[SHINee Couples] Key and his wishes Last part


“Akhirnya datang juga” Tiffany berdiri dari duduk resahnya.
Key termangu menatap perempuan di depannya. Begitu cantik dan.. Entahlah, auranya terasa sangat berbeda. Sempat muncul niat Key untuk kembali straight beberapa detik lalu tapi ia keburu ingat, perempuan ini pasti bukan manusia.
“Silahkan duduk” ujar Tiffany sopan. Key pun duduk sambil tetap memandang perempuan di depannya. Ingin sekali dia menyanyikan lagu “Terpesona ku pada pandangan pertama dst dst”. Perempuan yang sekarang duduk tepat di hadapannya pun curi-curi pandang ke arahnya sambil sedikit terkikik pelan, tersenyum malu-malu dengan tangan menutup mulutnya. Anggun sekali.
“Loh, satu lagi kemana?” Tiffany menoleh ke kiri dan kanan, mencari seseorang atau mungkin sesuatu.
“Hihi. Itu.. Dia ada di bawah sana” jawab perempuan itu sambil menunjuk kursi Key. Lebih tepatnya, di bawah butt Key. Key terlonjak lalu berdiri dan di sanalah apa-yang-Tiffany maksud berada. Kondisinya mengenaskan.
“Huah.. Akhirnya bebas juga! Hai, anak muda! Pake matamu dong! Aku emang kecil imut-imut gimana gitu tapi kalau duduk liat-liat kek” rutuknya panjang lebar. Dan shit! Ternyata perempuan itu bukan terpesona dengan Key, dia hanya menertawakan makhluk kecil ini karena secara tidak sengaja diduduki oleh Key.
“Oke, ada baiknya kita kenalan dulu. Kan ada tuh pepatah tak kenal maka tak sayang ahaha” kata Tiffany garing “Nah, Key.. Kau mungkin tahu dia siapa?” tunjuk Tiffany pada apa-yang-tadi-Key-duduki. Key menscan makhluk itu from head to toe. Rambut curly pirang, mata biru, tinggi tak lebih dari 50 cm, memakai sesuatu seperti err.. Pampers? Hm.. Sesuatu yang ada di tangannya itu kan panah beserta busurnya dan sepasang sayap kecil ada di punggungnya.
“Cupid?” suara Key terdengar ragu.
“Bingo! Untuk wanita cantik ini.. Sebaiknya aku kenalkan langsung saja. Dia itu Akasviel, dewi kebijaksanaan” Key tercengang.
“Sejak kapan dewi kebijaksanaan berganti nama dari Athena menjadi Akasviel?”
“Eh.. Iya. Aku lupa. Kayanya aku sedikit tertular nenek moyang jin nih ahehe” cengir Tiffany sambil memukul pucuk kepalanya pelan.
“Tidak apa, Akasviel itu temanku kok dan dia memang bijaksana, lucu lagi” curcol Athena tiba-tiba membuat semua readers muntah massal.
Key sweatdropped.
“Ok, aku ambil alih sebelum semuanya OOC. Disini aku akan menjelaskan detailnya” Cupid menengahi pembicaraan gaje di atas.
“Jadi..”

***

“Ugh..” namja itu terbangun. Mendapati seseorang ada di sebelahnya.
“Key..” bisiknya tidak yakin. Penglihatan miliknya memang sedikit buram. Entah karena terlalu banyak pergi ke alam mimpi.
“Eng? Jjong, kau sudah bangun?” sosok yang tadinya tertidur itu ikut terbangun sambil mengerjap pelan.
“Sekyung.. Ne, aku baru bangun. Mm.. Dimana ini?” Jonghyun menatap sekelilingnya yang serba putih.
“Rumah Sakit. Kau pingsan dua hari yang lalu” jelas Sekyung sambil berdiri lalu mengupas apel cekatan.
“Ini.. Makan dulu. Setidaknya perutmu harus diisi. Aku akan beritahu dokter kalau kau sudah bangun” Sekyung berdiri dari bangkunya.
“Tunggu” cegat Jonghyun sambil memegang pergelangan tangan Sekyung.
“Apa Key kemari?” tanyanya dengan mata penuh harap. Paras cantik Sekyung berubah sedikit merah mendengar nama itu. ‘Kenapa dia lagi?’ tanyanya dalam hati.
“Tidak, dia tidak pernah sekalipun menjengukmu. Ketika kau dimasukkan kesini pun, hanya Minho, Onew dan Taemin yang mengantar” Jonghyun terlihat menerawang.
“Jangan dulu beritahu mereka bertiga kalau aku sudah siuman” pinta Jonghyun. Sekyung mengangguk dan meneruskan perjalanannya menuju ruang dokter.
“Key..” panggilnya pelan setelah sosok Sekyung menghilang. Ada rasa rindu yang keluar dari nada bicaranya.

***
17.00 PM
Krek.
Pintu kamar Jonghyun terbuka.
“Sekyung, tolong nyalakan..” ucapan Jonghyun terputus mendapati seseorang di balik pintu.
“Halo” sosok yang dikiranya Sekyung melambaikan tangan kikuk.
“Key?” Key berjalan lalu duduk di bangku sebelah tempat tidur Jonghyun.
“Bagaimana keadaanmu, Dino Boy?”
“Hm, aku merasa jauh lebih baik”
“Baguslah kalau begitu”
Tidak ada pembicaraan lagi. Jonghyun hanya menatap lurus mata Key dan Key pun begitu. Mereka terhanyut dalam sosok masing-masing yang ada di dalam mata orang di depannya. Mereka tidak berniat melanjutkan pembicaraan, lebih tertarik dengan pantulan itu.
Lama. Hanya suara jarum jam yang terdengar. Hembusan nafas keduanya pun semakin memburu. Entah sejak kapan wajah mereka semakin mendekat. Hanya tinggal beberapa senti untuk…
“Ah, aku lupa! Maaf, Jjong.. Aku ada urusan, Bye!” Key segera melesat keluar, meninggalkan Jonghyun yang serba salah.
“God, apa yang akan kulakukan tadi?” rutuk Jonghyun sambil menjenggut rambutnya pelan.
Hosh hosh. Key berhenti berlari ketika langkahnya terparkir di WC pria.
Ia memegang dadanya dan menatap cermin. Dibukanya keran air lalu dibasuhnya wajah cantik sekaligus tampan miliknya.
“Sudah kuduga.. Ini ide buruk” sesal Key.

Flashback

“Nah, kau mengerti kan? Dia itu jodohmu. Dan perempuan itu adalah jodoh laki-laki ini”
“Jadi.. Itu yang membuat permintaanku melanggar peraturan?”
“Ya, kau melanggar garis nasib” ucap Cupid lagi.
“Terus.. Kita harus gimana?”
“Untuk itulah Dewi Athena ada disini sebagai penasehat” Tiffany memandang Athena.
“Hanya ada satu jalan. Jalan terbaik dan terbijaksana yang bisa kalian ambil” Key menelan ludahnya.
“Kau harus membuatnya meminta agar dia menginginkan dirimu lagi”
“Aku tidak mengerti” jujur Key.
“Cara ini adalah cara pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Aku akan membuat kepemilikanmu atas dua jin tersisa berpindah tangan padanya dengan kekuatanku. Dan saat itulah, kau harus meyakinkan cintamu dan cintanya padamu sehingga dia akan meminta dari hatinya yang terdalam agar bisa bersamamu selamanya” terang Athena penuh kebijaksanaan.
“Jadi, kedua jin tersisa menjadi miliknya dan dia menjadi Tuan mereka. Begitu?” tanya Key memastikan. Athena mengangguk.
“Kau yakin kekuatanmu yang digunakan untuk memindahkan kepemilikan jin bukan jurus terlarang?”
“Tentu tidak. Aku ini dewi kebijaksanaan, kesalahan sepele seperti itu pasti sudah kuperkirakan terlebih dahulu”
“Nah, tuan.. Kukira itu ide yang bagus” semangat Tiffany, matanya berbinar-binar.
“Aku juga setuju” sahut Cupid.
“Seterusnya, terserah padamu. Buat dia menginginkanmu”

Flashback End

***
Kacamata hitam, jaket hitam menutupi setengah muka, sarung tangan dan topi. Perfect sudah dandanan Key. Hari ini pun dia mencoba datang lagi.
Dia berdiri di balik tembok dekat kamar Jonghyun atau lebih tepatnya, Key bersembunyi.
Pukul 17.00 tepat dan benar saja, cewek itu keluar.
Key melakukan inspirasi lalu ekspirasi. Setelah yakin, diketuknya pintu itu.
“Masuk” sahut suara di dalam.
“Annyeong, Jjong..” Key menyapu pandangan. Tidak ada orang lain lagi kan?
“Hei, Key.. Kemarilah” Jonghyun melambai-lambaikan tangannya, menyuruh Key duduk di kursi sebelah.
“Baru saja Sekyung pulang. Kalian tidak bertemu?”
“Mm.. Tidak. Tadi aku ke WC dulu”
“Oh.. Eh, Key.. Bawa aku ke taman dong. Bosen di kamar melulu” Jonghyun menyerang Key dengan puppy eyesnya.
“Ok ok, tapi jangan menatapku begitu. Aku akan ambil kursi roda dulu” tangan besar Jonghyun segera menahan Key dengan impuls kecepatan dewa.
“Tidak. Aku tidak selemah itu. Aku mau jalan saja” Key mau protes tapi dia sadar kalau ucapan Jonghyun sudah final.
“Fine”
“Satu lagi. Lepaskan jaket, sarung tangan, topi, dan kacamatamu. Orang bisa mengira kalau aku menyembunyikan teroris di Rumah Sakit ini lagi haha. Lagipula, emang ga panas apa? Dandananmu hari ini aneh, ga diva-ish” Key terlihat cemas dan tidak menanggapi ejekan Jonghyun. Kalau dia buka semua perlengkapan itu, orang-orang akan mengenal dirinya dan dia tidak mau itu.
“Cepat lepaskan! Ah, aku mengerti. Oke, aku balik badan. Ga akan ngintip kok, suer” Jonghyun mengarahkan tubuhnya menghadap jendela membelakangi Key. Key tidak punya pilihan lain, Ia melepas semua barangnya ragu.
“Sudah?” Jonghyun berbalik lalu turun dari kasur “Nah, begini lebih baik” pujinya sambil merangkul bahu Key “Ayo jalan”

Di taman.
“Hey, Key.. Sampai kapan aku disini?” curhat Jonghyun sambil menatap langit sore.
“May” asal Key.
“Hah? Lama amat!”
“Maybe yes maybe no” Jonghyun segera menjitak kepala Key kesal.
“Ga lucu tahu! Aish..”
“Ga lucu tapi kok senyum?” jail Key.
“Aku senyum karena menertawakan kebodohanmu”
“Hei hei, siapapun tahu kalau aku, sang Diva lebih pintar daripada Dinohead di sampingku” Key menonjok pelan bahu Jonghyun sambil tertawa lepas ala dirinya.
“Itu kan menurutmu. Bagaimanapun aku ini lebih hebat dibanding kamu! Merong xP” Jonghyun menjulurkan lidahnya, tak mau kalah.
“Iya, kau lebih hebat daripada aku dalam satu hal. Dan aku akui, aku tidak akan pernah menang melawanmu dalam hal ini” ucap Key sengaja menggantung.
“Dan hal itu adalah?” Key menyeringai lebar sebelum menjawab pertanyaan Jonghyun.
“Ketololan. Tidak ada yang lebih tolol daripada kamu. Kau tahu itu?”
“Enak aja! Aku jenius dan tampan tahu”
“Tapi tolol. Jangan ngelak deh. Orang yang mau ngejailin orang lain tapi malah dia sendiri yang kena namanya apa coba? Terus artis yang ga punya schedule selama 2 bulan dan malah terkurung di tempat bau obat ini, kurang tolol apanya sih?” Key bermaksud menyindir secara halus.
“Huh, pokoknya besok aku keluar dari sini, lihat saja!” semangat hidup Jonghyun tiba-tiba membara karena Key yang mengompori “Dan kau harus menjemputku” tunjuk Jonghyun pada Key.
“Kok? Males ah..” bohong Key.
“Aish, aku kan mau ngebuktiin! Lagipula, aku pengen jalan sama kamu, Key.. Udah lama” wajah Key merona merah, buru-buru dipalingkan dari tatapan Jonghyun.
“Iya juga ya. Aku sendiri lupa kapan terakhir kita jalan bareng. Tapi.. Ehm.. Sekyung noona gimana?” raut muka Jonghyun terlihat berubah mendengar nama itu.
“Ehm..”
“Ya sudah. Gimana nanti aja, Ok? Sekarang kita masuk lagi yuk. Udaranya semakin dingin” Key melingkarkan tangan Jonghyun di lehernya lalu berjalan beriringan.
Sunyi.
Setelah itu, mereka tidak mengobrol lagi. Pikiran Jonghyun terbang entah kemana dan Key mencoba mengerti keadaan mereka.
Jauh dari taman, tepatnya dari jendela kamar Jonghyun. Sebuah sinar mata kekesalan terpampang tertutupi awan yang mulai menggelap.

***

“Hup” Key membantu Jonghyun menidurkan badannya di tempat tidur.
“Nah, sudah. Aku pulang dulu ya, Jjong.. Get well soon..”
“Tunggu” Jonghyun tidak sadar telah menarik terlalu kencang tangan Key sehingga badan Key oleng dan jatuh menimpa badannya.
“Ma.. maaf” Key cepat-cepat bangun sebelum jantungnya copot dan hal yang tidak diinginkan terjadi, biarpun Key menginginkan hal itu. Author ga mau ikut campur dan malas menjelaskan apa ‘itu’.
“Ga.. aku yang salah. Maaf” Jonghyun ikut-ikutan salah tingkah.
“Aku..” mereka bicara bersamaan setelah terdiam beberapa saat.
“Kau duluan” lagi-lagi bareng.
“Haha. Ya sudah. Aku cuma mau bilang.. ehm, hati-hati di jalan. Bentar lagi malam” Jonghyun tersenyum sangat tulus.
“Ne.. Tenang aja, aku kan cowok” Key berdiri sambil merapikan pakaiannya yang agak kusut “Aku pulang”
Biar berkata begitu, Key tak jua menginjakkan kakinya keluar dari sana.
“Kenapa? Ada yang kelupaan?” Key segera tersadar dan tersenyum hambar.
Melihat hal itu, Jonghyun mengelus pelan rambut Key.
“Tenanglah.. Besok aku pasti keluar. Kau harus jemput aku. Janji?” Key mengangguk tapi matanya terasa berair.
“Tapi..” Jonghyun menatap lurus mata Key sambil menunggu terusan ucapan Key.
“Tidak. Lupakan” ucap Key sambil menepis tangan Jonghyun yang malah berpindah menggenggam lengannya hati-hati.
“Katakan” Key terlihat bimbang. Jonghyun semakin mengeratkan pegangannya, meyakinkan Key.
“Bolehakumemelukmu?” Jonghyun terdiam mendengar perkataan Key yang tanpa jeda dan sedikit berteriak “Ah, ani.. ini bukan apa-apa, Aku cuma.. Ya, kau tahu.. aku..”
Mulut Key terbungkam setelah Jonghyun tiba-tiba membawanya ke dalam pelukan hangat. Jonghyun memeluk Key dan Key membenamkan wajahnya di dada Jonghyun, menikmati setiap kehangatan dari gesekan kulit keduanya.
“Kenapa menangis?” tanya Jonghyun di sela-sela pelukan mereka.
“Hah? Aku ga nangis kok”
“Iya. Tapi, hatimu yang menangis” jawab Jonghyun jujur. Key tidak dapat membalas. Ini semua hanya perasaannya saja, ya.. semoga ini benar-benar hanya perasaannya yang terus berbisik, mengatakan bahwa ini adalah pelukan terakhir mereka.
Mereka pun tidak menyadari kalau sorot mata kekesalan itu terlihat semakin membara.

***

“Key” Key membalik dan menemukan sosok cantik itu berdiri di dekat Pintu keluar Rumah Sakit.
“Ne, Sekyung noona?” Sekyung tersenyum sekilas lalu menghampiri Key.
“Sudah lama tidak bertemu. Menjenguk Jjong?” Key kelabakan tapi masih berusaha dikontrolnya.
“Iya.. Ehm, Noona mau menjenguknya juga? Semalam ini?” ucap Key berbasa-basi.
“Tidak” senyumnya terlihat semakin lebar dan Key tidak suka itu. Ada sesuatu.
“Aku mau berbicara denganmu kok” lanjutnya semakin membuat Key resah.
“Ada apa?” Key memberanikan diri membalas semua ucapan Sekyung.
“Ini tentang.. kalian” Key memandang Sekyung dengan penuh tanda tanya “Maksudku tentang kau dan pacarku, Jjong” ada nada penekanan di kata ‘pacarku’, membuat Key menarik nafas dalam-dalam.
“Jauhi dia”
“Ne?”
“Jangan pernah berhubungan dengannya lagi”
“Tapi..”
“Aku tahu, dia memang jodohmu” Lagi-lagi Key terdesak.
“Aku tahu karena mungkin kau tidak tahu kalau aku.. bisa melihat apa yang manusia biasa tak bisa lihat” satu penjelasan menjelaskan semuanya.
“Jadi..”
“Tenang, aku belum melihat siapa jodohku” Sekyung membuang tatapannya ke samping “Dan aku tidak mau tahu siapa itu..”
“Noona..”
“Kau tahu kan? Dia begitu menyukaiku. Kau yang sahabatnya harusnya lebih tahu kalau dia akan lebih bahagia bila bersamaku. Setidaknya, karirnya tidak akan hancur kalau dia tetap bersamaku. Dan aku yakin mimpinya akan terwujud” Sekyung mengeluarkan sedikit smirk “Sekarang, bayangkan kalau dia bersamamu. Hidupnya akan hancur karena karir dan mimpinya sudah pasti akan sirna” Key masih terdiam, mencerna semua kata-kata Sekyung.
“Lepaskan dia kalau kamu benar-benar menyayanginya” Key berharap sekarang dia masih punya jin-jinnya. Ingin sekali dia meminta agar dia tidak mendengar semua perkataan perempuan lebih tua yang berada di depannya. Tapi, apa daya. Key tidak bisa menghubungi siapapun. Jin, Cupid atau Athena. Mereka sudah berkata kalaiu seterusnya adalah urusan Key. Mereka tidak bisa membantu. Yang lebih parah, mereka mungkin tidak mendengar teriakan hati Key sekarang.
“Itu susah.. kami berada dalam satu grup”
“Kau bisa berbicara dengan ketiga temanmu yang lain kan? Cukup acuhkan Jonghyun”
“Sebegitu besarkah kau menyukai Jonghyun hingga berani melakukan ini semua?”
“Ne. Aku mencintainya, sangat mencintainya” Key tersenyum mendengar jawaban itu, Ia mengangkat kepala ke atas. Berharap air matanya tidak tumpah. Dia menyesali kelemahannya beberapa bulan ini. Entah kemana perginya sifat-sifat diva dan almighty yang biasanya selalu setia menemani Key.
Ternyata tadi bukan perasaanku, aku benar-benar akan kehilanganmu. Key menghela nafas, menatap langit penuh bintang di atas kepalanya.
Maafkan aku.. Cupid.
Maafkan aku.. Athena.
Maafkan aku jin—

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak. TIDAK LAGI!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama dua kali berturut-turut!!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hey, kalian..
Aku bisa merasakan dukungan kalian semua dari bawah sini.
Tenang saja, aku sudah sadar sekarang. Terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Maaf, tapi aku tidak bisa” Sekyung terbelalak dengan keteguhan hati Key yang tiba-tiba muncul. Raut muka Key pun benar-benar menunjukkan ketetapan hati yang tidak bisa diganggu gugat. Key tersenyum, ada dua orang ‘teman’ yang belum dia selamatkan. Ada satu orang yang harus berada di sisinya. Dan Key tidak mau kehilangan itu lagi. Secepatnya, keadaan harus kembali normal.
“Sekali lagi maaf, tapi.. Aku benar-benar tidak bisa. Sekalipun aku harus melawanmu, aku tidak akan menyerah, Noona..” Sekyung menggeretakkan giginya mendengar pernyataan ‘perang’ Key “Jadi, mulai saat ini.. Kita bertarung dengan sportif. Ok?”
“Kau akan menyesal”
“Tidak, aku tidak akan menyesal karena aku tahu Jonghyun juga mencintaiku. Suatu hari, kami pasti akan bersama” dengan itu, Key berjalan melewati Sekyung.

Jonghyun mungkin sudah melupakan kenangan mereka.
Tapi, Jonghyun masih menyukainya.
Ya, itu semua karena perasaan cinta itu absolute.
Dan suatu hari.
Ketika hari itu datang.
Hari dimana adanya kesempatan kedua untuk Key..
Juga hari dimana terbukanya lembaran baru untuk mereka berdua
Key akan dengan bangga mengatakan : “Kim Jonghyun hanya untuk Kim Kibum”

THE END (?)

Author meminta maaf atas keterlambatan yang sangat amat dalam updatean part 5 ini.
Ini semua karena author sudah kelas XII dan akan menghadapi Ujian Umum.
Author meminta dukungannya agar masuk ke PTN yang diinginkan amin >//<

Dan untuk cerita ini.. hehe
Belum tamat kok, Cuma bercanda.
Seperti request kalian semua..
Fic ini akan berlanjut dengan sequel..

[JONGKEY] Jonghyun and his wishes

Tunggu tanggal mainnya.. XDD
Btw, comments are ♥

♥ɑkɑsvielɑnd♥

Advertisements

20 responses to “[SHINee Couples] Key and his wishes Last part

  1. Pingback: Tweets that mention [SHINee Couples] Key and his wishes Last part | @SungminELF è felicità -- Topsy.com

  2. kok ceritanya gantung sih?
    Tar mati lo

  3. Hyaaaa. Kagok lanjutin aja! Gw bkin nc mw kgak?
    Haha.
    Asli gantung bgt

  4. Crta kq gantung cih , , ada lanjutn_a gG ?

    lom bca yg part 1 ueey mzti yari part 1 ne biyr lebih enk hoho

    • Kan itu ada tulisannya d bwah
      bkal d terusin ke sequel :
      [JONGKEY] Jonghyun and his wishes
      jadi blm tamat
      hehe mian kalo ngegantung *bow
      part 1nya ada di postingan sblm”nya ya, cari aja ^^

  5. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  6. Kok gantung ceritanya hehehe ditunggu jonghyun and his wishesnya

  7. Hiyaaah author,q pkir ini udh tamat bnrn..trnyata g..^^
    Td q pkir key bkal nyerah gr2 kt2 sekyung,trnyata dy bs ngatasin itu smua & teguh hati bt prtahanin jjong + bntuin 2 jin yg msih blm bebas itu..^^
    Lucu jg pas ada moment2 jongkey yg kliatan canggung & salah tingkah satu sm lain gtu..lucu aja ngbayanginx..^^
    D tnggu part slanjutx + sukses jg bt ujianx,author..^^

  8. LANJUTIN!!LANJUTIN!! LANJUTIN!! #teriakpaketoa
    jangan kayak gini auhthor/Unnie please~ udah baca rame, akhirnya kok ngegantung?!! hyaaa!!
    aigoo~
    si sekyung memang selalu menyebalkan!! #plak
    POKOKNYA LANJUTIN YA!!!
    JANGAN LUPA!!
    AWAS LOOHH!!
    nice part~ but not the ending #plak
    haha

    • hwahaha sekarang saya akan membuat comeback *lega abis UN
      ayo.. authornya baru (?) 17 taun ko XD
      ngegantung soalnya takut ak mmbuat para readers nunggu smntara ak hiatus. ok, ak usaha lanjutin skrg skrg XDD

  9. aigoooooo
    ne author seneng bener ya mempermain kan perasaan readers…

    bkin penasaran aja..

  10. kakaaakk. kapan ini dilanjutin lagi?? aku masih nungguin tauuuk hahahaha

  11. Ya ampun..aka kmu jd cupid d sini?
    Hehe pzti lcu ya..^^

    Ending’a gantung.
    Hrus da sequel’a n cpt” d bkin yee..
    Soal’a sukaaa…

  12. kok gantung?! *nyakar2 jjong(?)*

  13. sequelsequel .
    ditunggu sequel nya , cepetan !
    bisa mati pnasaran aku .
    *ngehantuin author*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s