[KANGIN’s BIRTHDAY] Me + You = Our last challenges Part 1


author : akasvieland

Ini adalah kediaman keluarga Park.
“Ohoho, anakmu cantik sekali, sopan, dan ramah. Lihat cara dia makan” namja di depanku tersenyum kecil sambil menundukkan kepala singkat.
“Ufufu, anakmu juga sangat tampan dan pintar” aku memberikan senyum terbaikku secara wajar mendengar pujian untukku itu.
“Yah, memang mereka cocok.. Ah, aku tahu.. Bagaimana kalau kita biarkan mereka berdua mengenal lebih dekat?” Aku memandang perempuan separuh baya di sebelahku. Dia mengirimiku sinyal dan aku tahu artinya itu. Kuletakkan sendok dan pisau di atas piring.
“Jungsoo-sshi, mari kita berjalan-jalan di luar” ajakku sambil tidak melepas senyuman 1000 watt dari wajahku. Dia meletakkan alat makannya tanpa suara lalu berdiri dan membungkuk cepat kepadaku.
“Suatu kehormatan bagi saya, Youngwoon-sshi” keempat orang tersisa di ruang makan memandang kami dengan tatapan bahagia.
“Baiklah.. Eomma, appa, ahjusshi, ahjumma.. Kami berangkat dulu. Annyeong..” Aku menggandeng tangannya sambil berjalan keluar. Sayup-sayup kudengar kumpulan calon lansia itu sempat bergumam pelan menatap kepergian kami.
“Sudah kubilang, perjodohan ini memang benang merah untuk mereka berdua”.
Yup, aktingku berjalan mulus.
“Sepertinya ini sudah lumayan jauh, Youngwoon-sshi.. Bisa anda lepaskan pegangan anda pada tangan saya?” aku menatap tanganku dan segera melepas pegangan kami.
“Maafkan aku, Jungsoo-sshi.. Tadinya aku takut kau akan tersesat jika aku tidak menuntunmu” dan sekali lagi, dia tersenyum.
“Bukankah itu harusnya kau, Youngwoon-sshi? Kau ingat? Ini rumahku” Ah, iya! Aku hampir lupa.
“Bukankah itu tidak berlebihan kalau aku, tu-na-ngan-mu khawatir jika kau akan tersesat mengingat luas rumahmu yang beberapa hektar ini?” Aku berusaha mengontrol suaraku. Sepertinya, ini sudah berjarak 1 hektar dari ruang makan tadi. Mereka seharusnya tidak mendengar kami, benarkan?
“My pleasure. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku tu-na-ngan-ku yang ba-ik” aku menoel hidungku, bangga.
“Tapi, skor kita masih 989-990” lanjutnya sambil mengelilingi tempat aku berdiri “Ja-gi-ya..” hembusan nafasnya terasa menyapu wajahku yang refleks memerah. Dia memegang dasiku sambil tersenyum penuh kemenangan.
Auuuuu… Suara serigala pun seakan menjadi backsound menemani wajah menyebalkan disinari sinar bulan yang berada tepat di depan wajahku.

***

“Heh, pagi-pagi udah ditekuk aja tuh muka!” sapa sekaligus ejek sahabatku, Hankyung. Aku tidak memberikan respon, hanya semakin memasang muka masam dalam-dalam.
“Aigoo, uri baby..”
“Ya! Kau! Aish..” aku berdiri sambil berkacak pinggang, hendak memukulnya tapi dia keburu kabur.
“Annyeong, Ja-gi-ya” Jinjja, suara itu lagi. Kenapa pagi-pagi ketentramanku sudah terusik sih? Aku menoleh ke belakang dan mendapatinya berdiri dengan tampang -yang kuanggap sangat menyebalkan- tak jauh dari tempatku berdiri.
“Ohayou, yeo-bo” balasku sambil mengeluarkan smirk.
“Sudah sarapan?” tanyanya sok perhatian.
“Ne. Tapi, ada yang kurang..” dia menatapku penasaran, aku bersorak dalam hati.
“Mana morning kissnya, my lovely fiance?” bisikku jahil tepat di telinganya sehingga hanya dia yang bisa mendengar.
“Argh, ya! Kau sengaja membuatku merinding! Aish.. Racoon ini..” Bagus, aku berhasil menggodanya.
“990-990” aku kembali membisikinya sambil berlalu keluar kelas. Pagi yang indah haha.

***

‘Berapa nilai ulangan Matematika?’ seseorang di sebelah mejaku mengirim bahasa isyarat.
’99. Kamu?’ jawabku bangga sambil menggerakkan tangan sesuai dengan apa yang ingin kukatakan.
‘990-991’ dia mengeluarkan kertas ulangan bernilai sempurna dan menyodorkannya di samping meja agar tidak ketahuan Choi songsaenim yang sedang mengajar di depan kelas kami.
Shit! Aku merutuk pelan lalu membuang muka dari tatapan akuilah-kalau-aku-memang-hebat-darimu miliknya.
Ya, beginilah keseharian kami. Aku, Kim Youngwoon dan dia, Park Jungsoo. To be honest, dia itu adalah rivalku dari lahir sepanjang masa. Entah apa yang membuat kami terus menerus bertanding tanpa hasil yang jelas. Pokoknya, aku senang melihat dia terpuruk karena kalah denganku dan aku berani bertaruh dia pun begitu.
“995-994” teriaknya bangga. Aish, aku kalah lagi!
“Selanjutnya apa?” tantangnya meremehkan.
Hah.. Kalian mau tahu pertandingan apa saja yang kami lakukan? Kami bertanding dalam segala hal. Mulai dari nilai pelajaran, olahraga, lomba-lomba sampai hal tidak penting seperti siapa cepat menyalin (baca : menyontek) tugas, , siapa cepat masuk kamar mandi, siapa cepat diskorsing dan siapa cepat membersihkan kotoran kuping.
“995-995” aku mengacungkan bunga di tanganku dengan bangga. Tadi kami bertanding siapa cepat memecahkan vas bunga di depan kelas and I am the winner xDD
“Sial, itu hanya kebetulan! Argh”
“No, thats all. I am the best and you’re nothing” aku terus memberinya smirk andalanku.
“Ya, kau memang the best, Kim Youngwoon” Waduh, suara ini kan… aku menoleh takut-takut “Sekarang, cepat bereskan semua kekacauan ini!!!!” sambungnya bernada final. Aku membeku dan segera kabur ke ruang peralatan. Sejak kapan Lee songsaenim datang? Aish, auranya tidak terdeteksi!
“Cepat, Youngwoon! Siapa yang sampai duluan di ruang peralatan, dia yang menang” Jungsoo berlari di depanku sambil menjulurkan lidahnya keluar, membuat wajahnya semakin jelek.
“Aish.. Anak itu!” aku menggerutu dan menambah kecepatanku berlari. Melihat dia yang semangat membuatku diam-diam tersenyum kecil.

***

“999-999” aku mengatur nafas beratku.
“Wah, seri menuju 1000 nih” Jungsoo juga mengelap keringatnya capek.
Aku tidak tahu kalau bertanding siapa duluan mengitari sekolah sambil lompat kodok bakal ngos-ngosan gini.
“Bodoh”
“MWO?!” aku dan Jungsoo berteriak bersamaan.
“Stupid, babo, baka”
“Ya! Kau!” dan lagi-lagi kami bicara bersamaan.
“Aish, kalian nyadar ga kalo kalian itu cocok?”
“MWO?!” Sekarang aku benar-benar bingung dengan apa yang orang ini katakan.
“Tuh kan, ngomong aja barengan gitu”
“Enak aja!” kenapa kita harus ngomong barengan again and again sih?
“Jangan ngikutin aku!” aih, ko masih barengan?
“Diem kamu!” aku menunjuk hidungnya dan dia mulai menarik kerahku, masih ngomong bareng. “Aish..” aku menyerah.
“Ya ya ya. Aku bener kan kalian cocok. Ya ga, Hannie?” orang menyebalkan ini masih saja berpikiran begitu.
“Ahehe, aku ga ikutan ah, Chulie..” Hankyung tersenyum penuh arti.
“Cih, kalian..” aku memandang Jungsoo dan dia pun begitu. Kami cuma bisa menghela nafas, ‘lagi-lagi barengan’.
“Oh ya, kalian seri 999-999 ya?” tanya Heechul lagi. Aku dan Jungsoo mengangguk kompak.
“Bagus!” Heechul menepukkan kedua tangannya, excited. Dia memandang Hankyung yang sepertinya mengerti apa maksud tatapan Heechul.
Aku begidik pelan. Pasangan ini pasti punya batu di balik udang. Eh, atau udang di balik batu? Batu di bawah udang? Udang di atas batu? Batu dimakan udang? Udang dimakan batu? Udang goreng batu? Ah sudahlah.
“Gimana kalo.. Pertandingan ke 1000 aku yang nentuin?” aku terdiam. Sudah kuduga, Batu goreng udang!
“Oke. Siapa takut?” kau dan mulut besarmu, Youngwoon. Mengikuti keinginan Heechul adalah hal #1 pembawa bencana dan kau mengikuti itu. Bodoh? Apapun! Kalau aku menolak, aku akan kalah dari Jungsoo bukan?
“Oke. Aku setuju” dan pernyataan Jungsoo membuat bulu kudukku semakin berdiri. Heechul menyeringai, siap menjelaskan rencana berdoalah-pada-Tuhan-agar-kalian-di-beri-umur-panjang-setelah-mendengar-ini.
“Tapi kalian harus janji satu hal” tawar Heechul dan Hankyung terlihat tersiksa karena menahan tawanya.
“Oke, apapun itu” lagi-lagi kau dan mulut besarmu.
“Ini pertandingan terakhir kalian. Siapapun yang menang, dia pemenangnya” aku bingung. Pertandingan terakhir berarti kalau kami tidak akan bertanding lagi setelah pertandingan ini selesai bukan?
“Oke, aku setuju” dan pernyataan Jungsoo sekali lagi membuatku tercengang.
“Aku capek terus-terusan bertanding denganmu” Apa? Jadi dia merasa begitu selama ini?
“Aku benar-benar capek membuktikan padamu kalau aku lebih baik darimu dalam segala hal” Jlegar! Ternyata.. Orang ini! Aish..
“Baik, akan kulakukan pertandingan terakhir ini!” tantangku penuh emosi.
“Finally! Oke, dengarkan. Kalian berdua.. Pertandingan terakhir kalian adalah..” Heechul menggantungkan kalimatnya horror.
“Siapa duluan jatuh cinta”
“MWO?!”
“Iya, Siapa duluan yang jatuh cinta. Entah Youngwoon duluan mencintai Jungsoo atau Jungsoo duluan mencintai Youngwoon. Siapa yang duluan jatuh cinta adalah the loser” glek! Aku menelan ludahku. Harusnya aku sudah tahu kalau tidak ada yang beres di dalam otak orang ini.
“Bagaimana? Bukankah kalian itu sudah tuna–” aku membekap mulut ember Hankyung. Menyapu sekeliling, berharap tidak ada seorangpun yang mendengar.
“Kau tahu kan kalau masalah aku dan Jungsoo itu hanya kalian berdua yang tahu? Jangan membuat sepatuku membungkam paksa mulutmu itu” Heechul menepis kasar tanganku dari mulut Hankyung.
“Berani berbuat itu dan aku pastikan motormu akan ada di pelelangan besok” Aigo, aku benci diriku yang tidak berkutik melawan Ratu Heechul ini.
“Oke, lanjut. Kalian tidak berniat menarik kata-kata kalian bukan?” sindir Heechul membangkitkan imajinasi neraka dalam otakku.
“Tentu saja tidak” kalian dan mulut songong kalian.
“Bagus, waktunya 1 minggu. Siapa duluan mengatakan saranghae adalah the loser”
Dan begitulah, pertandingan penentuan point ke 1000 kami adalah awal dari segalanya.

To Be Continued..

Ini memang sudah amat sangat teramat telat
tapi..
Buat My Lovely Appa, Youngwoon..
Tanjoubi omedetou ne!
Hope all the best for you
Cepat kembali dan sehat selalu..

Btw, ini fic rencananya mau oneshot tapi entah kenapa malah terlalu panjang jadi aku bagi part-partnya.
Mianhe.. T^T

Advertisements

8 responses to “[KANGIN’s BIRTHDAY] Me + You = Our last challenges Part 1

  1. uwaaaa cpet lanjutin >,<

  2. next part please!

  3. Sdkit bingung sih awalx,tp stelah tk baca pelan2 & pnuh kecermatan,akhirx mlai paham..hehe..
    Bagus2..jempol bt Hanchul deh,bs mmikirkan prtandingan akhr sprti itu..hehe..
    D tnggu sgera lnjutanx,author..^^

  4. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  5. seru n lucu bgtz..keke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s