan hidup bebas ya? Aku benar-benar ga ngerti jalan pikiran kalian!” Kibum terus-terusan mengomel sementara yang lain diam, cuma Jonghyun yang terang-terangan menutup telinganya karena pusing mendengar omelan Kibum.

“Udah selesai?” tanya Jonghyun acuh sambil membuka telinganya ketika Kibum berhenti mengoceh.

“Aish.. Jinjja.. Aku benar-benar benci pada kalian” ucap Kibum benar-benar jengkel.

“Aku tahu, terima kasih kembali” jawab Jonghyun lalu menarik Kibum untuk duduk di depannya.

“Nah, sekarang.. Katakan apa saja yang kau lakukan bersama Jungsoo di pondok itu?” Kibum diam, ini sudah tidak bercanda lagi. Dia malas mengenang hari itu, malas mengenang ucapan Jonghyun.

“Tidak ada. Hanya mengobrolkan beberapa pembicaraan ringan”

“Lalu, apa yang kalian obrolkan itu?”

“Ehm, seperti menanyakan kenapa dia ada disana”

“Terus?”
“Dia bilang dia mencariku karena aku tak kunjung datang ke ruangan khusus. Dia menanyakan apa aku bersamamu karena kau juga belum datang. Lalu, dia bilang tak seperti biasanya kamu telat datang ke kelasnya” Kibum menyadari perubahan pergerakan mata pada keempat temannya itu.

“Dia bilang begi—“

“Teruskan” perintah Jonghyun memotong ucapan Taemin.

Kibum mengernyit tapi dia meneruskan menceritakan kejadian hari itu “Oh iya, ada yang aneh.. Biasanya kan aku memang memanggil Jungsoo dengan namanya, tapi kemarin dia memarahiku karena memanggilnya begitu. Katanya itu tidak sopan, dia menyuruhku untuk memanggilnya Park-songsaenim dan memang perlakuannya hari itu sangat aneh, lebih lembut dari biasanya” Kibum berpikir lagi “Hanya itu, karena hujan reda, dia menyuruhku untuk kembali ke ruangan khusus dan memintaku untuk menyampaikan pada kalian agar menunggunya karena dia harus membawa beberapa barang di kantor”

“Kau mendapat sesuatu, Choi Minho?” seringai Jonghyun.

“Lebih dari cukup” jawab Minho dengan seringainya juga.

“Kim Kibum, Kami tahu kamu dan teman-temanmu bersembunyi di dalam!” Teriak seseorang tiba-tiba. Posisi mereka sudah ditemukan!

“Keluar dalam hitungan ketiga, kalau tidak, kami akan menerebos paksa!” Jonghyun menenangkan Kibum yang mengeluarkan keringat dingin dengan menggenggam tangannya. Dia membisikkan Kibum agar tenang dan percaya kepada mereka.

“Aku buka ya?” tanya Onew tenang.

Ketika Onew membuka pintu, segerombolan polisi langsung masuk dan menutup semua akses keluar agar tidak ada yang bisa kabur.

“Berani-beraninya kalian membebaskan tahanan!” teriak Zhoumi garang. “Kalian tahu kalau itu perbuatan kriminal dan ada konsekuensinya! Kalian tahu itu kan?”

“Tahu dong, Pak.. Kami kan tidak bodoh” celetuk Jonghyun yang membuat Zhoumi naik darah.

“Kalian! Benar-benar tidak mau hidup bebas ya! Tangkap mereka semu—“
“Tidak bisa, yang harus ditangkap itu Bapak, bukan kami” sahut Taemin sambil mengeluarkan senyum malaikatnya.

“Iya, kan Bapak yang bosan hidup bebas..” timpal Minho, Kibum cuma keheranan dengan apa yang teman-temannya bicarakan.

“Kalau ga..” Onew tersenyum sambil mendekati Zhoumi “Bapak ga akan berani membunuh Park Jungsoo”

To Be Continued..

Comments + Likes = ♥

Advertisements

18 responses to “[JONGKEY] My Name is Key Part 2

  1. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  2. akhirnya~~
    terbongkarlah semua.. wkakakk. #gaje#

    “Chicken Little juga pembela kebenaran loh..”
    haha.. sukses bikin aku ketawa terpingkal2

    Zhoumi.. kau kah yang membunuh leeteuk kuu ?? *pasang tampang evil*

    kyaa~~~

    ceritanya serrruuuuu ‘thoor…
    DAEBAK !!!!! DAEBAK !!!

  3. aku gak ngerti akhirnya — =.=
    ya sudah yang pasti pelakunya bukan Key horraaayy!!!
    haha
    ya ampun, si Jjong sama loadingnya kayak aku, kita memang sehati #dikisseuJjong #plak
    haha
    transaksi dengan Onew cukup gampang, hanya dengan memberikan dia ayam sepertinya dia akan melakukan apa saja yg kita katakan (sesuai UUA) wkwk
    nice part~
    jangan lupa dilanjutin!
    jangan lama-lama yan author~!!

    • tenanglah.. tunggu part selanjutnya LOL
      wooos, jjong punya aku *masukkin jjong ke toples acar
      itulah kehebatan UUA yg di anut Onyu XDD
      iya lg d lanjutin.. g akan lama” ko kalo responnya jga banyak
      thanKYU^^

  4. flakets-blingers

    Loh zhoumi yg nglakuin eoh?? O,oa ,…
    Bagus! Yg psti bkan uri key,.. Haha,.. XD Yaiyalah,.. Org baik2 ga mgkin ngebunuh,.. =..= ,..!!
    Mereka pinter2 ya,..!! Pu’y klebihan masing2 yg sling melengkapi 1 sma lain…. :DD ,.. Bangga ak,.. *loh?* ,…
    Mino?? Apa yg kau dpat eoh??
    Lanjut ya?? Di tunggu,.. Makin penasaran,.. :DD

  5. lho lho?
    Zhoumi?!
    Waaaah penuh tanda tanya deh
    ini author suka baca komik detektif ya 😀

  6. Trnyta si dino jong pnter jg y…ampe’ pny aLt2 dtektif gt…demi key trkasih ap sie yg gak…haha..
    Kren critanya chingu

  7. serruu jugaaa niiih, penasaaaraan.. tega banget ma Keyppaa.. ampe dituduh gituu~ Waaa, Taem cerdik yaaa udah bagus kok ffnyaa, terus lanjut= yaaa~ ^^

  8. UUA Ujung-ujungnya ayam. Mwakakakaka
    ktawa bareng taemin. Iyh txata pmbnuh x zoumi ya? Kok? Taw re mana? Kok? Aigo, lanjut lag

  9. walaupun udh jm 2 pg,,,
    rasanya mata blm mau beranjak dri cerita2’y…
    hehehe…..

  10. adeuh jonghyun jadi detektif! walaupun agak lola tapi keren juga. aku suka sama cara mereka semua nyelesaiin masalahnya, apalagi pas partnya taem yang telp jjong. daebak!

  11. KYAAAAA ! I love this story. gak bisa bayangin kalo si Jjongie jadi detective. ayahnya aja bilang otak dia bebal (?) haha

  12. HUWWAAA..!!
    dag dig dug bner baca FF’a..wlau pun udah k’tinggalan jauh..T.T

    ckckck..Taeminie bner” Genius..hahaha
    Next chapter chingu..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s