[KYUMIN] Most Wanted Part 1


author : akasvieland

“Baiklah, rapat hari ini selesai dan kau, Lee Sungmin.. Kuharap kau tidak menyia-nyiakan kepercayaanku padamu” tegas Hankyung.
“Ne” jawab Sungmin tak kalah tegasnya.

***

Sungmin POV

Namaku Lee Sungmin, aku adalah seorang mata-mata. Kau tahu? Aku bukan mata-mata sembarangan, aku adalah mata-mata FBI. Dan satu lagi, aku adalah mata-mata kepercayaan FBI saat ini. Ketua FBI, Hankyung telah memberiku tugas baru tadi malam.
‘Hingga sekarang, Cho Kyuhyun (22) orang yang telah menjebol sistem operasi keamanan negara dan mencuri beberapa dokumen rahasia masih belum diketahui keberadaannya dan tetap menjadi The most Wanted di seluruh penjuru Korea’
Begitu isi headline koran hari ini. Haah.. Aku tidak menyangka akan pulang ke kampung halamanku karenanya. Sungguh, aku lebih senang bekerja di negara lain daripada disini karena dengan begitu akan menunjukkan kalau Korea adalah negara yang aman dan tenteram, tidak seperti sekarang. Hanya karena satu orang berbuat onar, negara lain mulai menatap sebelah mata pada Korea. Sungguh miris.
Sambil membulak-balikkan koran, aku mulai merasakan kejanggalan. Pencurian dokumen rahasia ini seharusnya adalah sesuatu yang tidak bisa tersebar kepada masyarakat luas karena urusan di dalam pemerintahan menjadi wewenang pemerintah itu sendiri dibantu dengan pihak-pihak luar yang terpercaya seperti FBI. Kasus ini.. Seolah-olah merupakan kasus yang memang sengaja diatur dan direncanakan seseorang.. Entah kenapa, pikiran seperti itu muncul di kepalaku. Aku merasa, ada sosok yang menertawakan semua ini. Menertawakan semua kebodohan yang aku sendiri tidak tahu apa itu. Sudahlah, Lee Sungmin.. Itu hanya perasaanmu, yang kau perlu adalah berkonsentrasi dan fokus pada kasus ini. Bukankah sejauh-jauhnya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga? Ya, aku pasti tidak akan mengecewakan Hankyung. Inilah waktu yang tepat untuk membalas semua kebaikannya..
Aku menatap nanar tempat tinggal baruku. Sebuah apartemen yang cukup megah menurutku. Kuhempaskan tubuhku pada kasur berukuran King size, aku mulai menerawang pada langit-langit kamar. Sudah kuputuskan, aku akan mulai mencarinya besok. IP address yang terlacak memang menunjukkan kalau Cho Kyuhyun sedang bersembunyi di sekitar sini, sebuah daerah di pinggiran kota Seoul. Aku terus mengingat-ingat semua bukti yang sudah rekan-rekanku kumpulkan sambil memejamkan mata sampai akhirnya, aku tertidur pulas di bawah gelapnya malam.

Keesokan harinya..

Aku berjalan santai di sekitar pasar pagi. Orang-orang menjajakkan dagangannya tanpa memperdulikan sinar matahari yang terasa semakin terik. Aku mulai menseleksi apa yang akan kumasak dan pilihanku jatuh pada kios ikan yang dijaga oleh seorang perempuan kecil. Aku membeli beberapa ikan lalu memberinya uang dengan jumlah yang melebihi harga ikan-ikan yang kubeli. Dia terlihat bingung sampai aku bilang kalau dia boleh menyimpan kembaliannya lalu diapun tersenyum tulus sambil mengucapkan terimakasih.
“Maling! Tangkap maling itu!” aku mendengar suara teriakan seorang ahjumma dan derap kaki seseorang yang mendekat ke arahku diikuti dengan derap beberapa langkah kaki yang kuyakini sedang berusaha mengejar seseorang. Tak perlu pikir panjang, aku segera berlari sampai “BUK!” kurasakan tubuh seseorang menabrakku. Namja itu meringis kesakitan lalu meraih tanganku agar aku berdiri. Orang-orang yang terlihat kesal berlarian menuju ke arah kami.
“Shit!” umpat namja itu kesal. Dia memandangku dan orang-orang itu bergantian.
“Apa boleh buat” dengusnya. Tiba-tiba dia menarik tanganku yang masih dipegangnya lalu memaksaku berlari mengikuti langkahnya. Aku bingung, tapi kuturuti dia dan kuiringi langkahnya dengan mudah.
Hosh Hosh, Sudah setengah jam kami berlari dan orang-orang yang mengejar kami tadi sudah tertinggal jauh di belakang. Namja itu berhenti berlari setelah kami memasuki gang yang lumayan sepi. Ia mengatur nafas, perlahan membuka topi hitamnya. Rambut namja itu sudah penuh dibasahi keringat.
“Hosh..hosh.. Kau tidak apa-apa?” tanyanya padaku. Aku mendongak untuk melihat wajahnya yang terlihat jelas setelah dia melepas topi itu.
“Ka-kau.. Cho Kyuhyun?” ucapku tercekat.

Sungmin POV End

Kyuhyun dan Sungmin berhenti berjalan tepat di depan sebuah kastil. Sejenak. Sungmin merasakan hawa menusuk yang membuat bulu kuduknya merinding.
“Ayo, masuklah..” ajak Kyuhyun pada Sungmin.
Sungmin mengangguk dan melangkah mengikuti Kyuhyun dengan ragu.

===Flashback===

“Ka-kau.. Cho Kyuhyun?” ucap Sungmin tercekat.
“Kau mengenalku?” tanya Kyuhyun.
Sungmin tersadar dari kebodohannya.
“Aku adik kelasmu di SM High School.. Kau tidak ingat?” dusta Sungmin. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya adalah mata-mata FBI dan sudah pasti mengenal Kyuhyun karena dirinyalah yang ditugaskan untuk menangkap Kyuhyun, bukan?
Kyuhyun terlihat sedikit ragu, Sungmin segera memeras otaknya.
“Hyung dulu di kelas XII-1 dan jadi ketua OSIS kan? Jadi aku mengenalmu”
“Oh.. Maaf, tapi aku merasa tidak pernah melihatmu di SM High School.. Tapi, sepertinya memori otakku memang tidak bagus haha”
“Ahaha” tawa Sungmin garing. ‘Hey. Apa yang kau lakukan Lee Sungmin? Tertawa bersama buronan Korea?’ umpat Sungmin dalam hati.
“Hyung, boleh aku menginap di rumahmu beberapa hari? Kita sudah berlari terlalu jauh dan aku baru saja sampai disini kemarin sehingga aku tidak tau arah jalan pulang” pinta Sungmin memelas. Sungmin berpikir mungkin ini jalan yang ditunjukkan Tuhan agar kasusnya cepat selesai lagipula, semua ini terlalu kebetulan sampai Sungmin bisa menemukan Kyuhyun dengan mudah. Sungmin tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.
“Hm.. Tapi.. Aku..”
“Tolonglah..”
“Kau tahu berita yang akhir-akhir ini sering diberitakan?” tanya Kyuhyun, Sungmin mengerti. Kyuhyun mulai curiga dirinya mengetahui kalau ia adalah buronan.
“Memang berita apa? Aku kan sudah bilang kalau aku baru kembali ke Korea kemarin. Jadi aku belum sempat membaca atau menonton berita.” aktingku senatural mungkin.
“Baiklah.. Ikut aku” ujar Kyuhyun seraya melenggang pergi. Sungmin berjalan di belakangnya. ‘Ottohke? Apa aktingku berhasil? Sebenarnya ini agak aneh, tapi.. Mengikuti kemana dia pergi hanyalah satu-satunya jalanku saat ini’ gumam Sungmin.

===Flashback end===

Kastil itu begitu tua dan juga terpencil, tanaman menjalar menutupi bagian luar gedung dan debu mendomisili di sudut-sudut ruangan juga di beberapa peralatan antik yang terpajang.
“Kau boleh tidur di kamar ini sampai kau bisa pulang ke rumahmu, Sungmin..”
“Ne, jeongmal gomawo, Hyung..”
“Kalau begitu, aku ke bawah dulu ya”
“Ah, sebentar.. Sebenarnya kenapa tadi Hyung dikejar orang-orang itu?” tanya Sungmin. Kyuhyun terlihat menerawang, tatapan matanya tiba-tiba berubah dingin.
“Sebaiknya kau mandi, pakai pakaian yang ada di lemari. Aku akan menjelaskan semuanya di ruang makan”
“Baiklah, oh iya.. Tadi aku sempat membeli ikan di pasar itu, pakailah untuk makan malam”
“Ne..” Kyuhyun menerima bungkusan ikan dari tangan Sungmin.

Kyuhyun POV

Aku mendengar suara langkah kaki menuruni tangga.
“Duduk dulu, Sungmin.. Sebentar lagi masakannya matang” ucapku. Sungmin duduk di salah satu kursi sambil memandangku.
“Ada apa?” tanyaku yang mulai risih dengan tatapan Sungmin.
“A-ani.. Apa kau butuh bantuan, Hyung?”
“Tidak usah, tinggal menunggu masakannya selesai direbus dan satu lagi, panggil aku Kyu atau Kyuhyun saja”
Tidak ada percakapan setelah itu sampai masakanku matang lalu kami pun duduk berhadapan di meja makan.
“Sebenarnya.. Aku tidak sendirian di kastil ini” Sungmin menatapku heran.
“Hei kalian, kemarilah.. Makan malam sudah siap” teriakku tanpa memperdulikan tatapan meminta penjelasan dari Sungmin.
4 orang anak kecil turun menuruni tangga dengan riangnya.
“Ya.. Kalian, cepatlah duduk” aku menduduki mereka di kursi satu persatu.
“Hyung, itu ciapa?” tanya Wookie sambil melihat Sungmin.
“Aku tau, itu mama balu buat kita ya?” sambung Henry cepat.
Aku menoleh kepada Sungmin yang menundukkan kepalanya.
“Bukan, ini teman Hyung ketika di SMA. Untuk sementara, dia akan tinggal disini.. Kalian tidak keberatan kan?” tanyaku lembut.
“Acik, ada yang menemani kami belmain” sorak Kibum.
“Cemoga betah tinggal dicini ya, Hyung..” ucap Yesung pada Sungmin.
“Ah, ne.. Gomawo” Sungmin menjawab dengan tatapan yang masih keheranan.
“Kalau begitu, kalian makanlah.. Ikan-ikan ini dari Sungmin Hyung loh.. Bilang apa padanya?” tanyaku pada ke4 bocah kecil itu.
“Telimakacih..” jawab mereka kompak lalu segera memakan hidangan di atas meja dengan lahap.
Sungmin tidak memakan makanannya, dia menatapku.
Aku menghentikan kegiatanku lalu menghela nafas berat.
“Mereka semua.. Adik-adikku”

Kyuhyun POV end

Angin malam menerpa wajah Kyuhyun dan Sungmin. Mereka sedang duduk di balkon luar dari kamar Sungmin.
“Tadi.. Aku ketahuan mencuri beras di pasar” ucap Kyuhyun.
“Me-mencuri?” ulang Sungmin.
“Ne.. Aku.. Ada suatu alasan yang membuatku tidak bisa berkeliaran bebas dan mencari pekerjaan”
“Boleh kutahu apa alasan itu?” Kyuhyun menatap Sungmin lembut.
“Maaf, Sungmin.. Kita baru bertemu jadi..”
“Aku mengerti, ceritalah jika kau ingin menceritakannya”
“Gomawo” Kyuhyun dan Sungmin saling memandang. Keduanya terhanyut dengan pikiran masing-masing.
“Kalau begitu, aku keluar.. Tidurlah, ini sudah malam” Kyuhyun beranjak diikuti Sungmin di belakangnya.
“Ah ya.. Kau tidak kuliah?” tanya Kyuhyun yang membalikkan tubuh tepat ketika membuka pintu kamar Sungmin.
“Ah.. Itu.. Kuliahku tidak di Korea, Kyu.. Dan disana sedang liburan. Makanya aku berlibur ke Korea”
“Orangtuamu?”
“Ada di Jepang, mengurusi bisnis”
“8egitu.. Oke, Oyasuminasai, Sungmin..” ucap Kyuhyun sambil menutup pintu sepenuhnya.
‘Maafkan kebohonganku, Kyu..’

Sungmin POV

Aku mengeluarkan handphoneku yang berada di balik sepatu. Jangan tanya kenapa, I am a spy.
Ada sebuah misscall dan SMS dari Hankyung.

Sudah menemukan Kyuhyun?

Seuntai kalimat itu menyadariku kembali pada tujuan awal mengapa aku berada di Korea.
Aku tidak menjawab SMS itu. Dengan ragu, aku melangkah keluar, menyusuri kastil tua ini dengan perlahan.
Jam 24.00 begitulah yang tertera. Kuharap mereka semua sudah tidur.
Aku mencari ruang komputer. Kamar disini terlalu banyak, dengan segala peralatan mata-mata yang kubawa, aku menjebol dan memeriksa kamar-kamar itu satu persatu.
Nihil. Tidak ada satupun komputer dalam ruangan yang sudah kuperiksa. Padahal aku yakin tidak melewatkan satu kamar pun.
SRET SRET
Aku merasa baju tidurku ditarik. Kutengokkan kepalaku dan aku mendapati Wookie yang sedang mengucek matanya dengan lucu sambil membawa boneka kelinci pink di tangan kanannya.
“Hyung, cedang apa?”
“A-aku.. Sedang mencari toilet” jawabku asal.
“Kamal Hyung kan ada WCnya..”
‘Damn!’ umpatku pada kebodohan yang lagi-lagi kutunjukkan. Jatuh harga diriku sebagai mata-mata.
“Oh.. Iya iya.. Aku tidak tahu hehe”
“Yacudah, Hyung halus temani Wookie, Wookie ga bica tidul”
“Ta..pi..” Wookie tidak memperbolehkan aku meneruskan kata-kataku. Ia segera menarikku ke dalam kamarnya dengan Yesung.

To Be Continued..

Advertisements

7 responses to “[KYUMIN] Most Wanted Part 1

  1. Min as a spy is so damn hot *in my opinion and imagination for sure xDDD

  2. Sungmin mata2 FBI & Kyu buronanx??huaaa,,keren tuh..kira2 Sungmin bs nangkap Kyu ga tuh??tega kah dy biarin 4 ank kcil itu sndirian tnpa Kyu??
    Spertix gmpang bgt jln Sungmin skarang bt nangkap Kyu,tp klo maen prasaan bs jd sngat susah..^^

    • keren dong skali” kyumin maen kejar-kejaran XD
      kira- kira bsa ga ya? baca next chap aja, kan udah sampe part terakhir nih haha
      harusnya tega cz dia mata-mata FBI sih -.-
      itu dia, perasaan dimaenin sih

  3. Pingback: [AUTOMATIC UPDATE] My Master List! | @SungminELF è felicità

  4. lanjut ah ke part2 A.A

  5. Wah…belom pernah nie saiia baca yang beginian?SPY vs buronan tapi pasti vs-nya berubah jadi cinta…hehehe
    KYU kayaknya baik?tapi gak tau juga sich,epep aka kan penuh misteri(?)…susah ketebak!
    4 adik KYU lucu~ ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s