[SHINee Couples] Key and his wishes Part 4


author : akasvieland

“Sudah selesai”
“Pilihan yang buruk bukan?”
“Ugh..”
“Waktu tidak akan memihakmu”
“Dia lebih senang bersamanya”
“Ugh.. ugh..”
“Sadarlah”
“Harapan itu sudah musnah”
“Kau akan mati dalam penyesalanmu.. Keegoisanmu.. Hwahahaha”
“TIDAAAAAAK!” Key terduduk di atas ranjangnya. Mimpi. Ya, setidaknya itu semua hanya mimpi. Mimpi buruk. Mimpi yang sangat buruk. Hah.. Key menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya. Disusutnya keringat yang membanjiri wajahnya. Oh, tidak.. Semua bagian tubuhnya berkeringat. Efek yang dahsyat dari sebuah mimpi. Key memutuskan untuk pergi ke dapur, sekedar membasuh tenggorokannya yang kering.
Dia mengambil sebuah botol air mineral dari dalam kulkas dan menuangkannya pada gelas bergambar chibi Key berwarna pink.
Krak. Gelas di sebelahnya retak, gelas berwarna biru milik.. Jonghyun. Key terdiam, memandang dalam gelas retak Jonghyun sampai ia merasakan air dingin mengalir ke tangannya. Key segera membawa lap dan membasuh air di sekitar meja karena kelalaiannya menuangkan air sambil bengong.
Bukan apa-apa. Key merasa ada sesuatu yang buruk terjadi.
“Taemin..” teriak Key tiba-tiba. Hening.. Tidak ada jawaban.
“Minho..” panggilnya lagi.
“Onew Hyung..” dan tetap tidak ada jawaban.
“Aish.. Jinjja.. Kemana mereka?” Key keluar dari dapur dan mencari ketiga partnernya. Langkahnya terhenti ketika melihat pintu salah satu kamar terbuka lebar. Key berusaha tidak mempedulikan, tapi.. Kakinya berkeinginan lain dan sampailah ia sekarang di kamar itu. Kamar Jonghyun.
Suasana kamar bernuansa hitam merah itu bersih. Lemarinya kosong biarpun kasurnya sedikit berantakan.
Key menerawang jauh sambil memandang lemari kosong itu.
“Stupid dinohead..” rutuknya pelan.
Krak. Key merasa menginjak sesuatu. Dia memandang ke bawah kakinya.
“Album ini kan..” Key mengambil album foto yang tadi diinjaknya.
Sret sret. Dibukanya satu persatu halaman di album itu. Sesekali Key tertawa pelan mengingat memorinya bersama keluarga kecilnya ini, terutama memorinya bersama si Bling-bling.
“Kenapa di setiap foto ada muka bodohnya sih? Aish..” Key menggumam pada dirinya sendiri. Yah, dia tahu album foto itu miliknya, jadi tentu saja fotonya akan memonopoli isi album pink di tangan Key. Tapi, tetap saja Key menyalahkan kenarsisan sang lead vocal.
Sret. Key terpaku menatap foto di halaman terakhir. Air matanya berkumpul di sudut matanya, masih ditahan untuk keluar.
Penghargaan pertama SHINee. Penghargaan untuk 5 orang namja. Penghargaan untuk SME. Penghargaan untuk Shawol.
Miris. Mengingat pembicaraan mereka waktu itu, Key membayangkan bagaimana jika suatu hari penghargaan itu hanya untuk 4 orang namja?
Air mata Key tumpah sudah ketika dia membaca tulisan seseorang di bawah foto itu.
“Bodoh.. Sudah berapa kali aku mengataimu bodoh? Tapi, kenyataannya kamu memang bodoh. Kenapa kau tidak menyadari perasaanku, bodoh? Aigo..” Key menyeka air mata dengan punggung tangannya ketika merasakan handphonenya bergetar.
“Yeoboseyo”
“…”
“Taeminnie, kamu dimana?”
“…”
“Aish, bicara yang jelas. Kalian sekarang ada dimana? Kau bersama Minho dan Onew Hyung kan?”
“…”
“Taem! Kau menyembunyikan sesuatu dari Eomma ya?”
“…”
“Ah, Onew Hyung.. Ne, aku baik-baik saja. Kalian ada dimana sih?” Key mendengar suara protes Taemin dari seberang.
“Ya– kalian! Apa yang kalian sembuny–”
“…”
“MWO?”
Prak. Handphone pink milik Key jatuh begitu saja. Sang empunya tidak memikirkan keadaan gadgetnya itu. Key segera berlari mengambil jaket dan pergi entah kemana.

***

“Kim Jonghyun ada di ruangan mana?” Key bertanya sedikit berteriak pada resepsionist Rumah Sakit Seoul. Resepsionist itu terlonjak mendapat sentakan dari namja tampan di depannya.
“Sebentar, saya periksa dulu” Key mengetukkan kakinya tidak sabar sementara bisikan orang-orang di sekitar terus terdengar dan Key hanya bisa memutar bola matanya.
“Kamar 505” dan tanpa aba-aba, Key langsung berlari. Tidak sadar kalau dirinya berada di Rumah Sakit dimana semua pasien butuh ketenangan. Bahkan, untuk mengucapkan terimakasih pada si resepsionist pun dilupakannya. Yang ada di pikiran Key saat ini hanya satu. Hanya dirinya.
“Key!”
“Eomma!” Minho, Taemin dan Onew segera bangkit dari duduknya ketika melihat sosok berantakan itu.
“Bagaimana.. Hosh.. Keadaannya? Hosh hosh” Key memegang lututnya sambil mengatur nafas tak beraturan yang dia keluarkan.
“Dia..” Taemin melirik Minho, Minho melirik Onew, Onew bingung melirik siapa.
“Dia baik-baik saja” ujar Onew yang membuat 2min mengeluarkan pandangan bagaimana-bisa-orang-yang-berada-di-rumah-sakit-keadaannya-baik-baik-saja?. Key tidak mempedulikan jawaban Onew.
“Ya sudah, aku akan melihatnya dulu” Key sudah bisa mengatur nafasnya walau keringat masih bercucuran di wajahnya.
“Tunggu..” tahan Taemin.
“Kenapa?” tanya Key.
“Anu..” dan lagi-lagi Taemin melirik Minho, Minho melirik Onew sementara Onew semakin kesal karena masih tidak tahu harus melirik siapa.
“Temani aku makan ayam”
Jder! Urat kesabaran Key putus.
2Min memandang Onew dengan tatapan Bodoh!-ga-ada-alesan-lain-apa?!
Onew merasa tersudut dan akhirnya membalas tatapan kenapa-ga-kalian-aja-yang-nyari-alesan!!
“Ajak 2min aja. Aku ga nafsu makan” Key masih berusaha mengendalikan emosinya lalu kembali berjalan ke tujuan semula.
“Tapi, eomma..” dan kali ini Key tidak mempedulikan rengekan Taemin.
Cklek. Pintu kamar 505 terbuka.
Key sudah melangkahkan kakinya masuk sebelum menyadari ada seseorang di samping tempat tidur. Yeoja. Ya, yeoja itu menggenggam erat tangan orang yang tak sadarkan diri di depannya. Sesekali, diusapnya pelan rambut namja itu lalu dikecupnya tangan si pasien, berharap dapat membangunkan orang itu dari tidurnya.
Bodoh.
Key merasa terkena karma karena terlalu sering mengejek si bodoh itu bodoh.
‘Hey kau, almighty! Kemana perginya sifat divamu? Dia sudah punya seseorang yang akan terus merawat dan berada di sampingnya. Untuk apa kau masih berlari kesini? Membuang-buang waktumu saja!’ Key masih sempat mengutuk dirinya di dalam hati ketika menutup pintu kamar itu tanpa suara.
“Eomma..” Taemin dan Minho saling berpandangan. Sudah tidak berniat menyerahkan masalah kepada sang tetua. Onew merasa lega karena dirinya sudah tidak bingung harus melirik siapa.
“Ayo kita makan ayam!” seru Key pura-pura semangat. 2Min dan Onew hanya bisa mengikuti kemana Key pergi dengan berbagai perasaan campur aduk di dalam pikiran mereka.

***

“Eomma, kau yakin mau makan?” Taemin bertanya untuk yang kesekian kalinya. Sekarang, mereka berempat sedang duduk di kantin Rumah Sakit. Onew sibuk memilih akan memakan ayam goreng, ayam bakar, ayam mentega, ayam jahe, ayam tanpa tulang, ayam tulang lunak, ayam tulang semua dan ayam-ayam lainnya.
“Hm..” Key memusatkan matanya untuk mengscan daftar menu.
“Tapi, eomma..”
“Taem, mau makan apa?” Minho mengalihkan pembicaraan Taemin dan Taemin tahu maksudnya.
“Sama sepertimu saja, Hyung..” jawab Taemin ogah-ogahan.
“Fuyuar!” Minho memanggil pelayan disana. Memang, untuk sekedar kantin-di-dalam-Rumah-Sakit tempat ini terlalu luas dan terlalu mewah.
“Hyung, sejak kapan gaya bicaramu jadi seperti Kyu Hyung?
“Eh? Oh ya, tadi aku manggil ‘fuyuar’ ya? Ternyata, terlalu banyak bergaul dengannya bisa membuatku tertular kebiasaannya hehe” Minho cengengesan sambil menggaruk pipinya yang tak gatal. Ya, aku tahu.. Ini sudah cukup OOC.
“Asal jangan ketularan sifat evilnya saja” gumam Key mengikuti pembicaraan. Matanya masih menyapu halaman menu.
“Sudah tahu akan memesan apa, Tuan?” seorang pelayan berpakaian maid ala Jepang menghampiri meja mereka sambil membawa notes kecil di tangannya. Oke, salahkan author karena terlalu membawa dunia cosplaynya dalam fic ini.
“Aku mau..” Key menggerakkan jarinya di buku menu dan akhirnya berhenti “Air putih saja”
Gubrak! 2Min kompak jatuh ke lantai. Onew? Jangan tanyakan dia, author lagi enek banget sama yang namanya ayam.
“Itu saja?” tanya si pelayan.
“Ne.. K-kau!” Key terpaku ketika memutarkan kepalanya dan mendapatkan wanita itu.. Pelayan itu.. Tidak mungkin!
“Ti-tiffany?” Key bertanya meyakinkan penglihatannya.
“Oke, tuan.. Semua yang tuan butuhkan akan saya urus dan untuk tuan-tuan lainnya..” orang yang Key yakini adalah Tiffany itu mengeluarkan smirknya kepada Minho, Taemin dan Onew.
“Girls!” serunya. Seketika, ada 6 orang yang menggandeng tangan-tangan ke3 orang itu.
“Apa-apaan ini?” Minho berusaha melepaskan diri dari pegangan dua orang wanita di tangannya.
“Yuri? Sunny?” Key menatap dua orang itu tak percaya.
“Ya! Kalian mau apakan Minho Hyung? He’s mine!” Taemin juga berontak dengan dua orang yang menguncinya.
“Hyoyeon? Seohyun?” Key benar-benar bingung sekarang.
“Kalian mau apa sih? Aku mau makan ayam tahu! Lepasin!” Onew meronta-ronta, dua orang yang memegang tangannya memasang wajah kenapa-kita-kebagian-orang-stres-ini-sih?!
Ya, kalian benar. Itu Taeyeon dan Jessica.
“Oke, semuanya.. La-ya-ni mereka semua dengan ba-ik ya” Key merinding mendengar suara Tiffany yang err.. Menggoda? Apalagi winknya itu, terlalu banyak nonton anime.
“Baik!” seru keenam cewek itu kompak dan membawa paksa ketiga cowok itu pergi. Entah kemana. Sudah kubilang, entah kemana! Jangan tanya aku dan jangan salahkan aku.
“Ada apa dengan semua ini, Tiff? Kenapa kalian ada disini? Bukannya kalian harusnya ada di dunia jin sekarang?” Tiffany memandang Key dengan tatapan miris.
“Ada yang harus kubicarakan, Tuan..”

***

“Jadi?” Key menatap Tiffany yang duduk di depannya. Tiffany mengangguk pelan sambil memainkan sedotan di gelas lemon tea pesanannya.
“Tapi, bukankah waktu itu kalian bilang kalau permintaanku akan habis karena permintaan terakhirku waktu itu?”
“Aish, tuan ini masih belum mengerti? Sudah kubilang, permintaan Tuan kepada Tuan Jonghyun waktu itu telah melanggar hukum dunia Jin sehingga kedua jin yang belum mengabulkan permintaan tuan masih terkurung di dalam pikiran tuan dan tidak bisa keluar” Tiffany menghela nafas, capek karena Key masih terus menanyakan pertanyaan yang jawabannya selalu sama.
“Hm..” Key menopang dagunya “Lalu, bagaimana cara aku membantu kalian?” Tiffany tersenyum penuh arti.
“Pertanyaan bagus! Kami telah memikirkan rencana ini matang-matang. Dengarkan, tuan” Key memasang telinganya sedangkan Tiffany mengambil ancang-ancang untuk menjelaskan ide yang dianggapnya sangat brilliant.
“Kami, ketujuh jin yang sudah bebas akan memanggil salah satu jin dengan jurus terlarang keluarga kami. Dan yang tuan lakukan adalah meminta agar semua ini kembali seperti semula” Key mengangguk, masih mencermati rencana Tiffany “Setelah kembali seperti semula, otomatis kami sudah tidak melanggar peraturan dimana kami mengubah garis jodoh tuan Jonghyun terus..”
“Tunggu dulu!” cegat Key “Tadi kau bilang apa? Jurus terlarang? Berarti harusnya tidak boleh dipakai dong?”
Senyum penuh arti Tiffany pecah berkeping-keping dalam sepersekian detik.
“I..iya juga ya.. Tapi, ini cuma satu-satunya cara supaya kita bisa manggil seenggaknya salah satu dari 2 jin itu” Key menghela nafasnya berat.
“Gaada cara kaya sistem Pegadaian gitu apa? Menyelesaikan masalah tanpa masalah” tanya Key dengan segala keOOCannya.
Tiffany menggeleng putus asa. Bukan, bukan karena dia tidak bisa menyelamatkan kedua saudaranya. Tiffany putus asa karena ide brilliantnya hancur dalam sekejap. Oke, seharusnya dia ingat kalau itu sebenarnya ide keenam saudaranya yang lain juga.
“Atau.. Begini saja?” Key menemukan sebuah lampu -yang biar nyalanya tidak terlalu terang- di atas kepala botaknya.
“Tidak” jawab Tiffany cepat.
“Loh? Aku kan belum mengatakan apa rencanaku?” ucap Key protes.
“Aku tahu, apapun rencanamu pasti hanya akan menyelamatkan kami dan 2 saudara kami kan? Tuan tidak bermaksud mengembalikan keadaan ini seperti semula kan?”
Bingo! Key tidak mengerti kenapa Tiffany knows him so well.
“Tapi, aku tidak menyesal dengan keputusanku. Lagipula, dia bahagia sekarang”
“Enough! I know you want him” nada bicara Tiffany berubah menjadi rapnya GD.
“But she wants him too” Key masih tetap pada pendiriannya.
Tiffany berkacak pinggang.
“Sepertinya.. hanya dia yang bisa mengubah pendirian tuan” Tiffany memandang layar handphonenya dengan tatapan tidak-ada-pilihan-lain lalu mendial nomor telepon seseorang.
“Yeoboseyo”

To be continued..

Berpikir untuk membuat sequel. Bagaimana menurut kalian? Atau sequel Most Wanted dulu? Give me your opinion. Comment please!

Advertisements

23 responses to “[SHINee Couples] Key and his wishes Part 4

  1. Teruskaaaaaaaaaaan
    sequel dua duanya boleh huahaha

  2. Lanjut! Haha.
    Minho ooc bgt.
    Onew terlihat amat bego karakternya. Tp lucu, ngocol bgt.

  3. terserah author yang penting bagus

  4. Aaaa!! Bagus! Boleh2 kalo mau bikin sekuel. Yg penting jongkey happy ending yaa haha :)) keep writing! XD

  5. daebak dah ni ff ! 😀

    ngomong2 akku reader bru disini 🙂

    lanjutkan chingu, soalnya aku ska bgt sma jongkey xD

  6. saya pilih yg ini dulu unn ,,
    feel ama kyumin aye memudar neh takut2 aye baca most wanted aye bwa basoka *oke tadi curcol*
    actually 2min bner2 minta dijitak, onew minta dicekek, key minta ditabok, jjong minta diinjek, jadi who’s the first ?? *abaikan* XD

  7. Ayo lnjutin,author..ayo bkin sekuelx..*puppy eyes*
    Trlalu mnggantung itu critax..
    Gemes bgt liat onew yg g bs tnpa ayamx..gemes jg liat 2min,saat2 sprti itu taemin msih smpet2x cmburu gr2 minho d pegang2 sm 2 jin itu..hehe..key jg nih,susah amit ngembaliin keadaan sprti smula..>.<
    Ayo bkin lnjutanx,author..

  8. Thank you.
    I added your site to my favorites.

    my site: wikilog

  9. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  10. tiffany nelpon siapa tuh?
    aigoo~ makn seru~ apaan lagi si Key dia ngomong sistem pegadaian segala– haha
    dasar
    nice part~

  11. hahahahaha
    kmbali ke awl,,,
    crta ya geje lagi,,

    pdhl udh nyiapin 1 gerobak tisu,,,yah mubazir deh…

  12. Onew..nglirik aku ajaa..wkwkwk
    Aduh sumfeh..jealous tingkat dewa ngbayangin SK pegang” tgan jjong.. -.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s