[KANGIN’s BIRTHDAY] Me + You = Our last challenges Part 2 (END)


Hari ke-1

Aku menaruh bunga mawar di kolong meja Jungsoo. Romantis bukan? Tidak akan ada yang mengelak dari pesona orang paling tampan di Korea ini mwahahahahahahahaha.
Oh.. Dia mau masuk kelas.
Aku segera duduk manis di bangkuku, menunggu reaksi “Oh, cantik sekali bunga ini! Siapa kira-kira yang meletakkan ini di kolong mejaku?” atau lebih baik kalau dia berekspresi “Siapapun yang meletakkan bunga mawar di kolong mejaku, I Love youu~” Nah, i am totally the winner xD.
Yap! Dia mengorek kolong mejanya.
“Jungsoo, ayo kita ke kantin!” suara Heechul membuat Jungsoo menghentikan gerakannya dan tidak sengaja menjatuhkan bunga mawar itu ke lantai.
Oke, seenggaknya liat bunga mawar itu, Jungsoo.
Prak! Hatiku pecah berkeping-keping. Jangankan menoleh, dia malah menginjak bungaku itu dengan watados sambil melenggang keluar kelas bersama Heechul.
Sepeninggalnya, aku menggenggam bunga mawar tak-terlihat-seperti-bunga-mawar-karena-sudah-terinjak di kedua tanganku. Bunga mawar tak-tak-terlihat-seperti-bunga-mawar-karena-sudah-terinjak itu terlihat sangat layu dan tak berdaya.
Aku menatap nanar.
HYAAAAAAAA, BEKALKU SELAMA SEMINGGUUUUUU!!!!

Hari ke 2

Aku berjalan lunglai, mengingat bunga-mawar-sudah-dikubur-dibelakang-sekolah-penyedot-uang ku itu. Dan sebalnya, perutku tak berhenti konser tunggal sejak tadi pagi.
Semua gara-gara bung– ani, semua gara-gara Park Jungsoo! Aish, lihatlah! Aku akan mengalahkanmu!
Bruk! Aku duduk di bangkuku, mengelus perut minta tolong diisi pizza yang semakin membuatku sebal pagi ini.
Sing. Untuk sesaat, aku mencium bau sesuatu. Bau yang enak. Aku akui, baunya sangat enak! Entah pengaruh perut sialanku ini. Ah, apapun.. Aku harus mencari dimana bau itu berasal dan.. Itu berasal dari kolong bangkuku!
“Punya siapa ini?” aku menarik kotak bento berwarna putih itu keluar.
Srek. Dan sesuatu keluar dari atas sapu tangan yang membungkus kotak bento di tanganku.

Pagi, jagiya..
Makan dulu.. Aku sudah memasakkan ini khusus untukmu. Habiskan ya! Awas kalo ga!

-Jungsoo-

Aish, anak ini.. Aku memandang kotak bento. Yah, berterimakasihlah karena aku sedang amat sangat teramat lapar.
“Itadakimasu~” aku mulai melahap bento itu dan saking seriusnya berkutat dengan makanan, aku tidak menyadari senyuman seseorang di balik pintu.

Hari ke 3

Semenjak pertandingan penentuan ini berlangsung, aku dan Jungsoo jarang mengobrol. Lebih tepatnya, sama sekali tidak mengobrol secara langsung!!
Awalnya aku merasa bebas. Tapi, ini sudah 3 hari! Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang kurang.
Aku melamun dalam diam sambil menopang dagu.
“Cie.. Yang udah kangen. Point ke 1000 kayaknya udah ketahuan deh siapa yang dapet” cecar Hankyung tiba-tiba.
“Diam kau, bule China! Aku ga kangen ama dia dan aku pasti menang! Pegang itu!” yah, lagi-lagi kebodohan mendomisili segala tindak tandukku.
“Oke. Aku bertaruh kau akan kalah” seringainya lagi sambil melenggang keluar kelas.
Sahabat macam apa itu?! Rutukku lebih pada diri sendiri.
“Hahaha. Masa iya sih?” tiba-tiba aku mendengar suara tawa dua orang memasuki kelas.
“Ya, aish.. Kau itu kemana aja?” Eunhyuk, salah satu dari kedua orang itu mulai merangkul lawan bicaranya.
Jungsoo.. ucapku, tentu saja dalam hati. Aku tak cukup bodoh untuk memperlihatkan kebodohanku di depan rivalku.
And yeah.. Apa yang mereka lakukan? Sejak kapan Jungsoo begitu intim dengan Eunhyuk? Selama ini kan kita berdua selalu bertarung tanpa dekat dengan orang lain! Kita selalu bersama dan.. Ok. Kukira ada yang salah dengan otakku. Buat apa aku mengurusi urusannya?

Hari ke 4

Ini sudah keterlaluan! Jungsoo selalu pergi dengan Eunhyuk. Kemanapun! Aku ulangi, kemanapun! Bahkan ke WC! Aish, hubungan mereka itu sebenarnya bagaimana sih?
“Nanti pulang sekolah temani aku ke toko buku ya” ajak Eunhyuk.
“Oke. Sekalian aku akan mentraktirmu memakan es krim di dekat taman. Rasanya enak loh” jawab Jungsoo sambil tersenyum manis.
“Uwah, benarkah?”
Hei hei! Sejak kapan Jungsoo jadi dermawan begitu? Bukankah dia di cap Raja Pelit? Dan.. What!!! Apa yang mereka bilang? Tempat es krim itu kan tempat aku dan Jungsoo biasa beristirahat setelah capek bertarung. Kita berdua tidak pernah mengajak siapapun kesana! Terus..
Aish. Lagi-lagi kau kehilangan kendali, Kim Youngwoon.
Ngapain capek-capek ngurusin mereka? Toh es krim cafenya juga bukan punya kamu.
Just forget it.

Hari ke 5

Akhirnya kami punya waktu untuk berdua! Eh, salah. Maksudku, akhirnya aku dan dia bisa berdua. Oke, itu sama saja. Pabo.
Hari ini, aku dan Jungsoo tinggal berdua di kelas untuk melaksanakan piket.
Bagusnya, aku dan Jungsoo memang hanya piket berdua. Dulu, saat jadwal piket sedang dirundingkan, aku dengan sok menginginkan hari dimana aku piket seorang diri karena aku yakin dapat menyelesaikannya dan Jungsoo yang juga sama-sama songong malah memaksa KM untuk membiarkan dirinya berada di jadwal yang sama denganku. Finally, semua teman sekelasku setuju. Tentu saja, beban pekerjaan mereka berkurang bukan?
Sret. Aku diam-diam mencuri pandang padanya. Dia sedang sibuk mengelap kaca kelas. Untuk sesaat, aku merasa sangat berterimakasih karena keegoisanku waktu itu sehingga kami bisa berdu– ya! Lagi-lagi kehilangan kendali.
Apa bagusnya berduaan dengan rivalmu dalam satu ruangan? Aku menggeleng kepalaku cepat.
“Sudah lama tidak bicara, kau terlihat semakin bodoh” akhirnya suara itu berbicara padaku juga.
“Ya, setidaknya tidak lebih bodoh daripada seseorang yang berteman dengan monyet” aku menghapus papan tulis lalu membalikkan badan sehingga memunggunginya.
“What? Monyet?”
“Yah, MonkeyHyuk” jawabku stay cool. Aku mendengar dia menggeretakkan giginya.
“Jangan pernah kau bicara buruk tentangnya!” see? Sekarang dia lebih memihak monyet itu dibanding aku.
“Kalau aku tidak mau, bagaimana?” senyumku mengejek sambil berbalik arah menatap matanya.
“Kalau kau melakukan itu, aku tidak mau mengenalmu lagi”
“Then, i will do it”
Jungsoo menatapku tidak percaya.
“Aku..” dia membereskan barangnya dan memanggul tasnya di bahu “pulang duluan” ujarnya acuh lalu pergi.
Itulah mengapa akhirnya aku sendiri disini.
JUNGSOOOOO, SELESAIKAN TUGAS PIKETMUUUUU!

Hari ke 6

Jungsoo tidak bercanda! Dia berakting seolah-olah aku adalah batu yang biarpun ada tapi tidak dipedulikan keberadaannya.
Beberapa teman mulai bergosip. Memang, kami selalu digosipkan sebagai couple karena kami selalu bersama, biarpun hanya untuk bertarung.
Dan sekarang? Setiap aku lewat, mereka pasti berbisik-bisik mengenai cinta segitiga antara aku, Jungsoo dan Monyet itu. Bukan karena aku peduli atau apa, tapi Jungsoo memang sudah kelewatan! Apa dia masih ingat pertarungan terakhir kita?
“Hei, bagaimana point 1000 kalian?” tepuk Heechul sok akrab pada pundakku.
“Tau deh” ujarku asal.
“Wah, bener kata Hannie.. Kau cemburu hahaha” aku bersiap memaki Heechul sebelum mengingat kalau nyawaku cuma satu, Sayang kan kalau dibuang?
“Hyahaha. Ingat, ini hari ke 6 loh..” ejeknya lagi sambil melenggang entah kemana.

Hari ke 7

Dan aku tidak peduli lagi. Tidak, aku peduli dan dia tidak peduli. Mungkin itu lebih tepat.
Aku merasa Jungsoo marah padaku. But, am I wrong? Apa yang kulakukan?
Aku harus memastikan ini semua hari ini juga.
Teeeeeeeet
Neptunus, bel istirahat pun berpihak padaku!
“Aku ingin bicara” cegatku langsung sambil menggenggam tangan Jungsoo. Jungsoo melirik Eunhyuk. Ya, kukira mereka akan beristirahat bersama hari ini (juga).
“Boleh aku pinjam dia sebentar?” aku memasang senyum atau mungkin seringaian tajam pada monyet di depanku.
“Silahkan. Aku duluan ya, Teuk..” sahutnya pelan sambil menepuk pundak Jungsoo yang terlihat meminta bantuan. Hey, aku tidak menggigit!
“Teuk? Apaan tuh?”
“Nama panggilanku darinya. Sudahlah, tidak usah dibahas. Kau mau bicara apa? Aku tidak punya waktu. Perutku lapar” ujarnya ketus.
“Oke, langsung saja” aku berusaha menahan emosi “Kau kenapa marah padaku?”
“Aku? Marah padamu? Sepertinya kau salah paham. Aku ti–”
“Kau marah padaku. Aku tahu itu. Jangan coba membohongi rivalmu dari lahir. Aku tahu semua sifatmu” potongku cepat.
“Kalau kau tahu aku, seharusnya kau tahu kenapa aku marah padamu kan?” senjata makan tuan.
“Aku tidak yakin.. Jangan bilang ini karena monyet itu?”
“Bingo! Dan bukankah sudah kubilang jangan pernah mengatainya lagi? Aish.. Bebal sekali kau ini”
“Tapi, aku tidak mengerti. Apa salahku pada mon ani, Eunhyuk? Aku tidak melakukan sesuatu yang merugikan atau membahayakan nyawanya kan?”
“Tidak. Aku hanya tidak suka kau mengejek sahabatku” panas. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam diriku.
“Itu tidak masuk akal, Jungsoo.. Memang apa salahnya? Toh, kau bukan pacar–”
“Dia pacarku mulai hari ini. Dan aku peringatkan jangan pernah ganggu aku lagi” tunjuknya pada hidungku.
“Sejak kapan? Kau tidak bisa seenaknya! Aku kan..”
“Tunanganmu? Bukankah dari awal kita memang menolak perjodohan itu? Orangtua kita saja yang terlalu bernafsu menjodohkan kita dan kita cuma berpura-pura menerima di depan mereka kan?”
“Tapi..”
“Sudahlah. Pertandingan terakhir kita pun aku batalkan” aku tidak percaya! Dia benar-benar berubah. Rivalku berubah dan aku benci perubahan itu. Dia.. Seperti orang lain. Bukan Jungsoo yang kukenal.

***

“Hari ini aku jemput jam 7 ya”
“OK, Hannie..” Hankyung mengacak rambut Heechul sekilas lalu masuk ke kantin dan duduk di depanku.
“Nanti malam datang kan?” tanyanya memulai pembicaraan.
“Nanti malam? Memang ada apa?” aku memainkan minuman di hadapanku malas.
“Hey, bercandamu tidak lucu” Hankyung tertawa sambil menepuk-nepuk punggungku. Aku mengernyitkan dahiku heran.
“Jadi kau benar-benar tidak tahuu?!!! SERIUS?” teriaknya tidak percaya. Beberapa murid di kantin menatap kami, merasa risih.
“Hush, ga usah pake toa bisa kali. Lagipula, emang ada apa malam ini?” Hankyung masih menatapku tidak percaya lalu geleng-geleng, sesekali angguk-angguk terus geleng-geleng angguk-angguk.
“Nanti malam ada Promnite”
“Oh ya? Dimana?” dan lagi-lagi Hankyung terbengong.
“Di sini, di sekolah kita. Pengumumannya kan udah dari 3 hari lalu. Kau masuk kan?”
“Oh ya? Hm.. Mungkin aku terlalu memikirkan sesuatu sampai tidak tahu ada Promnite”
yah, aku terlalu memikirkan apa yang aku sendiri tidak tahu kenapa aku memikirkan hal itu.
“Tapi, kau datang kan?” aku cuma bisa tersenyum tipis membalas pertanyaannya.

***

19.00
Jam di sebelah mejaku berdetak, suaranya mengisi kamarku.
Seharusnya promnite sudah dimulai. Aku menatap hampa pada tuxedo hitam yang tergantung di lemari. Aku tidak berminat untuk datang. Aku tidak punya pasangan dan yang lebih parah, mungkin dia datang bersama monyet. Handphoneku terus berdering, aku tidak mau mengangkatnya atau membaca inbox yang terus bertambah.

..Silahkan tinggalkan pesan setelah nada tuut
Hei, racoon babo! Aku tahu kau mendengar bunyi handphonemu! Sekarang, cepat datang ke sekolah! Acara sudah dimulai
Cih, sejak kapan Hankyung ribet mengurus hidupku?

..Silahkan tinggalkan pesan setelah nada tuut
Woy, cepet dateng! Chulie marah-marah padaku karena kau belum dateng juga! Ini kan malam penentuan kalian!
Nih orang pulsanya abis deh sebentar lagi. Ngapain coba terus-terusan nyuruh aku kesana?

..Silahkan tinggalkan pesan setelah nada tuut
Youngwoon..
Loh, suara ini..
Kau kemana? Tidak datang? Maaf, aku agak keras tadi siang. Hm..
Aku diam. Menunggu kata-kata selanjutnya.
Hari ini Eunhyuk akan melamarku di sekolah. Aku harap kau datang, biar bagaimanapun.. Kau teman– ani, kau sahabatku.

20.00
Butuh waktu lama untukku sampai di sekolah. Entah karena ini malam Minggu atau apa tapi, macetnya benar-benar tak terhingga.

21.00
Aku terjebak disini tanpa bergerak sedikitpun! Aish, apa kutinggalkan saja mobilku? Aku benar-benar cemas. Bagaimana kalau mereka sudah bertunangan?

23.00
Setelah terjebak selama 3 jam, akhirnya aku sampai. Teman-temanku sedang berdansa saat ini. Aku melihat dia dan monyet yang akan menjadi tunangannya di arena tengah, sedang berdansa juga.
Tolol. Aku merasa amat tolol. Untuk apa aku buru-buru datang kesini? Hah.. Aku memutuskan naik ke lantai atas dan memandang bulan ditemani beberapa minuman yang diantarkan para pelayan.

23.30
30 menit lagi sampai hari ke 7, pertarungan kami akan berakhir dengan skor seimbang.
Aku menatap nanar minuman merah di gelasku. Selama ini.. Aku begitu bersemangat menjalani hariku karena pertarungan bodoh kami. Sebelumnya aku memang selalu berpikir begitu, tapi aku menyadari satu hal sekarang..
Aku tidak pernah mengeluhkan pertandingan-pertandingan aneh kami bahkan, sangat menikmatinya. Dan itu semua karena.. Dia. Karena aku bertarung dengan Park Jungsoo.
Dia membawa warna tersendiri dalam hidupku.
Aku jadi ingat saat pertarungan pertama kami. Aku menang dan dia tidak terima. Sejak saat itulah dia terus mengikutiku sambil menganggap dirinya rivalku. Saat itu umur kami.. 1 tahun. Haha
Aku mendengar suara ribut di lantai bawah. Sepertinya, baru sekarang monyet itu akan melamarnya. Aku menatap dari jauh. Hanya penglihatanku saja atau Jungsoo memang terlihat tidak bahagia?
Dia menangis. Memang, tidak ada air mata. Tapi aku tahu, hatinya menangis.
Aku segera berlari tanpa pikir panjang.
10 menit lagi hari ini akan berakhir.
“Tunggu!” teriakku kencang, spontan semua melirik ke arahku yang baru datang sambil membuka pintu depan.
“Hentikan ini semua” aku menerobos masuk. Mereka menatapku bingung. Jungsoo juga menatapku tidak percaya.
“Hentikan pertunangan ini” bisik-bisikkan mulai terdengar, aku semakin hilang kendali.
“Hentikan pertunangan ini. Karena dia.. Tunanganku” bagus, kau membuat semuanya semakin tercengang, Youngwoon.
“Maaf aku baru menyadarinya. Ini memang terlambat tapi.. Saranghae” kata-kata ini meluncur begitu saja dari mulutku. Aku sendiri bingung. Tapi, aku benar-benar tulus mengatakannya.
teng teng teng
jam berdenting tanda jam 12.
Semuanya masih membatu mendengar kata-kataku.
“Hahahahahaha” tiba-tiba saja Eunhyuk tertawa.
Heechul dan Hankyung pun menghampiri kami dan berhigh-five ria bersama Eunhyuk.
“Kita menang” ujar mereka senang.
“Aish.. Racoon ini.. Aku jadi kalah kan!” Jungsoo cemberut tidak terima.
Loh loh, ada apa ini?
“Kita bertaruh kalau kau yang akan mengatakan saranghae duluan dan Jungsoo bertaruh kalau itu tidak mungkin terjadi” Hankyung menjelaskan sambil tetap tertawa.
“Kita bekerja sama memainkan sandiwara agar kau cemburu”
“Jadi.. Kalian..” aku benar-benar dipermainkan!
“Ini semua cuma sandiwara dan aku kalah” Jungsoo masih sebal dan terus mengerucutkan bibirnya.
“Tapi.. kenapa? Pertarungan yang kau ajukan juga..” tanyaku pada Heechul.
“Cuma bahan taruhan XD” ucapnya sambil memegang perut, kebanyakan tertawa.
Ya ampun! Mau ditaruh dimana mukaku?
“Tapi ini udah terlanjur loh.. gimana jawabanmu, Teuk?” Eunhyuk merangkul bahu Jungsoo yang wajahnya memerah.
“Aku.. nado saranghae” bisiknya malu-malu. Aku terkejut bukan main. Dia juga.. punya perasaan yang sama denganku?
“Asyik, berarti sekarang.. kita masih bisa bertarung dong?” aku nyengir sambil menatap matanya dalam.
“Tentu ja-gi-ya” akhirnya, semua yang ada disana ikut tertawa bersama kami.

Dear Eomma dan Appa..
Sekarang, dia benar-benar tunanganku..
hanya dia..
hanya Park Jungsoo.

END

Advertisements

13 responses to “[KANGIN’s BIRTHDAY] Me + You = Our last challenges Part 2 (END)

  1. Pingback: Tweets that mention [KANGIN's BIRTHDAY] Me + You = Our last challenges Part 2 (END) | @SungminELF è felicità -- Topsy.com

  2. ha? HeeTeuk jd TT? mksdnya Hee chul & Lee Teuk kan? kecelakaan mobil ya? bukan fans suju tp ikut doain aja deh.. *ngomong sendiri*

  3. Bagus~ un, yg key and his wishes dong udah g sabar nunggu 1 bulan, cepetan dipublish yak un /plak/

  4. wkwkwkwkwkwkwk….
    Racoon kalah….
    Teuki jg kalah…
    Hahaha,, lucu ni ff…

    ku tunggu ff yg laen ya saeng…^^

  5. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  6. Wah…sama2 kalah tuh dua2x..tp seru jg..kalahx jg dlm 2 prtarungan yg brbeda..
    Hmmm,,emg dasar deh,br ngrasa cinta & khilangan stelah kpisah gtu..^^
    Hanchulhyuk jg TOP deh..bkin taruhan gtu,jdx malah bkin kangteuk brsatu..^^

  7. kereeeennn….
    kangen gila ma ff kangteuk…. 🙂

  8. racoon oppa pabo..kekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s